Apakah Kita Sedang Dipermainkan Orang Lain ? 53

Senin, 20 Jul '09 18:45

Ini hanya sebuah analisis sederhana, mungkin tepatnya bukan analisis, melainkan hanya suatu pemikiran yang sporadis muncul pada diri saya, berkaitan dengan ledakan bom beberapa hari yang lalu di Jakarta.

Entah kenapa, saya masih penasaran dengan pertanyaan, "apakah kita dipermainkan orang lain?".

Saya merujuk kepada buku "Confession of Economic Hit Man" yang ditulis oleh John Perkins, yang menelanjangi kiprah AS untuk membuat negara-negara berkembang selalu tidak stabil dan tetap bergantung kepada mereka (AS). John Perkins mengungkapkan :

" ... developing nations were effectively neutralized politically, had their wealth gaps driven wider and economies crippled in the long run" (Wikipedia).

Untuk menjalankan aksinya itu, dibentuk tim EHM (economic hit man), dengan job description sebagai berikut :

"Economic hit men (EHMs) are highly paid professionals who cheat countries around the globe out of trillions of dollars. They funnel money from the World Bank, the U.S. Agency for International Development (USAID), and other foreign "aid" organizations into the coffers of huge corporations and the pockets of a few wealthy families who control the planet's natural resources. Their tools included fraudulent financial reports, rigged elections, payoffs, extortion, sex, and murder. They play a game as old as empire, but one that has taken on new and terrifying dimensions during this time of globalization." (Wikipedia).

Perlu untuk diketahui, bahwa dengan jelas John Perkins, yang juga mantan EHM, mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu target operasi mereka. Tetapi itu dulu, di zaman John Perkins masih aktif di tahun 1970-an. Tetapi bukan tidak mungkin para EHM dengan modus operasi yang jauh lebih canggih sekarang lagi mengacak-acak negeri kita. Oh ya, John Perkins sendiri sudah mendapatkan ancaman akan ditembak karena menulis buku ini.

Mengapa posisi Indonesia sangat strategis di mata mereka? Sangat jelas diuraikan, kekayaan ekonomi melalui sumber daya alam, serta letak geografis yang strategis. Indonesia berpotensi menjadi negara kuat, makanya perlu diacak-acak supaya tergantung kepada skenario mereka.

Apakah kita sedang diacak-acak oleh EHM generasi baru? Atau jangan-jangan para EHM itu sekarang adalah saudara kita sebangsa dan setanah air juga? Pertanyaan lanjutannya, jangan-jangan kita memang sedang dipermainkan orang lain ... mungkin saja para EHM generasi baru ... pelaku operasional bisa kita sebut teroris, tetapi otak skenario besarnya adalah para EHM ... who knows?

Well, ini hanya berandai-andai kok ...


Tag: economic hit man, skenario global, ketergantungan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    juk lawai 1 suka, 3 tidak suka |
    waduh jaman sekarang tidak boleh mengandai-andai
    yang jelas-jelas aja kenapa?
    Riri Satria 0 1 tidak suka |
    @juk lawai ... kalau masih hipotesis namanya berandai-andai ... kalau sudah fakta terbukti empiris, nama jelas-jelas ... hahahaha ...
    Dh2L 0 0
    Siasat adalah alat dalam operasi .... sedang di permainkan ...... Eloborasi Pikiran .... .Penerimaan di rakyat ....miskin ..... oleh mereka mendapatkan kemewahan dengan mudah .... "Kerja sama ... dengan negara adi daya memakai batu loncatam .... perlu untuk pemimpin negara benar baru benar ...misi visi.Siapun ingin perubahan lebih baik dari sekarang"
    Alvin Yudistira 0 0
    something to think about...
    hafudo 0 0
    Dh2L: gak benar itu.. buktinya, rakyat miskin masih belum mendapatkan kemewahan yang layak.
    Dh2L 0 0
    Pemerataan Kue Pembangunan ... Bottom Up perlu di Dorong Wira - Usaha tangguh link vertikal
    Casper 1 suka, 2 tidak suka |
    Tulisan John perkins sdr tdk obyektif, kecenderungan mendiskreditkan pihak tertentunya kentara sekali,yah.. model2 orang sakit hati. Tdk bisa jd pijakan. Apalagi kondisi dunia banyak berubah. Euro dominan, China jadi raksasa, dll. Tdk ada lagi alasan USA untuk bisa menjadi dominan,bahkan sekedar utk mata uang.
    terow 2 suka | 0
    Tp sebenarny apa yg dikemukakan oleh John Perkins mengenai modus operandi dr US itu nyaris cocok sekali dgn negeri kita..
    Dari pemisahan bank sentral dgn pemerintah atas prakarsa IMF,cutting public expendite, privatisation,bla3..
    Hal ini patut jd renungan dan pertimbangan, jgn serta merta menolaknya..
    Bocah nDeso 2 suka, 1 tidak suka |
    Saya kira bapak benar, soal john perkins kalau kita runut keadaan penguasaan SDA kita juga berkait dg UU Migas kita, memang benar seperti paparan dlm bukunya.
    Masalahnya, banyak yg tidak mempercayainya, bahkan mengabaikannya, mungkin itu karena periuk nasinya tergantung dg paparannya John perkins itu.
    Masalah keduanya, ada yg melakukan pembunuhan karakter lawan politiknya dg main tuduh menunggangi kejadian bom itu. Celakanya itu diucapkannya di pidato resmi yg disiarkan televisi lagi. Mungkin saja ini terkait dg persiapan Pilpres 2014, agar si lawan politik yg dituduhnya itu tak lagi dapat menyaingi kandidat yg akan didukungnya di 2014 nantinya.
    Apa iya begitu ?.
    Waktu dan sejarah yg akan membuktikannya.
    George Bush yg Presiden Negara Adi Kuasa saja akhirnya terkuak boroknya yg menunggangi kasus Bom WTC untuk menggulingkan Saddam Husein dan menganeksasi ladang minyak di negara Irak.
    Betul begitu ?.
    Wallahualambishsawab.
    Casper 0 0
    terow:
    Krn sesuatu yg efisien itu tdk bisa lantas jadi buruk karena tertulis di buku perkins. Data dan fakta sama, tapi hasil pemahamannya bisa beda tergantung bagaimana opini diarahkan. Yg dilakukan Korsel jg sedikit banyak atas prakarsa IMF, dan merek bisa besar.
    terow 0 0
    @casper
    nah, oleh karena itu qta msti melihat konteks ekonomi negara kita,,apakah sdh siap utk liberalisasi ekonomi? Ide globalisasi itu brdasar atas asimetris teknologi, informasi, dan SDA..Akhrny kita hanya menjadi tempat pemasaran aj, dan menjadi babu di negara sndr.. Jujur,liberalisasi dlm kondisi asimetris itu hanya menguntungkan sang penggagas,krn kita blm siap
    DorZie 0 0
    jadi kepengen baca tuh buku, dah banyak yg rekomend-in buat dibaca.
    Casper 0 0
    terow:
    Siap tdk siap kita harus mulai melangkah. Kita adalah konsumen potensial, n untuk mampu beli produk mereka,kita harus cukup makmur. Jika kita babu semua, yang beli iphone, laptop,blackberry mereka siapa? Klo kita miskin,mereka bakalan ikut melarat juga...
    Dh2L 0 0
    Fokus jagi hilang Buat Baik hasil ini ......Casper: Budi Daya , , , , , ,
    pujangga 0 0
    eduard: gimana caranya budidaya Casper, mohon pencerahannya...!
    Dh2L 2 suka | 0
    budidaya udang,lele,itik,ayam,tanaman langka,d.l.l
    Casper 0 0
    Dh2L:
    Mbok penyakit ngelindurnya diobatin, tong..

    Riri Satria 0 0
    wah, ternyata sudah banyak komentar ... terima kasih atas komentar para sahabat semua ...

    ya, apa yang disampaikan dalam buku itu memang mengundang pro dan kontra ... ada yang bilang Perkins bohong, ada juga bilang yang benar ... tetapi siapa yang bisa membuktikan kebenaran kerjaan intelijen?

    saya lihat dari sisi positifnya buku ini ... setidaknya menjadi suatu peringatan buat kita, bahwa hal-hal seperti ini bukan tidak mungkin terjadi ...

    terima kasih atas semua komentar para sahabat ...
    terow 0 0
    @casper
    whatever lah!haha
    Yg jelas qta bs melihat bagaimana dampak langkah awal liberalisasi ekonomi oleh incumbent..
    Kaya tambah kaya,kismin tmbah kismin..
    There will be a big gap..
    Riri Satria 0 0
    ada yang komentar tulisan saya gak obyektif ... hehehe ... memang gak kok ... saya memang gak akan pernah mampu menulis secara obyektif ... karena saya memahami keterbatasan saya sebagai manusia yang cenderung subyektif ... subyektif dengan paradigma berpikir, wawasan, etc ...

    silakan lihat hal ini di :
    http://politikana…ektif-no-way
    Casper 0 0
    Tulisan john perkin sendiri tdk obyektif....: ), miss di penulisan...
    Casper 0 0
    menyingkat kata kadang jadi miss ya?
    Arief Rasyad 0 0
    sesuatu yg jarang terlintas oleh orang lain hmmmm
    Riri Satria 0 0
    betul casper ... pasti tidak obyektif ... yang ada hanyalah berusaha obyektif alias inter-subyektif ... hehehe ... so, begitulah ... whatever, pandangan yang berbeda akan memperkaya sebuah wacana, ya nggak?
    Casper 0 0
    Saya tadi nulis, tulisan john perkins sendiri tdk obyektif, bukan tulisan john perkins saudara : D..., kakaka...,

    btw, john perkins memang kontroversial...
    Riri Satria 0 0
    hahahaha ... kesalahpahaman akibat penyingkatan ... sorry ghost casper ...
    Miranda 0 0
    freeport oh freeport...!
    Tetuko 0 0
    saya sepikiran dengan anda...
    cosmiclawyer 0 0
    hmm...jadi pengen nyari bukunya nich... : )
    GaraMata 0 0
    Itu EHM menggunakan pemboman juga sebagai alatnya kah?
    danpei 0 0
    wah bisa jadi memang ada orang ketiga ?
    cosmiclawyer 0 0
    nach coba dicek....apakah ketidakstabilan sebuah negara mempengaruhi:
    1. Premi asuransi
    2. Syarat2 utang LN
    3. Gaji expat di Indonesia
    4. etc. etc. etc.
    Dh2L 0 0
    1. Premi asuransi:Bencana Alam


    2. Syarat2 utang Draft Feasibility Studi Oleh penerima Utang

    3.Gaji Jabatan belum dapat di isi oleh tenaga Lokal
    hafudo 0 0
    Dh2L: 4. Jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter
    cosmiclawyer 1 suka | 0
    semakin Indonesia guncang...bargaining power kita semakin lemah...dan lembaga asing semakin mengontrol Indonesia...kita kan gak tau siapa tau sekarang Indonesia ini sedang menghadapi sebuah pilihan...karena kalau lembaga asing menarik semua modalnya di pasar modal Indonesia...habislah ihsg kita...siapa tau ada sebuah "kontrak" yang ditandatangani oleh boss besar Indonesia...dimana rakyat jadi taruhan yang katanya demi stabilitas...
    Dh2L 0 0
    Pemerintah QQ BI dan Men Keu Pertumbuhan kita negatif ..... ICP ..... turun Hard comoditi .... Naik ....

    LLaporan KW 2 Laba Turun Emiten ,,,, Lembaga Penjamin Effect Surat Ber harga Lobby Tingkat Tinggi Boss
    cosmiclawyer 0 0
    http://en.wikiped…omic_Hit_Man
    cosmiclawyer 0 0
    satu lagi yang diuntungkan...supplier alat keamanan, detektor terbaru yang bisa mendeteksi serbuk bom di laptop : p

    bisnis bo... : D
    Dh2L 0 0
    Gerakan Disiplin Nasional : How To Influence ... Family ... Tetangga, lanjutkan dst
    cosmiclawyer 0 0
    yang begini2 akan semakin marak...

    http://www.hukumo…44&cl=Berita
    Dh2L 0 0
    Yang Panas ter sambung jadi Breaking New
    cosmiclawyer 0 0
    kalo SBY semakin kuat (bisa jadi makin didukung rakyat Indonesia karena curcol pidatonya soal bom yang menyentuh hati rakyat)...maka...yang seperti ini akan makin mulus & tinggal lanjutkan...

    Bantuan Asing Hilangkan Kedaulatan Proses Legislasi
    http://www.hukumo…73&cl=Berita
    nasionalisosialis 0 0
    lalu tunggu apalagi??? saya mau tanya kepada kalian semua,mengapa Korea Utara mampu menjadi negara yang berani menentang kebijakan AS ???? Apa kelebihan mereka???tolong dibantu yah
    Chairman Mao 0 0
    nasionalisosialis:
    [mengapa Korea Utara mampu menjadi negara yang berani menentang kebijakan AS ?]
    saya rasa ada perbedaan yang sangat mendasar dengan mampu dan berani.. dalam kasus korea utara saya hanya bisa bilang kalau mereka berani, dengan segala dampak yang mereka tanggung.. kalo bicara mampu kita ngomong china.
    Casper 0 0
    nasionalisosialis:
    Selalu ada yang punya prinsip biar kere asal sombong...
    cosmiclawyer 0 0
    hmmm....sebenarnya gw gak anti investasi asing, asal perangkat hukumnya benar....misalnya jangan sampai hak milik tanah juga berlaku untuk asing, dll...

    karena begini...kalo investasi asing gak masuk Indonesia...Indonesia juga gak maju2...yang ada import melulu...sama aja tho? devisa kita malah lari : (
    Casper 0 0
    cosmiclawyer:
    Klo asing bisa bli tanah sini emang napa? takut amat. Cuman beda warna kulit doang...
    GaraMata 0 0
    Casper:

    harusnya berprinsip biar kaya asal sombong. : ))
    cosmiclawyer 0 0
    http://www.kontan…erintah-2010
    Casper 0 0
    GaraMata:
    Maklum, mental preman. Yg penting gaya duluan...: D
    nasionalisosialis 0 0
    pusing juga yah..mau ditarik benang merahnya..ditarik yang satu, yang lainnya juga minta ditarik...soal investasi saya rasa sah-sah saja, jika pihak asing ingin menanamkannya di Indonesia, namun benar perlu diperhatikan perangkat hukumnya..Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif harus seiring sejalan dengan berasaskan mengutamakan kepentingan rakyat bukan negara (karena kalau negara berarti hanya kepada penguasa)
    air 0 0
    bung riri: artikel anda diberi judul dengan sebuah pertanyaan dan jawaban saya: YA!
    cosmiclawyer 0 0
    nasionalisosialis: makanya...gw setuju ama artikelnya bu Melli Darsa yang ini http://www.tempoi…-86,id.html#

    Perangkat hukum harus dibuat oleh ahli hukum yang mengerti sistem hukum Indonesia dan kepentingan rakyat Indonesia...supaya dikte asing tidak kebablasan...

    Silahkan login untuk memberikan pendapat