[Saran] Tentang Warga Terpuji dan Libur Lebaran. 89

Minggu, 27 Sep '09 18:14

Topik ini sebenarnya sudah lama dan terlampau sering diperbincangkan. Tapi karena setiap beberapa waktu selalu dijadikan kontroversi lagi, Saya coba memperbincangkan ulang secara lebih sistematis.

 

Definisi-definisi

Warga terpuji adalah daftar yang berisi 10 warga dengan pamor tertinggi.

Pamor sendiri merupakan hasil konversi dari rating serta jumlah komentar/debat didalam artikel yang ditulis oleh seorang warga.

Pamor, tidaklah permanen. Sejalan dengan waktu pamor terus menurun.

Sebuah hal yang baru Saya sadari, penurunan pamor juga berhubungan dengan seberapa sering warga tersebut login.

Penurunan pamor warga yang jarang login, lebih cepat daripada warga yang sering login.

Warga terpuji TIDAK memiliki hak istimewa apapun terhadap warga lain, kecuali hak yang sama untuk menulis artikel dan berdebat.

Warga terpuji BUKAN merupakan juru bantu politikana, setidaknya demikianlah observasi saya selama ini (walaupun ini sebenarnya dapat terbantah jika observasi saya salah).

Warga terpuji tidak serta merta paling intelek, atau paling jago membantai, atau paling pintar. Tidak ada relevansinya dengan itu.

 

Akibat-akibat

Keberadaan daftar warga terpuji, seringkali malah menjadi sumber kecemburuan. Ada beberapa warga menganggap warga terpuji melakukan plonco pada warga lain, padahal kedua hal tersebut tidak memiliki hubungan eksklusif.

Keaktifan warga terpuji tidak serta merta memberikan kewenangan atau power khusus untuk memelonco atau mengurangi hak warga lain.

Sehingga dapat disimpulkan keluhan warga yang "merasa" terplonco, tidak lebih dari sekedar perwujudan dari mental inferiornya sendiri. Karena, toh "Warga Terpuji" tidak memiliki power apapun.

Justru jika seandainya karena seseorang adalah warga baru, dia harus diimunkan dari bantahan, debat dan diskusi warga lama, sehingga membatasi keaktifan warga lama, maka serta merta itu adalah merupakan suatu bentuk ketidakadilan.

Hal berikutnya adalah tentang penurunan pamor.

Diskriminasi kecepatan penurunan pamor antara warga yang sering login dan jarang login, dapat difahami sebagai metode pengelola situs untuk meningkatkan keaktifan warga.

Namun metode tersebut ternyata menghasilkan efek tak terduga saat ada libur panjang, seperti lebaran kemarin.

Akibat dari libur panjang di waktu lalu, banyak warga mengalami penurunan pamor secara drastis, kecuali mereka yang sering login/online.

 

Saran-saran

Ada baiknya istilah warga terpuji diganti dengan istilah yang lebih netral, seperti misalnya sekedar "warga teraktif", atau "warga paling ribut", atau dihilangkan atau terserahlah...

Ada baiknya jika diskriminasi proses penurunan pamor dihilangkan. Sehingga warga yang sering login dan tidak, sama-sama memiliki kecepatan penurunan pamor yang sama.

Sedemikian sehingga, daftar warga terpuji benar-benar tergantung pada artikel dan perdebatan yang mengikutinya, dan bukannya seberapa sering seseorang memantau politikana.

 

Refleksi

Saya mengakui saya sangat suka berdebat, bukan untuk menunjukkan bahwa pandangan Saya selalu benar (sungguh jauh dari itu niat saya), namun seringkali karena sekedar ingin mengetahui bagaimana sebuah posisi yang berbeda dapat dipertahankan.

Bagi Saya debat itu menyenangkan, karena saya jadi bisa memahami bagaimana orang lain berpikir, sekaligus membuka kesempatan bagi fakta-fakta yang tidak saya ketahui sebelumnya untuk terpapar.

