Indonesia, Aku Tidak Malu 15

Jumat, 17 Jul '09 17:37

Simbok saya yang selalu mengajari: "Jangan berkata-kata saat marah, sedih atau terlampau gembira. Diamlah barang sejenak!"

Saya ikuti kata-kata Simbok saya kali ini. Saya diam beberapa jenak.

Coba membuka mata, telinga, juga semua panca indera. Menyimak semua informasi, memahami arus kemarahan, mencecap alur kesedihan dan menyesap lantunan sikap-sikap positif yang makin lama makin kuat saya lihat: kami berduka, kami mengutuk, do'a bagi yang menjadi korban.

Tak terlewat juga respon-respons yang mungkin klise tapi mungkin juga tidak (tergantung dari mana Anda melihatnya) di rangkaian wall facebook: avatar yang berubah menjadi merah-putih, video yang diunggah dengan isi yang menguarkan sikap positif ketimbang mengeluh lebay.

Saya tidak tahu apakah pelaku bom itu berkebangsaan Indonesia atau bukan, beragama Islam atau bukan, dan lain-lain, dan lain-lain. Saya tidak tahu, sungguh. 

Yang saya sedikit tahu, pelaku bom itu tidak didukung oleh mayoritas rakyat bangsa ini. Satu persen pun barangkali tidak.    

Jengkel? Ya. Marah? Pasti. Sedih? Jelas. Tapi, sungguh hari ini saya tidak malu.

Terlalu mamalukan kalau saya mengaku malu saat semua orang di sekeliling saya menyatakan sikap yang tidak mungkin disebut sebagai "sikap memalukkan".   


Tag: jakarta, indonesia, bom

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    kalangwan 0 0
    Apakah Anda semua malu? Dalam soal sikap kolektif orang-orang di sekeliling saya, buat saya jawabannya: tidak!
    boiga 0 0
    saya tidak malu, karena saya yakin mayoritas rakyat indonesia tidak merestui perbuatan semacam ini. mari dongakkan kepala dan tunjukkan bahwa kita tidak melempem di depan teror.
    pujangga 0 0
    saya merasa bangga jadi warga negara Indonesia melalui postingan di bawah ini...
    http://politikana…ia-bisa.html

    berkali-kali saya baca, berkali-kali pula air mata mengalir, air mata kebanggaan.

    tapi teror BOM itu telah membuat saya menangis sedih, bukan tangisan kebanggaan
    kalangwan 0 0
    boiga:

    betul, bukan saatnya menjadi lebay!
    kalangwan 0 0
    pujangga: yang terang, saya tidak malu melihat reaksi positif orang-orang di sekeliling saya, orang-orang yang bisa saya jangkau dengan mata saya hari ini.
    Subroto 0 0
    Jangan seperti orang ini http://politikana…ku-malu.html
    Yang membuat kita jadi malu melihat dia masih ada di bumi pertiwi ini
    rif 0 0
    gak coba kirim ke MU: "8jt warga jakarta akan mengamankan MU"
    boiga 0 0
    pujangga: wah, saya kelewat itu tulisan, untung diingatkan! keren!

    Subroto: biarlah, mungkin ia juga sedang bersedih hati melihat tanah air tercinta yang tak kunjung membaik..
    pandeg ruwahananto 0 0
    aku juga ga malu
    samsara 0 0
    Resilience!
    boiga 0 0
    kalangwan: logonya tak pinjem, diutak-atik sedikit, buat di facebook, boleh? (boleh dong!) : D
    kalangwan 0 0
    boiga:

    Boleh banget, bos.

    samsara: lekas pulih!
    ndableg 0 0
    siapapun pelaku pengeboman; bangsa asing apa lokal; ngganteng opo welik tenan; adalah cecunguk pengecut terkutuk!! go to hell!!
    Ev 0 0
    malu,,malu-malu-malu..mal lululululu......
    Subroto 0 0
    Eh..bagi yang malu, minggat ajah.. balik ke timteng belajar lagi

    Silahkan login untuk memberikan pendapat