Tanggung Jawab, Tukang Becak 13

Selasa, 25 Agu '09 16:00

Seorang kawan berceloteh ke saya, pulang kantor dia naik becak menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, datang bus dari arah yang berlawanan, dan si pengemudi becak tidak sudi menepikan becaknya, sedangkan sopir bus tidak peduli adanya becak di depannya. Sama sama show of power, pamer kekuasaan serta penafsiran hak dan tanggung jawab. Alhasil, termotivasi semangat kawan saya, tanpa pikir tujuh kali, langsung loncat dari becak yang ditumpanginya.

Bus berhenti, becak berhenti, dan berhamburanlah bentakan pengemudi becak ditujukan kepada kawan saya ( bukan kepada sopir bus ) : " Bapak ini bagaimana sih, kok loncat !! Kenapa .... takut ? Pokoknya kalau terjadi apa apa pada Bapak, saya yang tanggung jawab!" Mendengar bentakan tersebut, hilang seluruh rasa sakit kawan saya akibat tangannya yang lecet, berganti dengan amarah sampai ke leher. Persetan dengan tanggung jawabmu. Kalau aku ketubruk dan mampus gara gara ulah kau, lantas bagaimana caramu bertanggung jawab. Enak kali ngomong tanggung jawab, ucap kawan saya dengan suara tersengal-sengal menahan emosi.

Masih kisah kawan saya yang lainnya, dia membeli rumah di salah satu perumahan real estate. Rumah tersebut belum bisa ditempatinya karena pompa airnya belum dibuat dan dipasang. Sementara kontrakan rumahnya yang dihuni sudah tinggal beberapa hari lagi. Pembuatan dan pemasangan pompa air dikerjakan oleh seorang tukang. Janjinya dalam lima hari pompa akan terpasang dan airnya keluar. Hitung punya hitung akhirnya janji tersebut diterima oleh kawan saya. Lepas lima hari, pompa belum juga terpasang. Si tukang meminta tambahan waktu tiga hari lagi dan kawan saya tidak bisa lain selain menerimanya.

Lewat tiga hari, pompa air yang dinanti nantikan belum juga menampakkan tanda tanda terpasang. Kawan saya mulai kesal dan menagih janji kepada si tukang dengan nada keras. Si tukang merasa dirinya bersalah dan berusaha menyabarkan kawan saya : " Tenang Pak, pokoknya saya tanggung jawab. Pompa air Bapak, pasti saya kerjakan," Terhentak kawan saya neh, jawaban si tukang air mengingatkannya kepada jawaban kawan saya pertama tentang si pengemudi becak.

Sebaiknya kita tidak cepat dan serta merta tertawa membaca dua kisah kawan saya diatas. Mungkin konsep tanggung jawab si tukang becak dan si tukang pompa air tersebut diatas bukan hanya monopoli mereka. Tanggung jawab yang berarti : " Saya yang menjawab, tanpa disertai konsekuensi". Kalau sekedar urusan pompa air, akibatnya tidak besar (tapi besar bagi kawan saya). Kalau misalnya, kekacauan kehidupan dijawab oleh yang bertanggung jawab: " Tenang pokoknya saya yang bertanggung jawab. Jangan menggugat asal menggugat, lakukan gugat yang bertanggung jawab", pening kepala kita, pokok tanpa cabang dan ranting, pokok tanpa ujung dan pangkal.

Problema utama yang dirasakan pada saat sekarang ini, berkaitan dengan masalah tanggung jawab, adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggung jawaban itu sendiri.


Tag: tanggung, jawab, becak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    boiga 0 0
    seperti misalnya teroris yang mengklaim bertanggung jawab? ya, tanggung jawab, tapi klo dipikir tanggung jawab tanpa kontribusi ya? mengingat tanggung jawab dia tetap gak ngaruh pada untung ruginya korban..
    hamatamu 0 0
    boiga: tapi saya bingung, kategorinya nasional?
    boiga 0 0
    hamatamu: kebiasaan ndar, artikel dia ditag nasional semua sepertinya.. : D

    tapi boleh juga itu gambar bergeraknya.. jarang2..
    hamatamu 0 0
    boiga: .gif sebabnya, coba saja ganti avatarnya dengan animated .gif : )
    boiga 0 0
    hamatamu: ya, .gif.. tapi seingat saya, blom pernah liat yang pake gini2an lho.. lumayan menarik sebetulnya..
    hamatamu 0 0
    boiga: lha selama ini gambarnya berusaha sebisa mungkin mewakili artikel kan? kalau harus buat animated .gif per artikel kok ya niat banget ; ))
    boiga 0 0
    hamatamu: : )) lha ini avatar ikut berubah? : ))
    hamatamu 0 0
    boiga: terinspirasi : D
    Harlan Eryandi 0 0
    Thanks 4 all comments, untuk tulisan bold, italic and nge-link, gimana caranya ya ?
    hamatamu 0 0
    Harlan Eryandi: bukankah ada wysiwyg editor di halaman tulis artikel? jika tidak buatlah dahulu di aplikasi office (Word e.g.) dan gunakan tombol tombol "Paste from Word" : )
    Harlan Eryandi 0 0
    Ok thanks berat ya, akan kucoba .... GBU.
    4side 0 0
    Orang Indonesia.. soal nekat dan emosinya boleh diadu... Soal mikir konsekuensinya nanti ajah : ))
    Harlan Eryandi 0 0
    Iye jagonye (bonek).

    Silahkan login untuk memberikan pendapat