Apa yang dicari JK? 27
Senin, 6 Jul '09 17:06
Apa yang dicari JK?
Setelah kemarin dan pagi ini sibuk dengan bertemu Mega-Prabowo di kantor Muhammadiyah, kemudian mengeluarkan wacana setuju Pilpres diundur dengan alasan DPT.
Siang dilanjut menyatroni MK, mendesak dikeluarkannya keputusan pemilih dapat mencontreng dengan menyertakan KTP.
Dan sore ini kembali saya terkaget, sudah ada lagi di gedung PWNU dengan alasan meminta bantuan organisasi keagamaan untuk mengurangi kecurangan Pilpres, kembali bersama Mega :), ditemani Taufik Kiemas dan bertemu Hasyim Muzadi
Apa yang dicari sih?
Bukannya JK masih di pemerintahan? Saya sebagai pemilih awam, bagaimana bisa yakin jika waktu sisa pemerintahan bapak saja tidak bisa dipergunakan dengan baik, bagaimana nanti? Kenapa gak coba untuk menyelesaikan pekerjaaan-pekerjaan kenegaraan yang tertunda? Bagaimana juga pertanggung-jawaban JK sebagai salah satu yang nimbrung di pemerintahan? Kok kaya mau "lari' aja :), giliran yang bagus berani klaim hehehehehe
DPT dipermasalahkan? toh bapak juga ikut andil bukan? Yang mengangkat anggota KPU juga DPR yang mayoritas adalah partainya bapak dan ibu itu :D hehehe, Yang dipemerintahan juga JK.
Seharusnya minggu tenang bukan? ini kok malah jadi kayak minggu panas, pintar bapak mencari momen untuk kampanye dan naikin elektabilitas. Atau jangan-jangan minta diundur buat nambah waktu naikin elektabilitas yah pak :p
Ya wes lah pak, silahkan :D, semoga jika bapak nanti terpilih, bisa lebih baik dari sekarang dan mewujudkan semua janji nya.
Kalau gak kepilih, saya berharap bapak bisa menepati janji kemarin yah :), ngurusin mesjid dan pendidikan, pulang kampung pak :D
Terkait:
-
Mengapa Harus JK bukan MJK (baca: MCK)
Selasa, 2 Mar '10 21:59 -
Siapa Capres Yang Saya Contreng Besok?
Senin, 6 Jul '09 14:12 -
Ulasan Debat Capres 2 Juli 2009
Jumat, 3 Jul '09 09:54
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kalangwan: Lucu
-
MR: Biasa
-
republikfoto: Penting
-
weirdo: Inspiratif
-
Forlorn Hermit: Penting
-
massto:
-
VOX POPULI:
-
Herman Saksono: Penting
-
galuh29: Bagus
-
Daeng Lalo:
-
MosheDayan: Penting
-
R A P: Biasa
-
hamatamu: Lucu
-
OliverCain:
-
heriyadi:
-
Normanlahyaw: Penting



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
kira2 apalagi ya permintaan pasangan Mega Pro dan JK Win ????
republikfoto : tidak buat saya mas
weirdo : hus ... bukan kesan kok
Baca saja point-point di email rekayasa itu, itu yang ingin ditanamkan oleh intelijen/siapapun yang menyebar booklet dan email.
Cukup untuk membuat mahasiswa angot, jiwa primordialisme terbakar, dan lain-lain. Moga-moga cuman saya aja yang paranoid, tapi ati-ati ajalah, semoga semua bisa berpikir jernih dan tidak gampang tersulut.
sekarang diganti begini:
Bukannya SBY masih di pemerintahan? Saya sebagai pemilih awam, bagaimana bisa yakin jika waktu sisa pemerintahan bapak saja tidak bisa dipergunakan dengan baik, bagaimana nanti? Kenapa gak coba untuk menyelesaikan pekerjaaan-pekerjaan kenegaraan yang tertunda? Bagaimana juga pertanggung-jawaban SBY sebagai salah satu yang nimbrung di pemerintahan? Kok kaya mau "lari' aja
massto : hmmmppphhhh sepertinya ada yang salah
yah syukur kalau memang JK sudah seperti itu dari dahulu, karena yang saya tahu nilai minusnya juga banyak (biar gampang browsing di politikana untuk hal ini
kalau memang JK tulus, bagus toh? lalu sekarang apa? perlu balas budi kah?
ah semua punya kepentingan ... SBY punya dan tentunya JK ...
saya aminkan JK menang
emang patokan awam itu gimana sihhh...???
kriterianya yah gak banyak tahu ... gampang kan?
*kok jadi berkutat di awam dan tidak awam*
abah : hal yang seharusnya seorang negarawan lakukan sejak dari dahulu
pertanyaan berikutnya kenapa tidak dari kemarin2? kenapa pake mengancam? kenapa dengan minggu tenang? kenapa tidak dari awal sisduk dibenahi? kenapa?
persoalannya tidak akan beres jika hanya ribut2 demi kepentingan sesaat ... masalahnya kan sudah ada dari dahulu, lalu bagaimana dengan UU pilpres sendiri? yang dibuat oleh DPR kita yang terhormat
itu mungkin perlu dijawab mas
dan saya setuju kalau memang HAM, utamanya hak SIPOL diperjuangkan
2 be or not 2 be
"bila memang...yaa ...bila memang...bila tidak....yaaaa....bila tidak"
tapi kalo tidak ada JK di Pilpres ini saya malah bingung mau pilih siapa?
