Indonesia Raya 5
Senin, 17 Agu '09 10:28
MERDEKA ! Saya sudah banyak mendengar lagu kebangsaan (national anthem) dari berbagai negara. Baik mendengar secara langsung, maupun melalui media televisi. Tetapi menurut saya, memang lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, adalah yang paling gagah.
W. R Supratman memang luar biasa menggubah suatu komposisi lagu kebangsaan yang sanggup menimbulkan semangat yang tinggi. Cobalah anda dengarkan lagu Indonesia Raya dengan seksama, maka gubahan musik dan liriknya sanggup menimbulkan semangat kebangsaan yang tinggi.
Suasana yang paling “mencekam” buat saya ketika mendengar lagu Indonesia Raya mengumandang di stadion utama Gelora Bung Karno, sewaktu pertandingan sepakbola antara kesebelasan nasional Indonesia melawan beberapa kesebelasan negara lain dalam berbagai kejuaraan. Apa yang anda rasakan ketika mendengar ribuan orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan serentak penuh semangat? Setidaknya anda pasti akan tergetar hatinya dengan semangat kebangsaan walaupun sejenak.
Pada lirik lagu Indonesia Raya, tercantum beberapa kata kunci yang perlu kita renungkan bersama …
bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, …
Itu adalah lirik yang sangat jelas visinya. Indonesia Raya tidak akan ada maknanya tanpa membangun aspek fisik atau badan (hard) serta aspek jiwa (soft) dalam kerangka kebangsaan. Aspek fisik dengan mudah bisa dilakukan. Aspek fisik ini adalah persyaratan minimum (minimum requirements) untuk bisa menjalankan kegiatan kita sehari-sehari.
Pekerjaan rumah kita terbesar adalah dalam aspek jiwa (soft), yaitu bagaimana membangun semangat kebangsaan (nation building). Ini berkaitan dengan bagaimana kita melihat posisi Indonesia dalam perspektif diri masing-masing orang. Ada yang dengan rasa kebangsaan yang tinggi menempatkan rasa ke-Indonesia-an begitu mendalam dalam jiwa dan kalbunya. Ada yang menempatkan rasa Indonesia sebatas formalitas, tetapi masih mencari bentuk di dalam jiwa dan kalbunya. Nah, yang masih menjadi masalah adalah mereka yang menempatkan Indonesia sebagai bagian luar dari sistem kehidupan dan dirinya, atau dengan kata lain tidak merasa menjadi bagian dari semangat Indonesia.
Bagaimana membangun semangat kejiwaan kebangsaan Indonesia ini? Entahlah, saya pun bukan orang yang ahli di bidang ini. Jangankan kita di Indonesia, berbagai negara maju pun mengalami masalah dengan nation building ini. Mungkin (sekali lagi mungkin) mulai dari diri sendiri, menempatkan rasa kebangsaan di dalam jiwa dan kalbu masing-masing, bangga dengan Indonesia, berkarya dengan profesional untuk Indonesia, dan akhirnya pekerjaan besar nation building itu terbentuk secara perlahan-lahan.
Indonesia Raya, merdeka merdeka, hiduplah Indonesia Raya …
Tag: indonesia raya, nation building
Terkait:
-
Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1)
Selasa, 9 Feb '10 00:35 -
Lessons From A Sword
Sabtu, 16 Jan '10 12:12 -
Departemen Perbatasan Negara
Senin, 31 Agu '09 12:50



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
sudah pernah lihat makamnya?
Maka Merdeka ini hanya mer(d)eka yang sukses membangun 'badan'nya.. Membangun jiwa-nya ya baru sebatas slogan tak bermakna.
Salam Kenal Mas..
saya juga belum..
Silahkan login untuk memberikan pendapat