Antara Mbok Jumi dan Aburizal Bakrie 9

Senin, 28 Sep '09 14:19

Mbok Jumi adalah pengungsi korban lumpur di Sidoarjo. Perempuan itu berusia 52 tahun. Pada Minggu, 30 November 2008 silam, Mbok Jumi menghembuskan nafas terakhirnya.  Ia meninggal dunia dengan tetap menyandang status sebagai korban lumpur.

Bulan Juni 2008, Mbok Jumi mulai merasakan sakit luar biasa di perutnya. Sakit di perutnya itu yang kemudian menghantarnya menghadap Sang Pencipta. Pada saat itu keluarga Mbok Jumi membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo. Sekitar dua minggu Mbok Jumi dirawat di rumah sakit itu. Namun, karena tak mampu membiayai ongkos rumah sakit, keluarga Mbok Jumi membawanya pulang ke pengungsian korban lumpur di Pasar Baru Porong.

Keluarganya pun pasrah. Selanjutnya, Mbok Jumi dirawat dengan menggunakan pengobatan alternative seadanya. Celakanya, dalam keadaan sakit kronis seperti itu Mbok Jumi masih terpaksa melewati hari-harinya di pengungsian korban lumpur.

Luapan lumpur di Sidoarjo telah menghancurkan rumah Mbok Jumi di Desa Renokenongo. Menurut penuturan Sugiyat, anak tunggal Mbok Jumi, seperti yang ditulis di web korban Lapindo, rumah keluarganya terendam lumpur setelah muncul ledakan pipa gas Pertamina. Namun, air yang telah menggenangi rumahnya sejak hari pertama munculnya semburan lumpur memaksa keluarga tersebut meninggalkan rumahnya untuk menjadi pengungsi.

Mayoritas pakar geologi dunia dan juga hasil temuan BPK telah mengungkapkan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo terkait dengan aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo, salah satu perusahaan milik Group Bakrie.

Nasib pilu dalam kehidupan Mbok Jumi sebagai korban lumpur tentu berbeda dengan nasib baik mantan petinggi Group Bakrie, Aburizal Bakrie. Putera sulung pengusaha H Achmad Bakrie itu mungkin belum pernah dan juga tidak akan pernah  merasakan pahitnya hidup sebagai pengungsi bencana ekologi seperti Mbok Jumi.

Bahkan kini Aburizal Bakrie adalah salah satu kandidat Ketua Umum Partai Golkar. Ia pun mendapat porsi yang besar pemberitaan di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Berbeda dengan kematian Mbok Jumi yang sepi dari liputan media massa.

Jika berhasil menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menjanjikan akan menyediakan dana abadi hingga Rp 1 triliun untuk kas Partai Golkar. Bagaikan langit dan bumi. Itu merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah kehidupan Mbok Jumi dan Aburizal Bakrie.

Mbok Jumi harus keluar dari RSUD Sidoarjo karena tidak mampu membayar biaya pengobatan, yang mungkin hanya berkisar ratusan ribu rupiah. Sementara Aburizal Bakrie, akan menyediakan dana sebesar Rp. 1 trilyun bagi kas Partai Golkar. Berbeda dengan Mbok Jumi, bagi Aburizal Bakrie, uang bukan lagi menjadi persoalan dalam kehidupannya.

Terkait dengan hal itu, tak heran bila pencalonan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar mendapat perlawanan dari korban lumpur. Beberapa kali korban lumpur telah menggelar unjuk rasa di Sidoarjo maupun di Jakarta untuk menolak pencalonan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Korban lumpur mengkuatirkan bila Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum Partai Golkar, nasib mereka menjadi semakin terlantar.

Namun, Aburizal Bakrie menolak upaya yang mengaitkan kasus Lapindo dengan pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, kasus Lapindo sudah diputuskan oleh pengadilan sebagai bencana alam dan bukan karena aktivitas pengeboran.

Rupanya, keberuntungan masih berpihak pada sosok Aburizal Bakrie. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur pun mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pidana Lapindo. Bukan itu saja, Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Hatta Rajasa menegaskan agar segala penyelidikan terhadap penyebab semburan lumpur yang tadinya diduga karena kelalaian manusia harus dihentikan.

Pemerintah yakin bahwa semburan lumpur di Sidoarjo adalah bencana alam. Sebuah keyakinan yang akan memuluskan Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan juga kandidat Presiden pada tahun 2014. Bagi pemerintah SBY tantu akan lebih nyaman bila Aburizal Bakrie yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar, karena ia akan membawa partai tersebut menjadi pendukung pemerintah.

Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin itu pribahasa yang tepat untuk menggambarkan kasus Lapindo saat ini. SP3 kasus Lapindo sudah terlanjur dikeluarkan. Pemerintah pun sudah terlanjur yakin bahwa semburan lumpur di Sidoarjo adalah buah karya Tuhan bukan karena aktivitas pengeboran.

Sebentar lagi, negara akan mengambil alih tanggungjawab persoalan lumpur di Sidoarjo. Bahkan bukan tidak mungkin bila negara akan mengembalikan uang yang telah dikeluarkan oleh Group Bakrie selama ini terkait dengan semburan lumpur di Sidoarjo.

Sementara di sisi lain, Aburizal Bakrie akan menjabat Ketua Umum Partai Golkar. Di tahun 2014, beliau sangat mungkin akan menjadi Presiden Republik Indonesia. Sebuah nasib baik yang tidak pernah dinikmati oleh almarhumah Mbok Jumi dan korban lumpur lainnya. Bahkan nasib baik itu juga belum pernah terlintas di dalam mimpi para korban lumpur di Sidoarjo.

Kini ribuan anak-anak korban lumpur terancam menjadi generasi pesakitan karena setiap hari harus menghirup udara beracun dan menggunakan air tercemar. Sekali lagi nasib buruk korban lumpur ini belum pernah dan tidak akan pernah dirasakan oleh Aburizal Bakrie yang kini menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar dan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014. Bravo Aburizal Bakrie! Lupakan nasib buruk korban lumpur!


Tag: partai golkar, Aburizal Bakrie, LAPINDO, ical

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    ndableg 0 0
    sudah nonton TV One mas?
    daus 0 0
    Males nonton TV yang dimiliki oleh bakrie group
    ndableg 0 0
    daus: nonton-nya metro yah?

    *lagi nonton fashion tv*
    Esemge 0 0
    ..bagi Aburizal Bakrie,uang bukan lagi menjadi persoalan dalam kehidupnya..
    Benarkah?
    Ibnu Muslim 0 0
    Esemge:
    Mungkin bagi Bakrie yang menjadi beban pikiran "kemana lagi harus membelanjakan" uangnya : D
    Esemge 0 0
    Ibnu Muslim: berarti bakrie masih punya persoalan dengan uangnya ya?
    Ibnu Muslim 0 0
    Esemge: sepertinya iya : D
    conscientizacao 0 0
    Ibnu Muslim: Hahaha... : )) Yang "miskin" dan yang "kaya", sama-sama punya masalah dengan uang ya?
    Esemge 0 0
    conscientizacao: lol
    Saya pernah baca tulisan orang miskin akan bahagia bila mendapatkan uang banyak,orang kaya akan bahagia bila dibereskan dari borok-boroknya..

    Silahkan login untuk memberikan pendapat