Siapa Capres Yang Saya Contreng Besok? 68

Senin, 6 Jul '09 14:12

Perusahaan multinasional membutuhkan setidaknya lima kali tes untuk merekrut pegawai baru. Biasanya dimulai dari seleksi administratif, lalu psikotes, dilanjutkan dengan interview, interview calon atasan, dan akhirnya: tes kesehatan. Akan tetapi, rangkaian tes sebanyak itu sama sekali tidak menjamin calon majikan akan mendapat pegawai yang kompeten. Karena observasi selama 6 bulan tentu tidak menampilkan jati diri calon pegawai secara lengkap.

Kita, para pemilih sebetulnya diuntungkan, karena kita punya tahunan, bahkan sepuluh tahun lebih, untuk mengamati gerak-gerik calon presiden kita. Kita punya banyak “bahan” untuk mereview capres-capres yang akan bertanding tanggal 8 Juli besok.

Pada tebangan pertama, pasangan Megawati-Prabowo tidak akan saya pilih. Saya melihat Ibu Mega tidak memiliki visi ataupun pengetahuan teknis untuk menjadi presiden. Saya yakin beliau sangat peduli terhadap bangsa ini, tapi peduli tidak cukup. Dan ini mengkhawatirkan, karena kurangnya pengetahuan, mau tidak mau, Mega pasti akan menyerahkan sejumlah kebijakan kepada orang lain.

Dan pada kenyataannya, ketika kita memilih Mega sebagai presiden, kita memilih Prabowo sebagai presiden. Ini membuat saya merasa tidak nyaman, terutama karena catatan HAM dan sifat agresif Prabowo. Bagaimana mungkin permasalahan HAM di Indonesia bisa beres jika negara ini dipimpin oleh seseorang yang pernah dipecat dari TNI karena menculik mahasiswa?

Tentu saja ada banyak yang bisa kita kagumi dari sosok Prabowo. Sikapnya yang keras terhadap campur tangan asing dan keterpihakannya terhadap petani dan nelayan harus diteladani. Di lain sisi Prabowo tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Dunia politik sipil sangatlah berbeda dengan militer, bisnis, ataupun tim kampanye. Apa yang dapat terjadi, andaikata kurangnya pengalaman ini membuat program Prabowo tidak jalan?

Pasangan capres nomer 2, SBY-Boediono sebetulnya adalah tim yang lumayan. Selama hampir 5 tahun memerintah saya merasakan kesungguhan SBY (dan juga JK) dalam menjalankan pemerintahan ini. Boediono juga merupakan pilihan wapres yang bagus, karena ekonom asal UGM ini telah dua kali menyelamatkan Indonesia dari kejatuhan ekonomi. Langkah SBY untuk tetap membiarkan KPK independen, adalah langkah yang terpuji. Walaupun begitu, SBY masih belum sukses mereformasi kejaksaan .

Saya juga ada kritik lain untuk SBY. Bukan soal kelambatannya dalam bertindak, karena dalam negara demokrasi, proses mencapai kesepakatan bersama lebih penting daripada hasil akhirnya. Dengan dukungan defacto di parlemen yang sangat sedikit, saya rasa kinerja SBY tidak buruk-buruk amat.

Kritik saya terhadap SBY adalah ketidaksigapannya mengantisipasi kenaikan harga pangan global yang menghujam di awal 2008. Hal-hal seperti ini sebetulnya bisa direm dengan antisipasi yang mantap. Tapi—entah kenapa—SBY terlambat, sehingga harga pangan meroket gila-gilaan.

Untuk pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto, saya menyimpulkan kalau lebih cepat, tidak selalu lebih baik: memilih Wiranto sebagai cawapres adalah pilihan buruk JK. Mantan Pangab ini masih memiliki catatan merah HAM. Di dalam debat, Wiranto tidak terdengar memiliki kompetensi ataupun visi. Tapi saya memahami pilihan ini, karena pilihan koalisi yang tersedia untuk JK tidak banyak.

Sebelum 2009 saya tidak pernah suka JK. Ada banyak alasan, seperti sikapnya terhadap masalah Lapindo. JK juga pernah menuding keberadaan KPK membuat perekonomian terganggu. Ketika gempa Jogja, JK pernah menjanjikan dana 25 juta untuk membangun rumah baru untuk setiap KK. Dalam sebuah wawancara, JK pernah mengatakan kalau undang-undang tidak memungkinkan pemerintah untuk membredel media massa. Bagaimana jika undang-undang mengijinkan? Akankah JK melakukannya?

