Tentang Donor Darah di Bulan Puasa 30
Sabtu, 12 Sep '09 04:05
Seorang teman yang baru saja kembali dari kunjungan ke salah satu kantor cabang PMI di Jakarta kemarin sore, berbagi cerita yang menyedihkan di bulan puasa ini. Petugas PMI di kantor tersebut sempat menunjukkan bahwa di lemari besi PMI saat itu hanya tersedia kantong darah untuk golongan darah B. Sama sekali tidak ada donor darah untuk golongan A, AB, atau O.
Sementara itu dari situs KapanLagi.com ada berita tentang stok darah PMI di bulan puasa :
"Pada hari biasa per hari bisa mendapatkan 800 hingga 1.000 kantong darah, kini memasuki bulan Ramadhan rata-rata per hari hanya mendapatkan 400 kantong darah," kata Kabid Pengadaan Darah PMI Jakarta, Dr. H. Udja Bachrussani, di Jakarta, Selasa (1/9). Hal ini karena berkurangnya para pendonor di bulan puasa, kata dia.
Setelah berbincang lebih lanjut dengan teman tadi, ternyata kondisi yang memprihatinkan ini bukan hal baru. Krisis donor darah ini terjadi setiap tahun, berulang setiap bulan puasa. Saya jadi bertanya-tanya kira-kira apa yang dominan menjadi faktor penyebab krisis donor darah ini.
Barangkali krisis tahunan ini disebabkan oleh faktor agama. Kekhawatiran pedonor darah bahwa puasanya akan batal. Seandainya ini yang menjadi penyebab, sebenarnya di artikel berita yang saya kutip diatas sudah dinyatakan bahwa :
MUI DKI Jakarta sudah mengeluarkan fatwa bahwa mendonorkan darah di waktu berpuasa tidak membatalkan puasa.
Kemungkinan fatwa ini belum tersosialisasikan dengan baik sehingga jumlah pedonor darah berkurang sampai separuhnya di bulan puasa. Atau karena faktor lain, seperti efek samping dari melakukan donor darah. Barangkali ada ketakutan pemberi donor bahwa mereka akan menjadi kurang darah, lemas dan kemudian sakit setelah melakukan donor darah ?
Terus terang seumur hidup ini, saya baru sekali melakukan donor darah. Itupun sudah lama, jadi saya tidak ingat bagaimana rasanya. Apakah ada efek samping setelah melakukan donor darah di bulan puasa juga saya tidak tahu. Seandainya efek samping itu hanya efek psikologis, barangkali perlu ada himbauan dari pakar medis untuk meyakinkan masyarakat bahwa sebenarnya melakukan donor darah di bulan puasa ini tidak memberikan efek samping negatif.
Sesuatu harus dilakukan supaya krisis ini tidak berulang setiap tahun. Entah dengan mensosialisasikan fatwa MUI supaya ketakutan masyarakat berkurang, atau himbauan dari pakar medis tentang efek samping melakukan donor. Atau barangkali dengan mengubah jadwal posko donor darah di bulan puasa sehingga terbuka malam hari, setelah buka puasa.
Tanpa usaha untuk mengurangi keengganan masyarakat dalam melakukan donor di bulan puasa, krisis tahunan ini akan berulang. Kegiatan seperti Blood for Life yang digagas oleh pakar ngerumpi di situs adik Politikana ini lagi-lagi akan menghadapi masalah yang sama saat bulan puasa tahun depan.
Tag: puasa, donor darah, pmi, blood for life
Terkait:
-
Mengapa Harus JK bukan MJK (baca: MCK)
Selasa, 2 Mar '10 21:59 -
PMI Menargetkan 4 Juta Kantung Darah
Rabu, 3 Feb '10 16:10 -
Donor Darah Biar Sehat
Selasa, 2 Feb '10 21:38
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
boiga: Menarik
-
Striding Cloud: Penting
-
cibro:
-
Silly: Penting
-
Red-White Eagle: Menarik
-
hamatamu: Penting
-
yusro: Penting
-
ndableg: Bagus
-
Sri Kirana: Penting



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
dalam hal batal tidaknya puasa, tidak hanya itu salah kaprah yang dipedomani; menangis, muntah, ataupun membersihkan hidung (baca: ngupil
sedangkan inti puasa adalah menahan diri, dari keinginan, dari nafsu..
salam.
Kayanya ada sesuatu yg harus dilakukan yg saya sendiri masih gak tau persisnya apa, supaya krisis ini gak berulang tiap taun.
dan orang2 yang sadar selayaknya juga ikut memberi penyadaran..
Paling bego kalo udah ngebahas who's who di negara ini.
Tapi yg anda bilang itu penting juga, media. Moga-moga ada beberapa wartawan yang baca ini dan ikut tersentuh hatinya. Atau pasukan blogger ? Ndak tau seberapa besar pengaruhnya, mungkin gak ada.
*manas-manasin blogger*
habis, gak ada yg ngena sih alasannya knp bulan puasa gk ada yang ke PMI. Mau tau?
1- selepas sahur dan shalat subuh mereka langsung kerja; lepas tu berangkat kerja; capek langsung tidur ampe asyar; mandi dan ngabuburit nunggu buka; lepas buka pigi taraweh ampe jam 10-an malam... nah? kan gak sempat ke PMI?
2- bulan puasa banjir pahala, semua hal beromset akhirat....ampe tidur pun berbuah pahala... jadi semua dirauf hingga tak tepikir ngedonor;
3- lemes lho puasa, apalagi kalo kelewatan sahurnya, klw ditambah lg ngedonor, pasti tambah lemes...
Jadi gak usah-lah pake ngadu ke MUI atau nyalahin mereka.
bok ya kreatif dong PMI nya, kayak semut gitu.. 11 bulan kumpulin darah sebanyak2nya, habis tu tinggalin stok secukupnya utk 30 hari bln Ramadhan.... AMAN toh? gampang toh? mudah toh?
** klo kepepet aja baru ingat MUI...
http://en.wikiped…ood_donation
The collected blood is usually stored as separate components, and some of these have short shelf lives. There are no storage solutions to keep platelets for extended periods of time, though some are being studied as of 2008,[73] and the longest shelf life used is seven days.
***nggaru'
Baca komen mas, saya jadi kepikir, kayaknya memang butuh sekali sosialisasi untuk sedikit menggugah orang untuk mendonor.
As for you to know... USIA DARAH yang sudah diambil dari tubuh kita manusia, HANYA berumur 28 hari (untuk trombositnya saja, atau sel darah merah)
Kalau ada yang sakit hemofilia... darah yang di transfusi ke mereka itu cuma plasma darahnya saja... dan itu usianya HANYA 5 JAM!!!
Makanya selalu ada permintaan mendadak dari PMI kalau tiba2 ada pasien hemofilia (darahnya tidak bisa membeku) yang butuh transfusi. Ini butuh darah segar, atau pendonor langsung yang tidak boleh lebih dari 5 jam.
Proses pengolahan plasma darah? Wuihhhh, muahalnya minta ampun bang. Mesin untuk memisahkan plasma darahnya ada 6 proses. Makanya kenapa untuk kasus2 tertentu, sekantong darah (yang sebetulnya adalah plasma darah) bisa seharga 3.5 juta rupiah.
Nanti saya posting deh
Semoga kali ini mengerti
tetep disini artinya umatnya uang harus dicerdaskan. Mosok menganrtikan pesan nabi sola tidur, plek2 kek gitu... setahu saya diajarin ntuh,..
bulan ramadhan itu tidur aja berpahala, apalagi melakukan aktifitas bermanfaat lainnya....
atau dasar watak org Indonesia,.. kalo tidur ae iso dapat gocap, ya ndak apo2.. dari pada ngga sama skali ..
Kalo gitu,.. gitu butuh lebih dari pada pendidikan agama yg bener dari MUI. Juga butuh pendidikan moral yang bagus dari pendidik lainnya...
---
Soal PMI,.. hmmm...
aku rasa PMI juga musti proaktif,..atau rekan2 di aktifitas donor darah ini. Misal, mbak silly dan teman2 BFL + PMI ,.. ngadain kek acara di ramadhan ini bertajuk ..
"Special Event Ngabuburit : Donor Darah sebelum berbuka,.. dijamin Maknyuss.." *halah..
Bikin event gitu, yg ada undangan dari pihak2 terkait, diskusi obrol Sore,.. ada ulama nya kek, ada pakar kesehatannya kek,.. ada wakil tokoh idola anak muda kek...
Ini point nya plus plus,.. campaign dapat, darah dapat, temen dapat... (seingat saya banyak yg anak muda pacar baru kalo pas ngabuburit, ..) ..
artis2 juga banyak yg beramal dengan manggung pas ngabuburit.. itu juga bisa dimanfaatkan..
Hmmff.... sayang , ramadhan sudah mau berakhir...
mungkin tahun depan deh
itu ide saya ditampung mbak buat tahun depan
Masalah awareness, gak tau ngaruh seberapa besar populasi online, barangkali kalau ada celebrity blogger atau twitter yang membahas masalah krisis taunan ini juga barangkali bisa membantu, paling tidak menjangkau orang-orang yg online di sisa hari-hari terakhir puasa ini.
Yang punya waktu untuk nge blog atau nge tweet kali-kali sempat mendonor juga.
*saya agak strict buat urusan donor,.. berhubung kesehatan saya ..
tapi soal campaign, via online, bisa di genjot kok..
apa perlu bikin #DonorDarahUnite ?
*kami tidak takut*
pokoknya gimana caranya, bikin donor darah yuk, sebelum pada pulang kampung. Sayang khan kalo balik2 ke jakarta, dapat berita ada banyak anak kecil yang berpulang karena terserang wabah DBD misalnya, tapi ndak ketolong karena ndak ada stock darah. jangan liat PMI-nya kalo kita masih skeptik sama PMI, karena saya tahu ini butuh waktu untuk benar2 bisa percaya... Tapi lakukan ini sebagai bukti kepedulian kita pada sesama.
***ingat mas broto?---
rabu sudah flight ke aceh...
mepet banget,.. dan yg pasti ini bukan saya sendiri...
Ada rencana lain dari BFL di sisa hari2 ini?
Rencana lain banyak banget. Salah satunya mendorong semua komunitas untuk sama2 mendonor dititik kritis kedua, minggu ke 2 sesudah lebaran.
Saya berencana menjadikan ini sebagai gerakan donor darah nasional. Seluruh pendonor akan mengabadikan tanda tangan dan nama mereka pada selembar kain, dan nantinya kain putih ini akan kita kumpulkan dari seluruh komunitas, seluruh kelompok, tidak peduli bendera apapun yang mereka usung, pokoknya intinya cuma satu... "DARAHKU UNTUK INDONESIA SATU"
Nanti seluruh kain ini akan kita jahit menjadi satu, dan seluruh kelompok yang terlibat, akan kita cantumkan dalam piagam, yang akan kita serahkan ke Presiden pada tanggal 28 oktober nanti, pada hari sumpah pemuda
Ini sebagai tonggak bangkitnya kembali semangat nasionalisme dikalangan pemuda, supaya generasi kita tidak lagi hanya dikenang sebagai generasi hura-hura....
dan Dari kain inilah nanti bisa dijadikan sebagai lambang Pemersatu, lambang darah yang mengalir dari sabang sampai merauke.
Ini juga akan dikenang seluruh dunia sebagai moment donor darah terbesar... (we wished we can beat philiphine record)
ide yg bagus Mbak!
Saya bisa bantu apa?
dan kalo yang hari ini juga bisa bantu apa?
*eh, aku duah gabung di milis BFL apa yah.. :-?
Siapa sih yang tidak bangga nama dan komunitasnya tercatat dalam sejarah bangkitnya nasionalisme pemuda dinegaranya sendiri. Kita tunjukkan sama negara lain, terutama malaysia, kalau kita ini pemuda pemudi yang cinta sama bangsa kita, bahkan dipesatukan oleh darah kita, yang mengalir dari sabang sampai merauke.
Bantu saya komporin teman2 untuk donor darah, dan mengabadikan tanda tangan mereka dan nama mereka serta komunitas mereka pada selembar kain putih, lebarnya harus sama 120 cm, supaya bisa dijahit dengan yang lain.
Nanti saya kirim proposalnya yah.
aduh ada gak sih yang tertarik jalanin ini...
itungan kasar saya,
temen2 komunitas blogger
+
teman2 politikana
+
teman2 BFL
+
teman2 Langsat CS
+
teman2 PMI
+
teman2 yang bisa digandeng via twitter. fb dan SN lainnya...
hmm...
kalo soal dukung dan rame, saya rasa bisa diusahakan asal ada niat tulus dari kita tho?
soal temen2 itu mau ramai2 atau mau beneran donor, bagi saya sih, itu nanti saja dipikirkan,.. karena gaungnya dulu dikejar...
Tapi ya udah yg penting sosialisasi dan memperkeras gaung seperti yg dibilang Leksa
Saya sering ikut donor darah di gereja, karena PMI secara rutin punya jadual datang ke gereja kami. Nah, mestinya di bulan puasa seperti ini, PMI bisa mengintensifkan kunjungan atau program donor darah ke kalangan yang tidak puasa.
Statemen di atas, kok kesannya PMI pasrah dan menyerah saja dengan kondisi, dan kurang mau memperluas cakupan pendonor.
Silahkan login untuk memberikan pendapat