Saya Kok Jadi Bingung... 6

Selasa, 14 Jul '09 12:52, dibaca 384 kali

Pasca Pilpres, JK digoyang dari kursi Ketua Umum Partai Golkar. Kalau manuvernya 3A sih saya tidak heran, tapi yang saya heran adalah adanya plot untuk mendudukkan JK sebagai Ketua Dewan Penasehat sementara Surya Paloh jadi Ketua Umum. Padahal, sekarang JK adalah Ketua Umum dan Surya Paloh Ketua Dewan Penasehat. Ini kok malah tukeran kursi thok sih?

Demikian pula pasca Boediono dipilih SBY sebagai Wapres, ada wacana Sri Mulyani yang Menteri Keuangan akan dijadikan Gubernur Bank Indonesia. Memangnya, itu bukannya demosi? Walau sama-sama pejabat tinggi negara setingkat menteri, tapi bukankah Menkeu sebenarnya lebih punya kewenangan luas dibanding Gubernur BI? Di foto yang saya muat saja terlihat kalau gesture Boediono itu 'bawahannya' Sri Mulyani.

Apakah memang mau ikut-ikutan jejak Nurmachmudi Ismail, yang 'turun pangkat' dari Menteri Kehutanan jadi Walikota Depok? Saya kok jadi bingung...


Tag: Sri Mulyani, Boediono, Golkar, jk, keuangan, menteri, surya paloh, BI

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Striding Cloud 0 0
Di dunia yang neolib, intervensi pemerintahan (baca: menkeu) terhadap bank sentral, adalah minimum.

Di zaman modern, Gubernur bank sentral pada dasarnya adalah member keempat dari Kwartet Politica.

You control the distribution of money, you control the country.
DorZie 0 0
Mas, turun pangkat kalo gaji lebih gede ente mau? saya sih mao mas.. : D
performax 0 0
ilmu bingung memang berputar-puter terus gan. lha cuma itu modal DSM-nya yang masih manut. yang diperlukan itu orang yang manut bukan orang yang berfikir . pengalaman dng JK, dia orang yang berfikir, jd ya gak cocok lah dengan semangat manut nJowo.
Wonggantenk 0 0
performax: ha ha ha, telak komennya, sip
Osama Umar 0 0
?????????????, ITULAH Indonesia yang tercinta
Normanlahyaw 0 0
kalo udah gila jabatan ..turun derajat ya mau aja mas

Silahkan login untuk memberikan pendapat