Suara Pemuda dari Bawah Tanah 19
Sabtu, 8 Agu '09 11:30, dibaca 635 kali
Unduhan
Berasal dari album Blacklight Shines On yang dirilis dua tahun yang lalu, saya rasa lagu ini masih (sangat) relevan untuk didengarkan lagi saat ini. Albumnya sendiri memang bebas di-download (kata di atas saya cuma pakai untuk unsur humor, sebelum ada yang protes mengenai inkonsistensi diksi =P) jadi nggak usah merasa ngebajak kalau ngambil lagunya dari link di atas.
Buat fakir bandwith atau yang internetnya diblok, baik oleh negara ataupun server kantor, saya berikan liriknya aja deh.
Koil - Nyanyikan Lagu Perang
Sampai kapan kau akan menungguku
Sampai beruban dan waktu terus berlalu
Hei! Hei!
Tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan
Hei! Hei!
Mengharap belas kasih atas mental pengangguran
*Pasti ada cara untuk mencari uang
Pasti ada cara untuk bersenang-senang
Badai pasti datang kita tak akan menang
Mengapa harus bimbang?
Hei! Hei! Hei!
Kita orang pintar dengan otak bersinar
Hanya perlu semangat untuk hidupi rakyat
Kita orang pintar dengan otak bersinar
Perlu lagu perang untuk membungkam setan
(Setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan, setan)
Kamu berdendang lagu putus cinta
Mencari harapan kembali dengannya
Kamu kumandangkan syair keluguan
Keluguan menjerumuskan
Melukai teman tanpa kesadaran
Dan keluguan menjerumuskan, melukai teman
Ikatkan diri pada kesengsaraan
Sampai kapan kau akan terus menunggu
Mendengar buaian lagu-lagu merindu
Dari seorang biduan yang punya banyak pasangan
Dari seorang pahlawan yang menambah garis kemiskinan
Dari seorang sastrawan yang menulis sejarah kebohongan
Dari seorang bersinar hitam yang mengaku dirinya Tuhan
Back to *
Nyanyikan lagu perang
Hei! Hei! Hei!
**Kita bukan penguasa
Kita rakyat jelata, bekerja dan berdoa
Hei! Hei! Hei!
Back to **
***Kita bangsa yang besar
Berdirilah yang tegar, berdirilah yang tegar
Hei! Hei! Hei!
Ini hanya satu dari sekian banyak karya yang terkubur di ranah bawah tanah. Dan sekali lagi, untuk para gondrong bertato yang dituduh biang rusuh atau sampah masyarakat, teruskan karya seperti ini. Tampar para hipokrit berdasi atau anak gaul sok eksis yang hanya bicara nasionalisme di momen yang di pas-pas kan. Tampar masyarakat yang merendahkan kalian karena penampilan. Balas dengan karya dan tindakan nyata.
Silahkan bicara sampai berbusa mengenai boikot produk asing, para pemuda ini sudah berjuang sejak lama dengan distro dan indie label mereka. Bukan untuk semangat anti-asing atau (sok) anti neoliberalisme yang diributkan itu; namun semata untuk perjuangan, kreasi, dan idealisme. Tidak perlu neko-neko. Silahkan bicara segila apapun tentang nasionalisme, mereka selalu mengumandangkan itu dalam lagu-lagu yang sarat pandangan kritis mengenai kondisi negara kita. Silahkan bicara mengenai membawa nama Indonesia ke pentas internasional, banyak dari mereka yang sudah tur sampai ke Amerika. Silahkan beri pandangan semiring apapun atas penampilan mereka, tapi jangan kaget jika suatu saat dari antara mereka muncul seseorang yang akan merubah wajah bangsa kita.
Tag: bawah tanah musik Indonesia
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Subroto: Keren
-
Lemon S. Sile: Inspiratif
-
ndableg: Biasa
-
Kaboel: Bagus
-
ginasthel: Menarik
-
wawajie: Menarik
-
Milanisti06: Menarik
-
Casper: Keren
-
djibrieljd: Menarik
-
yusro: Menarik
-
abee: Penting
-
Shouen: Menarik
-
neilhoja: Menarik
-
boiga: Menarik
-
R A P: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
sawung: Keren
-
Yudiantoro: Menarik

Komentar:
Kaboel: wealah... emang d bawah kaos ad apa? Saya beneran suka kaosnya.
Ternyata mereka lebih berguna dripada para munafikun pemerhati kaus bawah di komentar atas
udah punya tribute to koil?
indah bgtsssss
(lebih kaget situ ternyata dengerin Koil)
Sepertinya beliau ini orangnya
Silahkan login untuk memberikan pendapat