Akibatnya adalah: Saya sering login tanpa terputus, kadang hingga berhari-hari, dengan mengandalkan fasilitas-fasilitas seperti auto-refresh, padahal Saya tidak selalu ada.

Dengan mengetahui fakta tersebut, dan dengan memahami bagaimana proses penurunan pamor sebagaimana yang telah Saya pahami dan paparkan diatas, dapat disimpulkan:

Saya tidak layak dimasukkan kedalam daftar warga terpuji, karena yang mempertahankan pamor Saya, bukanlah keaktifan saya dalam menulis maupun berdiskusi, namun lebih banyak tergantung seberapa bagus plugin auto-refresh di firefox Saya.


Tag: Saran untuk politikana

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    ndableg 0 0
    nambah usul:
    pemilihan ketua RW! : D
    ndableg 0 0
    lebih bagus lagi status warga terpuji dihapus saja, kesannya primordial..
    Agus PW 1 suka | 0
    setuju kakek ndableg: . Royalti menulis di Poli adalah Warga Terpuji. Apakah menulis kita niatkan untuk menjadi terpuji??
    Agus PW 1 suka | 0
    setuju kakek ndableg: . Royalti menulis di Poli adalah Warga Terpuji. Apakah menulis kita niatkan untuk menjadi terpuji??
    5150 1 suka | 0
    Seharusnya dicantumin juga siapa aja juru bantu disini, jadi makin jelas apakah warga terpuji termasuk juru bantu atau bukan.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    Agus PW:
    Ada yang seperti itu.

    Namun BUKAN berarti SETIAP orang yang terlanjur berada dalam daftar warga terpuji serta merta meniatkan itu.

    Itu tuduhan yang terlampau keji untuk disampaikan. ; ))
    hamatamu 1 suka | 0
    bukankah ada di http://politikana…tentang.html 5150?
    jeung Medya 1 suka | 0
    ndableg: keknya dulu pernah ada juga deh usul seperti itu bahkan usulnya Presiden

    [ http://politikana…n-politikana ]

    [ Ada beberapa warga menganggap warga terpuji melakukan plonco pada warga lain, padahal kedua hal tersebut saling berbeda ]

    tips: agar tak diplonco, sebagai warga baru saya membaca artikel para terpujiwan/wati.


    conscientizacao 1 suka | 0
    Kok jadi semacam alat kontrol supaya warga jangan keseringan nangkring di P ya? Tuh buktinya hamatamu jadi dapet gelar tukang ronda : p
    5150 1 suka | 0
    hamatamu: thanks infonya. Semoga ga ada lagi yg bertanya tanya apakah warga terpuji termasuk dalam barisan juru bantu dan segala fasilitasnya
    Striding Cloud 1 suka | 0
    jeung Medya:

    [_tips: agar tak diplonco, sebagai warga baru saya membaca artikel para terpujiwan/wati._]

    Menurut saya malah, sebenarnya tidak ada perpeloncoan.

    Warga lama cenderung memperlakukan warga baru MAUPUN warga lama, dengan perlakuan yang sama.
    Frost 1 suka | 0
    Dengan segala hormat, saya sungguh tidak menaruh cemburu sedikitpun thd mereka yg jadi warga terpuji. Saya juga tdk peduli pamor saya cuma nol koma. Saya juga tidak peduli tulisan saya dirating hitam atau tdk dirating warga lain. Saya tdk pandai menulis, pemahaman saya terbatas, akses saya tdk seberapa. Tetapi saya mencoba masuk ke Politikana karena saya concern dengan masalah2 yg ada di sekitar kita terutama masalah pemberantasan korupsi, pengentasan kemisikinan dan hal2 spt itu. Saya tertarik utk mencoba menulis dengan segala keterbasan saya dan mencoba ingin berdiskusi ttgnya. Saya yakin teman2 semua juga concern dengan masalah2 itu.