Itu tentu sebelum kampanye. Sekarang pernyataan JK lebih “ramah”. Kampanyenya juga bisa dibilang paling cekatan dan paling rapih. Dengan dukungan dana yang paling sedikit, JK telah menggerakkan kampanye yang cerdas dan mengena, tanpa bantuan lembaga semacam Fox Indonesia. Beliau nampaknya cocok bekerja dalam tim yang terkomando, tapi setidaknya ini menunjukkan kalau kesigapan JK dalam bekerja memang terbukti. Setidaknya dalam skala tim sukses.

Tapi itu bukan yang membuat JK istimewa. JK istimewa karena pemahamannya terhadap wacana-wacana dunia nyata sekaligus solusinya. Walaupun sesekali solusi JK tidak komprehensif, sifat itu tidak terlihat di SBY ataupun Boediono.

Memilih SBY atau JK memang sulit, tetapi ada banyak hal yang membuat saya tidak nyaman dengan JK. Gayanya yang selalu tergesa-gesa bisa menjadi bumerang. Saya juga mengkhawatirkan sikapnya yang setengah hati terhadap demokrasi.

Oleh karena itu, saya mendukung SBY-Boediono karena selalu bersikap pruden dan hati-hati. Ini tentu berlawanan dengan opini kebanyakan masyarakat yang menginginkan pemerintah bertindak ngebut, tapi saya pikir akan lebih baik kalau kita pelan tapi mantap, daripada ngebut tapi banyak masalah yang tercecer.

Sikap SBY yang tidak menduakan demokrasi adalah faktor lain yang membuat saya lebih yakin memilih beliau. Banyak yang mengira kalau setelah 10 tahun reformasi kita bisa fokus sepenuhnya pada ekonomi. Akan tetapi kenyataannya tidak. Tanpa adanya fungsi pengawasan dalam demokrasi, negara yang kaya rayapun bisa jatuh miskin setiap saat.

Selain itu, dengan tidak membela besannya yang kini dipenjara atas tuduhan korupsi, SBY telah mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan keluarga. Sesuatu yang agak langka di negara ini.


Tag: Boediono, Pemilu, SBY, Pilpres, jk, capres, Prabowo, megawati, wiranto

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    donyariya 0 0
    mon dasar pemilihan kita sama, dan alasan yang mengenai JK juga hampir sama

    satu mungkin tambahan saya mengenai JK, beliau terkesan cuci tangan dengan hasil pemerintahan sekarang (berasa di luar sistem itu sendiri), tetapi jika mengenai keberhasilan, sudah gak usah ditanya deh Lebih Cepat Lebih Baik nge klaim : )

    Kekurangan SBY sendiri lebih ke orang-orang di sekitarnya, dan terlalu membawa perasaan pribadi dalam lingkup kenegaraannya hehehe : D, tapi sisi positifnya itu Boediono, beliaulah yang membuat saya berfikir untuk tidak golput kali ini (biarpun undangan memilih belum datang).

    Saya berharap Boediono dapat melakukan sesuatu yang lebih untuk bangsa ini dan membantu SBY

    : )

    Bismillah ... contreng no. 2
    sls 0 0
    bismillah untuk perubahan saya pilih 1 semoga jadi kenyataan. ... Amin Prabowo Yes
    tongat 1 suka | 0
    sls:

    Prabowo kan cawapres. ; ))
    sls 0 0
    nah kalau cawapres knp..? no 1 jugakan : )
    tongat 0 0
    sls:

    Cawapres itu kan ban serepnya wapres. : D
    Herman Saksono 0 0
    sls: saya menghargai pilihan Anda : ) Btw perubahan yang anda maksud, apakah itu perubahan yang lebih baik, atau lebih buruk ya?
    pujangga 0 0
    Saya tetap yakin dengan pilihan saya no. 4 dengan alasan di sini http://politikana…politik.html
    sls 0 0
    Herman Saksono : Mana ada untuk memilih perubahan yang lebih buruk, ya pastinya lebih baik dong, mungkin kalau anda pilih yang lebih buruh ya : )

    tongat : mau itu ban serep, ban kempis apa jalahlah kalau dia niat mau menuju perubahan kenapa kita tidak mendukung.
    Herman Saksono 0 0
    Oh tidak, saya pilih yang lebih baik. ; )
    Funkshit 0 0
    saya (jika terdaftar dpt) juga berniat nyontreng sby..
    donyariya 0 0
    sls : kok jadi sewot : D
    kalo anda boleh yakin dengan alasan pilihan anda kenapa Herman Saksono tidak boleh hehehe? : D
    yang pasti dalam hati kecilnya semua mungkin memilih untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. atau mungkin anda buat artikel yang sama saja, alasan kenapa memilih Mega - Prabowo
    sls 0 0
    Kalau anda pilih yang lebih baik, menurut anda kasihan tidak mereka yang di tanyangkan di televisi tentang antrian BLT..?
    pujangga 0 0
    Bung Momon saya minta ijin menulis tentang anda, SBY, Roy Suryo, dan Andi mallarangeng. Pilihan anda cukup menarik saya untuk menulis kasus anda dulu....
    tapi kalo di ijinkan!
    sls 0 0
    dony : jadi sewot, apanya yang sewot mas..? : )
    saya cuma jawab kok, anda lihat dong dari judulnya itu apa bukan artikel untuk seseorangkan...?
    tongat 0 0
    sls:

