PDA(M?) 73
Jumat, 4 Sep '09 00:40
Sebelumnya saya mau curhat dulu, sesaat sebelum tulisan ini akan saya terbitkan tiba-tiba semuanya gelap dan laptop mati (baterenya saya copot). Sial! Padam listrik setempat, yang mati cuma beberapa kamar kos di lantai atas . Untung, beberapa menit kemudian listriknya kembali mengalir. Cukup curhatnya! Jadiah saya menulis ulang tulisan saya tadi dan diawali dengan curhatan.
Aduh... tadi tulisannya awalnya kayak mana yak?
Siapa yang di tempat tinggalnya menggunakan PDAM sebagai sumber air untuk kegiatan sehari-hari, entah itu minum, masak, mandi, mencuci, dll. Kalau anda salah satunya, pertanyaan selanjutnya, apakah anda biasa meminum air PDAM dari keran tanpa dimasak atau melalui proses terlebih dahulu? Hehehh, kalau saya sih tidak.
Padahal dari namanya sih PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, berarti produk akhir yang dihasilkan yaitu air minum. Menurut KEPMENKES RI NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002 air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Jadi, menurut saya air dari PDAM itu bisa langsung kita konsumsi tanpa kita masak atau proses lebih dahulu. Tapi, pada kenyataannya siapa yang biasa minum air PDAM tanpa diolah dulu? Ayo ngaku.
Menurut saya, air dari PDAM hanya memenuhi kualitas sebagai air bersih menurut PERMENKES NO.416 THN 1990, dimana pengertian air bersih yaitu air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Jadi nama perusahaan PDAM seharusnya diganti menjadi PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) saja. Air minum sudah pasti air bersih namun air bersih belum tentu air minum.
Atau sebenarnya air PDAM itu bisa langsung diminum cuman saya aja yang ga mau minum langsung karna takut kenapa-kenapa? hehehehh. Atau jaman dulu, dulu banget, air dari PDAM bisa langsung diminum tapi sekarang karna pencemaran terjadi dimana-mana (pencemaran udara, tanah, air, nama baik, dll) sehingga air PDAM sudah tidak dapat diminum langsung? Entahlah, saya juga ga tau.
Kalau menurut saya sih, PDAM seharusnya aqiqah lagi buat ganti nama, hehehehh...
Oh iya, tulisan ini terinspirasi dari kuliah tadi pagi *seandainya saya sering terinspirasi oleh kuliah...*
gambar ngambil di sini
Tag: air minum pasti air bersih tapi air bersih belum tentu air minum
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hamatamu: Menarik
-
MR: Bagus
-
conscientizacao: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
cibro: Bagus
-
boiga: Menarik
-
Laksamana: Bagus
-
Yudiantoro: Bagus
-
Apprayo: Menarik
-
R A P: Menarik
-
kinanthi: Penting
-
mustofaninoff: Keren
-
yusro: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
wawajie: ..karna pencemaran terjadi dimana-mana (pencemaran udara, tanah, air, nama baik, dll) sehingga air PDAM sudah tidak dapat diminum langsung?
_
bisa jadi, tapi sepertinya sugesti di masa lalu dan sekarang perlu dipertimbangkan.. atau ada data pendukung?
conscientizacao: yuk mari, apa karna PDAM kemurahan ya, makanya cuma jadi air bersih doang?
conscientizacao: linknya yg mana?
boiga: maaf, saya fakir data
Di malang, cuma untuk radius sekian (5, klo gas lah) KM dari menara air PDAM.
Untuk bogor, di beberapa area yg punya kemampuan membayar lebih tinggi.
Di jakarta cuma di Istana negara.
Sebenernya, semua air produksi PDAM (layak langsung) minum (di tempat produksinya). yang menjadi masalah adalah kualitas pipa air PDAM rata-rata jelek, sehingga tidak bisa menjamin tidak adanya kontaminasi air tanah (yg sudah tercemar) dari luar pipa.
Dua kota ini kasusnya beda. Yang pasti, sumber air mereka sama bagus, dari mata air (PDAM lainnya kebanyakan dari sungai)
Untuk Malang, mereka menggunakan pipa distribusi dengan kualitas CUKUP bagus, sehingga bisa cukup menjamin keamanan air yg didistribusikan. Namun hanya saat tekanan air dalam pipa tinggi.
Ketika tekanan air dalam pipa berkurang (karena sudah berkurang, dipakai oleh rumah2) selewat jarak sekian KM tadi, maka air tanah dari luar jadi bisa merembes ke dalam pipa.
Untuk Bogor, sepertinya pipa yg digunakan lebih bagus dari malang, sehingga tidak terpengaruh oleh jarak (tekanan air) tadi. Hal ini juga sepertinya berlaku untuk istana negara di jakarta (saya gak yakin nih, SBY mau minum air langsung dari kran. Paling2 galonan Equil
Kalo mau bisa minum langsung semua, ya dibongkar dulu semua pipa jaringan PDAm, diganti pipa dg kualitas yg bagus
boiga: ga jauh2 amat kok pak, karena kondisi air tanah sudah tercemar (terutama bakteri e-colli), jadi bahaya klo air dalam pipa terkontaminasi.
bener-bener ujinyali tuh kalo ada yg mau nyoba...
coba aja ajak bule minum minuman bikinan warung (es teh, es jeruk, teh panas, apa saja.... air yg udah dimasak jg, asal bukan minuman kaleng/botol), pasti langsung diare tuh...
Jadi, walaupun pipanya juga dah bagus kalo sumber airnya juga susah? tapi bisa juga sih kalo pengolahan juga bener.
Kalo soal E coli, jangankan air tanah, kemaren pas sy praktikum uji bakteri pd beberapa minuman pinggir jalan (es dawet, es kelapa, dll), itu tuh dah terkontaminasi E coli. Untung imunitas sebagian besar orang Indonesia sudah kebal
*jabat2..
kinanthi: lha ini.. yg saya gak tau seberapa pencemaran e-colli ini sudah menyebar di dalam tanah dan sumber air kita dan seberapa besar kemungkinannya masuk pipa2 itu..
boiga: kalo buat jakarta ya udah gawat pak... pemecahannya ya ganti pipa itu... sama kampanye sanitasi, biar pada pake septictank yg bener, sama saptictank massal (1 buat rame2, utk memudahkan pengolahan dan kontrol).
btw, udah baca pesan dr saya tentang menara banjir? butuh gambar lebih jelas?
conscientizacao:
Kasus air mengandung E Coli ini yang ditakuti dari produk Susu Formula. Pada dasarnya Sufor memang tidak berbahaya untuk bayi, tapi karena diseduh dengan air minum, maka sufor bisa bikin bayi diare sampai bisa meninggal. Orang sono kan membayangkan orang Indonesia nyeduh Sufor pake air PDAM...
support for maternity room!
*malah melebar ke ASI
wawajie: tenang aja, PDAM gak bakal punya dana cukup buat ngebongkar semua pipa2 sekaligus
conscientizacao: kan air minumnya dah dimasak, klo dah dimasak insya allah E coli nya wafat, asalnya masaknya yg bener.
kinanthi: syukurlah... halah, g punya dana kok bersyukur
Apakah untuk masa sekarang, transfer iptek-nya belum memungkinkan. Warga lokal lulusan STM dg sedikit pelatihan mungkin? Bukankah di sumur bribin-nya juga ada operator2?
Di gatra edisi khusus agustus ada pompa air tanpa listrik, hanya memanfaatkan tekanan air & gravitasi. Tapi ini mungkin hanya bisa dipergunakan untuk skala kecil.
http://gatra.com/…23&id=129571
bentang alam kawasan karst ini sangat unik, dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst). fenomena permukaan meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang jumlahnya ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut, atau biasa disebut conical hill. bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst, atau biasa disebut doline atau uvalla (anda bisa menemukan ngarai panjang ini di sekitar Tepus-Mulo-Serpeng, atau juga ngarai besar Bengawan Solo Purba sebelum pantai Sadeng)
karena unik tersebut tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.
exsurgence = A term used to explain the re-emergence at the surface, as a stream, of meteoric water which has fallen entirely upon and percolated through a calcareous massif [19]. 2. A spring or seep in karstic terrane not clearly connected with swallets a higher level. Synonyms: (French.) exsurgence; (German.) Karstquelle, Austrittbtelle; (Greek.) karstiki pighi; (Italian.) risorgente carsica; (Russian.) karstovy istochnik; (Spanish.) exsurgencia; (Turkish.) yuzeyde blirme; (Yugoslavian.) vrelo, obrh.
resurgence = Re-emergence of karst ground water a part or all of whose waters are derived from surface inflow into ponors at higher levels [20]. Point at which an underground stream reaches the surface and becomes a surface stream. In European literature, the term is reserved for the re-emergence of a stream that has earlier sunk upstream; the term exsurgence is applied to a stream without known surface headwaters [10]. Synonyms: (French.) resurgence; (German.) Karstquelle; (Greek.) kephalari; (Italian.) risorgenza; (Russian.) vyhod karstovyh vod; (Spanish.) resurgencia; (Turkish.) sucikan; (Yugoslavian.) krski izvor (vrelo), obrh
emergence = A general term for the outflowing water, for the opening or for the area of outflow of a karst spring; includes exsurgence and resurgence [20]. Synonyms: (French.) emergence; (German.) Ausflubtelle, Karstquelle; (Greek.) pighazon ythor (or kephalari); (Italian.) risorgenza; (Russian.) vyhod karstovyh vod; (Spanish.) fuente, manantial, surgencia; (Turkish.) yuzeye erisim; (Yugoslavian.) krsko vrelo, krski izvor, obrh.
