Perjamuan Terakhir untuk Muslim 175
Jumat, 28 Agu '09 23:03, dibaca 149 kali
Jumat (28/8) rupanya menjadi ‘Perjamuan Terakhir' bagi umat muslim dan rohaniwan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan. Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari sejak aparat Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang program buka puasa murah itu.
Adalah Kepala Satuan Intelkam Komisaris Jaka Wibawa dan staf yang mendatangi gereja pada Kamis (27/8). Intinya, kepolisian melarang kegiatan sosial yang sudah berlangsung 13 tahun itu dengan alasan ada sebagian umat Islam yang keberatan. Konon, polisi tak menyebut nama dan organisasi yang mengatasnamakan umat Islam itu.
"Polisi tak bisa diajak dialog," ujar Pdt. Ratna Ratih. Bahkan, polisi tak meluluskan permintaan gereja agar polisi mengeluarkan surat larangan sebagai pegangan dan dasar penghentian kegiatan mulia itu.
Ratna mengaku sedih. "Indonesia mau dibawa kemana kalau polisi saja tunduk pada tekanan sebagian warganya sendiri dengan mengorbankan sebagian besar yang lain?" ujar Ratna.
Begitulah Surakarta atau Solo. Kota yang masyarakatnya dilabeli ‘bersumbu pendek' secara politik itu memang menjadi ujian bagi siapapun, terutama penjaga ketertiban umum. Yang jadi masalah, pemahaman pluralitas yang segelintir pejabat kepolisian yang dangkallah yang justru memunculkan masalah.
Kecurigaan pada Kristenisasi? Sebagai muslim, saya sungguh tak percaya. Tak semudah dan semurah itu seseorang mudah berganti akidah. Di sisi lain, para pendeta dan rohaniwan GKJ juga tak akan gegabah bertindak demikian.
Bagi saya, ini menunjukkan wajah polisi yang sebenarnya. Berdalih ingin menjaga ketentraman, justru dengan cara memunculkan persoalan. Sebagai orang yang pernah didaulat pendeta, pastur dan kiai menjadi ketua forum antar-iman (meski kemudian mundur karena merasa tak sanggup), saya merasakan betul bagaimana peristiwa kerusuhan Mei 1998 telah membuka ruang kesadaran perlunya menjada kebersamaan, dialog antarkelompok masyarakat untuk mencapai mutual understanding massal, bagaimana merawat kebhinekaan dan ketentraman bersama.
Pondok pesantren yang tak berwajah keras, bahkan menjadi pusat penyelamatan etnis Tionghoa ketika rumah dan tokonya dibakar dan dijarah. Ketika teror terhadap gereja datang bertubi-tubi pasca 1998, santri dan pemuda gerejalah yang bahu-membahu, dengan berpakain preman menjaga dan mengawasi gereja, terutama pada saat dilangsungkan peribadatan.
Kaum Kristiani paham, mana umat Islam yang membawa agama sebagai pemicu sengketa, dan mana umat Islam lain yang bisa bersama-sama menjaga ketentraman, hidup berdampingan, tanpa membedakan latar belakang agama dan etnisitas.
Hari ini adalah malam penuh duka bagi saya. Yang mengingatkan kembali peristiwa semasa krisis, dimana beras bantuan dari gereja diharamkan, lalu sejumlah kiai berusaha melakukan pendekatan dan memberi penjelasan, bahwa beras itu tidak beragama, dan halal adanya untuk dikonsumsi.
Polisi, sungguh kalian kembali meretas ironi. Ketika kalian gagal memburu teroris dan sedang dipojokkan kekuatan-kekuatan lama yang ingin menggeser peran kalian, justru dengan arogan kalian menghancurkannya kembali. Lihatlah masa depan Indonesia dengan nurani. Bacalah kembali buku Ilusi Negara Islam yang setidaknya memberi petunjuk ke arah mana gerakan-gerakan sebagian umat Islam bermuara.
Polisi, bekerjalah dengan nurani. Kubur itu yang bernama arogansi! Coba ingat, dengan membeli menu buka puasa murah di gereja itu, berapa uang yang bisa disisihkan 500 pengemudi becak dan kaum miskin pada lebaran nanti? Saya tahu, duit segitu sangat tak berarti bagi polisi.....