    Yah, saya mengingatkan itu karena anda sepertinya lupa kalo prabowo itu cuma cawapres. Yang menentukan kebijakan tetap Megawati. Nah, bagaimana anda melihat Megawati ini?

    Sebab rasanya agak gimana gitu kalo hanya memilih berdasarkan cawapres.
    Herman Saksono 0 0
    pujangga, menyudutkan saya nggak? ; ))

    sls: saya prihatin dengan teknis pembagian BLT yang acapkali semrawut, tapi secara konseptual itu program yang baik jika dan hanya jika diterapkan sementara.

    Leksa 0 0
    pengarahan opini publik?

    ah,.. seandainya terdaftar, saya mau nyontreng JK ... Honestly ini...

    Dengan semua track record di 5 tahun ini,..
    sepertinya memang pilihan sulit, menentukan pilihan antara 2 laki2 itu (SBY atau JK) ...

    Mega-Prabowo? Alasan momon diatas sudah cukup membuat saya membuang daftar mereka sejak kampanye legislatif..

    TIdak mungkin semua ingkar janji 5 tahun lalu mau dirasakan kembali,..
    tapi ini memang pilihan sulit,..

    pujangga 0 0
    Herman Saksono: mudah2an nggak, saya cuma akan mengulas tentang Mr. Controversial, SBY dan hubungan pilihan anda dengan kasus yg pernah anda alami dulu dengan sedikit bumbu dari temen-temen seperti tikabanget dkk. Fokus tulisan saya sikap SBY yg anti kritik dan suka membungkam kebebasan berekspresi dengan mencontohkan kasus anda.
    Tapi ini kalo anda mengijinkan!
    Saya juga belum dapet ijin dari si pemiliki foto Roy Suryo dan Andi mallarangeng di artikel Mr. Controversial.
    Chairman Mao 0 0
    Herman Saksono: Saya juga sepakat dengan anda, sebenarnya yang benar benar competent di benak saya hanya SBY dan JK.. namun berhubung JK racist, dan character beliau yang lebih cepat lebih baik, seringkali tabrak kiri, tabrak kanan, melanggar protokol.. sehingga terkesan "menghalalkan" segala cara agar tujuan lebih cepat tercapai sangat "nggak banget" bagi saya, sudah cukup satu Soeharto untuk saya menyadari bahayanya orang yang ingin bergerak diatas hukum, demi alasan apapun.
    Herman Saksono 0 0
    pujangga: silahkan : D jangan lupa link ke blog saya *lagi butuh inlink halah : p*
    sls 0 0
    tongat : Dari awal Prabowo sudah sepakat bahwa prabowo memegang pemerintahan dalam bidang perekonomian, disini kita bisa lihat seandainya perekonomian kita meningkat artinya prabowo dapat meningkatkan sektor2 yang lain. ( jadi bukan ban serep )

    di Masa Megawati :
    1. Di bidang sembako harga2 murah
    2. Dalam bidang pekerjaan banyak yang tidak menganggur.
    3. Program2 yang dulu di buat di lanjutkan oleh pemerintahan sekarang dan itu katanya berhasil ( kalau menurut pemerintahan kita sekarang berhasil : )) : p
    4. KPK hasil dari pemerintahan Mega, sekarang tugas KPK hanya mencari terdakwa saja, kenapa tidak dapat langsung di berikan izin untuk memberi hukuman langsung kepada terdakwa

    tentang BUMN itukan keputusan DPR dan yang menjualnya itu siapa..? berita di media masa pun tahu kalau yang menjual itu adalah cawapres dari salah satu kandidat.

