Freeport, Neoliberalisme dan Sosialisme (II) 51
Senin, 3 Agu '09 10:05
Tentang FDI: Mengapa Menutup Freeport Adalah Ide Bodoh.
4:18:36 AM Tovarishch:
Nah!
Sekarang kita bicara data.
Malaysia, 2008, FDInya1 sebesar 16 milyar dollar
Indonesia, 2008, FDInya 8 milyar dollar
Malaysia penduduknya = 20 juta
Indonesia penduduknya 200juta
Artinya, untuk mencapai kemakmuran malaysia saja, kita harus meningkatkan FDI sebesar 20 kali lipat2
4:20:45 AM Tovarishch:
Sekarang kita pindah point of view ke freeport.
Apakah, dengan menutup freeport, kita dapat meningkatkan FDI yang cuma 8 milyar itu? atau malah menghapuskannya akibat penutupan paksa freeport?
Tentu malah akan terhapus.
Alternatif lain adalah nasionalisasi.
nasionalisasi ada 2:
nasionalisasi paksa
nasionalisasi kapitalistis
Nasionalisasi paksa, tentu akan pula menghapus 8 milyar dollar tadi.
Sebagai gantinya kita hanya akan mendapatkan sekitar 500 juta dollar setiap tahunnya
4:23:19 AM Kamerad:
moment, 500 jt dollar dari mana ?
4:23:15 AM Tovarishch:
20% x 2.5 milyar dollar
20% dari total profit seluruh operasi freeport
yaitu freeport yang ada di indonesia saja.3
jadi untuk mendapatkan 500 juta dollar, kita menghapus kira-kira 8 milyar dollar
4:24:45 AM Kamerad:
...baru kembali setelah 16 tahun
4:24:57 AM Tovarishch:
...dan instead of ketinggalan 20 kali lipat dari malaysia, kita ketinggalan 320 kali lipat
see my point?
4:25:08 AM Kamerad:
yeap
mundur malah
Alternatif solusi 1: Nasionalisasi via Mekanisme Kapitalis
4:25:17 AM Tovarishch:
Nah, alternatively, kita bisa melakukan nasionalisasi kapitalistis, dengan membeli freeport
4:26:17 AM Kamerad:
Prabowo dengan duitnya yang banyak itu kenapa gak beli aja saham freeport ?
4:26:13 AM Tovarishch:
http://www.google.com/finance?q=NYSE%3AFCX
...Prabowo ndak ada duitnya segitu.
Market cap dari freeport saat ini adalah 25 milyar dollar, itu total seluruh dunia
jika indonesia memutuskan untuk membeli total freeport, my guess dengan tekanan demand, harganya jadi 50 milyar dollar
...atau setara dengan seluruh devisa indonesia saat ini
but lets say, itu tidak terjadi sehingga kita membeli dengan market cap4 sekarang...
ada 3 masalah yang timbul
4:29:35 AM Kamerad:
masalah yang timbul setelah membeli tadi ?
4:29:40 AM Tovarishch:
Ya.
1. Tekanan terhadap rupiah
2. Pengelolanya pemerintah
3. Pengrusakan alam masih terjadi
...dengan rush yang tiba-tiba terhadap dollar, hingga separuh devisa, perkiraan saya dollar akan naik jadi at least 2 kali lipat sekarang
At least 20000 best case scenario.
Mungkin 50000 worst case scenario
Sehingga untuk melakukan itu, saya minta referendum, dan saya akan vote no.
Masalah kedua adalah, pengelola.
Karena pengelolanya dipilih oleh politik, maka kita tidak dapat menjamin mereka akan selalu bersih.
Alternatif solusi 2: Sovietisasi via Mekanisme Kapitalis
4:31:37 AM Tovarishch:
nah solusinya adalah neoliberalisme sosialis diatas: sovietisme
saham yang diakuisisi, dibagikan ke entitas-entitas korporasi rakyat yang lebih kecil
4:32:27 AM Kamerad:
Tidak dibeli pemerintah tapi siapa yang beli ? pegawai freeport yang orang indonesia ?
4:32:52 AM Tovarishch:
...dibeli oleh seluruh rakyat indonesia (dalam entitas korporasi soviet)
dengan dijamin oleh cadangan devisa negara tadi, sehingga setiap kud memiliki hak saham freeport, dan memiliki hak dividen freeport, dan memiliki hak suara atas manajemen freeport (sepanjang mereka datang ke RUPS).
4:34:25 AM Kamerad:
Menekan freeport untuk mau melakukan itu susah ya ?
