Negeri Pengemis 3

Senin, 13 Jul '09 16:17

Alkisah, suatu hari di negeri pengemis sedang digelar hajatan. Undangan datang dari berbagai kalangan. Mulai dari cantrik, demang, hulubalang, hingga bupati.  Pesta berlangsung meriah, lengkap dengan para penari yang didatangkan khusus dari negeri tetangga.

Jelang tengah malam, pesta pun usai. Segerombolan pengemis yang sedari tadi mengintai dari kejauhan, perlahan mulai mendekati gerbang istana. Seperti zombie, mereka tertatih melangkah sambil menggumamkan sesuatu yang tak jelas. Mirip dengung gerombolan lebah. “#%#%@$$8...,’’ ujar mereka dengan tangan dan lidah terjulur.

Melihat gelagat seperti itu, para hulubalang pun dengan sigap mencegat. “Mau apa kalian?,’’ hardik mereka seraya menutup hidung lantaran tidak tahan bau yang menguap dari tubuh yang compang-camping  itu.  “… #%#@$$8...,” ujar para pengemis serempak sambil terus merangsek. Para hulubalang pun sigap mengangkat tombak dan anak panah. Kali ini mereka tak lagi peduli bau busuk yang kian menyengat. Namun, para pengemis yang mirip zombie itu, tak lantas ciut meski dihalau berbagai senjata. Apalagi, di belakang mereka, ratusan pengemis lainnya juga terus merangsek.

Melihat hal itu, salah seorang hulubalang berinisiatif  menghadap sang raja. Dengan tergopoh-gopoh dia melapor. “Paduka..ada segerombolan pengemis hendak masuk istana,’’ ujarnya terbata. “Mau apa mereka,’’ tanya sang raja. “Tidak tahu paduka…mereka cuma bilang…  #%#%@$$8...dan kami tak mengerti bahasa mereka,” kata hulubalang.

Raja yang katanya arif dan bijaksana itu lantas tersenyum, lalu bergegas keluar. Dengan bahasa tubuh yang santun, dia lantas berbicara di hadapan para pengemis itu. Setelah tahu maksud kedatangan mereka, lalu raja pun berkata. “Baiklah.. kalau begitu…,’’ kata sang raja sambil mengusap-usap dagunya.

Lalu, dia menoleh ke para pejabat istana dan berkata..’”Kalian tahu apa yang diinginkan saudara-saudara kita para pengemis ini?..mereka cuma menginginkan jabatan,” ujarnya seolah tahu apa yang ada di benak para bawahannya. Mendengar jawaban dari sang raja, mereka pun bingung. Sebab, bagaimana mungkin pengemis sebanyak itu diberi pekerjaan di dalam istana. Dan lagi, darimana sang raja memperoleh uang untuk membiayai ribuan pengemis itu. Apalagi, mereka baru saja menggelar pesta.

“Maaf paduka…bukannya hamba lancang.  Dengan apa kita membiayai para pengemis ini?,” kata seorang pejabat istana bertanya.

“Kalian tak usah khawatir,’’ jawab sang raja. “Saya akan menitahkan  menteri keuangan untuk pergi..ke..

“Kemana paduka??,’’ potong sang pejabat keheranan.

“Amerika,’’ jawab sang raja singkat.

“ Apakah kalian lupa kalau saya ini raja dari negeri pengemis?,’’ ujarnya, kali ini dengan senyum.

 


Tag: media watch

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    performax 0 0
    hm...
    Dh2L 0 0
    Be Continued .........
    pujangga 0 0
    Dh2L: ah kamu itu loh kerjaannya kok....

    Silahkan login untuk memberikan pendapat