Menimbang Malu Mengubur Ragu 25
Rabu, 29 Jul '09 10:41
Kemarin JK ternyata benar-benar pulang kampung, meski bukan pulang kampung seperti yang dijanjikannya dulu semasa kampanye pilpres. Di hadapan pendukungnya (warga Makassar) yang ribuan itu, Beliau mengatakan bahwa ia mengakui kekalahan dalam pilpres,walau masih tetap mengajukan gugatan, semata-mata karena kepentingan demokrasi. Sungguh, bagi saya, ini adalah sebuah pikiran yang sangat jernih. Beliau mencoba memberi contoh dan penjelasan kepa akar rumput yang kadang gampang tersulut itu. Artinya, ia ksatria tanpa harus menutup mata.
Melihat sikap JK yang demikian itu, sangat salah kiranya bila pemerintah nanti tidak menjadikannya kontributor penting untuk bangsa ini. Masih banyak pemikiran-pemikiran dan gaya tindakannya yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Pantas kebesaran hatinya itu dijadikan ikon dan mentor bagi generasi muda yang akan datang. Sportif tidak berarti menutup mata terhadap peristiwa, besar hati tidak berarti menolak segala bukti. JK tetap JK, yang dari mulutnya ada sebuah kejujuran.
Ada baiknya, pasangan lain, atau bahkan kita semua berkaca kepadanya, betapa indahnya bila kita mau jujur dan bersahaja dalam berpikir. Sikap "mbeguguk maneko waton" hanyalah milik mereka yang maunya "menimbang malu mengubur ragu". Sebuah contoh yang tidak baik untuk bangsa ini.
Tag: Pemilu, jk, capres, pulang, kampung
Terkait:
-
Siapa Capres Yang Saya Contreng Besok?
Senin, 6 Jul '09 14:12 -
Ulasan Debat Capres 2 Juli 2009
Jumat, 3 Jul '09 09:54 -
Iklan Liar Satu Putaran
Jumat, 3 Jul '09 00:42
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
dizzman: Menarik
-
NOS: Menarik
-
imogiri: Bagus
-
GaraMata: Inspiratif
-
ndableg:
-
Arief Rasyad: Bagus
-
Wonggantenk: Menarik
-
ndoet: Menarik
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
boiga: Bagus
-
Milanisti06: Menarik
-
MosheDayan: Menarik
-
perempuan api: Menarik
-
wawajie: Bagus
-
heriyadi: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Logical Fallacy: Menarik
-
R A P: Menarik
-
Normanlahyaw: Inspiratif


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
jangan karena pemenang itu (nampaknya) sudah didukung mayoritas dan karena itu (dirasa) telah terlegitimasi, kita jadi menutup mata terhadap pelanggaran hukum yang ada.
jangan karena alasan2 seperti "rakyat sudah lelah" kita menjadi lengah, menutup mata, dan masa bodo
*nulis apa sih ini, berantakan
Oh iya, tanya dong, dewan penasehat itu harus berkantor di deket presiden atau dimana saja? Soalnya, kepulangan JK kemarin menurut berita, skalian "bersih2" calon kantor barunya yang bakal dia tempati Januari nanti.
Kepulangan kemaren emang sementara saja, karena dia masih wapres sampe oktober kan?
*serasa juru bicara*
*ternyata ga jadi mirip juru bicara, ngutip koran juga, haha*
*halah malah ngelamun sendiri
siapa tersangka "bom emping" ni? apa perlu diturunkan gegana ama densus 88?
Silahkan login untuk memberikan pendapat