[Saran] Tentang Warga Terpuji dan Libur Lebaran. 89
Minggu, 27 Sep '09 18:14
Topik ini sebenarnya sudah lama dan terlampau sering diperbincangkan. Tapi karena setiap beberapa waktu selalu dijadikan kontroversi lagi, Saya coba memperbincangkan ulang secara lebih sistematis.
Definisi-definisi
Warga terpuji adalah daftar yang berisi 10 warga dengan pamor tertinggi.
Pamor sendiri merupakan hasil konversi dari rating serta jumlah komentar/debat didalam artikel yang ditulis oleh seorang warga.
Pamor, tidaklah permanen. Sejalan dengan waktu pamor terus menurun.
Sebuah hal yang baru Saya sadari, penurunan pamor juga berhubungan dengan seberapa sering warga tersebut login.
Penurunan pamor warga yang jarang login, lebih cepat daripada warga yang sering login.
Warga terpuji TIDAK memiliki hak istimewa apapun terhadap warga lain, kecuali hak yang sama untuk menulis artikel dan berdebat.
Warga terpuji BUKAN merupakan juru bantu politikana, setidaknya demikianlah observasi saya selama ini (walaupun ini sebenarnya dapat terbantah jika observasi saya salah).
Warga terpuji tidak serta merta paling intelek, atau paling jago membantai, atau paling pintar. Tidak ada relevansinya dengan itu.
Akibat-akibat
Keberadaan daftar warga terpuji, seringkali malah menjadi sumber kecemburuan. Ada beberapa warga menganggap warga terpuji melakukan plonco pada warga lain, padahal kedua hal tersebut tidak memiliki hubungan eksklusif.
Keaktifan warga terpuji tidak serta merta memberikan kewenangan atau power khusus untuk memelonco atau mengurangi hak warga lain.
Sehingga dapat disimpulkan keluhan warga yang "merasa" terplonco, tidak lebih dari sekedar perwujudan dari mental inferiornya sendiri. Karena, toh "Warga Terpuji" tidak memiliki power apapun.
Justru jika seandainya karena seseorang adalah warga baru, dia harus diimunkan dari bantahan, debat dan diskusi warga lama, sehingga membatasi keaktifan warga lama, maka serta merta itu adalah merupakan suatu bentuk ketidakadilan.
Hal berikutnya adalah tentang penurunan pamor.
Diskriminasi kecepatan penurunan pamor antara warga yang sering login dan jarang login, dapat difahami sebagai metode pengelola situs untuk meningkatkan keaktifan warga.
Namun metode tersebut ternyata menghasilkan efek tak terduga saat ada libur panjang, seperti lebaran kemarin.
Akibat dari libur panjang di waktu lalu, banyak warga mengalami penurunan pamor secara drastis, kecuali mereka yang sering login/online.
Saran-saran
Ada baiknya istilah warga terpuji diganti dengan istilah yang lebih netral, seperti misalnya sekedar "warga teraktif", atau "warga paling ribut", atau dihilangkan atau terserahlah...
Ada baiknya jika diskriminasi proses penurunan pamor dihilangkan. Sehingga warga yang sering login dan tidak, sama-sama memiliki kecepatan penurunan pamor yang sama.
Sedemikian sehingga, daftar warga terpuji benar-benar tergantung pada artikel dan perdebatan yang mengikutinya, dan bukannya seberapa sering seseorang memantau politikana.
Refleksi
Saya mengakui saya sangat suka berdebat, bukan untuk menunjukkan bahwa pandangan Saya selalu benar (sungguh jauh dari itu niat saya), namun seringkali karena sekedar ingin mengetahui bagaimana sebuah posisi yang berbeda dapat dipertahankan.
Bagi Saya debat itu menyenangkan, karena saya jadi bisa memahami bagaimana orang lain berpikir, sekaligus membuka kesempatan bagi fakta-fakta yang tidak saya ketahui sebelumnya untuk terpapar.
Akibatnya adalah: Saya sering login tanpa terputus, kadang hingga berhari-hari, dengan mengandalkan fasilitas-fasilitas seperti auto-refresh, padahal Saya tidak selalu ada.
Dengan mengetahui fakta tersebut, dan dengan memahami bagaimana proses penurunan pamor sebagaimana yang telah Saya pahami dan paparkan diatas, dapat disimpulkan:
Saya tidak layak dimasukkan kedalam daftar warga terpuji, karena yang mempertahankan pamor Saya, bukanlah keaktifan saya dalam menulis maupun berdiskusi, namun lebih banyak tergantung seberapa bagus plugin auto-refresh di firefox Saya.
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ndableg: Bagus
-
Agus PW: Bagus
-
hamatamu: Bagus
-
jeung Medya: Biasa
-
conscientizacao: Penting
-
Frost: Biasa
-
cibro: Bagus
-
boiga: Bagus
-
Gunawan Wibisono: Menarik
-
Sri Kirana: Bagus
-
MFH: Menarik
-
Xaliber von Reginhild: Bagus
-
yusro: Penting
-
LCFR: Bagus
-
teruterubozu: Penting
-
Ibnu Muslim: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
pemilihan ketua RW!
Ada yang seperti itu.
Namun BUKAN berarti SETIAP orang yang terlanjur berada dalam daftar warga terpuji serta merta meniatkan itu.
Itu tuduhan yang terlampau keji untuk disampaikan.
[ http://politikana…n-politikana ]
[ Ada beberapa warga menganggap warga terpuji melakukan plonco pada warga lain, padahal kedua hal tersebut saling berbeda ]
tips: agar tak diplonco, sebagai warga baru saya membaca artikel para terpujiwan/wati.
[_tips: agar tak diplonco, sebagai warga baru saya membaca artikel para terpujiwan/wati._]
Menurut saya malah, sebenarnya tidak ada perpeloncoan.
Warga lama cenderung memperlakukan warga baru MAUPUN warga lama, dengan perlakuan yang sama.
menurut hamba ni, biarkanlah apa adanya... itulah ke-khas-an di P ini... toh lambat laun akan sadar sendiri; betapa rating, pamor, pujian hanyalah sesuatu yang sifatnya sesaat... dan pujian bukanlah segalanya........ Bukankah itu pembelajaran diri juga wahai warga?
*padahal kalo mobil atawa barang mah malah pinginnya 'baru' terus*
2. kalo dikaitkan sama mental warga, 'lama' apa 'baru' gak ngaruh; ada warga 'lama' dengan mental newbie, ada juga warga 'baru' dengan mental 'warga lama'
3. kalo mau ada klasifikasi warga, saya lebih cenderung dengan klasifikasi ala forum kaskus. newbie utk member dgn postingan di bawah 100; kaskuser untuk postingan di atas 100; kaskusholic utk di atas 500; kaskus addict utk di atas 1000 postingan..
*jadi libur lebaran nggak ngaruh..*
*kurang asem kowe*
"jadilah warga terpuji sejati om... yang bisa diteladani warga lain,- semoga Tuhan YME menyertai langkah-langkahmu dan menempatkan disisi manapun yang terbaik menurut-Nya, emen...
***keplok2***
***...ehmmm.. cari masalah neh_--
entah saya yang kuper atau gimana ya, saya kok gak tau klo mau liat daftar warga terpuji itu dimana ya?
tapi tetap, pertanyaan relevan..
ha...ha.. ha...
**udah gaharu cendana pula
udah tau bertanya pula
sok 'ngerendah' ninggiin mutuuw
*akhirnya onlione lagi setelah libur lebaran*
Striding Cloud: yang udah jadi dankorem itu saya cuman sekedar hai2 saja... yang sekarang di priok aja yang masih suka ngopi-ngopi
WB pakdeeeee...
*kabur takut disambit*
Striding Cloud
Nah, berarti elo harus dapet julukan tukang klarifikasi, biarlah julukan tukang rusuh menjadi milik... bersama aja lah ya?
terbaru > rekomendasi > twitter
komentar warga > warga terpuji
ya toh om ndableg ???
Usulnya di sini :
http://politikana…arga-terpuji
sumpah, gak pernah liat ini.. payah deh..
Kurang kerjaan saja... Menurut saya kita disini bukan mencari Pamor, ataupun warga terpuji.. tapi adalah indormasi yang dinamis dan dialektis.. cuma itu aja...
tapi gak masalah juga sih.. bila ada juga yang mengejar pamor, maupun warga terpuji...
jadi malas deh... nulis di politikana.com..
Baca dulu. Artikel ini bukan mempermasalahkan soal "Terpuji".
Artikel ini mencoba menawarkan solusi agar "keterpujian" tidak malah jadi masalah.
bang cibro benar-benar memandang seperti diatas itu? saya tidak kenal secara personal yang lainnya apalagi bung Striding Cloud, mungkin kami sering terlibat persinggungan diskusi, mungkin juga kadang saling setuju atau tidak. maka ijinkan saya mengulang komentar anda di artikel lain dan menujukannya kembali pada anda sekali lagi
"...terlalu berhalusinasi... menganggap apa yang anda pikirkan adalah yang gua pikirin... padahal belum tentu..."
kalau lupa bisa dibaca lagi disini komentar anda; http://politikana…omment-91000 , dalam kenyataannya perbincangan atau sindiran tentang 'warga terpuji' ala anda sudah terasa mulai membosankan.
