Sadiskah Pemimpin Kita? 40
Selasa, 29 Sep '09 00:07
"Ada yang mempraktekkan sebagai selingan. Ada juga yang tega membunuh demi kesenangan. Semua itu dimulai dari pukulan di pantat saat kanak-kanak" >> dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG.
----------
Seorang pasien wanita suatu hari mengeluhkan kelainan pada dirinya ama dr. Boyke yang masyhur itu. katanya: "aneh lo dok, mulanya saya sangat kesakitan. Tapi akhir2 ini saya mulai menikmati hubungan seksual yang ganjil ini. Bahkan kalo belum disakiti lebih dahulu, saya sulit memperoleh kepuasan."
Sadisme. itulah istilah kedokteran bagi pasangan yang biasa siksa-menyiksa saat hubungan seksual. Wanita yang datang ke dokter tadi disebut masokhis. Sedangkan hubungan mereka berdua (bukan ama dr. boyke loh) disebut sado masokhisme.
Mungkin ya, bagi manusia-manusia normal menganggap aneh hubungan seperti itu. Mereka pasti aja gak habis pikir, kok bisa ya? dimana nikmatnya tu hubungan? apa gak salah? dan bla..bla.. lainnya. Tapi bagi mereka yang sudah terbiasa, malah disitulah letak puncak kenikmatannya... weleh... weleh...
Ma'afkan saya, jika terlalu lancang memilih judul ini sebagai awal postingan saya di Politikana.com ini. Tapi sejujurnya ku katakan, bukan sex yang akan dibahas disini, tapi ada yang lebih penting dari itu. Kalau sekedar sex-sexan, tak perlu mendapat sentuhan pendidikan formal udah tahu sendiri nya itu. Cicak aja pinter, apalagi manusia toh??
Tapi dari artikel yang saya baca dari dr. boyke tentang "Sadis dan Masokhis" ada yang menarik perhatian saya. Ternyata benar, segala sesuatu yang berlaku bagi orang dewasa bermula dari kebiasaan masa kecilnya. Barangkali dalam keseharian kita ada melihat teman yang senang betul melihat tukang jagal nyembelih kambing, sebagian laginya takut, apalagi ngeliat darahnya. Ada orang yang doyan nonton pertunjukan yang bersimbah darah, misalnya adu ayam atau adu domba. tapi ada juga yang gak tegaan. Atau seorang pacar yang minta dicium harus ngancem dulu, misalnya, "kalo ndak mau cium, tak putusin loh!". Ada juga yang cuma diam-diam tapi bibirnya da nyampe kesana sini.
Nah, itu gejala lo.. Gejala orang yang bisa berlaku sadis atau ndak sadis. (bagi yang pengen cari pasangan mesti tahu ni gejala calon pasangannya... jangan ampe kesulut puntung rokok ntar)
Dalam dunia politik juga berlaku begitu. Orang yang rakus ama jabatan biasanya masa kecilnya kurang mendapat tempat dalam keluarga. Ia biasanya terkucilkan, sehingga ketika dewasa, biasanya tanpa disadari berlaku balas dendam dan semena-mena juga ama orang lain. Yang doyan korupsi, doyan selingkuh, doyan poligami, doyan sesama, doyan bohong, doyan marah, dan doyan lain-lainnya; pasti bermula dari masa kecilnya yang bermasalah! Apakah masa kecil suram? kurang bahagia? kurang kasih sayang? dan lain-lainnya.
Kalau berkenan, mohon didiskusikan; khususnya untuk tipe para pemimpin kita... Apakah yang melatar-belakangi mereka sehingga bertingkah laku seperti sekarang ini? Ku pikir ini penting diketahui, setidaknya untuk pemilu dimasa datang, agar rakyat jangan memilih pemimpin yang punya masalah serius di waktu kecil mereka... sehingga mereka menjadi buas melebihi kambing bendotttt.
Salam Kenal Saja,
>>> SIM
Tag: Pemilu, indonesia, tipe pemimpin kite
Terkait:
-
Asal Mula Kisruh "Cicak vs Buaya"
Kamis, 5 Nov '09 10:43 -
Nasib Partai Bulan Bintang Tergantung Munas
Senin, 12 Okt '09 11:01 -
Dirgahayu Indonesiaku...Aku Sangat Cinta Kamu
Senin, 17 Agu '09 12:37
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ndableg: Biasa
-
conscientizacao: Menarik
-
botaksakti: Bagus
-
Ibnu Muslim: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
untuk ngasih komen serius kayaknya aku mesti mbuka kebetan bukunya naek l tobing deh..
*uhm... ehem... warga baru ya...? Tapi kok pake don't disturb me segala..., emang sudah diapain sama mas ndableg...
*sebentar, baru bab satu..*
*walah, kok tiba2 sampe ke bab 'fantasi liar' yah..*
pengalaman pribadi ya mbakyu?
syafatain: Ndak ada masalah kok Bu...
Selamat datang...
*kayak gw aja nih yang punya P*
tapi ini pasti org lama, kepedean sih cara ngetik komentnya, ayo yang ngaku jagoan kontra intelijen bangun
sampeyan pernah baca biografi-nya pak harto? masa kecilnya gimana? angon sapi, nggusah manok, sama menek wit2an. gak ada yg sadistik di situ.. dan coba liat senyumnya, manis kan
sampeyan bisa korelasikan dengan waktu doi jadi presiden selama 32 tahun dengan kebijakan represifnya?
*nepok jidat*
*nepok jidat sambil misoh2*
*siul2. sopo iki, rek?*
*hmm, bab macam2 gaya*
hello my lovely... 'angga'.... mama begadang nih.. ehm...
*sambil niru gayane hercule poirot*
yo wis tanggapen wae, suwe2 rak yo konangan, kuwi nek njenengan isih karep
syafatain: Kok begadang nih bu... Angga nya sudah tidur apa ikut begadang nih?
syafatain: ..doyan korupsi, doyan selingkuh, doyan poligami, doyan sesama, doyan bohong, doyan marah..
_
klo situ gak pake kata 'doyan', saya protes masalah poligami.. itu hak, muslim tidak dilarang mempraktekkan; tidak oleh Qur'an, tidak oleh Rasulullah, tidak oleh sahabat2 Rasulullah, tidak oleh ulama-ulama terdahulu..
tapi ente pake kata 'doyan'...
*capek juga niru gayanya hercule poirot*
pemain sinetron yg tdk punya background teater, akan membuat sinetron 'cinta fitri' berubah jadi 'tawa sutra'
Silahkan login untuk memberikan pendapat