Mengapa TV One Dicekal ? 22
Kamis, 13 Agu '09 02:37, dibaca 877 kali
TVOne Dilarang Masuk, begitu tulisan di papan tulis warna hitam yang dipasang cukup mencolok di depan rumah Eko Joko Sarjono. Sama mencoloknya dengan tulisan di atas selembar kertas warna putih di rumah Air Setiawan. Rumah Air dan Eko terletak berdekatan yang berada di Kampung Brengosan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah.
TVOne memang dicekal, dilarang masuk ke rumah almarhum Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono. Protes itu tidak hanya berasal dari keluarga tersangka, bahkan Keluarga Besar Laskar Mujahidin Purwosari Solo juga ikut melarang TVOne meliput pemberitaan pemakaman Air dan Eko.
Hal itu, karena menurut mereka, TVOne dianggap televisi polisi yang pemberitaan beritanya tidak seimbang, terlalu memojokkan dan menonjolkan pihak-pihak tertentu.
Berkait dengan anggapan bahwa pemberitaannya tidak seimbang, TVOne pun membantah. Menurut Totok, General Manager News TVOne, stasiun tivinya sudah bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dan sudah berimbang serta tidak memojokkan siapa pun dalam pemberitaan tentang teroris selama ini.
TVOne tidak hanya mengutip polisi tapi juga menghadirkan pihak Air dan Eko ke studio. Pihak TVOne telah mengundang ayah Air Setiawan, Agus Purwanto dan pengacara Air dan Eko, M Kurniawan untuk berbincang di studio dalam program 'Kabar Pekan' hari Minggu kemarin.
"Kami menempatkan narasumber sebagaimana mestinya. TVOne TV-nya polisi, TV-nya rakyat, TV-nya siapa saja karena penonton kami tidak terbatas, ada tentara juga, TV-nya pengacara juga karena mereka nonton TVOne. Kami akan coba, kami akan hormati siapa pun, semoga tercapai sebuah kesamaan pandangan, kami tidak pernah berprasangka tidak baik", jelas Totok.
Berimbang atau tidak berimbang memang sebuah persepsi yang subyektif sifatnya, tergantung siapa dan dari sudut pandang mana melihatnya.
Terlepas dari persepsi semua pihak tentang keberimbangan pemberitaannya TVOne selama ini, justru yang jadi pertanyaan menariknya adalah mengapa kok hanya TVOne ?.
Atau biarkan saja dicekal dan dianggap tidak berimbang, toh tak akan ada ruginya buat TVOne ?.
Tapi, mengapa kok stasiun-stasiun tivi lainnya tidak ikutan dicekal ?. Ada apa dengan TVOne ?.
Apakah Metro TV atau Trans TV atau RCTI atau yang lainnya dipersepsikan lebih berimbang pemberitaannya dibandingkan TVOne ?.
Wallahulambishshawab.
*
Referensi Sumber Berita :
- 'TVOne Dilarang Masuk ke Rumah Air Setiawan dan Eko', klik disini.
- 'Laskar di Solo Anggap TVOne Televisi Polisi', klik disini.
- 'TVOne : Kami Kerja Sesuai Kode Etik Jurnalistik, Tak Pojokkan Siapapun', klik disini.
Artikel ini juga dapat dibaca di Kompasiana dengan mengklik disini.
*
Tag: tvri, sctv, RCTI, TRANSTV, TRANS7, TVONE, METROTV, Indosiar, TPI
Terkait:
-
KETIKA SATPAM BERSIKAP MILITER
Rabu, 3 Jun '09 15:32 -
Racun-Racun dari Televisi Kita
Selasa, 23 Feb '10 20:31 -
Julia Perez, Duta Sepak Takraw Nasional 2012
Rabu, 14 Mar '12 10:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Mihael Ellinsworth: Menarik
-
ngebor: Terkini
-
ilmu: Bagus
-
kang tutur: Penting
-
adimas: Terkini
-
kakilangit: Menarik
-
sarapan politikana: Menarik
-
Normanlahyaw:
-
Milanisti06: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
R A P: Menarik
-
Shouen: Menarik
-
heriyadi: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
boiga: Menarik
-
nagawulan: Biasa
-
NOS: Menarik
-
Ketimun suri: Menarik
-
afreeze: Biasa
-
punkdhut: Penting
-
julett: Menarik
Komentar:
*cuma dilarang masuk aja kok repot... kecuali kalau yang nyekalnya pemerintah, baru pak Karni cs repot....
