Indonesia Bisa... 16

Jumat, 17 Jul '09 07:25

 

Ketika berbicara mengenai citra Indonesia di dunia internasional, tidak ada lagi yg bisa kita banggakan, hanya rasa malu dan rendah diri yg kita sembunyikan. Citra sebagai salah satu negara terkorup di dunia, pelayanan yang buruk dan banyak penduduknya miskin membuat kita minder dalam pergaulan dunia. Akan tetapi cerita dari Prof. Yohanes Surya tentang kesannya membina Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) di bawah ini, seharusnya membuat kita juga tidak merasa selalu inferior di hadapan bangsa lain. Tunjukkan bahwa diri anda bisa. Saya bisa, anda bisa, dan semua rakyat Indonesia bisa...

Keberhasilan Indonesia dalam olimpiade fisika dunia menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di dunia, kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.

Waktu upacara pembagian medali olimpiade fisika dunia, dutabesar Indonesia duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia dan Kazakhtan.  Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.  Dubes-dubes negara tetangga bertanya pada dubes Indonesia "kok nggak ada siswa Indonesia?". Dubes Indonesia hanya tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari Filipina, Thailand, Kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita hanya tersenyum saja. Tak lupa dubes Indonesia pun menyalami para dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika peraih medali perak disebut, muncul seorang anak kecil dengan peci hitam sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim...dari Indonesia... Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih...". Ketika mereka sadar bahwa peraih medali perak memang dari Indonesia, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes Indonesia. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang meraih medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 putra terbaik Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam,  gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih kecil diiringi senyum kebanggaan. Sungguh sangat mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes Indonesia sambil berkata bahwa Indonesia hebat...Indonesia luar biasa...

Kisah heroik ini tidak berhenti sampai disitu. Ketika diumumkan "The Champion of The International Physics Olympiade is...Jonathan Pradhana Mailoa from Indonesia".

Semua orang Indonesia bersorak, membuat bulu kuduk berdiri, merinding. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama... Standing Ovation...Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun termasuk dubes Indonesia. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan, air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar. Bangsa yang selama ini dilecehkan, kini menunjukkan kebesarannya. Segala rasa capek dan lelah langsung hilang seketika, sangat mengharukan, sangat mengesankan dan sangat membanggakan.

Selesai upacara penyerahan medali, semua orang menyalami dan memberi selamat. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata: "wonderful job...". Orang Malaysia menyalami sambil berkata: "You did a great job...". Orang Taiwan bilang :"Now is your turn...". Orang Filipina memeluk erat dan berkata: "amazing...". Orang Israel berkata: "excellent work...". Orang Portugal mengucapkan : "Portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia". Orang Nigeria berkata : "could you come to Nigeria to train our students too?". Orang Australia bilang: "great...." Orang belanda: "you did it...!". Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya. Orang Iran memeluk sambil berkata "great wonderful...". Luar biasa 86 negara mengucapkan selamat dan kagum pada Indonesia. Suasananya sangat mengharukan dan membanggakan yang sangat sulit untuk di lukiskan dengan kata-kata.

Gaung kemenangan Indonesia menggema ke seluruh penjuru dunia dengan cepat dan mendapatkan appresiasi yang luar biasa. Seorang professor dari Belgia mengirim sms kepada Prof Yohanes Surya seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright...

Marilah kita bersatu padu, tanggalkan atribut perbedaan, bergandengan tangan untuk membangun Indonesia ke arah lebih baik, Indonesia jaya seperti telah dilakukan oleh putra-putra terbaik Indonesia di bidang Fisika, Robot dan Matematika. Dengan kerja keras kita semua pasti bisa, Indonesia bisa...

Sumber: http://fe.umy.ac.id/upgrade/, dengan modifikasi.

Gambar: Google

 


Tag: TOFI, Prof Yohanes Surya, Indonesia Bisa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Dh2L 0 0
    Saat Seperti Hanya Dekrit UUD 45 Semua UU Dll tidak bergantung pada UUD 45 Asli Di Batal kan
    pujangga 0 0
    Dh2L: SEPAKAT...!, semua UU dan peraturan yang lain yang bertentangan dengan UUD 45 asli harus di batalkan...
    heriyadi 0 0
    pujangga: jadi otonomi daerah hilang dong.
    pujangga 0 0
    heriyadi: baca perubahan pasal 18 ayat 2 UUD 1945
    pujangga 0 0
    PEMENANG selalu mencari jalan untuk MENANG, sementara PECUNDANG selalu mencari dalih jikalau KALAH
    Lemon S. Sile 0 0
    Kalau ngeliat Johanes Surya jadi inget guyonan pas SMA dulu..
    pujangga 0 0
    artikel ini bisa jadi inspirasi kebangkitan bangsa. lewat prestasi sains internasional Indonesia begitu di kagumi dunia. sayan, ledakan bom, kembali membuat Indonesia menangis dan rasanya butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