Bisa apa indonesia make an offer that they can't refuse,
Bahwa freeport akan di sovietkan?
dan masalah tekanan rupiah tadi, masih terjadi apa ngga?
pengelolanya sekarang sudah bukan pemerintah ya ?
4:37:42 AM Tovarishch:
Pengelolanya tetap manajemen profesional.
Menekan sovietisasi freeport tanpa melalui mekanisme kapitalis, akan menyebabkan indonesia rugi 8 milyar/tahun tadi.
Masalah itu sudah terstate awal tadi.
4:39:05 AM Kamerad:
Ya ya, ini sovietisasi tapi mekanismenya mekanisme kapitalis ?
Keterangan:
1. Foreign Direct Investment, Investasi Asing secara langsung. Ini berbeda dari FPI (foreign portfolio investment).
Contoh: Philips bikin pabrik di Indonesia, adalah FDI. Soros beli saham di Indonesia adalah FPI.
Data tentang ini bervariasi. General Rule of thumb dalam pikiran saya biasanya begini: FDI malaysia besarnya 1-2 kali lipat FDI Indonesia.
Data FDI yang Saya anggap valid adalah dari World Development Indicator yang diterbitkan Bank Dunia. Mohon Dikoreksi.
2. Terdapat korelasi signifikan antara besarnya FDI dengan tingkat kemakmuran suatu negara.
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_received_FDI
3. Angka ini mungkin tidak akurat, saya ambil dari blog poltak hotradero, data terakhir yang saya unduh dari FCX, Operasi indonesia adalah 35% revenue total freeport, namun saya belum meneliti lebih lanjut.
4. Market Capitalisation : Nilai seluruh perusahaan saat ini berdasar harga pasar. Atau gampangnya: Harga untuk membeli perusahaan di titik waktu ini.
Tag: ideologi, Freeport, Neoliberalisme, Sovietisme
Terkait:
-
Freeport, Neoliberalisme dan Sosialisme (III)
Senin, 3 Agu '09 22:48 -
Freeport, Neoliberalisme dan Sosialisme [I]
Senin, 3 Agu '09 08:43 -
Hussein Obama dan SBY: Dua Presiden dalam Krisis
Rabu, 10 Mar '10 18:48
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
MosheDayan: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
Arief Rasyad: Bagus
-
dizzman: Bagus
-
Dh2L: Bagus
-
rif: Menarik
-
LCFR: Menarik
-
boiga: Menarik
-
Forlorn Hermit: Inspiratif
-
hamatamu: Menarik
-
donyariya: Menarik
-
Yudiantoro: Menarik
-
Pena Budaya: Menarik
-
Wonggantenk: Menarik
-
Bocah nDeso: Terkini
-
iloenx: Keren
-
samsara: Menarik
-
R A P: Menarik
-
Sri Kirana: Menarik
-
ndableg: Menarik
-
dimsci: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Korelasinya ada dan signifikan, tapi tidak sesederhana itu mengkorelasikan jumlah penduduk, FDI dan tingkat kemakmuran suatu negara.
Sayang nya Uni Soviet (Alm) bukanlah negara "demokrasi" sehingga penyelenggaraan sebuah "referendum" kecil sekali kemungkinan terealisasinya...
Market cap dari freeport saat ini adalah 25 milyar dollar, itu total seluruh dunia
jika indonesia memutuskan untuk membeli total freeport, my guess dengan tekanan demand, harganya jadi 50 milyar dollar
...atau setara dengan seluruh devisa indonesia saat ini
but lets say, itu tidak terjadi sehingga kita membeli dengan market cap4 sekarang...
ada 3 masalah yang timbul
4:29:35 AM Kamerad:
masalah yang timbul setelah membeli tadi ?
4:29:40 AM
Ya.
1. Tekanan terhadap rupiah Peg Nilai Tukar
2. Pengelolanya pemerintah,Setuju Tetap mempertahan Expateriat,sambil Alih Knowlegde
3. Pengrusakan alam masih terjadi,Kerja sama KLH
...dengan rush yang tiba-tiba terhadap dollar, hingga separuh devisa, perkiraan saya dollar akan naik jadi at least 2 kali lipat sekarang
At least 10950 best case scenario.
Mungkin 10000 worst case scenario
Sehingga untuk melakukan itu, saya minta referendum
Dh2L Isi Referrendum ?
Masalah kedua adalah, pengelola.
Karena pengelolanya BUMN,
FDI lebih menguntungkan bagi rakyat, karena FDI sulit diliquidasi.