Tulisan ini juga di-posting di blog saya
Beberapa data saya tambahkan di sana untuk kian memperjelas gambaran dan duduk soal.
Tag: polisi, Teroris, puasa, Gereja, buka, perjamuan
Terkait:
-
Aktor Perubahan
Kamis, 15 Okt '09 12:33 -
Trauma Mahasiswa, Pasca Tewasnya Teroris di Ciputat
Senin, 12 Okt '09 09:03 -
(katanya) Noordin M. Top Tewas BUT -- still I SEE I BELIEVE
Kamis, 17 Sep '09 23:45
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
samsara: Penting
-
ndableg: Bagus
-
Manohira: Penting
-
Lorem Ipsum: Penting
-
cintha: Penting
-
conscientizacao: Penting
-
wawajie: Menarik
-
Forlorn Hermit: Penting
-
R A P: Penting
-
Laksamana: Bagus
-
boiga: Penting
-
hamatamu: Penting
-
iloenx: Penting
-
MirzaAhmad: Penting
-
Apprayo: Penting
-
Yesterday is Today: Penting
-
kurit: Penting
-
botaksakti: Penting
-
Yudiantoro: Penting
-
Huzein: Penting
-
Fight For The Future: Penting
-
yusro: Penting
-
kakilangit: Bagus
-
muhipro: Bagus
-
GaraMata: Penting
-
Ane Anti Israel:
-
dony: Inspiratif
-
Sukrosono: Menarik
-
Sri Kirana: Penting
-
Aji Prast: Inspiratif
-
cumipeyang: Penting
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
ndoet: Penting
-
Poll Itik: Bagus
-
4side: Penting
-
Ronsen: Penting
-
yanuar nugroho: Penting
-
Xaliber von Reginhild: Bagus
-
fortaleza de la soledad: Penting
-
Normanlahyaw: Penting
-
Dewi Pinatih: Penting
-
manuk: Penting
-
Subroto: Menarik
-
indira: Penting
-
Ruggedwotwot: Penting
Komentar:
di Surakarta mungkin ada perbedaan memahami makna ...sesamamu manusia ....
semoga tdk seperti itu ....
"Keberatan" organisasi ini barangkali disampaikan ke polisi disertai ancaman. Culun memang polisinya manut saja dengan "keberatan" tersebut, tapi mungkin dari sejarah kelakuan organisasi yang keberatan, bisa jadi polisi tidak punya banyak pilihan.
Forlorn Hermit: Ya pak, saya juga menduga begitu. Sudah menjadi rahasia umum kalau ada kelompok-kelompok seperti itu yang merekrut 'pasukan berani mati' dari kalangan preman dan para pengangguran...
...nanti keluar matahari ...baru sabtu ....
belum tahu ya ...makanya gaul ....ama yg begituan ...hex3
seperti tidak ada negara di Surakarta ...
cintha: Halah, nggak tau juga tuh...
Blontank Poer: turut berduka bung.. memang terlalu banyak sinisme dan prasangka buruk di negara ini.. bahkan yang diharapkan menjadi teladan pun ikut bersikap bodoh..
*facepalm lagi..
Sangat disayangkan sekali sih sikap polisi itu. Mereka ga tau sih gimana temperamen orang yang lapar, karena saya yakin mereka ga pernah lapar, disuapin mulu sih...
T: "kenapa kamu melarang manusia memberi makan manusia lain?"
P: Kami Disuruh oleh sebagian umat Islam.
T: "Kenapa kamu mau disuruh melakukan kebodohan dan melarang orang berbuat kebaikan. Kenapa kamu tidak mau menggunakan otak kamu? Sana pergi ke neraka, tempat orang2 melatih menggunakan otaknya........."
Ya...ya... Tahlilan lagi... Kayaknya harus dibuatkan 'short-cut'nya, biar gampang sewaktu-waktu dibutuhkan. Misalnya, Ctrl+C trus Ctrl+V. Atau Cmd+C trus Cmd+V untuk yang pake Mac...
hamatamu: wah... wah... Gimana kalau kita banting stir, jualan TTS di neraka? Atau Sudoku?
apakah karena alasan kristenisasi? saya tidak tahu. tapi kalau kemudian mereka tertarik menjadi kristen, ya biarkan saja. bukankah agama adalah hak asasi yang paling asasi. siapa tahu dengan memeluk ajaran yang lain mereka akan menjadi manusia yang lebih baik dan mampu melayani orang lain.
kalau mereka tetap muslim, ya biarkan saja. tapi setidaknya mereka akan menegerti bahwa hidup itu tidak sendiri dan kebaikan itu bersifat universal
Mmmm, 10% commission for informer?