    Striding Cloud 0 0
    Frost: Tidak ada yang menuduh Anda begitu.
    5150 0 0
    Politikana bisa dibilang raw material yg bermutu. Kalo saya pribadi lebih senang mengambil apa yg menurut saya berguna, dan meninggalkan yg tidak berguna buat saya tanpa melihat rating atau apakah raw material tsb berasal dari warga terpuji atau bukan
    cibro 0 0
    warga P yang hanya konsen pada pamor (apalagi sampai takut turun tu pamor) itu sama aja spt orang kecanduan... dan itu terlihat ketika ratingnya bagus dia berbangga ria... ketika dirating jelek dia mencak-mencak.... meski tak semua... tapi tipe kek gini tetap ada....

    menurut hamba ni, biarkanlah apa adanya... itulah ke-khas-an di P ini... toh lambat laun akan sadar sendiri; betapa rating, pamor, pujian hanyalah sesuatu yang sifatnya sesaat... dan pujian bukanlah segalanya........ Bukankah itu pembelajaran diri juga wahai warga?

    : )
    ndableg 0 0
    1. LAMA atawa BARU itu cuman masalah waktu. kita harus melalui yang 'baru' dulu untuk jadi 'lama'.
    *padahal kalo mobil atawa barang mah malah pinginnya 'baru' terus* : D

    2. kalo dikaitkan sama mental warga, 'lama' apa 'baru' gak ngaruh; ada warga 'lama' dengan mental newbie, ada juga warga 'baru' dengan mental 'warga lama'

    3. kalo mau ada klasifikasi warga, saya lebih cenderung dengan klasifikasi ala forum kaskus. newbie utk member dgn postingan di bawah 100; kaskuser untuk postingan di atas 100; kaskusholic utk di atas 500; kaskus addict utk di atas 1000 postingan..
    *jadi libur lebaran nggak ngaruh..*
    cibro 0 0
    ndableg: ah... komentar anda keliatan asal-jadi pakdhe bila tak disertai "keplok2"! itu ke-khas-an yang mesti anda patenkan ; ))
    ndableg 0 0
    cibro: masak keplok2 terus; telapak tangan bisa merah semua om..
    ndableg 0 0
    cibro: sialan.., gw komen serius dibilang 'asal jadi'

    *kurang asem kowe* : D
    cibro 0 0
    ndableg: e.... dia sewot... : o

    "jadilah warga terpuji sejati om... yang bisa diteladani warga lain,- semoga Tuhan YME menyertai langkah-langkahmu dan menempatkan disisi manapun yang terbaik menurut-Nya, emen...

    ***keplok2***
    cibro 0 0
    Apa sesama warga terpuji saling kenal ya?? atau mereka saling-akur gitu?? atau jangan2 saling musuhan lagi.....

    ***...ehmmm.. cari masalah neh_-- ; ))
    Striding Cloud 0 0
    cibro: Saya tidak mengenal secara pribadi kesemua warga terpuji lain. In fact, saya tidak mengenal secara pribadi, sesiapapun di politikana, tidak satupun.
    boiga 0 0
    sesungguhnya, dari daftar orang2 yang dipajang jeung Medya di atas, saya banyak belajar banyak hal, dan ini menjadi pengakuan bagi saya bahwa mereka pantas mendapat titel itu, terlepas ingin atau tidaknya mereka berada disana.. kenyataannya, saya juga banyak belajar dari warga lainnya.

    entah saya yang kuper atau gimana ya, saya kok gak tau klo mau liat daftar warga terpuji itu dimana ya? : D bisa bantu? : D
    boiga 0 0
    halah... salah artikel sayah...
    tapi tetap, pertanyaan relevan.. : D
    cibro 0 0
    boiga: disini mas http://politikana…itikana.html

    ha...ha.. ha...