    Terima kasih
    Aad Gym 0 0
    Saya kurang sreg sama pak SBY makanya saya berencana nyontreng nomor lain ...
    choro 0 0
    promosi diiriii!! kampanye terselubuuunng!!! blek kempeeeiiiggnn *dikemplang*

    aku dapet dpt aku milih besok, yeyyy
    kalo nyontrengnya presiden prabowo tapi wapresnya boediono boleh ga *dikemplang lagi*

    mwahahahha
    Chairman Mao 0 0
    choro:
    *pakein rok-mini*
    ..
    ..
    ..
    *nungguin Dhanis dateng*
    5150 0 0
    saya tetap golput walau saya terdaftar, saya akan coblos tiga2nya.

    *masih teringat pilkada jatim : D *
    sawung 0 0
    lho mon bukannya kamu sudah memutuskan memilih sby ketika mencontreng demokrat kemarin?
    leviathan 3 suka | 0
    saya juga suka sama sby tadinya. sempat kepikir untuk contreng sby kalo dia masih bareng jk. lalu ternyata politik berubah arah. sesaat saya masih setia sama sby, tapi kemudian saya pikir-pikir, sby itu pilihan beresiko.

    kalo kawan herman saksono bilang sby itu pruden dan hati-hati, saya kira tidak. contoh kasus adalah kebijakan blue energy yang langsung didukung sby sepenuhnya tanpa pernah didiskusikan dengan menristek. coba lihat gambar ini waktu peluncuran proyek blue energy di bali http://4.bp.blogs…Suprapto.jpg

    semua menteri terkait kabinet hadir kecuali menristek. bukan karena tidak diajak tapi karena memang tidak mau hadir (dalam arti tidak menyetujui proyek tersebut karena tahu bahwa itu hoax). pejabat lainnya yg tidak hadir adalah JK. bisa jadi sengaja tidak diundang. kenapa? karena sby ingion mengklaim blue energy sebagai proyeknya (karena semua proyek yang jalan datang dari JK).

    dari kasus blue energy kita bisa lihat bahwa sby itu sebenarnya punya nafsu untuk melakukan hal-hal secara cepat juga tapi pada akhirnya justru mandek dan tidak tepat. dan kasus seperti blue energy tidak sekali terjadi. dan saya lihat itulah tipikal cara sby mengambil kebijakan jika tanpa jk sebagai penyeimbang. sekarang saja kita bisa lihat bagaimana sby bisa di"kerja"in sama fox indonesia. apa sby tidak mikir kalo dia disamain sama indomie? coba google image "indomie presiden" bakal muncul gambar sby.

    kesimpulannya, dalam mengambil keputusan sby selalui ingin efek yang cepat dan instan tanpa pertimbangan yang rasional.

    soal JK yang "lebih cepat", memang ada resikonya. tetapi "lebih cepat" masih mending daripada "lebih lamban namun terlambat".

    soal komitmen sby pada demokrasi, saya meragukan. coba cek petinggi2 partai demokrat. penuh dengan orang2 dekatnya. yang lebih memalukan lagi adalah perlakuan sby kepada anaknya si ibaz seolah2 dialah pewaris tahta partai demokrat. kalo dalam bisnis, it;s oklah. tapi ini politik bung, dan politik itu urusannya dengan publik, bukan barang pribadi.

    terakhir, dengan tidak membela besannya apakah itu sebuah prestasi? kalo sby tidak membela besannya, ya memang itu yang harus dia lakukan. jadi itu bukan prestasi. jadi kalo dia membela, berarti itu salah. prestasi mestinya diberikan ke sistem yang berjalan, dan itu bukan semata2 prestasi sby tapi prestasi kolektif.

    memang kemungkinan besar banyak orang seperti kawan herman ini dan karena itu sby kemungkinan besar menang. kalo itu terjadi, saya khawatir indonesia tidak akan banyak berubah dari lima tahun sebelumnya karena slogan "lanjutkan". bahkan bisa jadi lebih lamban karena JK sudah tidak ada disitu. semua pejabat (terlebih lagi wapres) akan meminta petunjuk ke sby terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. dan sby, kalo tidak sedang sibuk membuat album, akan sibuk berziarah ke kuburan. the future is bleak...let's not make it happen.
    Striding Cloud 0 0
    Herman Saksono:
    Tambahin data tentang Jusuf Kalla bung:
    [ http://politikana…omment-54722 ]

    kesimpulan yang hendak saya buat dalam komentar tersebut adalah, JK tidak dapat memilah antara kepentingan bisnisnya dan kepentingan negara.

    BTW, ada gmail? saya hendak mengundang dalam artikel kolaborasi yg hendak dipublish setelah pilpres.
    Herman Saksono 0 0
    sls: harga pangan naik karena inflasi dan krisis pangan global. Perihal KPK, itu memang keluar di jaman pemerintahan Mega, tapi yang mengeluarkan adalah DPR. DPR seperti yang kita ketahui, tidak hanya berisi PDIP.
    Herman Saksono 0 0
    @leviathan: soal blue energy, saya akui untuk kasus itu SBY salah. Tapi elaborasi Anda lebih banyak spekulasinya daripada fakta.

