Keanehan Seputar Ledakan Bom Ritz & Marriott 42
Jumat, 17 Jul '09 17:39
Turut berduka cita saya sampaikan kepada para korban ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Semoga aparat keamanan dapat segera menangkap pelaku perbuatan biadab tersebut.
Perkenankan saya menyampaikan keanehan yang saya rasakan sebagai orang yang berkantor di Kawasan Mega Kuningan, dekat dua hotel tersebut, dan telah menyaksikan dua kali peristiwa pemboman di kawasan tersebut.
Pertama, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, pengamanan di dua hotel itu amat sangat ketat, khususnya setelah serangan bom mobil terhadap Marriott pada tahun 2003 lalu. Bahkan bagi saya terkadang sangat berlebihan, sehingga kerapkali menjengkelkan bagi orang yang ingin bertandang di dua hotel itu. Oleh karena itu, sangat aneh bagi saya ketika mengetahui ada orang yang bisa membawa bom sampai ke kamar hotel.
Kedua, dua hotel itu sering dianggap oleh kalangan tertentu sebagai representasi kehadiran Amerika Serikat (AS), sehingga pada masa Presiden Bush, Hotel JW Marriot di Jakarta (Agustus 2003) dan Islamabad (September 2008) pernah diserang bom bunuh diri. Diakui atau tidak, pelakunya diduga kuat adalah pihak-pihak yang membenci kebijakan AS yang saat itu dianggap sangat represif kepada dunia Islam.
Namun, setelah Presiden Obama menyampaikan pidato di Mesir yang ingin mengembangkan hubungan baik dengan dunia Islam, saya melihat ketegangan antara AS dan dunia Islam sudah mulai mereda, sehingga serangan bom saat ini terhadap dua hotel itu patut dipertanyakan motifnya.
Jujur saja, ketika tadi pagi mendengar ledakan bom, pikiran saya langsung tertuju ke Kedutaan Besar RRC yang ada di sekitar kawasan itu juga. Beberapa hari terakhir, Kedutaan Besar RRC menjadi sasaran demonstrasi berbagai ormas Islam terkait dengan perlakuan pemerintah RRC thd suku Uighur yang mayoritas beragama Islam. Namun, ternyata yang di bom itu Ritz dan Marriott.
Ketiga, ketika saya mencoba melihat lebih dekat akibat bom dan mengambil gambar keadaan sekitarnya, terus terang saya agak meragukan niat pelaku bom tsb. Meski terdapat 12 korban jiwa dan puluhan luka-luka, namun dampak terhadap bangunan sepertinya tidak separah serangan bom terhadap Marriot di Islamabad misalnya. Padahal, kalau memang pelaku berhasil menyusup masuk ke dalam hotel, bukankah pelaku seharusnya bisa membuat kerusakan yang lebih besar lagi? Terkesan pelaku tidak punya niat membuat kerusakan parah dan "asal bisa meledak".
Empat, kalaupun pelaku punya "pesan" tertentu dan ingin gaung tindakannya lebih besar, bukankah lebih baik menunggu para pemain Manchester United (MU) datang, baru kemudian bom diledakkan? Bukannya saya mengharapkan hal yang buruk terhadap para pemain MU, tapi hal ini semakin menguatkan dugaan saya bahwa pelaku sebenarnya tidak berniat membuat kerusakan parah, namun sekedar mencuri perhatian saja.
Tulisan di atas tidak usah dianggap serius. Hanya ungkapan perasaan orang awam saja.
Terkait:
-
yang diuntungkan
Minggu, 19 Jul '09 08:50 -
Swat and Densus 88
Minggu, 9 Agu '09 20:42 -
Pelajaran Pasca Penyergapan Teroris Temanggung
Sabtu, 8 Agu '09 15:49
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
cosmiclawyer: Terkini
-
mpokb: Menarik
-
rif: Menarik
-
boiga: Menarik
-
pujangga: Terkini
-
Sri Kirana: Menarik
-
sam arifin: Menarik
-
ibugaul: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
chrysant: Menarik
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
dimsci: Menarik
-
blink711: Menarik
-
gunawanrudy: Menarik
-
malika: Inspiratif
-
Herman Saksono: Menarik
-
Ardani P: Penting
-
MFH: Menarik
-
nyallow: Menarik
-
Daeng HeRu: Keren
-
Knalpot Putih: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
sayangistri: Menarik
-
samsara: Menarik
-
Xaliber von Reginhild: Terkini
-
R A P: Menarik
-
Ego_Gawa: Menarik
-
Wonggantenk: Menarik
-
Bocah nDeso: Inspiratif
-
Milanisti06: Menarik
-
yusro: Menarik
-
Mihael Ellinsworth: Menarik
-
hamatamu: Biasa
-
vox dei: Penting
-
Ev: Bagus
-
secooter metic: Menarik
-
LCFR: Biasa



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Soalnya trend gerakan-gerakan tidak rela kalah tersebut sudah dideteksi dari sebelum pemilu.
ada gerakan tidak rela kalah dari capres ya siapa saja capresnya?
apakah SBY termasuk yang tidak rela kalah?
biasanya yang tidak rela kalah itu pasti menggunakan segala cara untuk memangkan pilpres, baik berupa statemen atau trik atau apalah yang bisa memnangkannya,...
mungkin anda punya tambahan info biar kita-kita makin melek nih ..
[ http://m.detik.co…manan-pemilu ]
Ditambah informasi baru soal latihan tembak itu, ditambah tuduhan-tuduhan ke kpu, ke lembaga survey, ditambah ributnya papua, ditambah bom yang sekarang.
Wajar saja saya kira kalau presiden membongkar informasi intelejen tersebut.
Saya ini forex trader, saya melihat trend, dan trendnya bikin rusuh pemilu ini cukup konsisten dari sejak sebelum pemilu, siapa siapa saja pemainnya.
Bahkan itu ada salah satu poster di politikana yang memposting 166 cara membuat bom di blognya sendiri, yang semakin memperkuat trending tersebut.
(yang sudah saya tips khan ke pihak berwajib secara anonim, btw, entah ditindaklanjuti atau tidak)
Jadi disclosurenya SBY soal sniper, serta peringatannya kepada drakula, wajar saja saya kira, sebagai petunjuk bahwa memang pemainnya banyak.
Kedua: Faktor obama saja tidak bisa menghilangkan kebencian yang sudah terlanjur mendara daging.
Ketiga: mungkin bomnya terpaksa tidak berdaya ledak kuat demi mengakali penjagaan.
keeempat: Mungkin memang pesannya tidak memerlukan pemain MU jadi korban.
Yah, sekedar hendak mengatakan bahwa segala keanehan itu punya jawaban jika dicari-cari jawabannya.
[__Meski terdapat 8 korban jiwa dan puluhan luka-luka, namun dampak terhadap bangunan sepertinya tidak separah serangan bom terhadap Marriot di Islamabad misalnya.__]
Jawabannya: Volume bom.
Bom yang dibawa oleh badan 1 orang, tentu lebih lemah dari bom yang dibawa 1 pickup, biarpun bahannya sama.
dan kamera cctv cukup 'cerdas' mengikuti jalannya pelaku... hebat banget kameranya....
gerbang keamanannya dihajar sama truk.
rekaman CCTV islamabad menunjukkan mobil tertahan digerbang, langsung berlarian tuh penjaga dan orang-orang disekitar menjauhi truk itu.
untuk kasus mariott sepertinya pelaku mengelabuhi kemanan dengan menjadi tamu dan membawa bahan peledak yang tidak banyak. kemungkinan besar bom dirakit didalam kamar.
Timpakul: bener tuh, heran gw ada kamera bisa mencium gelagat teroris... lagian cepet bener diupload di TVOne sbelum ada pernyataan resmi polisi. Jam 9 pagi tadi CNN udah tahu duluan itu bom bunuh diri sementara TV lokal kita gak dapat info resmi ataupun ngeliput siapa/berapa korban. Satu, polisi kayaknya gak sigap sama media yak? Dua, ini mah mainan intel bule (dan intel kita kedodoran!).
Ya, kagak lihat tuh SBY gak berani angkat tinggi-tinggi foto latihan tembak takut kecele sama foto filmnya Barry Prima?
OK. Jadi menurut Anda, melaporkan seseorang yang mengajak orang untuk membom, memuji-muji pembom sebelumnya, lalu memposting metode pembuatannya di blognya secara detil, adalah childish.
Memang ada perbedaan prinsip yang amat mendasar diantara kita.
saya pernah liat presentasinya vendor surveillance camera yg bisa follow movement dan zoom in, bahkan bisa hand over ke camera lain kalo subject nya pindah ruangan
[ http://www.brickh…-camera.html ]
Itu murah kok. yuk, besok beli... Punya saya sekarang masih belum bisa seperti itu....
Nih berita yang kayanya layak diperhatikan bukan perang antar kandidat. Mudah-mudahan kejadian ini bukan malah dipolitisasi oleh pihak manapun.
http://bit.ly/aOD6L
2: problem RRC dan muslim di sana adalah problem regional karena RRC negara tergolong tertutup secara politik. represi muslim di sana adalah represi politik regional, bukan politik simbolis. itu demi stabilitas belaka seperti RRC masa kini yang udah2. jadi perjuangan muslim di sana pun IMO digolongkan sebagi perjuangan mereka saja bukan islam versi musuh big brother ddalam kacamata global.
3: untuk kasus ini gue liat bukan kerusakan yang ingin dikejar, tapi efek dari kerusakan yang dijadikan target. satu ledakan kecil kalau efeknya bisa merusak tatanan ekonomi akan jauh lebih baik dari pada nyebar puluhan bom bikin orang panik tapi ga perhatian informasi cuman sepintas lalu. dengan dua bom aja yang masuk itungan high explosive (simbol kalau ini serius) dan cukup untuk membatalkan MU ke Indonesia akan banyak yang perhatiin: FIFA, UEFA, FA, Pemerintah Inggris, MU dan tim2 besar di eropa yang menjadikan dunia sebagai lahan bisnis mereka (dari sini juga efeknya nyebar ke sponsor2 tim2 tersebut yang mau ga mau mikir2 lagi buat nanem uang di Asia).
dengan membatalkan MU ke sini dengan "hanya" dua bom tentu jauh lebih efektif daripada bikin bom gede2an yang meninggal banyak tapi jadi headline sekilas. yah, liat aja negara2 dunia ketiga yang magnitude bomnya jauh lebih gede tapi jarang jadi headline ...
4: menunggu MU datang nggak mungkin. saat terlemah yah sekarang2 ini. ini murni strategi kalau gue bilang. kalau besok atau lusa, satuan keamanan mungkin jauh lebih berlipat dari sekarang (harusnya hari ini juga jauh berlipat karena H-2. tanya kenapa) karena itung misalnya aja satu pemain dijaga dua tentara, sekarang yang dijaga ada sebelas belum cadangan belum pelatih belum ofisial. belum tentara taktis belum tentara lapangan. dengan kata lain, ngebom besok atau lusa adalah mustahil.
Yang pasti yg ngebom bukan penggemar MU...tapi bisa jadi penggemar berat PSSI...yg gak rela tim merah putih dicukur 8 - 0 ama MU....
----------
Terkutuklah fans PSSI, jika hal tersebut benar adanya
kalo memang kamera itu bisa mengikuti gerak orang yang tertangkap di layar, berapa kamera yang musti dipasang di lobi hotel tersebut?
Antara bikin ancaman psikologis, membuktikan kelemahan pemerintah SBY seperti kata sayangistri, atau lainnya.
Repetisi sih, tapi AS menurut saya tetap jadi musuh abadi sebagian orang. Siapa pun presidennya, asal masih ada 'kaum tertentu', bagi sebagian orang itu ya peduli setan.
ini pola orde baru: pengalihan isu. di saat penguasa tengah digoyang berbagai isu (papua, DPT, dll) yang membuatnya terdesak, ia akan menciptakan berita besar shg perhatian beralih...
nyawa beberapa orang tak seberapa dibanding keuntungan yang bisa diperoleh!! wuihhh, betapa mengerikan politik semacam ini!
Apalagi penyakit Skizofnia politik rasanya mulai mendarah daging pada para aktornya, yg ada qt hanya jd penonton yg teplok2 liat smuanya dr bawah...
Bakal release layar tancep degh...
^^
LANJUTKAN...
Memang ada perbedaan prinsip yang amat mendasar diantara kita.
Jeung Harbinger of Death,
Asal bisa meracik kimiawi, merakit elektronik dan berbahasa inggris dikit -- di-google ajah deh -- nih ada 51 ribu posting tentang C4 atau tata cara membuat bom C4 lengkap dengan gambar, di antaranya:
http://science.ho…com/c-42.htm
http://www.ribban…pages/C4.htm
Perbedaan mendasar kita tetap pada kedewasaan membaca teks secara kontekstual.
Monsterikan: jangan lupa, banyak petinggi Freeport mati atau setidaknya syok... tak ada satu sultan Malaysia pun tampak di sana tak juga Manohara hahaha jad sepakat memang pesan EFEK GLOBAL yang ingin disampaikan di sini. Kalau cuma JI, kayaknya out of context juga tuh... eh mereka pun dididik di Malaysia bukan?
Silahkan login untuk memberikan pendapat