Semoga ini tidak menjadi mayoritas di negara in.
**%^&***
Tapi Nanti saya disebut 'Celana Dalam' gak ya kalau melakukan itu... Yeah, you got the 10%, and maybe more if he order in million pieces...
[Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari].
masa' jari dihargai cuman gopek??
Seorang senior saya (sebut saja Jalu) yang jadi dosen di FT-UGM adalah seorang muslim yg taat. Suatu saat dia pernah berusaha sekuat tenaga dg berbagai argumen untuk menjegal diangkatnya si Mijo untuk jadi dosen di lingkungan FT. Alasan utama Jalu adalah curiga bahwa si Mijo ini non muslim, meskipun di rapat senat diungkapkan dengan berbagai argumen yg berbeda oleh Jalu. Kecurigaan Jalu bhw Mijo itu non muslim karena yg sangat getol mempromosikan si Mijo adalah pak Supino yg terkenal sebagai tokoh suatu agama yg bukan Islam. Perjuangan Jalu menjegal Mijo kalah. Rapat Senat FT meloloskan Mijo untuk diangkat jadi dosen di lingkungan Fakultas Teknik.
Suatu hari setelah itu, Jalu shalat dzuhur di mushola fakultas. Sehabis salam yg menandai akhir shalat, seorang yang duduk di sebelahnya mengulurkan tangan utk bersalaman, sebuah tradisi sehabis sholat di masjid. Dan yang tak terduga oleh Jalu adalah bahwa yang mengulurkan tangan di sebelahnya itu ternyata si Mijo.
Well, at least they didn't call it 'orgy'...
Menurut saya geli dan miris. Suatu tindakan yg bisa berakibat serius semata-mata hanya didasarkan pada prasangka. Dan juga, memangnya kenapa kalau si Mijo itu non muslim?
Hooo... jadi kalau umat Kristiani bakti sosial ke yang lingkungannya muslim, bakalan ada muslim yang pindah agama alias murtad? Logika dari mana tuh?
Kuwi mau saya palu?
You can say so
salah satu vihara di kotaku punya tradisi berbagi menu buka puasa gratis bagi pengguna jalan di depan vihara. syukurlah nggak ada yang mengganggu tradisi bertahun2 ini.
ada lagi seorang kyai(yang minta untuk tidak dipublikasikan namanya) pemilik sebuah pesantren di lawang-malang. cukup akrab denganku. dia punya tradisi yang aku yakin tidak disukai sebagian kalangan islam garis konyol. yaitu memberi santunan sembako secara rutin kepada 400 lebih fakir miskin disekitarnya, 30% diantaranya non muslim. kepada penerima sumbangan yang kebetulan pemeluk kristiani dia bilang, "kalo sampe kupergoki hari minggu sampean nggak ke gereja, kuhentikan bantuan rutin ini."
gimana, hari gini masih belum malu juga mengangkat tema kristenisasi gak mutu?
Ive lived a life thats full.
Ive traveled each and evry highway;
And more, much more than this,
I did it my way.
....
Yes, there were times, Im sure you knew
When I bit off more than I could chew.
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall;
And did it my way.
*sambil ndengerin Frank Sinatra
2. Sekitar Solo dahulu gudangnya Komunis
3. Dakwah model Khariji-Wahabi memang mudah ditelan mentah-mentah oleh kaum Abangan
secara sosio historis memang komunitas di sana adalah "sumbu pendek" yang mudah dibakar dengan sedikit api
Sukrosono: ya kurang lebih begitu makanya Amangkurat 3 yang sebenarnya harus diangkat menjadi raja memilih beruzlah mendirikan ponpes Mlangi/ Masjid Pathok Negara Barat
Kelompok tsb selalu mem-provokasi dan bertindak kasar, harapan mereka ada bagian kelompok agama minoritas itu yang terpancing dan bisa dijadikan alasan untuk menyerang secara frontal..