Berbeda dengan FPI, yang kapan saja dapat ditarik.
Tentang korelasi FDI dan kemakmuran, saya pernah baca suatu paper yang very convincing, tapi saya lupa siapa pengarangnya, nanti saya bongkar2 gudang arsip saya.
MosheDayan:
Saya kira kesalahan sovietisme USSR adalah idealismenya mencampur seluruh aspek kehidupan kedalam soviet. Para pembuat dogma mereka mengira hanya ada 1 solusi untuk segala masalah, sehingga individualisme yang secara alamiah ada di setiap manusia, diabaikan, atau jika tidak bisa, direpresi.
dizzman:
Sumber apa nih? Kalau referensi-referensinya sudah ada diatas...
Tapi kalau sumber ilhamnya darimana.... well, tidak bolehkah seorang Indonesia berpikir sendiri dalam merumuskan sesuatu?
Saya percaya dengan korelasi FDI dan kemakmuran yang saya bilang tidak sesimpel itu adalah ketika hal itu dikorelasikan dengan jumlah penduduk, karena Malaysia 20 dan kita 200 jt, maka agar kemakmuran setara dengan Malaysia maka FDI kita harus 10 kali dari Malaysia, ini yang saya kurang setuju, relasinya pasti tidak tegak lurus seperti itu.
FDI kan dana segar masuk ke dalam.
investasi lokal cuma soal kantong kiri ke kanton kanan...
{Saya kira kesalahan sovietisme USSR adalah idealismenya mencampur seluruh aspek kehidupan kedalam soviet. Para pembuat dogma mereka mengira hanya ada 1 solusi untuk segala masalah, sehingga individualisme yang secara alamiah ada di setiap manusia, diabaikan, atau jika tidak bisa, direpresi}
Sepakat, tulisan anda yg ke 1 dan 2 ini bisa menjadi sumber "inspirasi" calon ekonom2 bumi bung .....
Benar bung, belum pernah saya memuji anda,
Iya tapi maksud saya jangan hanya mengandalkan FDI, buatlah iklim investasi yang menarik untuk semua, jadi surplus perdagangan transaksi ekspor-impor yang rata2 20 milyar dollar setahun (yang sayangnya koq menurun terus ya kecendrungannya) itu dinvestasikan lagi di Indonesia dan bukan diinvestasikan diluar. Nah kalo kaya gitukan hitungannya investasi lokal bukan FDI.
Masalah pada distribusi kekayaan.
Freeport Ada dengan FDI, namun pajak, dividen pergi ke Jakarta, pemerintah RI punya 9.5% saham freeport indonesia.
Kemudian, pekerja juga diambil dari bagian lain bumi indonesia.
Trickle down effect pada lokal tidak terjadi, karena hal-hal tersebut.
Solusi umum di LN untuk masalah tersebut, biasanya adalah dengan liberalisasi pasar modal, dan kewajiban kepemilikan publik yang besar dari pemerintah terhadap perusahaan tersebut.
Namun tingkat pendidikan di Indonesia masih terlampau sulit untuk beradaptasi dengan sistem demikian.
Maka dari itu saya mengusulkan sovietisasi sebagai solusi masalah distribusi kekayaan tadi.
Tambahan biar lebih jelas:
Korelasinya tidak bisa tegak lurus, justru karena masalah distribusi tadi.
Katakanlah Anda benar, tidak sesederhana dari ketinggalan 20kalilipat menjadi 320 kali lipat, Ketimpangan FDI Indonesia-malaysia, tetap terlampau tinggi.
[__oh itu setuju, salah siapa? peraturan tidak jelas, kepastian hukum tidak tentu dan biaya siluman yang jumlahnya pun siluman__]
Karena masalah awal tentang mental tersebut sudah kronis, makanya kemarin-kemarin pemecahan ideologisnya adalah neoliberalisme: yaitu mengurangi peran pemerintah menjadi esensial saja, sedangkan kepastian hukum diperjelas dengan simplifikasi aturan.
Sepanjang pemerintah masih memiliki konflik kepentingan yang amat besar (yaitu menutup APBN lewat BUMN), maka sulit pula menangani masalah mental tersebut, kecuali dengan represi dan/atau hukuman mati.
How to pressure Freeport politically in order to do that?
apakah sekarang udah sanggup?
coba kita tengok pt bumi siak pusako (badan operasi bersama dengan pertamina hulu). ini adalah perusahaan daerah yang menggarap lapangan minyak bekas chevron (yg kontraknya tidak di perpanjang). ternyata produksinya malah menurun,
kualitas camp (mess, catering) juga menurun.
apakah penduduk lokal riau lebih makmur?
sampai hari ini disana masih banyak "laskar melayu" dan "hulu balang" yang suka "menawar" kan jasa keamanan kepada kontraktor chevron.