    duka cita yang mendalam untuk para korban ledakan...
    Romas Resky 0 0
    Bicara soal negara, ada dua kelompok utama, rakyat dan pemerintah. Rakyat Indonesia (sebut saja orang Indonesia) memang perlu diacung jempol. Bukan puji bangsa sendiri tapi fakta bicara. Orang Indonesia ternyata memang rajin dan tekun. Pembangunan fisik dan industri sawit Malaysia tak lepas dari peran penting pekerja Indonesia. Di pelosok-pelosok perkebunan sawit Malaysia, sebagian besar dihuni oleh pekerja kasar kita. Orang Melayu asli (pribumi) memang malas tidak mau bersusah payah, diakui sendiri oleh bekas PM. Kalau ada kebun rapi dan bersih, dapat dipastikan ‘milik’ orang kita dan sebaliknya milik pribumi. Orang Indonesia bahkan lebih rajin dibanding Singaporean yang ogah kerja larut waktu. Orang Indonesia tak masalah kerja long hours or over the weekend. Maka jangan heran tidak sedikit tenaga professional Indonesia di Singapore. Karena iklim usaha sulit di Indonesia, kantor perusahaan kami tutup di Jakarta dan Balikpapan. Tapi management tidak mau begitu saja PHK-kan orang kita melainkan direlokasi ke Inggeris, Francis, Singapore, Malaysia, Australia, Houston bahkan Angola. Ada satu orang cukup senior sudah lebih dulu melanglang buana terakhir berbasis di kantor Paris. Sekarang beliau tugas di Kuala Lumpur tangani mega project di Sabah. Beliau salah satu otak perencanaan kerja teknologi laut dalam project tersebut. Orang Indonesia apple of the eyes of our company. Ada joint venture antara China dan America di Wuchuan. Anehnya orang nomer satunya adalah orang kita ditransfer dari Jakarta, bukan orang local atau Amerika. Itu hanya sedikit yang saya tau. Tentu lebih banyak lagi yang saya tidak tau. Manusia Indonesia sebenarnya seperti mutiara dalam lumpur. Begitu berkecimpung di belantara dan kultur kerja international, barulah sinar mereka tampak sangat mengkilap. Sayangnya citra suatu bangsa atau negara sangat ditentukan oleh performance pemerintah bukan rakyat. Rakyat Singapura biasa-biasa saja, tapi pemerintah mereka yang squeaky clean membuat negara ini sangat harum di mata dunia. Indonesia hanya bisa hebat kalau dua hal utama bisa dibasmi yaitu korupsi dan obstructionist bureaucracy. Dua musuh yang benar-benar merusak.
    pujangga 0 0
    Romas Resky: benar bung, hampir seluruh warga dunia mengakui kehebatan orang-orang Indonesia. itulah sebabnya tenaga-tenaga ahli Indonesia laris manis di luar negeri tapi kurang dihargai di negerinya sendiri. ciri pekerja Indonesia adalah pekerja keras, berjiwa petarung yang tak pernah lelah, suka menolong, ramah dan mudah bergaul dengan warga negara manapun...
    GaraMata 0 0
    Tapi gaungnya kurang terasa ke Indonesia nih. Setidaknya buat saya. Hem... ada yang salahkah?
    GaraMata 0 0
    pujangga:

    Soal itu sepertinya Indonesia masih mengidap penyakit rendah diri dan silau dengan bangsa lain. Sebuah ironi bukan ketika banyak tenaga ahli kita bekerja di luar negri, eh malah perusahaan di Indonesia mengimpor para expatriat dengan bayaran mahal. Duh...
    pujangga 0 0
    GaraMata:

    anda tidak salah. karena memang pemerintah Indonesia selama ini kurang perhatian terhadap pahlawan-pahlawan sains dan perkembangan IPTEK sehingga wajar tidak bergaung di Indonesia. Tapi di Jepang, Singapura, Malaysia dan Eropa gaungnya luar biasa dan para putra terbaik Indonesia tersebut menjadi rebutan universitas-universitas terbaik di dunia...
    pujangga 0 0
    Indonesia juga selalu meraih 3 besar dalam kontes robot tingkat dunia. Dan gaungnya di Indonesia juga tidak terasa...

    Padahal ini adalah prestasi yg luar biasa di bidang IPTEK...
    Subroto 0 0
    Robotnya diprogram tafsir kitab, that's amazing
    pujangga 0 0
    Selain bidang Fisika dan Robot, Indonesia juga baru saja berjaya di bidang Matematika

    http://www.antara…&c=NAS&s=PDK

    Selamat kepada putra-putri terbaik Indonesia yang selalu membawa nama harum Indonesia di pentas dunia...
    pujangga 0 0
    Subroto: asal jangan di program jadi TERORIS aja

    Silahkan login untuk memberikan pendapat