    **udah gaharu cendana pula
    udah tau bertanya pula
    ndableg 0 0
    cibro: biasa do'i..

    sok 'ngerendah' ninggiin mutuuw : ))
    Yudiantoro 0 0
    Striding Cloud: betul, saya bisa pastikan itu, Striding Cloud cuman kenal pribadi ama tim mawar : D

    *akhirnya onlione lagi setelah libur lebaran*
    cibro 0 0
    ndableg: : ))
    cibro 0 0
    Yudiantoro: welcomeback-om
    ndableg 0 0
    Yudiantoro: welcome home, jang..
    Striding Cloud 0 0
    Yudiantoro: Lhoh, kenal sama tim mawar ya? yang sekarang sudah jadi dankorem itu?
    Yudiantoro 0 0
    cibro n ndableg: : D maklum pulkam itu identik dengan fakir benwit

    Striding Cloud: yang udah jadi dankorem itu saya cuman sekedar hai2 saja... yang sekarang di priok aja yang masih suka ngopi-ngopi : D
    boiga 0 0
    cibro + ndableg: bukan itu maksud ane, bukan artikelnya.. maksudnya, klo baru buka politikana mau liat daftar warga terpuji itu sebelah mana?
    Striding Cloud 0 0
    Yudiantoro: Saya diskusikan di profil Anda.
    ndableg 0 0
    boiga: di kolom kiri bawah, sebelah komentar warga pakdhe..
    Sri Kirana 0 0
    Yudiantoro
    : ))
    WB pakdeeeee... : )) : ))
    *kabur takut disambit*

    Striding Cloud
    Nah, berarti elo harus dapet julukan tukang klarifikasi, biarlah julukan tukang rusuh menjadi milik... bersama aja lah ya? : D
    cibro 0 0
    ndableg: jangan ditanggepin... ; )) tanpa dicari udah keliatan toh di home politikana... gak banyaknya info disitu... ha..ha... palingan:

    terbaru > rekomendasi > twitter

    komentar warga > warga terpuji

    ya toh om ndableg ??? ; ))
    Sri Kirana 0 0
    Btw, sudah pernah diusulkan, tapi votingnya kurang banyak, apa mau mbuat voting lagi aja?

    Usulnya di sini :
    http://politikana…arga-terpuji
    boiga 0 0
    ndableg: halah... : D
    sumpah, gak pernah liat ini.. payah deh.. ; ))
    Don 0 0
    @all: Kok masalah terpuji dimasalahkan sih kawan kawan...

    Kurang kerjaan saja... Menurut saya kita disini bukan mencari Pamor, ataupun warga terpuji.. tapi adalah indormasi yang dinamis dan dialektis.. cuma itu aja...

    tapi gak masalah juga sih.. bila ada juga yang mengejar pamor, maupun warga terpuji...

    jadi malas deh... nulis di politikana.com.. : (
    Striding Cloud 0 0
    Don:

    Baca dulu. Artikel ini bukan mempermasalahkan soal "Terpuji".

    Artikel ini mencoba menawarkan solusi agar "keterpujian" tidak malah jadi masalah.
    ndableg 0 0
    Don: halah.. nesu
    MFH 0 0
    ga apa juga lah ada kata terpuji..biar yang lain juga ada rasa pengennya jadi orang terpuji : D
    hamatamu 0 0
    kenal? akur? musuhan? maksudnya diantara kami ada kongkalingkong atau permufakatan begitu?

    bang cibro benar-benar memandang seperti diatas itu? saya tidak kenal secara personal yang lainnya apalagi bung Striding Cloud, mungkin kami sering terlibat persinggungan diskusi, mungkin juga kadang saling setuju atau tidak. maka ijinkan saya mengulang komentar anda di artikel lain dan menujukannya kembali pada anda sekali lagi

    "...terlalu berhalusinasi... menganggap apa yang anda pikirkan adalah yang gua pikirin... padahal belum tentu..."

    kalau lupa bisa dibaca lagi disini komentar anda; http://politikana…omment-91000 , dalam kenyataannya perbincangan atau sindiran tentang 'warga terpuji' ala anda sudah terasa mulai membosankan.