Soal JK nyari apa?... saya sih memilih positif thinking aja, bhw berkat kedua capres ini, kita yang sebetulnya punya hak untuk memilih, tapi tidak terdaftar di DPT,... akhirnya terpenuhi juga haknya. Suara kita akhirnya bisa ada gunanya.
Seharusnya sebagai orang yang kecewa karena pemilu legislatif kemarin terpaksa golput karena tidak terdaftar, kali ini saya boleh lega karena akhirnya hak saya dikembalikan.
Yang jadi pertanyaan saya justru kenapa SBY yang NOTABENE masih PRESIDEN,... dan sudah tahu akan masalah DPT ini dari duluuuuu banget... kok ya, gak berbuat apa2 untuk menyelesaikan kasus ini.
Malah ada kesan SBY menutupi kekurangan mengenai DPT ini sebagai satu hal yang lumrah dalam demokrasi dan akan terus diperbaiki. (jadi ingat pas ditanya mengenai ini di debat capres 3, jawabannya normatif banget, "udah ada aturannya, pelan-pelan akan kita perbaiki" dsb,...
Tapi apakah itu dijalankan atau tidak, itu yang penting! Kenyataannya?... kalau diperbaiki, moment SKS ini tidak akan pernah ada, hehehe.
Kekuasaan SBY selaku presiden jauh lebih tinggi dari JK sebagai wakil presiden. Kalau SBY mau... dan sadar bahwa ini menyangkut HAK asasi rakyat... maka SBY akan segera memerintahkan semua jajaran agar langsung mengerjakan apa yang dikejar selama semalam ini...
Buat saya, ini kayak jaman saya kuliah dulu, sistem SKS (Sistem Kebut Semalam)... Padahal kalau SBY meminta KPU dari dulu membereskan apa yang mereka bereskan malam ini,... masalah ini sudah selesai, dan 3 hari ini benar2 merupakan minggu tenang sebelum pemilu 8 juli besok.
Kok gak dari dulu aja?. Lahhh, bukannya sejak pemilu legislatif kemarin ini sudah sangat2 diributkan??? Terutama oleh kubunya mega. Soal JK, beliau masih menghargai presiden sebagai pimpinan, kalau semuanya dia yang putusin, ntar dibilang... "belum jadi presiden aja udah ngatur2, ngelangkahin presiden... gimana nanti kalo udah jadi presiden beneran?"
Nahhh lohhh
Kalau sekarang mereka baru mendesak, karena setelah menghimbau berkali-kali agar DPT segera dibenerin, KPU tetap arogan dan menganggap data-data yg dikemukakan team sukses kedua capres tsb data fiktif.
Baru setelah didesak, disertai data2, barulah mereka mengakui bhw data-data DPT yg mereka punya, base on data NIK yg diperoleh dari Depdagri, dan data ini baru akan rampung 2010 mendatang. Keputusan MK hari ini menurut saya justru prestasi yang patut diacungin jempol.
yang tentunya kemungkinan besar apabila tidak jujur SBY bisa saja dirugikan juga? pertanyaannya... mengapa SBY tenang tenang saja? apa karena yakin menang dan tidak bisa dicurangi? sama sihir saja repot... ko sama DPT ga repot?
Iklan satu putaran saja tidak mau diakui (walaupun Denny JA sudah klarifikasi, yang tetap tidak juga jelas), dan ditambah dengan mie instant berbahan singkong, Hal sederhana saja sudah berbohong, apalagi Hal besar...
Mengatur tim kampanye saja tidak bisa, apalagi mengatur negara?
Kalo 2 capres dari 3 capres yang meminta secara demokrasi 2 capres ini dong yang menang
heriyadi : yang fanatisme buta juga kemungkinan orang yang membela dari tuduhan2 itu lo ... apa bedanya sekarang, ketika semua berdasar prasangka saja? lagipun tulisan ini lebih menyoroti terkesan cuci tangannya JK yang berasa di luar pemerintahan, makanya saya tidak bicara tentang Mega
Silly : dengan alasan apapun, termasuk undang-undang di dalamnya, SBY sudah menginstruksikan KPU memperbaikinya, lagi-lagi dengan semua alasan sebaran demografi, geografi dan sisduk kita yang masih kacau, apakah mungkin dalam waktu cepat kita mampu menyelesaikan ini. Intinya adalah sisduk juga harus dibenahi, jika tidak, masalah ini akan terus ada di kehidupan kita
Kalau instruksinya itu saja sudah tidak mampu mengontrol KPU yang segitu kecil, bagaimana mungkin kita bisa LANJUTKAN semua yg sudah kita tahu akan begitu begitu terus selama 5 tahun kedepan.
Instruksi-instruksinya semakin terbukti tanpa gigi dong
Kalau saja memang semua instruksinya punya kekuatan... jangankan alasan sebaran demografi dsbnya... sisduk kacau... Wong dalam waktu SEHARI saja ini kita bisa kerjakan sekarang, apalagi kalau jangka waktunya lebih lama... sejak awal bergulirnya kasus DPT ini.
Saya setuju mesti dibenahi. Ini yang dari dulu tidak dikerjakan. Meeting2 tanpa hasil, instruksi2 yang tidak ditindaklanjuti dengan fungsi kontrol yang baik, akan melahirkan instruksi2 yang lagi2 tidak bergigi. Kita mampu kok, kalau kita mau. Lebih cepat, lebih baik
ah mbuh lah ... saya hormati pilihan anda
Silahkan login untuk memberikan pendapat