Jalan terus TVone.. jika perlu buat Live event tentang TVone dilarang masuk ampe 1/2 hari. Kerahkan semua kru berita untuk itu, tp tetap 'jangan sampai masuk' ke dalam... dipinggir-pinggir aja..
Kenapa Mas?
kita juga harus ngerti, kita ini lagi konsumsi berita dari keluarga yang lagi berduka dan kalut..
jadi ingat iklan-iklan Megapro yang dicekal oleh beberapa televisi... hukum karmakah?
tapi buat saya saat ini tv-tv itu sudah seperti bak sampah disamping meja krja, target mereka cuma menarik sebanyak mungkin Iklan dan pemirsa, bagaimana perasaan penonton atau pihak2 yang disiarkan mereka tidak perduli...!
anda perhatikan aja, setiap narasumber yang diajak wawancara pasti diperlakukan baka seorang terdakwa... dan pembawa acaranya bertindak layaknya penyidik polisi...
bahkan yg menyedihkan, ketika seseorang sedang berbicara terpaksa harus di stop hanya karena iklan mau lewat.... jadi tv-tv sekarang sudah tidak memperlakukan narasumber selayaknya tetapi narasumber malah jadi obyek exploitasi... sangat menyedihkan..saya sebagai penonton sering geram, dan mohon maaf dech skarang saya sudah mulai apatis dengan acara2 tv-tv sekarang, kecuali animal's planet dan sejenisnya itu bikin pikiran sehat...
"jenenge wae tipi, yo kudu nggosip, dramatisasi, menehi ngimpi, ndelokke sing seksi, minimal yo kudu provokasi --sing penting ojo sara-saru-memaki, iso keno kpi... hahahahihihihi.... mangkane to, tipi nggo nggolek gaji wae... nek arep sinau yo moco buku!"
sedikit naif memang, tapi realitas tipi-tipi indonesia sekarang memang begitu adanya. Pengelola stasiun tipi tidak akan peduli biarpun semua warga kampung politikana mencemooh asal rating mereka bagus, ya LANJUTKAN!!!
secara bodoh saya melihat rating yang kemudian dijadikan sebagai dewa dalam dunia per-tipi-an Indonesia, adalah hasil survey yang menggambarkan penonton tipi Indonesia. (silahkan yg lebih tau ttg sistem rating bisa menjelaskan, apakah metodenya sudah benar, lembaganya kredibelkah? bla bla bla...)
Saya berpikir, alangkah baiknya pencekalan kepada tipi-wan (atopun tipi-tipi yg lain) harus kita lakukan bersama dengan tidak menonton program2 yg menurut kita tidak mendidik, g mutu, basi, sampah dsb, bisa dimulai dari lingkungan kecil kita, keluarga, teman sekantor, teman nongkrong, teman main dadu....
tujuannya biar rating mereka turun, para advertiser enggan pasang iklan di program tersebut dan menuntut para tim kreatif tipi bikin program lain. nah kalo program barunya juga jelek, ya mari kita cekal lagi........
dua reporter lapangan itu saling dulu-duluan ngasih komen,bikin bingung aja,udah gitu ngasal lagi infonya.
Mungkin juga mereka mencari informasi dengan cara-cara yang bikin bete orang,pake dipaksa-paksa segala.
Gimana mau menghormati para wartawan dan reporter kalau emang pas mencari berita menunjukkan kelakuan yang gak ber-etika. Mending kalau isi beritanya kritis, lah kadang suka gak mutu gitu. Sori kalau ngedumel berat, soalnya suka bete denger laporan di tv dengan bumbu-bumbu pendapat si reporter sendiri yang suka bias dan gak jelas.
sampe pipa air ke kamar mandi rmh Muhjari pun di reportasikan
mungkin keabisan akal (ops, cerita maksudnya, wat ever lah) kali yeeeeeeeeeeh
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
semoga mereka introspeksi diri
sori...sori...kalo terlalu rasis
Silahkan login untuk memberikan pendapat