Umum itu kayaknya buat kita... Kami pernah punya formatif research soal perilaku ini, dan rata-rata, perilaku cuci tangan itu pada umumnya dilakukan SETELAH makan, dengan alasan anyir, atau lengkat bekas makan. Kalau sebelum makan, paling lap-lap ke baju dikit.. trus sikaat
Kalau variabel sabun kita masukkan, tumbang semua deh perilaku yang sudah ada, karena jarang sekali yg cuci tangan pake sabun... Ingat kobokan?
*cukup kebal E-Coli, karena sering kena...
sudah terima itu gambar, terima kasih bung.. klo tindak lanjut sepertinya sulit buat saya..
hamatamu: sebetulnya bagaimana kemampuan distribusi selama ini dari sumur bribin dalam mencukupi kebutuhan air?
air sungai bawah tanah (SBT) Bribin dengan debit 60 l/d, debit tersebut belum cukup untuk melayani konsumen + 75.000 orang. pemerintah bekerja sama dengan Universitas Karlsruhe - Jerman, berusaha meningkatkan debit menjadi 80 l/dt dengan menggunakan bendungan baru yang berada di sungai Bribin bagian hilir. nah pasca ini ada gempa 2006, usaha ini terganggu (sampai 2007) dengan runtuhan dalam sistem tersebut. dan baru beberapa saat lalu mendatangkan cave-diver Jerman dengan kerjasama kementrian pendidikan dan penelitian Jerman (BMBF). pengambilan air dengan teknologi mikro-hidro turbin pompa kemudian ditampung oleh reservoir baru di Kaligoro (RB-2) dengan elevasi + 406.225 m. distribusi RB-2 ke R-4, R-5 dan R-8 dengan cara gravitasi dan jaringan yang lama cuma bisa melayani 91% konsumen dan harus ditingkatkan ke 84 l/dt. yang artinya harus meningkatkan daya tampung reservoir juga. nah ini jawaban panjang.
tentunya dengan kesadaran akan hal-hal diatas perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut atas air sungai bawah tanah di daerah lain yang bisa diangkat
AM nya = Air Mandi.
disini sudah mulai banyak rumah2 kekurangan air + menambah panjang pipa = menambah jarahan air tanah = mempersulit mereka yang gak mampu ikut menambah pipa..
mengingat kondisi situgintung masih belum diperbaiki, sepertinya keadaan ini bisa berlangsung panjang..
rumah2 sekitar situgintung sudah sejak kemarin2 kekurangan air, termasuk taman situ gintung sendiri..
kalau untuk wilayah lain, sepertinya kalau masyarakat juga harus disadarkan tentang pembangunan di daerah resapan air, perlu menyentil perhatian pemerintah daerah untuk masalah tata ruangnya. untuk wilayah Jogja sendiri saya kira ini akan jadi masalah besar dalam waktu dekat, termasuk dengan persinggungannya dengan meningkatnya populasi warga di sekitar daerah tersebut. apakabar kawan-kawan planologi?
lapor, saya g tau banyak
You wasted your breath asking them that question.
Padahal Bandung sudah terancam supply air bersihnya. PDAM sudah tidak sanggup melayani, karena selain supply air dari sungai Cisangkuy, Cikapundung, dan Cibeureum semakin turun kualitas dan kuantitasnya. PDAM sudah mulai membatasi pelanggan baru.
Ironisnya, Anda akan menemukan banyak sekali tukang cuci motor/mobil yang menggunakan air seenaknya. Saya tidak tahu, apakah mereka menggunakan sistem daur ulang air, sehingga tidak menghamburkan air tanah untuk sekedar cuci mobil. Ga penting!
*ikut ngotorin komen*
Yoi meenn.. secara inilah story.... *eh, tetep dibalang klompen yo?*...
Kesimpulannya? Planologi terlalu menggunakan pendekatan teknologi, kurang manusiawi. Contoh yg dibahas jembatan penyebrangan...
*kok jadi diskusi planologi ya?*
pemerintah daerah tidak serius dengan isu ini, dan kita juga gak tahu berapa % lulusan 'planologi' ini terserap dan bekerja sesuai dengan bidangnya. atau mungkin mereka sudah alih profesi ya? jadi tukang mroyek?
"mungkin mereka sudah alih profesi ya? jadi tukang mroyek?"
Itulah, story of your.... *ngaaciirrr*
Silahkan login untuk memberikan pendapat