Indonesia Raya Bukan Sekedar Nyanyian 7

Jumat, 14 Agu '09 14:33

Pidato Kenegaraan yang dibacakan Presiden di depan paripurna DPR hari ini (14/08) menyisakan duri. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang wajib dinyanyikan disetiap acara kenegaraan "lupa" untuk dinyanyikan. Tentu saja hal ini membuat kaget banyak pihak. Komentar-komentar berupa kecaman pun datang silih berganti atas kealpaan tersebut.

Tak tangung-tanggung. Ketua FPDI-P, Tjahjo Kumolo, seperti yang dilansir detik.com (14/08)meminta agar Sekjen DPR dipecat karena kelalaian ini. Lagu kebangsaan Indonesia Raya tak bisa ditinggalkan begitu saja. wajib dinyanyikan. Begitupula anggota DPR lainnya. Mereka banyak yang mengecam kealpaan ini. Namun, Ketua DPR, Agung Laksono, menyataakaan meminta maaf atas kejadian ini.

Dibalik "lupa" untuk menyanyikan lagu kebangsaan ini, ada pertanyaan yang mengusik hati. Mengapa tak ada anggota DPR satu pun yang berinisiatif menyanyikan Indonesia Raya? Atau para pembantu presiden, bahkan presiden sekali pun? "Hiduplah Indonesia Raya...." Nada pembuka untuk menyanyikaan lagu Indonesia Raya seperti itu bisa saja langsung "diteriakkan" dari ruang sidang. Namun, hal ini tetap tak terjadi. Pidato tetap melenggang apa adanya.

Indonesia Raya pun harus menunggu setahun lagi untuk bisa dinyanyikan dalam pidato kenegaraan presiden. Memang, sangat aneh bila agenda kenegaraan yang begitu penting tersebut tak mengikutsertakan identitas nasional didalamnya. Lagu kebangsaan bukanlah sekedar nyanyian. Ia lambang dan tanda adanya negara-bangsa Indonesia.

Kejadian saat pidato kenegaraan ini mengingatkan peristiwa yang baru kemarin terjadi. Sekelompok petugas upacara untuk perayaan kemerdekaan dengan tiba-tiba ditegur oleh seorang WNA yang sedang melintas. "Apakah bendera Indonesia sekarang sudah berubah?" tanya bule itu. Pertanyaan itu wajar saja muncul karena bendera yang dikerek berwarna biru-kuning. Bendera yang dipergunakan hanya untuk latihan para petugas upacara.

Dengan lalainya menyanyikan Indonesia Raya saat agenda kenegaraan tersebut, pertanyaan besar bisa saja muncul. Bagi WNI saja barangkali jadi pertanyaan besar, apalagi WNA. "Apakah Indonesia Raya tak dinyanyikan lagi disetiap acara kenegaraan?" Barangkali pertanyaan seperti ini muncul. Amat sangat bisa saja terjadi dan banyak yang tak mengetahuinya.

Kejadian ini merupakan pelajaraan berharga bagi semua untuk terus mengingat Indonesia Raya dengan sebagaimana mestinya. Terutama saat acara-acara kenegaraan sedang berlangsung. Kejadian ini harus menjadi yang pertama dan terakhir.


Tag: nasional

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Laksamana 0 0
    Lagu Indonesia Raya bukan lagu biasa. Tapi lagu "suci" untuk negeri ini. Diciptakan oleh anak bangsa yang berhati bersih... bersih atasnama rakyat dan bangsa ini..
    Dulu lagu ini pun dinyanyikan oleh para pejuang bersih yang berbuat tanpa pamrih.... untuk kepentingan bangsa, untuk kemakmuran rakyatnya...

    Dan sekarangpun lagu itu masih suci. Dia tak rela didendangkan oleh sembarang orang...
    jadi, mungkin saja kealpaan itu terjadi lantaran mereka (maaf) belum terlalu bersih.... ya minimal niatnya lah...
    l. wiji widodo 0 0
    Lupa..lupa...Lupa syairnya..lupa kuncinya...lupa nyanyinya...
    just_me 0 0
    mungkin di otak mereka yang ada adalah versi amerika, dari pada bikin masalah, lebih baik gak usah di nyanyikan sekalian
    yashumi 0 0
    Eksekutif,Legislatif dan yudikatif..BERMUFAKAT JAHAT...mereka kan ada di situ semua..

    bilang aja kalau udah ga suka sama indonesia
    Yuen 0 0
    "bangunlah JIWAnya... bangunlah RAGAnya... untuk Indonesia Raya.."

    aku suka ayat ini... sangat 'dalam' maknanya.
    sayangnya Gubernur Jendral Hindia Amerika tadi tidak menyanyikannya waktu habis ngasih pidato.
    yashumi 0 0
    Yuen: Gubernur Jendral Hindia Amerika : ) : ) : )
    Harlan Eryandi 0 0
    Lupa lupa ingat -- lupa kuburan cuman ingat bayaran, ntah lupa atau dilupakan, ntah sengaja atau di sengaja, yang jelas bukan hal spele, nunggu di protes baru dilaksanakan di akhir acara, mayoritas oknum sudah penuh dengan virus neolib kali ..... protokoler jorok harus dikenakan sanksi berat loh !!

    Silahkan login untuk memberikan pendapat