Lakukan Satu Hal Untuk Pengemis! 9
Selasa, 29 Sep '09 20:55
Hari ini, sambil santap siang di kantin kampus bareng beberapa teman, dan sambil nunggu hujan reda, komburpun ngelantur kemana-mana. Salah satu yang masih ingat adalah kisah seorang sahabat tentang pengemis.
Seorang direktur (katanya) yang rumahnya di dekat Masjid Sunda Kelapa Menteng begitu ngeliat seorang pengemis berdiri di depan rumahnya langsung manggil satpamnya.
"Kamu liat pengemis itu?" tanya pak direktur dengan pinggang ditangan.
Satpam: "Ia pak, saya liat, ada apa pak? kenapa dengan pengemis itu?
"Kasihan sekali, liat badanya kurus kering, tangan cacat, pakaian compang camping, dan saya yakin sejak lahir dia pasti udah sengsara..." jelas si direktur.
Si satpam hanya termanggut2 aja tanda setuju, baru kemudian bertanya, "lalu pak? Apa yang harus kita lakukan pada pengemis malang itu?"
Kata direktur: "Lakukan satu hal untukku..."
"Memberi sedekah buat dia.......?
"Bukan..." kata direktur memotong pembicaraan.
"Lalu apa pak yang harus kita perbuat?"
Direktur: "Singkirkan dia dari rumah saya. Dia cuman bikin kotor aja. ngganggu pemandangan indah rumah dinas saya."
"kirain mau ngasih sedekah..", gerutu satpam dalam hati.
Temen lain gak mau ketinggalan, dia juga punya cerita tentang pengemis. Kali ini katanya tentang pengemis yang sering mangkal di Masjid Raya Medan. Waktu itu hari Jum'at pertama ramdhan tempo hari. Kebetulan tema khutbah yang disampaikan seorang ustadz adalah manfaat sedekah, khususnya dibulan puasa. Kebetulan teman kita ini duduk disamping pintu masuk masjid.
Sambil manggut2 antara ngantuk dan dengerin ceramah dia terkejut. Tiba2 dilihatnya sepanjang tangga Masjid Raya yang tinggi itu begitu banyak ibu2 dan anak2 wanita dengan ngebawa kantong plastik dan bekas tempat sabun colek ditangan. Menit demi menit jumlah mereka tambah banyak. Mereka kelihatan sangat semangat dengerin ceramah ustadz tentang sedekah. Mungkin mereka berfikir, -ini kesempatan gua dapet duit-
Begitu selesai shalat dan jamaahpun bubar, termasuk ustadznya. Pas si-ustadz ngelewati para pengemis itu. Mulailah tangan iba menghampiri ustadz tadi, mereka berebutan..."Ustadz... sedekah tat.. sedekah..." teriak mereka.
"e..e.. minggir-minggir, saya gak bawa uang." kata ustadz
"tapi tadi saya liat ustadz dikasih amplop." tanya seorang pengemis.
"itu khusus saya sedekahin untuk istri saya di rumah... kalian minta sana ama jamaah lain."
Ala tat..tat., rupanya isi khutbah pak ustadz ntu khusus untuk jamaah saja. ndak berlaku buat yang ngutbahin..
****geleng-geleng pala***
MERDEKA!!!
Tag: nasib pengemis, siapa peduli
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Esemge: Bagus
-
yusro: Bagus
-
ndableg: Bagus
-
boiga: Bagus
-
botaksakti: Menarik
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
conscientizacao: Menarik



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
saya :"dapat banyak bu?"
pengemis : "lagi apes cuma dapat 70ribu"
saya : kalo gak apes berapa bu?
pengemis : 100 ribu lebih
saya :
Silahkan login untuk memberikan pendapat