    Gerbong partai demokrat memang tidak sempurna. Tapi lihat gerbong besar yang dibawa JK: Partai Golkar. Partai orang oportunis yang dulu yang selalu mendukung kebijakan Pak Harto. Ini adalah faktor lain yang membuat saya tidak ingin JK menjadi presiden karena itu berarti kembalinya golkar dalam pemerintahan tertinggi. Saya juga tidak melihat perbaikan selama Golkar menguasai parlemen.

    Perihal besannya, jika SBY membela itu memang salah, tapi kalau tidak membela itu bagus untuk standar Indonesia, yang seperti kita ketahui: masih korup.
    mata dewa 0 0
    saya sependapat dengan mas Pujangga .... memilih No. 4.

    untuk Mega Prabowo ... wah saya ga bisa melupakan ucapannya Mega di saat jadi Presiden ..... "Pemerintahan saya kan cuma tempat sampah ...." ... bagaimana mungkin seorang Presiden menyalahkan perbuatan Presiden pendahulunya ... sebelum beliau mencalonkan diri kan harusnya dah tauk kondisi negara seperti apa dan sudah punya solusinya ... klo nggak sanggup lebih baik jangan mencalonkan diri dan kasih janji2 surga.
    Untuk Prabowo ... dia kan cuma Wapres .... kalau Mas Sls mengatakan "Dari awal Prabowo sudah sepakat bahwa prabowo memegang pemerintahan dalam bidang perekonomian", saya kok ragu melihat sejarah manuver politiknya Mega saat menjatuhkan Gus Dur.

    SBY & Boediono .... ngeri dengan catatan hutangnya .... apalagi hutang lewat SUN, Obligasi, syariah ... yang notabene harus ada yang dijaminkan ... begitu default ..... hilanglah jaminanya ... pada akhirnya harus gali lubang tutup lubang lagi, untuk menghindari default.

    JK & Wiranto ..... nama yang terakhir kurang meyakinkan karena catatan2 masa lalunya, sementara JK sendiri cukup bagus, tapi saya setuju dengan Mas Herman, jadi ngeri.

    dari pada tidur saya ga tenang karena merasa berdosa telah mencontreng salah satu dari mereka .... lebih baik saya contreng nomor 4

    Herman Saksono 0 0
    Kesalahan orde baru yang mengambil utang dan tidak memanfaatkannya dengan baik (dikorupsi), membuat kita antipati dengan utang. Saya pikir mengutang itu sah-sah saja, asal tidak dikorupsi.
    suprie_d 0 0
    kalo saya terlahir seberuntung anda saya juga akan memilih SBY (anak eks rektor gitu lhooo...uang mengalir untuk pendidikan anda sampai setinggi2nya tanpa *mikir*)

    katanya sekolah gratis ada dimana2...ini kisah salah satu pegawai saya (2 tahun lalu) mau masuk SMU negeri kekurangan dana 500 ribu, mau dicicil tidak boleh, akhirnya putus sekolah..dan memutuskan untuk bekerja..

    soal DPT saja kenapa tidak mau terbuka gimana soal lainnya? busuk!


    aah masih banyak kasus2 menyedihkan lainnya...tidak ada yg patut dipilih dr ketiga calon itu.
    leviathan 2 suka | 0
    herman:
    apa yang saya bilang bukan spekulasi. silakan baca tempo edisi khusus blue energy, konon tempo adalah majalah yang berdasar fakta.

    soal golkar, saya setuju. banyak kadal di elit golkar. tapi setidaknya kadal-kadal itu bisa saling menyerang satu sama lain sehingga tidak ada yang mampu menjadi penguasa tunggal. karena itu saya melihat golkar sebenarnya jauh lebih demokratis daripada partai demokrat yang dikuasai penuh oleh sby. dalam waktu tidak lama lagi partai demokrat akan menjadi golkar di era suharto. ciri2nya sudah jelas: the smiling general dan keluarganya disana-sini, posisi komisaris2 bumn diisi oleh orang2 sby (bentuk neopatrimonialisme), dan struktur komando partai yang dipegang oleh sby sebagai ketua dewan pembina (persis seperti suharto).

    soal besan sby, tidak membela itu memang bagus tapi itu tidak cukup jadi alasan bahwa dia pantas jadi presiden lagi.

