Kampanye berjalan Damai, Pemungutan Suara Masih Tanda Tanya 2
Selasa, 7 Jul '09 11:01
Facebook walking, itulah yang saya lakukan beberpa waktu ini untuk menghilangkan kejenuhan atas wacana pilpres. Gencarnya iklan TV beberapa kandidat yang lalu, membuat perkembangan elektabilitas pasangan capres naik-turun cepat. Seperti ungkapan kebingungan seorang Bapak Ekonom Muda pengajar sekolah tinggi administrasi negara (Sunarsip Hadi Pranoto) mengatakan dalam status FBnya, Anakku yang paling gede, Fauzan meminta saya dan Ibunya Memilih JK. Anakku yang nomor dua, Rizky juga meminta saya dan Ibunya memilih JK... Sedangkan anakku yang paling kecil, Rizal meminta saya dan Ibunya memilih SBY.... Hmm..... gimana ya caranya agar semua aspirasi anak terpenuhi...? Ada yang bisa bantu...?
Iklan ‘Indomie rasa sagu SBY’ sudah mulai tergeser dengan ‘iklan di sini JK di sana JK’. Seperti halnya lagu yang dirilis oleh mbah suro ‘tak gendong kemana-mana’, ‘iklan di sini JK di sana JK’ mulai naik rating. Anak-anak mulai demam menyanyikan lagu ini. Nasib yang sama dialami oleh Om Jay alias Wijaya Kusuma anggota blogger kompasiana yang anaknya mulai mengajak ayahnya untuk memilih JK dengan menyanyikan lagi di sini JK di sana JK dimana-mana ada JK. Demikian pula anak saya dan para anak tetangga saya di Tuban ramai menyanyikan itu sekarang. Lagu itu mulai Hit.
Persaingan kampanye berjalan sehat pekan lalu. Meski ada riak kecil namun hal itu bisa diselesaikan dengan baik. Kampanye tetap berjalan damai. Keresahan mulai muncul ketika hari tenang tiba, permasalahan DPT tak kunjung beres. Keresahan masyarakat yang tidak bisa memilih karena tak terdaftar dalam DPT, meskipun MK telah memutuskan KTP boleh digunakan oleh masyarakat untuk mencoblos di TPS.
Begini bunyi keresahan yang ditulis oleh Sunarsip Hadi Pranoto.
“Meski bawa KTP plus KK, pemilih yang tidak terdaftar di DPT belum tentu bisa nyontreng lo... Karena KPU hanya menyediakan surat suara sebanyak pemilih yang terdaftar DPT plus 2%. KPU tak mungkin cetak surat suara tambahan dan mendistrusikannya dalam waktu sehari ke seluruh daerah.... Nah loh........”
Melihat situasi yang demikian apa tidak lebih baik pilpres di tunda saja. Sayang bila pilpres ini legitimasinya turun, dan siapa pun yang naik jadi presiden akan punya perasaan ga enak nantnya. Hal ini banyak disebabkan kerja KPU yang becus karena tidak cepat intripeksi diri. Beberapa kawan kompasioner telah menulis dan mensarankan kalau Ketua KPU untuk dipecat aja.
maszen
Tag: SBY, Jusuf Kalla, Pilpres, kampanye, megawati, facebook
Terkait:
-
Mengapa Harus JK bukan MJK (baca: MCK)
Selasa, 2 Mar '10 21:59 -
Kritik itu Membangun Untuk Perubahan
Rabu, 16 Des '09 11:10 -
Hanya Mantan Presiden Habibie yang hadir di Senayan
Selasa, 20 Okt '09 12:36
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Ibnu Muslim: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat