Kenapa Noordin M.Top Tidak MEMBOM Kuala Lumpur? 87
Rabu, 22 Jul '09 13:54, dibaca 258 kali
Kemarin diskusi ditanya kenapa Noordin M. Top tidak pernah membom Kuala Lumpur? Tentu saja, aku tidak tahu jawabannya, tetapi yang menarik, pertanyaan semacam itu sudah memenuhi benak banyak orang di Indonesia. Apakah dia takut bom itu terkena bapak dan ibunya, atau terkena sanak keluarga dekatnya, atau tetangganya? Kalau soal "maksiat" bukankah ada tempat "maksiat" yang benar-benar nyata yaitu lokalisasi perjudian di Genting Highland yang nampak megah ketika malam dari Kuala Lumpur, apakah itu tempat perjudian yang "halal" untuk Noordin M.Top?
Aku cuma bisa cerita beberapa kali ke Twin Tower Kuala Lumpur, juga ke hotel-hotel di Kualalumpur, tak pernah ransel dan tasku diperiksa, sangat dan teramat longgar. Terakhir menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2009, aku diundang TV Al Jazeera, menginap di Nikko Hotel Kualalumpur, lalu rekaman di lantai 60an Twin Tower Kualalumpur, juga tak ada sedikitpun tas dan ranselku dibuka dan diperiksa pihak keamanan Nikko Hotel maupun Twin Tower. Kalau melihat CCTV JW Marriot dan Ritz Calrton pas pelaku peledakan chek-in sungguh sangat luarbiasa berlapisnya, ada sekuriti dengan "pentung pengaman" (entah apa namanya?) juga ada pintu sekuriti, serta ada penggeledahan. Artinya, Twin Tower dan Nikko Hotel Kuala Lumpur adalah soft-target dan high-profile untuk teroris sekelas Noordin M. Top, bukan?
Celakanya, Kompas memuat pernyataan luarbiasa dari Mendagri Malaysia (Selasa 21/7) Hishammuddin Hussein bahwa belum ada petunjuk yang nyata Noordin M Top, warganegara Malaysia, berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta. Apakah Mendagri Malaysia sudah melakukan investigasi lengkap hingga mampu mengeluarkan pernyataan sepenting ini, lebih cepat daripada pihak berwajib di Indonesia? Apakah badan intelijen dan kepolisian Malaysia lebih hebat daripada BIN dan Kepolisian Indonesia, sehingga Malaysia sudah tahu Noordin M Top tak terlibat pengeboman Marriot-Carlton II pada 17 Juli 2009?
Tentu saya juga bertanya-tanya, setelah membaca berita ini, "Rumah Muhammad Nasir (ayah terduga teroris Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid) itulah yang hari-hari ini banyak didatangi wartawan dan polisi. Bahkan, polisi itu membawa Muhammad Nasir, istrinya, Tuminem, dan salah seorang anaknya yang juga adik Nur Hasdi, Safrudin, Senin (20/7) subuh. ”Pak Muhammad Nasir tampaknya dijemput sekitar pukul 05.00 dengan menggunakan dua mobil Kijang. Dua mobil itu tiba setengah jam sebelum subuh. Petugas langsung menjemput Pak Nasir, Tuminem, dan Safrudin. Ketiganya diajak pergi tanpa sempat mandi,” kata Suwabadi, Kepala Urusan Umum Desa Katekan. Tidak jelas dibawa ke mana mereka. Tanpa pengacara (bukankah ini negara hukum?).
Begitu sigapnya polisi "menyergap" keluarga terduga teroris Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid di Indonesia. (Walaupun saya juga bertanya-tanya, apakah masuk akal dan tidak melanggar HAM mengaitkan secara langsung kegiatan Nur Hasdi/Nur Hasbi/Nur Sahid dengan ayah-ibu dan keluarganya, karena saya pernah mengalami ketika ditahan militer Soeharto-Orba tahun 1989 karena menolak "Soeharto dan Orde Baru di ITB" orangtua sayapun yang pegawai negeri ikut juga diperiksa "keterlibatannya", ini khas Negara Totaliter-Militeristik Orde Baru yang mencurigai semua warganegaranya. Saya ditangkap dan orangtua diperiksa juga TANPA PENGACARA (tetapi Orba jelas bukan negara hukum bukan?). Sukurlah Soeharto terguling, Orde Baru bubar jalan, tapi anakbuahnya tetap berkuasa bukan? Kalau gaya pelanggaran HAM itu di masa rezim militer-fasistik Orde Baru, lalu sekarang ini di masa rezim apa? Rezim anak-buahnya Soeharto?)
Tetapi, sekali lagi tak ada tindakan serupa dari pihak Malaysia terhadap keluarga Noordin M.Top (misalnya saja bapak atau ibu atau kakak atau adik atau nenek atau kakek Noordin M.Top disuruh pemerintah Malysia untuk menghimbau di televisi Indonesia dan Malaysia agar Noordin M.Top tidak lagi membunuhi orang di Indonesia), bahkan dengan gagah pihak Malaysia juga dengan enteng Medagri Malaysia menyatakan "belum ada petunjuk yang nyata Noordin M Top, warganegara Malaysia, berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta."
Tentu banyak pertanyaan yang muncul, mesti ada upaya menjelaskan benang-kusut ini, atau ada peneliti serius untuk membuka persoalan ini? Siapa Noordin M.Top? Mengapa berkeliaran di Jakarta bukan di Kuala Lumpur atau Singapura? Lalu kenapa Noordin M.Top tidak MEMBOM Kuala Lumpur saja? Atau Singapura?
Tag: singapura, Ritz Carlton, Bom JW Marriot, noordin m top, kualalumpur, nur hasdi, nur hasbi, nur sahid
Terkait:
-
Sapto Waluyo: PKS dan Isu Terorisme
Rabu, 26 Agu '09 07:21 -
Seputar Maklumat Resminya Al-Qo’idah Indonesia
Jumat, 31 Jul '09 10:04 -
Surat Terbuka kepada Noordin M Top
Jumat, 31 Jul '09 00:48
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
taraman : Menarik
-
air: Penting
-
Wonggantenk: Menarik
-
ndhasatos: Penting
-
R A P: Biasa
-
Edwin from the Past: Biasa
-
Xaliber von Reginhild: Biasa
-
karimj: Penting
-
Sukrosono: Menarik
-
ace: Menarik
-
Kai: Penting
-
unwinged: Penting
-
rif: Keren
-
arsyani: Keren
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
Manohira: Menarik
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
ibugaul: Menarik
-
hafudo: Menarik
-
DorZie: Penting
-
hamatamu: Biasa
-
jenkplanet: Bagus
-
oguds: Penting
-
Jauhari: Inspiratif
-
heriyadi: Menarik
-
Ardani P:
-
anti-fenomena: Penting
-
Pedy: Menarik
-
Ning: Biasa
-
Ruli: Menarik
-
Arief Rasyad: Penting
-
vox dei: Menarik
-
danpei: Menarik
-
Osi: Bagus
-
guawijaya: Penting
-
empis2: Biasa
-
laler istana:
-
Sri Kirana: Biasa
-
jafis: Keren
-
pembantu umum: Bagus
-
si_jliteng: Terkini
-
Java: Biasa
-
uceenk: Menarik
-
ferza: Keren
-
PongPongBarong: Bagus
-
D P Adhityani Putri: Menarik
-
sam arifin: Menarik
-
akubukantikus: Penting
-
Alvin Yudistira: Menarik
-
eko: Menarik
-
dandy: Penting

Komentar:
Mengapa harus pakai investigasi tetek bengek untuk mengeluarkan pernyataan seperti itu? Itu kan sinonim dengan kata "Saya nggak tahu..."
Orang bangun tidur juga ga salah bilang seperti itu bang fadjroel.., ga perlu pakai investigasi.
Gimana kalau ternyata benar ini pelaku pengeboman merupakan antek2 pemerintah buat mengalihkan isu makanya keluarga tersangka langsung ditangkap.
[/lameconspiracytheory]
Tapi kok MU malah main disana ?
Testnya pertanyaan saya barusan. Klo ndak punya akses A1 ya playing logic aja dgn apa yang ada.
nggak mungkin malaysia nggak terlibat dalam segala kericuhan di indonesia.
dan apa yg dilakukan oleh malaysia hampir dilakukan oleh seluruh negara, ketika melihat ada warga negaranya yg di "duga terlibat" sebuah kejahatan di negara lain...
sayangnya, saya justru tidak pernah mendengar atau melihat Indonesia melakukan hal yg dilakukan oleh negara lain untuk melindungi warga negara nya yg "di duga terlibat" kejahatan di negara lain...
:LOL:
Indonesia masih lemah dalam hal ini, TKI di INJEK INJEK aja... Pemerintah banyak diamnya
#IndonesiaUnite Please
Jika kita di wilayah kita sendiri saja tidak mampu melindungi, tdk perlu berharap banyak yang diluar nasibnya lebih baik.
Mendingan mikiran kenapa mereka menyerang kita. mengapa jw marriot dan ritzt, mengapa pagi itu? kenapa gak waktu pemaen MU sudah ada di hottel itu aja sekalian?
Artikelnya benernya bagus, cuman kebanyakan pendapat/ kesimpulan yang lompat langsung dari anggapan awal.
btw, Anda menyamakan "pengambilan" (kalau boleh saya bilang begitu) keluarga Nur Hasdi/ siapapun nama lainnya dengan pemenjaraan Anda di jaman orde baru karena menentang orde baru. Apa anda mengatakan kalau tindakan pengamanan/ pencegahan yang dilakukan negara ini sama dengan tindakan represif yang dilakukan Soeharto?
terus kirim ke malaysia..
kira2 apa yg akan terjadi?
Indonesia banyak mengirim TKI ke Malaysia, tapi apa lacur...Malaysia mengirim teroris ke Indonesia.
Kok nggak disebutkan juga bahwa malaysia dan singapura adala wilayah ekonomi bagi mereka? Juga disebutkan bahwa JI berpendapat bila Indonesia telah dikuasai maka Indonesia akan menguasai SIngapura dan Malaysia dengan melakukan penyerangan.
Sekedar tambahan.
mungkin gak mau namanya dipakai orang lain...he..he..he..
Khilafah Islam selanjutnya kelak berwilayah (menggabungkan negara-negara) Asia Tenggara. Dan Khalifahnya harus orang Malaysia, karena merekalah yang tampak serius memperjuangkannya dari awal (saat ini), bahkan rela dicap teroris.
Mungkin itu yang jadi alasan Noordin...who knows?
kamu kata sudah pergi twin tower banyak kali tak pernah tas atau ransel mu diperiksa?nak tau sebab apa? sebab kat sini bukan kuno nak check check bag.i believe every main entrance and every corner of twin tower and other hotspot like hotel niko has their own security measure like bom detector/scanner ,metal detector and such.tak payah nak suruh orang buka bag sekali kamu lalu scanner dia pun sudah tahu apa yang terlekat dibadanmu.apatah lagi twin tower yang pernah menerima ancaman bom selepas 911.tentunya ada security measure yang ketat disana.
Macam mana pulak ini?
*mendadak Batak*
Kebodohan dan kesombongan awak sesuai kali dengan nama pena yang awak pilih untuk menulis di forum Indonesia ini.
Tak usah awak kelabuhi kite semua, kite nak faham awak ke bukan melayu...
Don't even think you could fool around acting all mighty and laugh your godd*mned ass behind your monitor, f*ckin' loser....
I bet you never went to hotels like marriott
LCFR= "korang"
shouen = "kite" , " ke"
LCFR &shouen =blatantly ignorant and racist
Ignorant eh?
Hmm, as I thought, your English is not as brilliant as it may seem, one liner and spammer, such a wet blanket...
both of my best friend work in marriot and westin(adjacent to marriot)
just to tell u my friend work in executive floor westin in 33th floor so hell yess im frequently passy by marriot,westin and starhill
I honestly find it hard to believe.
anyway, nice nick name, it suits you well.
Not here for a catfight? Don't make me laugh...
Alright, I'm laughing anyway, so that's that.
Right, I am one of those so called "warga terpuji", but I don't even give a d*mn to the title, and why should you make a fuss out of it? It's an ad hominem, and I'd gladly take that as a flattery for me.
Since you're so much of an idiot anyway.
Seriously, you're fooling nobody. I still like Sunway Lagoon and that cute Starbuck's waitress there
[__.i'm not here for catfight__]
..yet you're trying to irritate people by starting a trivial statement as if marriott doesn't have metal detectors like yours....
Once I went to the twin towers while bringing my ceramics desert eagle, you really think that metal detector can detect things that are not... umm.. metal?
Dude, wake up, you come from such a tiny country with population only half of our internet population. We will invade you someday, so start respecting your future masters.
LOL..........
Increase your birth rate quickly, dude...,
do polygamy
I believe they have bigger issues there, they need to enlarge their wieners first.
It is a well known fact that malaysians have tiniest dicks in the world.
...just sayin
BTW, kenapa namanya tidak George M Top misalnya? supaya tidak mengesankan nama islam
*nyanyi2 please stop the flame war*
apik tenan iki.....
lakone opo mas.....
do rebutan opo to sing neng duwur kuwi.....
aku ra mudeng blas......
*balik nyanyi2 we didn't start the flame war*
Ya jelaslah.... Karena si Nurdin e-M-ang Top - nya cuma di Indonesia... di Malaysia dianya gak nge-TOP-ngetop amat kali....
Karna org2 Indo lebih gampang direkrut sebagai member dan banyak pendukung aksi sejenis di Indo
Contoh liat saja kematian Imam Samudera cs, ribuan orang menyanjungnya sebagai pahlawan agama di Indo, sementara di Malaysia org2 seperti ini dianggap sampah dan musuh masyarakat
Tapi soal Imam Samudera cs, memang ada orang2 yang menganggap mereka martir. Apakah fair untuk mengatakan kalau orang Indonesia lebih "mudah" untuk direkrut kelompok2 ini?
Lagian emang pada dasarnya orang Indonesia jumlahnya lebih banyak aja. Liat aja perbandingan jumlah penduduknya. Jadi kata "banyak" jadi relatif dong.
bangsa Indonesia baikk bgt dan cinta damai, mudah memaafkan biar udh di kerjain abis oleh malaysia dr soal pulau yg di akui milik mereka sampai kita kalah di makamah international, trus kebudayaan juga mau diakui milik mereka. lagu kebangsaannya aja kan lagu indonesia yg diambil mereka eh udh gitu rakyat indonesia juga diambil buat jd tentara malaysia aduh!.
kalau ada maunya mereka selalu bilang kita saudara serumpun dan berbaik baik terhdp indonesia tapi suka diam2 menusuk dr belakang. knp juga kita berbaik baik dgn mereka masih ada negara lain yg lebih menghargai bangsa and negara indonesia padahal mereka tidak serumpun!!
• napa mesti bom indonesia? napa bukan malaysia?
• napa membunuh orang yg dia tak kenal? napa bukan bunuh keluarganya?
• napa?? napa?? napa??
• apakah inodnesia layak tuk d bom?
• apakah indonesia begitu hina?
• apakah ? apakah? apakah?
Terkadang saya bertanya kembali. Kenapa mereka mengebom? Pasti ada puncanya. Hanya orang gila sahaja yang suka mengebom tanpa sebab. orang gila jenis ini tidak banyak dan tidak mempunyai dana besar atau mendapatkan sponsor dari seseorang untuk menghasilkan bom yang kuat untuk membunuh beratus orang dengan sekali letupan. Carilah puncanya dan anda akan dapat jawapannya. Maka persoalan itu berhenti begitu sahaja. Mereka akan berhenti bertanya dan si bertanya tadi berfikir sejenak dan akan beralih ke arah cerita lain. Memusnahkan sebuah pohon hanya boleh dibuat jika kita berjaya membakar akarnya. Mencantas (memotong) daun dan batang akan membuatkan pohon tadi semakin kuat, tinggi dan subur.
