Hukum Rajam tidak ada dalam AlQuran, Mengapa Nabi Muhammad Pernah Memerintahkan Rajam Pelaku Zina 24
Kamis, 17 Sep '09 20:18

Ya memang betul sebagaimana tulisan berikut Hukum Rajam Ternyata Tidak Terdapat di Al Qur'an. Dalam Alquran hanya memuat hukuman cambuk (dera):
“Perempuan yang berzina, dan laki-laki yang berzina, maka deralah keduanya, ( masing-masing ) seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka, disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman “ (QS. Al-Nur (24) ayat 2).
Cuma ada satu hal tersirat sbb:
Dalam Taurat dan Injil diceritakan bahwa Umat Yahudi menerapkan hukum rajam kepada para pelaku zina. Dalam Alquran terdapat ayat pada surat (90) '...Sabihisma..' bahwa Isi Alquran adalah sebagaimana kitab-kita suci sebelumnya, Shuhuf Ibrahim dan Musa. Apakah ini bisa jadi dasar bahwa rajam sebenarnya diatur tersirat dalam Alquran? Hmm gue pinter juga ya ....

Terus kenapa pada suatu hadist terdapat kisah Nabi Muhammad memerintahkan hukum rajam kepada Pelaku Zina?
“ Seorang lelaki mendatangi Rasul lalu berkata, “ ya Rasul saya telah berzina “, tapi Rasul tidak menghiraukan dan memalingkan muka, sehingga lelaki itu mengulang sampai empat kali, dan pergi mencari 4 saksi, setelah menghadap Rasul, dengan saksi-saksinya, baru Rasul bertanya, “ apa kamu tidak gila ?’. Di jawab “ tidak “. Kemudian Rasul bertanya lagi, “ apa kamu sudah pernah nikah ?. “ Dijawab “ya”, Kalau begitu, bawalah orang ini dan rajamlah “ ( HR. Bukhari ).
Mengapa Nabi membuat hukum aturan pidana yang tidak ada nash dalam Alquran? Mengapa Nabi Muhammad "melanggar" ketentuan Alquran?
???
Jawabnya adalah segala aturan (yang disertai ketentuan hukuman badan) yang tidak diatur dalam Alquran merupakan Hak seorang Pemimpin Negara (Amir/Khalifah/Presiden) dengan tujuan supaya jika aturan itu diberlakukan maka keadaan masyarakat menjadi aman sejahtera. Para bajingan akan berpikir 1,000,000 kali (bukan cuma seribu kali) sebelum melakukan kejahatan. jadi Islam bermaksud membasmi "Niat". Asalkan tiada Niat maka meskipun ada Kesempatan tidak akan ada orang yang berani berbuat jahat. Horor dari Hukuman Badan semisal Rajam, Potong Tangan, rupanya dipertimbangkan para pemimpin (dan psikolog) jaman Nabi dahulu bakalan memberikan efek jera, efek cegah atas segala jenis kejahatan. Dan hasilnya - sepanjang pengetahuan saya - kejadian kejahatan semasa Nabi Muhammad dan 4 khalifah bisa dikatakan ZERO CRIME.
Kalau anda protes ini dan itu bahwa hukum rajam atau hukum badan lainnya tidak manusiawi, itu karena anda berpikir layaknya seorang calon penjahat yang merasa bahwa suatu saat dapat saja anda atau anggota keluarga anda dapat saja menjadi obyek hukuman badan. Berpikirlah anda sebagai layaknya seorang penguasa negeri, bagaimana supaya negara bersatu aman tenteram sehingga pembangunan akan lancar dilakukan. Oke saya kasih contoh, di abad pertengahan biasa tuh kepala penjahat atau pemberontak digantung di tengah kota, di pinggir alun-alu atau di pintu gerbang kota. Buat apa? Supaya mengingatkan masyarakat begini neh hadiah buat penjahat.
Biarkan Aceh memilih hukum rajam untuk kaum mereka, toh anda juga cuma bengong ketika ada suatu kejadian kejahatan terjadi di sana bukan? Emang anda bisa apa? Santai saja Bos.
VIVAnews- Meski pemerintah Aceh telah menyatakan menolak Qanun Jinayat dan Acara jinayat, yang memasukan hukuman rajam bagi pelaku zina yang telah menikah, namun Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, (DPRA) tetap mengesahkan Qanun tersebut. Sumber VivaNews
Yang perlu diperhatikan adalah mekanisme sistem hukum rajam ini seperti penetapan saksi mata, pengakuan dan tata tertib lainnya. Enggak lucu kan kalau Hukum rajam diterapkan tapi VCD / DVD Porno Miyabi dijual bebas di Aceh. Jangan kayak MUI, bilang bunga Bank non syariah itu Riba tapi duit yang beredar di Indonesia masih pakai rupiah (dolar) tidak pakai uang emas, setiap tahun nilainya turun terus. Cape deh ..... MUI.... MUI...
Adanya hukum badan seperti rajam, potong tangan dalam Negara Islam ala Madinah Nabi Muhammad, maka tidak dikenal adanya penjara sekian tahun hingga penjara seumur hidup. Penjara adalah hal yang tidak manusiawi (nanti saya coba tulis terpisah lebih detail). Misal suami umur 30 tahun dipenjara selama berpuluh tahun, terus gimana kalau libido lagi datang, pengen ML, sodomi sesama penghuni napi sebagaimana sering dijumpai di penjara-penjara di Indonesia? Masturbasi? Panggil wanita panggilan setiap minggu? Bagaimana juga dia mencari nafkah buat keluarga? Bagaimana dia membimbing anak-anaknya? Lewat pesan SMS Doel? Manusia adalah makhluk bebas, kenapa dikurung layaknya burung? Kalau hukumnya hukuman badan, misal si Suami anggota DPR/bupati yang korupsi, kan "cuma" potong tangan. Setelah dikenakan hukuman tsb, namanya/kredibilitas otomatis sudah bersih kembali, kan sudah "bayar" atas perbuatannya. Dia tetap bisa mendidik anak, bisa Makan Lontong (ML), bisa gendong anak istri kemana-mana dan bisa mancing. Saya hanya mengingatkan kita semua:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”(Al-Baqarah ayat 216)
Baca unek-unek saya yang lain:
- Menjadi Gay / Homo Akibat Sewaktu Kecil Mandi Bareng dengan Pria Dewasa
- Komentar Saya Mengenai “My Hope Indonesia”? Wahai Orang Islam yang Miskin, Pindahlah ke Agama (apa saja) yang Dapat Membuat Hidupmu Sejahtera Lahir dan Batin (di Dunia)
- Membuat BANK EMAS di Indonesia (Rupiah vs US Dollar!)
- email “say hello” yang efektif (tips kenalan cewek & mencari jodoh)
Tag: aceh, porno, Rajam, hukum rajam, aceh rajam, miyabi
Terkait:
-
Menkominfo Harus Sering-Sering Buka Internet
Kamis, 22 Okt '09 11:26 -
Andai Ozawa Ikut Audisi Menteri
Senin, 19 Okt '09 04:41 -
Seandainya MIYABI jadi Muallaf & Berjilbab
Selasa, 13 Okt '09 12:52
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Laksamana:
-
Esemge:
-
Yojimbo Usagi:
-
boiga: Biasa
-
Restiono: Menarik
-
karimj: Penting
-
ndableg: Biasa
-
ndhasatos:
-
Ning: Biasa
-
ErwienSamantha: Menarik
-
matriphe:
-
Wonggantenk: Menarik
-
Mihael Ellinsworth:
-
Normanlahyaw:


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Trivial question, kepengen dinar-dirham dipakai di Indonesia juga nggak?
Semoga bisa menjadi pembelajaran untuk pemahaman agama yang lebih baik lagi agar tidak sekedar beriman, tapi juga kritis
Buat penulis, saya yakin anda mengetahui bahwa kebodohan bukanlah sebagian daripada iman, maka tanggalkanlah, antum...
...
wow
...
...
pantesan dunia Islam sekarang nggak maju
nggak boleh berpikir sih
tapi banyak yang nggak setuju lho dengan cara berpikir ini
Assuming what he said was true, and that Jesus put a stop to stoning as a sentence with his 'cast the first stone' incident, is it logical that Islam which is the improvement of Christianity let the barbaric stoning return to the law?
The only answers I can come up with is either stoning is not Islamic at all, or Islam is not an improvement at all.
saia tunggu lho...
up up up
Puasa Islam/Muhammad mengadopsi puasa Yahudi/Musa/Yesus.
Ketika Muhammad muncul, banyak yang menganggap sebagai sempalan/bid'ah Pengikut Yesus. Kalau tidak salah dapat ditemui mengenai sempalan ini di buku karen Armstrong "Muhammad"
-----------
dinar dirham yang berlandaskan emas tentunya. uang emas islam mengadopsi ekonomi/uang emas romawi. nanti saya post ide saya tentang Bank Emas. Orang islam gak oon banget lah ..
__
maksudnya apa sih ini?
That's why I'm questioning the hadist which says that Muhammad, one of the people I admire most, applied the sentence. I'm questioning that particular hadist, and many others, because hadists are man-mad record of Muhammad's lives. Men make mistakes, and man-made records are logically contain mistake as well; sometimes even a deliberate one.
le corbeau: cara sholat Islam/ Muhammad adalah mengikuti/mengadopsi ibadah Yahudi / Musa / Yesus.
Puasa Islam/Muhammad mengadopsi puasa Yahudi/Musa/Yesus.
Ketika Muhammad muncul, banyak yang menganggap sebagai sempalan/bid'ah Pengikut Yesus. Kalau tidak salah dapat ditemui mengenai sempalan ini di buku karen Armstrong "Muhammad"
"Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan dangkal hanya dari refrensi satu buku,haha??kalo tidak salah pula??sok-sok an anda?
pengetahuan itu berlapis,jangan menyimpulkan
hanya dengan beberapa refrensi..
"ISLAM ITU FILOSOFINYA DALAM,Kalo anda bercerita mengenai Islam hanya dengan image yg ada ber-arti anda termakan busuknya sebuah sistem....dari situ dengan cara anda mengejek2 terlihat kalo anda ini org u
yang Dangkal.......
Silahkan login untuk memberikan pendapat