    selamat mencontreng!
    mata dewa 0 0
    herman : wah .... klo 2004 - 2009 ga ada korupsi kasian KPK ma Kejaksaan dong Mas, jadi ga punya kerjaan ......... : D
    suprie_d 0 0
    saya suka dengan fakta2 yg anda kemukakan di atas Bung Leviathan, apalagi perihal anak SBY..ada lagi tuh anaknya Mega...nguntit melulu! enaknya bagi2 kekuasaan yah, serasa negeri ini milik keluarga mereka...what a wonderful country..
    Ndoro Kakung 0 0
    setiap pasangan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. menunjukkan pilihan dengan sejumlah argumen seperti yang ditunjukkan herman adalah sikap yang layak dihargai, meskipun argumen itu belum tentu tepat. dan kita pun belum tentu sepakat.
    AhmadIsmail 1 suka, 1 tidak suka |
    "Bagaimana mungkin permasalahan HAM di Indonesia bisa beres jika negara ini dipimpin oleh seseorang yang pernah dipecat dari TNI karena menculik mahasiswa?"

    Aneh sekali orang-orang yang bertentangan dengan Prabowo seperti Desmon Mahesa, Pius Lustrilanang, Budiman Sudjatmiko sekarang berada di kubu Prabowo.

    "Di lain sisi Prabowo tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan"

    Memangnya SBY pengalamannya apa?
    Menjadi Mentri tanpa porftofolio Menkopolkam tapi tdk berani datang ke Poso!

    "Karena ekonom asal UGM ini telah dua kali menyelamatkan Indonesia dari kejatuhan ekonomi"

    Sungguh menyedihkan sekali orang yang menulis kalimat diatas, harus tertawa atau menangis akan kebodohan penulis.

    "seperti sikapnya terhadap masalah Lapindo"

    Memangnya sikap sby seperti apa? putra Jawa Timur ini bahkan tidak mau peduli thp korban lumpur, smntra selalu JK yang dijadikan bumper untuk bencana nasional ini.

    "JK juga pernah menuding keberadaan KPK membuat perekonomian terganggu"

    Justru SBY yang merasa tidak aman dengan komisi ynag dia anggap sebagai superbody, belakangan mulai terlihat langkah SBY untuk mengebiri KPK.

    "JK pernah menjanjikan dana 25 juta untuk membangun rumah baru untuk setiap KK"

    Gempa Jogja tahun 2006 mulai terlihat keretakan SBY dan JK. Janji JK untuk memberikan uang tsb dihadang oleh sby, yang dianggap sby sebagai upaya JK untuk meraih popularitas. Pertannyaannya lagi adalah dimana sby untuk gempa jogja ???????????

    pujangga 0 0
    sawung: berarti momon kemarin udah milih ROY SURYO dong?

    "wah nggak jadi nulis tentang momon dan ROY SURYO"
    Striding Cloud 0 0
    AhmadIsmail:
    [__Aneh sekali orang-orang yang bertentangan dengan Prabowo seperti Desmon Mahesa, Pius Lustrilanang, Budiman Sudjatmiko sekarang berada di kubu Prabowo.__]

    Fakta bahwa korban memaafkan, tidak menghapuskan fakta pelanggaran ham.

    Bahwa ketakutan pada prabowo itu masih ada sampai sekarang, itu juga fakta. Buktinya saya anonim, karena takut dimunirkan.
    pujangga 0 0
    AhmadIsmail: lihat kasus Momon vs SBY, buktinya dia sekarang milih SBY. So, dalam politik "impossible is possibel"
    Herman Saksono 0 0
    pujangga: saya melihat kejadian jaman dulu itu sebagai Momon vs. Roy Suryo, bukan Momon vs. SBY. Sikap tidak ada yang berubah.
    pujangga 0 0
    Komentar ini telah dihapus oleh moderator
    ekowanz 0 0
    seandainya JK tdk memilih wiranto sebagai cawapresnya mungkin akan lebih gampang bagi saya untuk memilih diantara ketiga kandidat ini.
    samsara 0 0
    Herman Saksono:

    selamat ya bung sdh punya pilihan.

    tapi kenapa tdk disertakan argumen tentang hutang yg semakin bertambah, pd saat sby menjadi presiden?
    Herman Saksono 0 0
    samsara: saya tidak ingin terlalu bertele-tele, masalah utang sudah terlalu sering dibahas. pada intinya saya tidak masalah dengan utang selama tidak dikorupsi dan sesuai dengan kemampuan ekonomi kita.
    olive 0 0
    SBY-Boediono karena selalu bersikap pruden dan hati-hati????...gak salah tuh??

    bagaimana dengan padi supertoy...yg jadi super letoy... blue energy......mie instan rasa sukun, sagu, iklan Gestapu yg dia tahu tapi ngeles....dan SIHIR tentunya....