    Striding Cloud, boiga, ndableg, conscientizacao, jeung Medya, Agus PW, 5150 & cibro tentu saja:
    misalkan istilah 'terpuji' dihilangkan atau diganti apakah anda percaya kontribusi warga lain akan lebih besar dalam diskusi?

    dalam perbincangan 'offline' saya dengan beberapa warga sebut saja misalnya R A P; masuk ke dalam warga terpuji itu justru dianggap memberatkan karena ujung-ujungnya cuma jadi bahan gunjingan, atau malah tuduhan antek seperti yang saya atau Striding Cloud pernah dapatkan, maka mereka menunggu untuk keluar dari daftar tersebut untuk bicara lagi. untuk pribadi, saya percaya rating itu baik tapi saya juga percaya jika istilah 'terpuji' itu dihapuskan atau diganti, mungkin akan lebih banyak warga lagi yang berkontribusi terhadap diskusi.

    OOT, siapa yang mau bantu #melawanlupa, ben ra nyangkem terus. butuh orang untuk memasukkan nama-nama anggota dewan yang terhormat. paling tidak ngacung dululah! http://twitter.com/melawanlupa : p
    ndableg 0 0
    hamatamu: aku sudah follow kok masih lupa melulu yah..

    *walah, tadi dimana aku naro konci kamar?*
    cibro 0 0
    hamatamu: hallah dimasukkan kalipun kehati... : p
    hamatamu 0 0
    OOT, ndableg: didiskusikan di twitter saja, kirimkan email anda via twitter supaya bisa saya add di cotweet dan mulai membagi tugas, bijimana? : )
    cibro 0 0
    LUPA ITU FAKTOR USIA om..om..mbak..mbak...
    NANTI kami yang muda-mudah ini pasti bernasib sama seperti kalian .... ha,..ha.. : ))
    hamatamu 0 0
    saya tidak memmasukkan ke hati bang cibro, cuma mencoba cermat pada kalimat anda, toh saya sedang berusaha melakukan konfirmasi pada anda dengan kalimat tanya saya bukan? : p; )
    ndableg 0 0
    hamatamu: mbok diliat di daftar followernya, ada gambar bocah gebleg gak di situh? : D

    *wah, si om lagi kehilangan sense of humor nih*
    Sri Kirana 0 0
    cibro: Apa sesama warga terpuji saling kenal ya?? atau mereka saling-akur gitu?? atau jangan2 saling musuhan lagi.....
    ===

    Memangnya di forum politik, tidak boleh cari kenalan ya? : D
    Di politikana ini, saya tak kenal siapapun dalam tataran personal, saya join ke mari juga atas kemauan sendiri dan kebetulan kenalan yang belum pernah saya temui secara personal memberi link ke situs ini.
    Anda sendiri kenapa sewot sekali dengan gelar warga terpuji ini? Padahal yang masuk ke dalam "daftar kutuk dan hujat" itu saja tak pernah ambil pusing tentang gelarnya. Karena memang sama sekali tak ada yang merasa terpuji, saya kerjaannya setiap hari nongkrong di depan laptop kog, bukan membantu nenek-nenek menyebrang jalan.
    Apanya yang terpuji dari seorang nerd macam saya ini? : ))
    Don 0 0
    Striding Cloud: Saya JUga mEnawarkan SOlusi Tuh...

    Dah Lah.. Dah saatnya kita kesampingkan masalah klasifikasi.. Kuku juga tetap penting dalam kesempurnaan tubuh manusia...
    hamatamu 0 0
    wes jeleh soale kang ndableg, komentar mengulang ya dijawab dengan komentar mengulang juga, btw saya kirim message via twitter pada anda untuk alamat email. terima kasih : )
    cibro 0 0
    Sri Kirana: loh.. saya gak sewot kok mas... malah saya tetap mendukung agar istilah itu tetap ada di P ini.. spt komen saya di atas
    http://politikana…omment-91330

    ***cuman pengen ngeganggue mbak hamatamu aja... ; ))
    ndableg 0 0
    hamatamu: kok durung mlebu DM-nya?
    ndableg 0 0
    hamatamu: kena macet arus balik kali yah?
    hamatamu 0 0
    aku lali password'e kosik kang ndableg
    conscientizacao 0 0
    Uhm.. Wah... Jadi serba salah yah?

    Oke, saya coba memandang dari sisi lain.
    Adakah teman di sini yang bisa menjelaskan, apa dampak dari sistem yang dijelaskan bung Striding Cloud di atas, berkaitan dengan durasi dan frekuensi login, dengan PageRank dan Alexa Rank dari Politikana.com?

    Teman-teman yang suka main SEO pasti bisa menjelaskan dengan lebih rinci dan konkrit. : D
    Sri Kirana 0 0
    cibro
    Ya, tapi repetisi itu membosankan, bung cibro, dan anda tidak sedang menulis puisi, bukan?
    Di sini semua mencari dialog dan belajar, bukan mengulang sindiran yang sama berulang-ulang seperti di link yang diberikan hamatamu di atas. Maka dari itu saya anggap anda sewot.
    Kalau anda tak setuju, berikanlah sebuah bahan dialog yang baru. : )
    ndableg 0 0
    hamatamu: wis tak reply..
    hamatamu 0 0
    mungkin berhubungan dengan aggregat salingsilang bung conscientizacao & kang ndableg sudah saya kirim dm-nya, pls beri saya email anda supaya enak koordinasinya ; )
    conscientizacao 0 0
    hamatamu: "berhubungan dengan aggregat salingsilang"

    Adakah keuntungan yang didapat dengan agregat itu, bung? Atau ada teman lain yang bisa bantu mencerahkan saya?
    ndableg 0 0
    conscientizacao:
    sampeyan setuju sama ngusul-ku di http://politikana…omment-91333 ?
    wawajie 0 0
    Ada baiknya istilah warga terpuji diganti dengan istilah yang lebih netral, seperti misalnya sekedar "warga teraktif", atau "warga paling ribut", atau dihilangkan atau terserahlah...

    perasaan ni usul udah dari tahun kapan (bahkan dah bkin polling segala) tapi tetap aja g digubris ...
    ndableg 0 0
    wawajie: nganu.. kegeser masalah pilpres sama antasari dikerangkeng mungkin
    wawajie 0 0
    ndableg: iya y mas? sampe status politikana aja masih selamat idul fitri, ckckckck....
    conscientizacao 0 0
    ndableg: Wah, saya juga tidak setuju usul Anda Pak. Maap : D

    Menurut saya sih, tidak perlu highlight person-nya dengan pamor, tapi highlight saja artikel, atau komentar yang dianggap bermutu. Sebagian sudah dilakukan di sini kan? Tinggal menghapus klasemen Warga Terpuji itu... *kalau berkenan... : D*

    Dari sisi teknis, apa yang saya ingin tahu dengan pertanyaan di atas adalah: Urusan popularitas P di dunia maya/internet, khususnya di 'mata' search engine perlu diperhatikan, agar orang awam yang mencari tahu kata kunci Kasus Bank Century, misalnya, bisa langsung menemukan tulisan-tulisan di P ini yang saya kira sangat menjelaskan. Maka mekanisme login yang dibahas Bung Striding Cloud dalam artikel ini, menurut saya relevan dipertahankan. Ini penerawangan saja, bukan analisis ilmiah...
    ndableg 0 0
    conscientizacao: kalo search engine friendly (SEF) sebenernya itu lebih ke kerjaan web programmer politikana. penulis bisa mbantu mungkin dari tag yang dia pake. artikel2 di politikana bisa 'mudah ditemukan' bila menggunakan tag2 yang populer yang isu mutakhir, seperti trending topic di twitter.

