Obyektif? No Way! 6
Minggu, 12 Jul '09 10:34
Ada seorang sahabat yang sebel ... "Pengamat politik banyak yang gak obyektif!" ...
He he he he ...
Emang ada manusia yang obyektif? Bahkan ilmu fisika yang konon dikenal sebagai "ilmu pasti" memiliki unsur relativitas, dan kita mengenal fisika relativitas ... apalagi ilmu sosial seperti ilmu politik ... Bahkan berbagai metode ilmiah yang konon dianggap sebagai alat untuk berpikir obyektif pun tidak luput dari kontroversi. Misalnya, interpretive research, apakah ini obyektif? hehehe .. Silakan nilai sendiri ..
Saya memang tidak percaya dengan jargon "jangan lihat siapa yang bicara, lihatlah apa yang dibicarakannya" ... eits, tunggu dulu! ... Bukankah apa yang dibicarakan itu tidak akan lepas dari subyektivitas di pembicara? ... Jadi, ya kita mesti lihat dulu siapa yang bicara, supaya kita jadi tahu, oh dia bicara dalam konteks paradigma A, B, atau C ...
Setiap kita ini memang subyektif, dan menurut saya itu manusiawi saja, karena memang manusia itu punya preferensi ... Dunia ilmu pengetahuan yang katanya mencoba mencari obyektivitas di dunia ini juga tidak terlepas dari subyektivitas, seperti pilihan paradigma berpikir, empiris-positivist, interpretive, dsb ...
Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia punya preferensi visi, misi, tata cara pandang terhadap alam dan sosial, ... jadi ya subyektif kan? ... termasuk para pengamat ekonomi, politik, sosial, dsb ...
Jadi menurut saya, mengharapkan ada orang yg mampu berpikir obyektif memang susah, karena setiap manusia itu punya latar belakang yg berbeda yang akan berkontribusi kepada paradigma, dan ujung-ujungnya subyektivitas mereka sebagai manusia ...
Sekarang banyak pengamat yang muncul di televisi, termasuk di politikana, membahas ekonomi, sosial, politik, militer, dsb, ... ya janganlah berharap bakal ada yang obyektif, pasti mereka itu subyektif, dan itulah gunanya diskusi, yaitu sebagai upaya mencapai konsensus atas kumpulan subyektivitas tadi ... nah, konsensus ini belum tentu adalah "jalan terbaik yang sebenarnya" ...
Jadi, saya nggak percaya ada manusia yang berpikir obyektif ... pasti ada unsur relativitas dan subyektivitas dalam bepikir seseorang ... dan itu manusiawi sekali kok ... Gak perlu saling ribut, apalagi mencaci-maki, ... mari kita diskusikan masing-masing pandangan subyektivitas kita ...
Nah, bener! tulisan ini juga subyektif, jadi jangan percaya begitu saja ... hahahaha ..
Tag: Pengamat, logika berpikir, subyektivitas, ilmu sosial
Terkait:
-
Kritik itu Membangun Untuk Perubahan (4)
Kamis, 31 Des '09 11:24 -
Pengamat Itu
Rabu, 18 Nov '09 14:43 -
Nasib Pengamat
Minggu, 31 Mei '09 22:02
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hafudo: Menarik
-
anti-fenomena: Menarik
-
dizzman: Menarik
-
Milanisti06: Menarik
-
rif: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
R A P: Bagus
-
indira: Bagus


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
betul, bahwa diri kita adalah subyek, jadi wajar bila dibilang subyektif. Di luar kita adalah obyek, jadi dibilang obyektif. Kumpulan dari pada subyek subyek inilah berkumpul jadi obyek, sehingga bermakna obyektif. So?
Silahkan login untuk memberikan pendapat