Contoh lain adalah Vico (Virginia Oil Company), produsen gas terbesar di Kalimantan, sekarnag sudah habis2an decline, sampe sumur2 dengan kandungan minor diembatin juga, padahal dulu dilirik juga ngga.
Contoh lain, ngga usah jauh2 Freeport, kita ngomong Tangguh, kalo memang kita punya cukup teknologi dan modal kenapa masih konsorsium juga? menilik tulisan mas Roby Muhamad, karena kalo kita sendirian saja menelikung gas tangguh, dijamin secara moneter kita sulit kembalikan stabilitas dan menjual gas kemana jadi antoher problem. Inget Venezuela.
Namanya belajar oi... ini malah diledek melulu, gimana sih...
[4:26:17 AM Kamerad:
Prabowo dengan duitnya yang banyak itu kenapa gak beli aja saham freeport ?
4:26:13 AM Tovarishch:
http://www.google…q=NYSE%3AFCX
...Prabowo ndak ada duitnya segitu]
market cap freeport 24,3 milyar dollar.
kekayaan Prabowo Rp 1,7 trilyun atau setara dengan 170 juta dolar dg kurs Rp 10 ribu per dolar. Katakan kekayaan prabowo total 200 juta dolar, dan digunakan seluruhnya untuk membeli saham freeport... yach, cuman kebagian kurang dari 1 % doang....
"mikir berapa banyak digit kekayaan freeport..."
:-?
selain dengan steam injection ke sumur lama, sumur baru pun masih memungkinkan , area nya cukup luas kok.
management BSP mengakui tidak bisa capai target, tapi di saat yang sama china naksir dengan ladang itu dan menawarkan diri bisa menaikkan produksi
Iya, tentang China saya juga denger, tapi belum denger kabar lagi dari Pertamina, go or no go-nya. Pasal menaikkan produksi, sebenernya orang kita (Indonesia) juga mampu, beberapa perusahaan, macem Ganesha Petro bisa meningkatkan produksi sumur sampe 200-300% lebih dengan teknologi lokal, yang saya inget di sumurnya medco di SSE (saya lupa nama sumurnya).
http://www.detikf…k/index.html
btw bener Casper kita mbahas terlalu teknis disini, perlu bikin artikel khusus buat kita diskusi?
Lanjut ajah..., yang punya artikel lagi ngilang tuh
jadi berita tahun 2005 itu gak berguna...?
waduh, dah cape2 nyari...
jadi produksi menurun salah siapa?
Kalo buat pengebor kaya gampang. Tinggalin aja
Gampangnya sih cara bule,.. tinggalkan yg sulit, cari yg mudah
Bukan geologist kok mas, cuman terlatih ngibul dgn meyakinkan
Kata temen sih sbenarnya di sini masih banyak yg potensial, cuman harus pake bor yg hgnya naudzubilah buat sumur dlm. Paling asing juga yg dapet, cuman mereka yg punya alatnya. Lokal mah, .. ndak kuat modal.
apakah setiap nasionalisasi, kita juga harus siap menghadapi turun nya performance?
Casper n rif: pengalihan dari asing tidak selamanya berarti declining (penurunan produksi), contoh baik ada di SSE, South SUmatra Extension, wilayah Medco yang bekas--duh saya lupa--Indelberg(?) ternyata ditemukan deposit baru sekitar--sekian puluh juta barrel (lupa persisnya, pdhl sy liat WP&B-nya).
Ada juga yang sebaliknya (ngenes sebenernya), wilayah blok Cepu yang dikelola Exxon (dan sekarang ribut masalah perpanjangan), sejatinya dikuasai oleh Humpuss, kemudian ditinggalkan akrena menurut para geologist-nya tidak ekonomis, ternyata setelah diambil Exxon, ternayta sangat-sangat-sangat ekonomis.. ini yang bego kalo udah gini siapa ya. Setuju sama Casper kita belum punya cukup modal (kalo penguasaan teknologi sebenrnya cukup) buat ngebor lebih dalem, karena ya itu, capex-nya busyeet dah, walaupun sebenernya nutup kalo bisa sampe lift-production.
baca dulu ahhhhh....
*nggeret lapak sama rif dan Casper*
Silahkan login untuk memberikan pendapat