So sad.. Antara phobia atau murni kebencian
Laksamana: kenapa semua pd nyalahin polisi y?
hamatamu: jadi yang salah siapa?
Laksamana: ya rohaniawan gerejanya lah...
hamatamu: dan alasannya
Laksamana: baca lagi teksnya baik2:
[Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari].
masa' jari dihargai cuman gopek??
hamatamu: pemahaman tekstual yang bagus sekali, anda mempermasalahkan 500 rupiah atau gigit jarinya? : )
========
bagi saya, bukan soal keengganan Laksamana: menyalahkan pulisi yg terasa "menusuk kalbu", tudingan dia bhw "rohaniwan gereja" lah yg patut disalahkan itu, tak kutahu serendah itu menilai PERBUATAN baik orang lain.....
"secara chairil anwar, siap menerima tudingan ad hominem....."
Funny he didn't realize it.
He did admit, but he did defend himself not as appropriately. And now, when I point out what he's lacking, haven't seen him for a while... typing comments while reading dictionaries, I suppose?
(and yes, that is an ad hominem
sepakat. lucu pol
I vote: YES.
Who else?
rodo miris sih, ono wong ngeyelankok didadekne dagelan
ngeyele kuwi wis ndagel kok
Dooh, go google!
Fight For The Future
I vote for another yes, I'm waiting for more comics
[howling at the moon, summoning the whole pack]
[pesta di atas 'penderitaan' orang lain] kalau istilah saya:
"Tragedi bagimu, komedi bagiku"
Meerkat sepertinya kurang keren, kakak kelima?
Aji Prast
Menghormat kepada kakak ketiga! *menjura*
conscientizacao
Loh, ini ndak pesta, kan voting untuk kakak ketiga supaya menulis komiknya?
Btw, referensi pangkat, silahkan lihat di profil saya yah? Kalau mau protes, di sana saja...
Fight For The Future
5 more YES from me, please
Sri Kirana: aku udah protes di profilmu
Tungguin rating mutung aku...
btw dia ngomongin R A P ya? kui kura-kura
Kali... tetapi siapakah kita ini sehingga bisa menebak maksud hati seseorang, kakak kedua?
Protes kakak kedua sudah adinda balas di halaman profil kakak kedua, maafkan apabila tidak berkenan...
Fight For The Future: R A P lagi degdegan MU ketinggal 1-0 sama arsenal soalnya
Sama nih, lagi deg-degan juga MU ketinggalan
lama-lama politikana jadi NOVEL KHO PING HO
*nama SUN SING SWI bagus gak ya?*
wah.. MU dapet penalti
*rooney.., rooney..*
pelem bisa ditonton lagi, bola live excitementnya cuman sekali
2-1 sekarang, lega deh
ora sidho 2-2, offset jee..
*tapi dadi kelingan noordin kampret kuwi..*
*masih heran kenapa kerjaan sehari kasih koment 1-2 kali bisa jadi warga terpuji...
[__masih heran kenapa kerjaan sehari kasih koment 1-2 kali bisa jadi warga terpuji__] ga enak nek ora, mengko kualat karo wong tuwo
*ngumpet, ke batok kura-kura
Tokoh tertua di serial KPH
Striding Cloud: [__jarang turunin ilmu, tapi namanya tetap terpuji sepanjang masa__]
Yudiantoro: bener apanya? Bener tuanya?
wikipedia : ..dijuluki Bu Kek Siansu dan dilegendakan sebagai manusia setengah dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi, tanpa membedakan siapapun yang beruntung mendapat petunjuknya, sesat atau lurus.
ndableg: siapa lagi itu? Duh, jadi penasaran baca KPH lagi. *sudah 30 tahun yl kayaknya..
Striding Cloud:
Besok Ulangan kan?
[ http://bukeksiansu.maxpay.org/ ]
Kowtow dulu...
*kowtow*
conscientizacao: sori, kang, lapaknya jadi tempat perlehatan para pendekar...
rasanya perlu tak kasih link download kho ping hoo di politikana biar gak bingung ma namanya
my country is going down
Silahkan login untuk memberikan pendapat