    Kasus DPT napa diam aja? padahal presiden loh....kalo pruden....kan harus tanggap tuh, kalau sampai terjadi chaos gara2 DPT....nyatanya...santai aja tuh....kebanyakan Mie Instan dengan nasi Super Letoy kayaknya.... : (
    AhmadIsmail 0 0
    Harbinger of Death
    Kenapa takut, bukankah kita menurut artikel diatas hidup di masa presiden yang tidak menduakan demokrasi??
    Pembunuhan Munir terjadi pada masa sby.

    Tentu ada latar belakang kenapa mereka -budiman, dkk- sekarang seperti itu bukan hanya uud-based-decision, perspektif mereka jauh lebih luas bukan melalui teropong LSM.

    Invoking HAM ad nauseam here and there is ludicrous. Setelah era Suharto, negara kita tlh mengalami Banyuwangi, Aceh, Dayakmelayu-Madura Ambon, Poso.
    Dengan jumlah korban yang jauh lebih banyak dan hanya segilintir orang yang diajukan ke pengadilan. Rentetan peristiwa tsb membuat kasus penculikan orang itu tdk ada artinya.


    Striding Cloud 0 0
    AhmadIsmail:
    [__Pembunuhan Munir terjadi pada masa sby.__]

    Yang tersangkanya adalah muchdi, ujung2nya orang dekatnya prabowo.

    Saya masih ingat kata-kata tim mawar: "Kami kesabarannya panjang, bertahun-tahun pun Anda akan kami cari"

    Bahwa ada kasus pelanggaran HAM lain, tidak meniadakan fakta bahwa Prabowo pernah menculik dan mengakuinya.
    AhmadIsmail 0 0
    @Harbinger of Death
    Sebagian besar masyarakat termasuk aparat negara ini mengabaikan atau sengaja melupakan perbuatan Prabowo tsb, karena sama sekali tdk relevan dengan bangsa ini ke depan. It's just simply overlooked.

    Bisa di lihat dari kubu SBY yang tdk melontarkan isu HAM untuk memojokkan Prabowo, sementara para archair warrior -that's you and me- lah yang selalu mengungkit-ungkit.

    AhmadIsmail 0 0
    sementara para armchair warrior/Internet user yang mengungkit-ungkit dengan bahan2 yang kita temukan di internet.
    samsara 0 0
    AhmadIsmail: dalam liputan Aljazeera, memang: pdip-prabowo (termasuk sby ya) pemilu ini adalah sebuah mekanisme REHABILITASI si bowo!

    http://politikana…es-2009.html

    (promosi artikel -1)
    olive 0 0
    Yg jadi pertanyaan adalah pd saat debat utk HAM, SBY..menegaskan "REKONSILIASI"...... jelas kan. Opsinya adalah... membela sesama Korps...atau terlibat.... Jabatn SBY pd waktu itu, Kasdam Jaya - Kuda Tuli dan Kaster saat 1998....

    Jangan berharap SBY dg Lanjutkan akan membawa perubahan ....yang salah adalah yang berharap...

    Ikut sponsor MU ahhh....mau?
    Striding Cloud 0 0
    AhmadIsmail:

    [__sementara para archair warrior -that's you and me- lah yang selalu mengungkit-ungkit.__]

    Itulah yang harus terus diperjuangkan. Bukan malah membiarkannya memimpin. Antara memperjuangkan dan menjadikannya pemimpin 180 derajat bedanya.
    Herman Saksono 0 0
    olive, terimakasih sudah menyinggung masalah padi supertoy dan blue enerby, itu salah satu kesalahan SBY, harus diakui. Tetapi saran saya, demi kebaikan argumentasi Anda, jangan mencampur-campur contoh yang tidak pas.

    Misalnya mie instan sukun, itu cuma retorika debat. DPT juga masalah yang rumit dan berlapis, hingga saat ini saya masih khawatir dengan persediaan logistik surat suara, walaupun KTP boleh digunakan untuk memilih. Tinta pemilu yang mudah dihapus, juga mengkhawatirkan. Perihal Gestapu, Anda mencampur fakta dan spekulasi.
    dimsci 1 suka | 0
    saya gak mau milih SBY karena gara2 dia pertandingan MU-Indonesia kemungkinan bisa diundur sampai waktu yang belum ditentukan,.hehe ^^
    salsa 0 0
    waaaaaaaaah gara2 baca Politikana jadi bingung mau contreng yang mana.... Abisss... sepertinya tiap calon punya catatan hitam masing2..