    maksudku yg usul kayak klasifikasi di kaskus itu loh..
    ndableg 0 0
    conscientizacao: maksudnya tag2 populer yang jadi isu mutakhir..
    5150 0 0
    Wah bung prajmanu udah maen terawang2 nih, mantap dah. #obrolandukun : D
    hamatamu 0 0
    kalau masalah urusan 'popularitas' dunia maya itu terkait dengan fungsi tagging sepertinya bung conscientizacao, ini memang masalah tersendiri, mungkin perlu disosialisasikan agar warga membuat tag dengan baik dan benar serta lebih terstruktur. sedang masalah agregat tadi saya pikir ini masalah 'single auth' dan aplikasi internal dagdigdug
    5150 0 0
    Duh ralat harusnya prajnamu bukan prajmanu *harap dimaklumi pake hp dgn gprs generasi pertama*
    ndableg 0 0
    conscientizacao: coba sampeyan googling dgn keyword 'warga terpuji'

    *the winner is.....*
    hamatamu 0 0
    usulan kang ndableg sepertinya lumayan baik, tapi apakah itu tidak berarti mengubah keseluruhan 'engine' P sekarang? juga masalah query data, apakah sudah dipertimbangkan? lebih optimal yang mana?
    conscientizacao 0 0
    ndableg: Yoi Pak. Soal usulan kayak kaskus itu, saya juga tidak sepakat dengan Anda. Seperti yang saya maksud dalam komen saya itu, orangnya tidak penting di sini, tapi tulisannya yang penting. Toh, ketika menampilkan tulisan itu, nama si penulis tetap ada di situ, kan?

    5150: Soalnya saya nggak ahli di bidang per-SEO-an, jadi cuma berimajinasi aja... : D
    ndableg 0 0
    hamatamu: nggak om. secara gebleg-nya web programmer cuman modifikasi file .htaccess yg ada di folder public_html
    sambil nerapin permalink, dan itu kayaknya sudah diaplikasiin di sini..
    hamatamu 0 0
    ah masalah indeks berkas kemarin? masih sisa ini http://politikana.com/scripts/
    ndableg 0 0
    hamatamu: javascript semua itu.., batakscript mana? : D
    umbaran 0 0
    wah rupanya baru ada rapat warga ya, mangga dilanjut, saya jadi pendengar dulu

    *maklum warga baru, takut diplonco* ; ))
    yusro 0 0
    Terimakasih, masukkannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada beberapa perbaikan di politikana termasuk istilah "warga terpuji".
    ndableg 0 0
    yusro:

    *keplok2*
    yang mbahurekso akhirnya nongol!
    boiga 0 0
    ndableg: saya telah gabung lagi ini.. ikut keplok2 ya?

    *keplok2*
    samsara 0 0
    kalo soal USUL dari user, pengelola Politikana memang pada kenyataanya kurang responsif.

    Seingat saya, soal ini sdh sering diperbincangkan oleh warga tapi, ya ngga ada yg berubah juga..: D

    *demokrasi terpimpin oleh pengelola..
    Ibnu Muslim 0 0
    Striding Cloud yang tetap bersemangat : )
    yusro 0 0
    samsara: sudah jadi warga teraktif, bukan lagi warga terpuji : )
    conscientizacao 0 0
    yusro: Aha.. berita besar ini!! : D
    Ibnu Muslim 0 0
    yusro:
    reformasi pasca lebaran, dapat wangsit darimana om?
    5150 0 0
    yusro: wah akhirnyaaaaaaaaaaaa.....

    *keplok-keplok ikutan bung ndableg*
    Striding Cloud 0 0
    yusro:

    Terimakasih Pak.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat