Didesak Minta Maaf karena Putar Lagu Genjer-genjer 62
Selasa, 15 Sep '09 00:11
Solo Radio FM, sebuah stasiun radio di Solo hari ini, Senin (14/9/2009) didatangi puluhan orang anggota laskar. Mereka meminta radio tersebut meminta maaf kepada publik karena telah memutar lagu Genjer-genjer. Menurut para anggota laskar lagu tersebut adalah milik PKI yang telah membuat banyak orang sakit hati.
Pada segmen sahur hari Jumat (11/9/2009) lalu, Solo Radio FM mengadakan kuis dengan memutar soundtracksejumlah film. Salah satu yang diputar adalah soundtrackFilm Gie yaitu lagu Genjer-genjer.
Tayangan itulah yang dipersoalkan puluhan orang tersebut menyebut diri sebagai Laksar Hizbullah. Mereka datang dipimpin langsung oleh pimpinannya, Yanni Rusmanto. Dalam pertemuan dengan pimpinan Solo Radio FM, Yanni menegaskan mendapat mandat dari MUI setempat.
Menurut Yanni, Genjer-genjer adalah lagu milik PKI, partai politik terlarang di Indonesia. Pemutaran lagu itu, menurutnya, telah menyakiti perasaan para korban politik PKI di masa lalu.
Karena itulah, mereka mendesak Solo Radio FM meminta maaf secara terbuka kepada publik karena telah memutar lagu tersebut. Jika hal tersebut tidak dilakukan, Yanni mengatakan, laskar akan kembali mendatangi Solo Radio FM dalam jumlah yang lebih besar.
Atas desakan tersebut, pihak Solo Radio FM langsung meminta maaf dan menyatakan memang telah melakukan kekhilafan. Pernyataan maaf tertulis ditandatangani oleh GM Solo Radio FM, Yunianto Puspowardoyo, diserahkan kepada Yanni Rusmanto.
-----------
Naskah aslinya bisa dibaca DI SINI
Tag: solo, genjer-genjer, laskar mujahidin
Terkait:
-
Kenapa nama Solo lebih terkenal dari nama Surakarta
Jumat, 18 Des '09 13:13 -
Teroris di Depan Mata
Jumat, 14 Agu '09 06:45 -
genjer-genjer: seni terlarang?
Sabtu, 27 Jun '09 20:17
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kinanthi: Penting
-
conscientizacao: Menarik
-
Yudiantoro: Terkini
-
boiga: Menarik
-
hamatamu: Penting
-
ndableg: Bagus
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
ErwienSamantha:
-
cibro: Bagus
-
Mas Paman: Penting
-
heriyadi: Menarik
-
Laksamana: Bagus
-
kenTndut: Bagus
-
Lemon S. Sile: Lucu
-
Thasman: Menarik
-
Red-White Eagle: Menarik
-
yusro: Penting
-
anti-fenomena: Penting
-
Striding Cloud: Lucu
-
Aji Prast: Menarik
-
Logical Fallacy: Lucu
-
Normanlahyaw: Lucu


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
badan sensor film juga harus meminta maaf kalo begitu!
(kalo ga salah yg nyanyiin di film itu bing slamet)
ini kenapa bung? paranoid kah? provokasi kah?
tapi ini diingkari, maka mereka selalu berteriak PKI adalah setan, tentu ini untuk pembenaran atas tindakan mereka ...karena jika tidak demikian merekalah yang akan menjadi ....
ga ada kerjaan. memangnya kalo ada orang lagi sahur denger lagu genjer-genjer terus tiba-tiba jadi komunis dan atheis gitu?
*karena sering nyanyi lagu internasionale di kamar mandi*
kalo itu ga usah minta maaf. tapi kalo nyanyi lagu-lagu haddad alwi di kamar mandi, ente kudu siap di demo juga kalo sampe nyanyiannya kedengaran. siap2 minta maaf karena menyanyikan lagu islami di kamar mandi
Kalau menilik komplain mereka ("telah menyakiti perasaan para korban..."), berarti bukan masalah paranoid khan? Trauma hasil cuci otak, mungkin?
Genjer-genjer mlebu kendil wedange gemulak
Setengah mateng dientas yong dienggo iwak
Sego nong piring sambel jeruk ring ngaben
Genjer-genjer dipangan musuhe sego
kalo itu, siap-siap saja anda didemo oleh laskar-laskar yang tiba-tiba mengutip UU Hak Cipta
*menunggu mulan jameela sama BCL protes ke saya terkait hak cipta*
*sorry rada jorok critanya*
beneran cuma karena kurang kerjaan? apa mengail ikan di air keruh?
yang jelas, cara-cara macam itu membuat mereka tak ada bedanya dengan PKI di level aksi-aksi praktis.
PKI membredel musik-musik ngak ngik ngok, sekarang lagu genjer-genjer di bredel.
PKI [laskar Pemuda Rakyat] membakar buku-buku di perpustakaan USIS Surabaya, sekarang buku-buku [yang terakhir buku Soemarsono] juga dibakar.
PKI dan Pemuda Rakyat membakar markas AMPAI [distributor film-film amerka], sekarang film Eros Jarot yang baru proses shooting aja udah digrebek dan dibubarkan.
Podo wae toh di tataran bersikap? Mereka ini kembaran PKI di level macam itu.
kalo pemenangnya komunis, profesor itu mungkin akan bilang: sejarah itu bkn cm milik para pemenang, bro!
memang harus diakui, Suharto sukses mencuci otak-otak hampir seluruh rakyat Indonesia.
gara2 nyanyi 'ngak ngik ngok', koes plus dikerangkeng..
*kekuasaan juga berarti: kemampuan melumpuhkan musuh2 politiknya..*
yang hilang dan semakin hilang di masyarakat kita adalah "tepo seliro".
seharusnya ente bilang ini ama yg nyuruh minta maaf itulah....
klo mau sesuai selera... ya buat lagu sendiri...buat radio sendiri........nyanyiin sendiri...
http://www.hrsoli…15no06/2463/
Forty years have passed since the occurrence of one of the largest and least known crimes against humanity of the 20th century: the 1965–1966 massacre of some half a million to a million unarmed civilians in Indonesia who were alleged to be Communists.
apa mungkin pki nongol lagi yak???
Kalau PKI nyanyiin Indonesia Raya berarti Indonesia Raya harus dibredel. #ngaco
Bukankah genjer-genjer itu lagu milik "laskar genjer-genjer"?
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih.
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
dudjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah.
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega.
I fail to see any forbidden ideology in the lyric of that Gendjer-gendjer. Can anybody enlighten me? What's so wrong with the lyiric of the song?
Hukuman atas pengrusakannya: Ndengerin lagu genjer-genjer seminggu penuh, siapa tahu bisa berubah jadi pki....
Lagu genjer2 sebenarnya adalah lagu yang sarat dengan nuansa sosial pada saat itu yang susah pangan. Ndak ada unsur komunisme, malah bagus lagunya...
Well, saudara saya ada yang terkena kekejaman PKI yang digalang secara organisasi, tapi saudara saya yang lain adalah PKI yang tidak ada sangkut pautnya dengan kekejaman itu.
Sepantasnyalah hukuman dilaksanakan terhadap pelaku kekejaman, bukan kepada rakyat biasa yang terikut-ikut PKI, bahkan hingga puluhan tahun masih tercap.
botaksakti: termasuk sejarah kekejaman PKI sebelum tahun 65 (yang cuman kutahu dari cerita orang-orang tua. separah itukah suasana teror pasca 65 ? mengapa tidak terdokumentasikan dalam sejarah ? )
Itu mertuanya SBY pernah dengan bangga mengatakan 3 juta. Nasution pernah mengklaim dibawahnya 500-1 juta orang.
Dokumennya amrik bahkan sudah mengakui adanya hitlist yang didapat dari kalangan santri lokal.
Cuma yang buruk-buruknya tidak dimasukkan ke buku sejarah supaya anak-anak yang baru lahir tidak malah jadi beringas.
Sama seperti Tuanku imam bonjol tidak diceritakan sebagai pedagang wanita dan penyalur ganja, karena jaman itu usaha tersebut adalah lumrah, zaman sekarang melanggar hukum.
Sepekan terakhir saya bertemu dengan para korban peristiwa 65 itu. Mereka, ibu-ibu tua yang menderita karena dituduh terlibat, padahal mereka hanya aktif berorganisasi di Gerwani yang sebenarnya independen dari PKI. Yang saya salut, adalah semangat anti imperialisme yang masih terus berkobar di usia yang sudah sangat senja.
Sejarah mulai terkuak, peristiwa 65 itu sesungguhnya adalah skenario imperialis untuk menguasai Indonesia. Terbukti, PKI tumbang dan Indonesia mengemis pada asing untuk membangun negeri ini dengan kompensasi semua kekayaan alam kita dikeruk, dijarah, dan diangkut ke negeri-negeri imperialis itu.
situ gi ngerinduin PKI bang?
Maybe it will be better if we listening to it, and try to find out more... in case we miss something... from here: http://tinyurl.com/ohgvj4
Kalau ketakutan terhadap PKI sebelum 65, menurut pendapat saya yang agak buta sejarah ini, adalah wajar.
In fact, ketakutan sebagian besar free world terhadap komunisme adalah amat wajar.
Awalnya tentu saja keberhasilan kaum bolshevik yang mendorong banyak komunis berusaha meneladaninya dimana saja, termasuk musso 48.
Tokoh-tokoh komunis juga cenderung lebih memegang materialisme, amat ditakuti oleh kaum reaksioner tradisional yang amat mistis dan penuh tahyul.
Padahal, kondisi rakyat Indonesia saat itu terutama di jawa amatlah jahiliyah dan kejawen, dan beragama Islam secara turun temurun hanyalah karena nenek moyangnya diwajibkan tercatat sebagai Islam oleh Belanda(yang kalau berdasar sudut pandang ini, berarti merupakan penyebar Agama Islam terbesar di dunia).
Keberadaan faham baru yang mengejek dan menolak mitos-mitos lama, tentu menimbulkan gejolak.
Belum lagi, ada tokoh-tokoh sosialis-marxist seperti amir sjarifuddien justru murtad dengan mengandalkan materialisme dan logika itu.
Ada teman saya yang berargumen, bahwa pemberantasan PKI di waktu itu justru ditujukan untuk menghancurkan populasi katolik-protestan convertan di jawa yang lebih terbuka terhadap konsep komunisme-sosialisme. Saya terus terang belum lihat datanya dia.
apa anda menemukan unsur komunisme di dalamnya? saya kok tidak.
saya kutip M Aji Surya, counsellor of the Indonesian Embassy in Moscow, Rusia, dalam Glasnost, Jurnal Kajian Slavia-Rusia: bekerja keras seperti orang-orang liberal dan membagi seperti orang-orang sosialis.
kali ini nggak, lagi sibuk mencari hari lebaran yang pas
Silahkan login untuk memberikan pendapat