    Well, lepas dari itu sebenernya ga ada manusia yang sempurna. Mending kita pilih yang yaaah paling tidak 60% lebih baik dari calon lainnya lah.. abis kalo semua golput malah parah jangan2 5 tahun lagi ga ada pilpres dan kembali jadi masa orba, capres cawapres dipilih DPR. Apa malah ga lebih parah tuu??? Makanya daripada golput mending milih toh kita bisa menyiapkan basis massa kalau2 ada capres yang bertindak keterlaluan seperti jaman Soeharto.

    Ayo2 nyontreng!! Jangan Golput seperti saya hihihihihi.... (Golput karena telat daftar di DPT : p Mau pulang ke kampung pesawat mahal euuy)
    pujangga 0 0
    salsa: HIDUP GOLPUT!
    Anshar 0 0
    maaf ya mas penulis. Pertanyaan saya kalo seandainya presiden terpilih nanti mati (maaf) atau berhalangan tetap. Kira2 diantara para cawapres ini siapa yang paling bisa menjadi presiden? Kalo saya ga mau kalo Boediono yang jadi presiden : )
    heriyadi 0 0
    Anshar: huahahaha kalo Boediono yang jadi Presiden malah saya pilih : )

    123 jangan coblos semuanya, iya jangan dicoblos tapi di contreng.
    Herman Saksono 0 0
    AhmadIsmail:
    Soal KPK, saya merasa konteks SBY pas, karena KPK memang lembaga superbody. Jadi suatu saat nanti memang harus dipastikan tidak unchecked; tapi tidak sekarang. Pernyataan SBY salah timing, tapi pas.

    Soap audit KPK oleh BPKP, Anda yakin tidak nyinyir?
    mendoan 0 0
    Herman Saksono: tidak pas karena timingnya tidak sesuai, kalau pas itu pasti ketika timingnya sesuai misal semua koruptor berhasil dihabisi (duh kapannya zaman keemasan ini datang hehe, menanti penuh harap)
    BapaJali 0 0
    sepakat sekali dengan pernyataan amatlah sulit untuk memilih antara SBY atau JK, bahkan sebenernya -IMO- SBY sangatlah cucok kalo dipasangin sama JK...tapi ya apa boleh buat, gula-nya udah nyampur sama teh anget dan nggak sama kopi tubruk...silakan pilih...

    mungkin kembali ke kebiasaan dari masing2 Capres...yang satu memang terbiasa dengan tindakan hati2 dan yang satu lagi terbiasa dengan cepat dalam ambil keputusan, khas seorang pengusaha...tinggal kita-nya lebih cucok sama kebiasaan yang mana dengan taruhan nasib >200jt penduduk Indonesia...
    sls 0 0
    Tambahan ( Kenapa benci sama orang yang selalu jujur ( Prabowo ) dia sudah jujur bahwa dia sudah menculik tetapi apakah anda tahu dia menculik atas dasar apa, contohnya orang yang dia culik sekarang masih hidup dan sehat2 saja, malah mendukung sepenuhnya, itu pasti ada dalangnya dong, prabowo sudah jujur kenapa tidak di usut saja kasus pelanggaran HAM nya, Apakah ada yang takut dan sengaja tidak mengusut kasus ini karena dia akan terlibat.

    Terima kasih
    Herman Saksono 0 0
    Prabowo harus jujur telah menculik dooong, dia kan sudah dinyatakan bersalah oleh TNI. Masak melawan keputusan TNI?
    oguds 0 0
    Lalu SBY kemane aje sewaktu Mega + JK mengurus masalah DPT? Katanya mendukung demokrasi, lha banyak rakyat kehilangan hak paling prinsipil begitu koq diam-diam saja. Independensi KPU hanya alasan yang dibuat-buat. Memacu kerja KPU tidak identik dengan melakukan intervensi. Bisa melibatkan Depdagri misalnya, sesuai amanat UU. Pro rakyat katanya, tapi ada masalah seperti angin lalu. Pantas masalah lumpur Lapindo tidak tuntas-tuntas, menunggu surut sendiri. Fakta terang benderang begini memang susah bila dilihat dengan kacamata kuda.

    pujangga 0 0
    oguds: anu...SBY nunggu hasil sidang MK. Setelah berhasi baru di klaim. Khan biar dianggap sebagai pahlawan demokrasi...

    "heran punya presiden kok senengnya klaim"
    Herman Saksono 0 0
    "sawung: lho mon bukannya kamu sudah memutuskan memilih sby ketika mencontreng demokrat kemarin? "

    Tidak kok, pemilihan legislatif baru membatasi pilihan presiden saja. Pilihan capres sangat tergantung oleh banyak faktor lain.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat