Renungan 26
Sabtu, 19 Sep '09 20:17
Disclaimer : Artikel ini saya gunakan sebagai bahan renungan untuk kita semua. Apabila ada pihak-pihak yang merasa tersindir, saya sungguh mohon maaf. Semoga di hari yang indah ini, tidak ada dendam yang muncul di hati. Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan, dan selamat liburan. ;)
Hai, kamu yang berpesta.
Hai, kamu yang tertawa-tawa.
Hai, ya aku memanggil kamu.
Kamu yang sedang makan dan minum dengan gembira.
Katakan padaku, apa yang kamu rayakan?
Kamu bilang ini kemenangan.
Aku tanya, kamu menang dari apa?
"Kami ini menang, dari menahan lapar dan haus selama satu bulan!
Menang, dari godaan yang timbul dalam diri!
Menang, dari godaan yang ada di sekitar kami!
Pantas kami rayakan kemenangan ini,
Dengan sedikit berseronok,
Dengan sedikit lebih istimewa, dibanding hari-hari lain."
Aku tanya sekarang, teman.
Kamu menahan lapar, kamu menahan haus selama satu bulan.
Lalu kamu berseronok, makan besar-besaran selama satu minggu
Kamu menahan godaan hati selama satu bulan
Lalu kamu berseronok, berdandan istimewa, untuk satu minggu ke depan
Mengapa teman, kamu merayakannya dengan berseronok?
Mengapa teman, kamu merayakannya dengan sedikit lebih?
Tak tahukah kamu teman, sedikit lebih bagimu
Adalah sejuta di depan mereka yang tak bisa merayakan apa-apa?
Yang menahan lapar, hampir setiap saat?
Yang bahkan lupa caranya berseronok?
Yang bahkan lupa untuk tertawa?
Dan kamu katakan, kamu menang?
Kita belum benar-benar menang, teman
Kita belum benar-benar menang, kalau kita masih mendamba emas
Kalau kita masih mendamba pujian dan sanjungan
Kalau kita masih berpamrih dalam segalanya
Kalau kita masih menyimpan dendam dan dengki di dada
Kalau kita masih makan lahap, sementara saudara kita di jalan kelaparan
Kalau kita masih tidur lelap, sementara tetangga kita sibuk cari tambahan
Masih panjang teman, masih panjang jalan menuju kemenangan yang aku cari
Dan bagiku teman, aku tak mengerti
Mengapa seolah bagimu, sebulan ini patut kamu rayakan berlebih?
Sampai kamu harus berhutang
Sampai kamu harus bingung mencari tambahan
Hanya demi sebuah ponsel baru?
Aku tak mengerti teman, sungguh
Bagiku, sebuah ponsel yang kamu dapatkan dari utang
Bukanlah simbol kemenangan
Kamu belum menang, temanku
Dan kita belum pantas merayakan apa-apa
Kita belum bebas, teman
Seharusnya, kita belum boleh berpesta
Tag: Lebaran, merenung, ingat ingat rumah, ingat ART, ingat si mbak yang lucu
Terkait:
-
Ini Lho Sedekah Gue !!!!!
Selasa, 22 Sep '09 12:18 -
Berlebaran di Rumah Tahanan, Rindu sanak keluarga
Senin, 21 Sep '09 17:23 -
Lebaran Ante Mortem
Senin, 21 Sep '09 09:57


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Kali aja ada yang kesindir... soale ini juga ngomongin ART kesayangan yang gak bisa ditemui lagi... sedih sih, tapi apa boleh buat
conscientizacao
Yah, dibalik setiap kemenangan ada perjuangan panjang ke sana, dan setelah sebuah kemenangan, ada perjuangan panjang lagi untuk mempertahankannya, bukan begitu?
rendra serasa hadir lagi di malam takbira ini..
Bener-bener ndableg ini
Tak pantaslah saya yang hanya seorang kaleng anonim ini disamakan dengan Rendra sang Burung Merak...
Frost
Betul... malah kadang yang saya lihat, hanya saat Ramadhan saja baiknya, setelah Ramadhan lewat, kembali lagi seperti dulu... apanya yang menang?
merasa belum menang..
Mesyukuri kebaikan yang hanya datang sebulan sekali? Itu bukan kebaikan menurut saya, itu cuma latah. Latahisme karena puasa, latahisme karena takut dosa, latahisme karena suasana di sekitar berubah. Tak ubahnya seperti post saya sendiri ini
Saya berusaha terus mengingat kata2 teman saya itu.
Kalau naik jabatan juga kan? Masa begitu naik jabatan ongkang-ongkang kaki? Yang ada malah tanggung jawab bertambah
Red-White Eagle
... elaborate... My brain doesn't seem to be functioning quite well lately.
Esemge
Ucapan yang bagus.
And I thought the expensive education guarantees the preservation of brain cells....
I thought AM itu deket dengan JIL, HMI nerima orang yang deket dengan JIL?
Silahkan login untuk memberikan pendapat