Di Malaysia sendiri yang menjadi tulang belakang kepada semua ini adalah kekuatan ISA itu sendiri. ISA atau Internal Security Act menjadi ajang kepada perlindungan kepada warganya. Walaupun dikecam hebat oleh Internasional dengan teori ISA yang sepertinya melanggar hak asasi manusia, namun pendekatan ini berjaya mengawal segala bentuk kejahatan yang berada di Malaysia. Bagi Malaysia, hak asasi manusia adalah untuk manusia yang cinta damai dan bukan untuk merosakkan perdamaian. Sudah banyak orang ditangkap tatkala menjejakkan kaki ke Malaysia. Kerajaan tidak pernah kenal bulu. Malah anak ketua oposisi (PAS) pun pernah ditangkap setelah pulang dari Timur Tengah kerana di duga mempunyai hubungan Al-Qaeda walaupun belum pernah melakukan teror bom. orang seperti Azhar dan Nordin M. Top memang banyak di Malaysia namun mereka tidak dapat bergerak sendiri kerana kepala-2 (ketua) seperti anak Oposisi tadi telah ditahan dibawah ISA. ibarat sedang kehilangan tempat bergantung harap, mereka pergi kenegara tetangga lain terlebh dahulu sebelum ISA di Malaysia di mansuhkan seperti yang mereka perjuangkan sehingga sekarang. Lihat saja nanti apa terjadi pada Malaysia apabila ISA berjaya dimansuhkan. Saya amat yakin KL akan menerima nasib seperti di Thailand dan Indonesia. Tindakan akan dibuat setelah nasi menjadi bubur. Nama baik negara akan hancur, Lepasnya Singapura dari tanah Melayu juga adalah kelongaran ISA dari menangkap presiden pertama negara itu. Sehingga kini banyak rakyat Malaysia hairan kenapa Lee Kwan Yew tidak di'ISA' kan jika sebelum Singapura berjaya merdeka dari Malaysia?. Ini menjadi pengajaran buat Malaysia dan tidak akan berulang untuk kedua kalinya.
Orang Barat juga tidak menafikan pepatah yang mengatakan bahawa 'mencegah lebih baik dari mengubati' menjadi dasar kerajaan dalam mengawal tindak tanduk rakyatnya di negara Malaysia. Ditambah dengan kebijaksanaan Inteligent polis menjadikan Malaysia sebagai mangsa terror bukanlah satu idea yang bijak.
Inteligent Malaysia berada di seluruh dunia. Mereka berada di antara rakyat semua negara didunia ini. Mereka akan memberi maklumat kepada kerajaan Malaysia jika ada warganya di luar negara. Gerak-geri mereka dipantau setiap masa dan setiap ketika. Segala aktiviti mereka di laporkan kepada pemerintah Malaysia setiap masa dan ketika. Sebelum melakukan apa-apa rancangan, niat mereka telah dihidu oleh pemerintah Malaysia sebelum mereka sampai ke Malaysia. Setelah mejejakkan kaki di bandara, Mereka akan disambut riang oleh Polis dan inteligent.
Jika anda ke KL misalnya, jangan kalian ingat tukang sapu sampah, orang tidak siuman (gila), pencandu narkoba (dadah), penjual kacang goreng hatta pelacur sekalipun mereka mempunyai kontak yang kuat bersama pihak pengaman. Mereka inilah yang menjadi mata dan telinga polis pemberi informasi PLUS kamera yang dipasang sekitar Kuala Lumpur menjadikan Kuala Lumpur dimonitor 24 jam sehari.
Banyak faktor lain lagi yang menjadi bumbu kepada keamanan di Malaysia. Dahulu ada rancangan untuk mengebom kilang (factory) arak diMalaysia dan akhirnya diam begitu sahaja. Mereka yang baru menyatakan niat untuk melakukan hal tersebut telah ghaib entah kemana.
Tidak susah bagi kita untuk memanggil seseorang menjadi pengebom tapi agak susah untuk mencari seseorang yang sanggup mengeluarkan dana untuk membeli perkakasan bom. Harganya yang relatif mahal dan susah didapati saya amat hairan siapakah dalang disebalik semua ini?. Amat mustahil bagi mereka spt si Nordin dan azhari membeli dengan duit mereka sendiri. Mereka bukan berlatar belakangkan millionaire. Dengan itu jalan mati adalah jalan pertama dari disiksa untuk memberi informasi dari mana mereka mendapatkan dana membeli bom. Jangankan Indonesia, atas kezinanan republik Indonesia, saya percaya kerajaan Malaysia juga akan ikut menyoal siasat warga mereka sendiri sehingga ke akar umbi.
Wassalam..
moga gak da lagi orang malaysia yg ngobok-obok negeri ini...
Silahkan login untuk memberikan pendapat