Polisi Hoegeng, Polisi Kita Sekarang ? 23
Jumat, 25 Sep '09 00:46
Suatu malam di bulan Maret lalu, saya tertegun menonton Kick Andy. Temanya tentang Pak Hoegeng, polisi luar biasa jujur yang pernah dimiliki bangsa ini. Di acara itu dihadirkan keluarga Pak Hoegeng dan mereka membagikan kisah-kisah tentang ketegaran Pak Hoegeng untuk mempertahankan prinsip secara luar biasa. Bahkan anaknya pun tidak ia beri kesempatan untuk menjadi tentara –sesuatu yang dengan gampang ia wujudkan sebagai orang nomer satu di kepolisian waktu itu.
Beberapa kisah lain yang muncul pernah aku dengar. Tentang ia mengembalikan semua barang-barang yang diberikan pengusaha untuknya. Tentang usahanya mengusut penyelundupan mobil mewah yang akhirnya membentur kroni Cendana. Dan akhirnya ia harus terpental dari jabatannya. Tentang kesukaannya pada musik Hawaian.
Tidak ada yang baru rasanya. Tapi aku tetap senang menontonnya, sampai habis acara. Ini mungkin semacam kerinduan akan sosok polisi yang di hari-hari ini amat jarang dijumpai.
Penting sekali polisi punya prinsip yang kuat dalam hal kejujuran. Polisi penegak hukum, penegak keadilan. Nilai keadilan mestinya menyatu dengan nilai kejujuran. Tidak akan ada keadilan tanpa kejujuran. Jika polisi tidak bisa menjaga kejujurannya ia akan melempar keadilan ke tong sampah.
Beruntung sekali bangsa ini punya Pak Hoegeng. Institusi kepolisian kita tidak perlu repot mencari model seperti apa polisi yang baik. Pribadi Pak Hoegeng dapat dijadikan model. Ia ibarat buku yang bisa digali, dibaca dan diteladani. Dan kita semua pasti setuju sosok polisi seperti Pak Hoegeng inilah yang kita butuhkan. Sekarang ini.
Di tengah segala carut cemarut hukum dan keadilan di negeri ini, kepada polisi yang jujur kita dapat berharap. Semoga korps kepolisian kita demikian menghormati Pak Hoegeng. Demikian menyanyangi sosoknya. Tak rela nilai-nilai yang ditanamkannya hilang.Semoga ke depan kita akan makin banyak mendengar kisah-kisah polisi seperti pak Hoegeng.
Semoga kelak tidak ada lagi anekdot bahwa polisi jujur di Indonesia ini hanya ada 3 yaitu polisi Hoegeng, polisi tidur dan patung polisi.
Terima kasih Pak Hoegeng. Bravo polisi Indonesia. Semoga teguh melestarikan warisan Pak Hoegeng.
Tag: pak hoegeng
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Forlorn Hermit: Inspiratif
-
HTN: Inspiratif
-
boiga: Keren
-
hamatamu: Menarik
-
hendijo: Keren
-
ndableg: Bagus
-
Sri Kirana: Menarik
-
conscientizacao: Inspiratif
-
Apprayo: Menarik
-
Normanlahyaw: Keren
-
yusro: Inspiratif
-
NOS: Menarik
-
karimj: Inspiratif
-
cosmiclawyer: Inspiratif
-
teruterubozu: Inspiratif
-
pujangga: Menarik
-
agitdd99: Inspiratif
-
Logical Fallacy: Inspiratif
-
Laksamana: Menarik
-
pokijan: Inspiratif
-
palata: Menarik
-
Ibnu Muslim: Inspiratif



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
--
Tidak hanya polisi, semoga semua orang (khususnya pejabat yang katanya abdi masyarakat) mau meneladani beliau.
tapi kini yang terjadi buaya menggigit cicak, ...opo tumon ???
Saat si Bapak meninggal dunia beberapa tahun lalu, sedih sekali tidak bisa ikut mengantar, dan menyaksikan anggotanya yang setia memanggul peti mati itu dengan linangan airmata. Beberapa hari kemudian teman saya sekeluarga harus angkat kaki dari rumah dinas itu, dan mengungsi ke tempat kakaknya.
Kejujuran sangat mahal harganya di negeri ini, tapi ironisnya tak ada yang bisa menghargainya. Saya khawatir, "Pahlawan tak akan lahir dua kali", itu benar adanya.
hamatamu: Keliatannya ada, bahkan mungkin pemerintah, DPR, juga punya. Coba tengok konsideran UU KPK, disana menyebutkan "kegagalan" Polisi dan JAKSA dalam menangani korupsi, berarti kan mereka punya data dong...
*** ikut gaya bahasa hamatamu ...
sesuai petunjuk anda masih ada kok yang gak brengsek; polisi Hoegeng, polisi tidur dan patung polisi. Betulkan bung umbaran
susah bener jadi polisi, masuknya sussah, sudah jadi ..eh orang bilang sering bikin susah
Beliau pengagas gerakan agar pah harto mundur ... waktu itu terjadi pertemuan di ruang SO SO SO salah satu kamar di kediaman Pak HARTO
Lalu pak HARTO tersingung Karena pak HARTO di suruh menyerahkan kekuasaan Pada Sang Proklamator Bung HATTA karena Kalau tidak PAk HARTO akan Jatuh ....Pak Harto mau memberikan Jabatan Presiden Pada Bung Hatta tetapi Dengan beberapa syarat .
Tetapi Bung Hatta Menolak Syarat - yang di ajukan Pak HARTO
Akhirnya Sawito di tangkap dan di tahan selama 20 TH ...Setelah keluar pada jaman Gusdur dan megawati beliau mendapat pemuliahan nama baik dari HAM pertama kali di indonesia ...
Pak Sawito sering cerita tentang kebaikan dan kehebatan pak HUGENG kepada saya memang benar Pak Hugeng Sosok yang cukup bijaksana
Beliau Pesan Pada Sy" Dik Wardi Polisi itu bukan menegakan keadilan ? tetapi polisi Penyelamat Rakyat ...?
Maksudnya bagaimana Pak Sawito .. Tanya saya
jadi Kalau yang menegahkan keadilan Itu Hakim . Kalau polisi Menegakan KUHP dan Undang-undang yang di buat DPR
Jadi kalau Undang-undang nya ngak adil jangan salahkan Polisi tetapi Undang-undangnya harus di rubah agar lebih adil
Polisi Kalau ada maling di pukuli masa Polisi wajib menyelamatkannya bukan malah ikut-ikutan memukuli maling ...Apakah itu adil pencuri kok di lindungi ...tetapi UU memerintahkan seperti itu
Jadi yang slah siapa : Masa , Maling atau polisi
Saito Menjawab :
Tetapi Polisi yang menjalankan tugas yang tidak sesuai dengan Undang-undang perlu di kenakan sangsi ......
Kesimpulanya :
Pak Hugeng Polisi yang Baik tetapi tidak semua Polisi Baik dan tidak semua polisi jelek
Kita perlu tahu polisi itu di bawah Pemerintah .. Jadi kalau Pak Harto Salah polisi ikut salah bukan Polisi berniat berbuat salah tetapi zaman Orde baru yang telah memerintahkan polisi untuk berbuat salah
Silahkan login untuk memberikan pendapat