Striding Cloud, boiga, ndableg, conscientizacao, jeung Medya, Agus PW, 5150 & cibro tentu saja:
misalkan istilah 'terpuji' dihilangkan atau diganti apakah anda percaya kontribusi warga lain akan lebih besar dalam diskusi?
dalam perbincangan 'offline' saya dengan beberapa warga sebut saja misalnya R A P; masuk ke dalam warga terpuji itu justru dianggap memberatkan karena ujung-ujungnya cuma jadi bahan gunjingan, atau malah tuduhan antek seperti yang saya atau Striding Cloud pernah dapatkan, maka mereka menunggu untuk keluar dari daftar tersebut untuk bicara lagi. untuk pribadi, saya percaya rating itu baik tapi saya juga percaya jika istilah 'terpuji' itu dihapuskan atau diganti, mungkin akan lebih banyak warga lagi yang berkontribusi terhadap diskusi.
OOT, siapa yang mau bantu #melawanlupa, ben ra nyangkem terus. butuh orang untuk memasukkan nama-nama anggota dewan yang terhormat. paling tidak ngacung dululah! http://twitter.com/melawanlupa
*walah, tadi dimana aku naro konci kamar?*
NANTI kami yang muda-mudah ini pasti bernasib sama seperti kalian .... ha,..ha..
*wah, si om lagi kehilangan sense of humor nih*
===
Memangnya di forum politik, tidak boleh cari kenalan ya?
Di politikana ini, saya tak kenal siapapun dalam tataran personal, saya join ke mari juga atas kemauan sendiri dan kebetulan kenalan yang belum pernah saya temui secara personal memberi link ke situs ini.
Anda sendiri kenapa sewot sekali dengan gelar warga terpuji ini? Padahal yang masuk ke dalam "daftar kutuk dan hujat" itu saja tak pernah ambil pusing tentang gelarnya. Karena memang sama sekali tak ada yang merasa terpuji, saya kerjaannya setiap hari nongkrong di depan laptop kog, bukan membantu nenek-nenek menyebrang jalan.
Apanya yang terpuji dari seorang nerd macam saya ini?
Dah Lah.. Dah saatnya kita kesampingkan masalah klasifikasi.. Kuku juga tetap penting dalam kesempurnaan tubuh manusia...
http://politikana…omment-91330
***cuman pengen ngeganggue mbak hamatamu aja...
Oke, saya coba memandang dari sisi lain.
Adakah teman di sini yang bisa menjelaskan, apa dampak dari sistem yang dijelaskan bung Striding Cloud di atas, berkaitan dengan durasi dan frekuensi login, dengan PageRank dan Alexa Rank dari Politikana.com?
Teman-teman yang suka main SEO pasti bisa menjelaskan dengan lebih rinci dan konkrit.
Ya, tapi repetisi itu membosankan, bung cibro, dan anda tidak sedang menulis puisi, bukan?
Di sini semua mencari dialog dan belajar, bukan mengulang sindiran yang sama berulang-ulang seperti di link yang diberikan hamatamu di atas. Maka dari itu saya anggap anda sewot.
Kalau anda tak setuju, berikanlah sebuah bahan dialog yang baru.
Adakah keuntungan yang didapat dengan agregat itu, bung? Atau ada teman lain yang bisa bantu mencerahkan saya?
sampeyan setuju sama ngusul-ku di http://politikana…omment-91333 ?
perasaan ni usul udah dari tahun kapan (bahkan dah bkin polling segala) tapi tetap aja g digubris ...
Menurut saya sih, tidak perlu highlight person-nya dengan pamor, tapi highlight saja artikel, atau komentar yang dianggap bermutu. Sebagian sudah dilakukan di sini kan? Tinggal menghapus klasemen Warga Terpuji itu... *kalau berkenan...
Dari sisi teknis, apa yang saya ingin tahu dengan pertanyaan di atas adalah: Urusan popularitas P di dunia maya/internet, khususnya di 'mata' search engine perlu diperhatikan, agar orang awam yang mencari tahu kata kunci Kasus Bank Century, misalnya, bisa langsung menemukan tulisan-tulisan di P ini yang saya kira sangat menjelaskan. Maka mekanisme login yang dibahas Bung Striding Cloud dalam artikel ini, menurut saya relevan dipertahankan. Ini penerawangan saja, bukan analisis ilmiah...
maksudku yg usul kayak klasifikasi di kaskus itu loh..
*the winner is.....*
5150: Soalnya saya nggak ahli di bidang per-SEO-an, jadi cuma berimajinasi aja...
sambil nerapin permalink, dan itu kayaknya sudah diaplikasiin di sini..
*maklum warga baru, takut diplonco*
*keplok2*
yang mbahurekso akhirnya nongol!
*keplok2*
Seingat saya, soal ini sdh sering diperbincangkan oleh warga tapi, ya ngga ada yg berubah juga..
*demokrasi terpimpin oleh pengelola..
reformasi pasca lebaran, dapat wangsit darimana om?
*keplok-keplok ikutan bung ndableg*
Terimakasih Pak.
Silahkan login untuk memberikan pendapat