Siapa Sih Yang Sebenarnya Komunis? 60

Selasa, 29 Sep '09 16:12

Apa sih sebetulnya kriteria seseorang itu bisa dianggap komunis atau bukan? Harus membaca Das Kapital, Manifesto Komunis dan What is To Be Done dulu? Mesti ateis dulu? Kudu terdaftar sebagai anggota partai berasas komunis? Wajib menentang kapitalisme sampai titik darah penghabisan dulu?

Di Indonesia, pada satu masa yang belum terlalu jauh, saat darah begitu mudah tumpah, orang dengan mudah dianggap komunis hanya karena pernah nyanyi lagu Genjer-Genjer, pernah datang ke pentas Lembaga Musik Indonesia (LMI) atau Ansambel Tari-Njaji Bhineka, pernah nongol di acara pidatonya Njoto atawa Joebar Ajoeb, dll.

Jaman Orde Baru, kalau ada yang membela kepentingan buruh atau miskin kota juga bisa dengan mudah dituduh komunis. Bikin partai dengan platform kerakyatan bisa didakwa titisan PKI. Mengajari anak gembel pinggir kali bisa dituduh komunis.

Nah, jaman sekarang, yang baru-baru terjadi, menolak jenazah para pelaku terorisme pun bahkan bisa dianggap sama dengan orang komunis yang tidak beragama. Mari kita simak petikan BERITA INI:

Tentang polemik penolakan warga terhadap rencana pemakaman ketiga jenazah, MM menilai tindakan tersebut bisa memicu konflik horisontal.

"Umat beragama di Indonesia tidak selayaknya menolak jenazah siapa pun dikebumikan. Adanya oknum yang menolak pemakaman jenazah tertuduh teroris sama dengan perilaku komunis yang tidak beragama," tegas Shabbirin Syakur, juru bicara Majelis Mujahidin (MM) dalam jumpa pers pengurus Majelis Mujahidin se-wilayah Surakarta di Masjid Baitussalam, Solo, Jawa Tengah, (Selasa 29/9/2009).

Shabbirin ini mungkin belum pernah menonton film dokumenter berjudul Mass Grave karya Lexy Junior Rambadeta

Film itu mengisahkan upaya keluarga mencari tulang belulang keluarga mereka yang menjadi korban pembantaian 1965. Setelah berhasil digali, keluarga korban ingin memakamkan tulang belulang secara layak. Tapi keinginan sederhana yang juga pasti ingin dilakukan keluarga Noordin M Top itu ternyata ditolak. Tak cuma ditolak, keluarga korban di teror. Rumahnya diserang. Dan semua berakhir dengan ending yang mungkin bisa dianggap "komunis sekali": Peti-peti yang berisi tulang belulang itu dibakar massa.

Kejadian itu betul-betul terjadi di Temanggung. Jika tak percaya, silakan tonton film dokumenter Mass Grave di youtube.

Ada yang berniat mengirimkan kopi film Mass Grave ke markas Majelis Mujahidin? Siapa tahu setelah nonton film itu mereka mendapat pencerahan sehingga bisa membuat definisi dan kriteria yang lebih lucu tentang komunis.

-----------

*Gambar di ambil DARI SINI


Tag: PKI, Komunis, majelis mujahidin

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    hamatamu 1 suka | 0
    menarik. agar lengkap seharusnya ada alamat pos 'Majelis Mujahidin' di artikel ini, sehingga warga yang berniat & berkenan dapat mengirimkan salinan film karya Lexy Junior Rambadeta tersebut kepada mereka ; ))
    Tai Chi Master 3 suka | 0
    menolak pemakaman dituduh komunis, memakamkan dgn layak dituduh komunis. Begitu mudahnya membuat stigma "komunis" tanpa alasan yg jelas. : (. Atau memang stigma tsb yg paling gampang dijadikan kambing hitam. Trauma masa lalukah atau cuma karena ada yg menunggangi
    LCFR 3 suka | 0
    Tai Chi Master: Lho, bukannya memang selalu begitu? Waktu pilpres kemarin juga "semua salah incumbent", waktu reformasi "semua salah Soeharto", dan kebetulan aja kali ini stigmanya dihantamkan selama 32 tahun jadi sudah terpatri erat di kepala banyak orang.
    kalangwan 2 suka | 0
    hamatamu:

    Mau kirimin? Datang aja langsung ke markasnya. Cedak seko kontrakanmu, kok. Numpak montor paling mung 15 menit.

    Teko wae mrene:

    Jl. Karanglo no. 94, Kotagede Jogjakarta - Tel. 0274 – 451 665
    kalangwan 3 suka | 0
    Tai Chi Master:

    Paling gampang kan asal tuduh, gak perlu bersusah payah bikin argumen, ga perlu repot2 bikin paper atau artikel dulu

    : ))
    Tai Chi Master 2 suka | 0
    LCFR: ya..ya..ya.. akuuur.
    Kalo boleh saya terjemahkan, menurut pendapat bung LCFR, peristiwa 30 september sebagai sebuah upaya pergantian kekuasaan yang lazim dalam sebuah negara, sebagaimana peristiwa rengasdengklok, atau ketika gerakan reformasi meruntuhkan orba? dengan alasan yang berbeda-beda tentunya
    hamatamu 2 suka | 0
    Tai Chi Master: dalam 'Kambing Hitam Teori Rene Girard' oleh Sindhunata, disebutkan tentang paradoks tatanan sosial --tatanan masyarakat yang berasal dari kekerasan kemudian dibangun untuk meredam kekerasan.
    karena watak mimesis hasrat yang mengandung potensi konflik, maka kecemburuan dan kebencian mempunyai anak rivalitas. lalu rivalitas menghasilkan kekerasan, dan kekerasan beranak mekanisme 'kambing hitam'
    Yojimbo Usagi 4 suka | 0
    kalangwan: memang mereka bakalan mau nonton om ? kalo videonya isinya ga diawali ucapan basmalah dan salam sih biasanya pada ga mau nonton

    ; ))
    hamatamu 1 suka | 0
    sayang itu gambaran orang-orang di gambar bendera merah kurang 'ngendonesa' bung kalangwan ; ))
    kalangwan 2 suka | 0
    hamatamu: sangar, rek, tautan penjelase teko rene girard : p
    hamatamu 1 suka | 0
    bukannya itu bisa diisi sendiri ya oom Yojimbo Usagi, ngedit dewe gitu ; ))
    kalangwan 2 suka | 0
    Yojimbo Usagi:

    kalo begitu, bisa diedit dulu hasil donlotan youtube-nya. ditambahin qasidahan dulu di awalnya : ))
    Tai Chi Master 0 0
    hamatamu: wah.. omong2 soal sing "keras2" dadi eling mbak sing saka jepang yo.. : D
    hamatamu 0 0
    kalangwan: apologetik, lol : p: ))
    conscientizacao 2 suka | 0
    uhm...

    Menolak memakamkan teroris, sama dengan komunis.

    Menolak memakamkan komunis, sama nggak dengan teroris?

    *Logika apa nek beginu ya?*
    hamatamu 0 0
    kuwi 'logika bodoh' udu bung conscientizacao? : p; ))
    conscientizacao 1 suka | 0
    hamatamu: Lha, 'logika bodoh' kan nggak ada. Berarti pertanyaan ku yang salah ya? : D

    Diralat:
    Pake logika nggak yang begitu itu ya?

    : D
    LCFR 1 suka | 0
    Tai Chi Master: Kurang lebih, lah. Biar gimana juga untuk membuat ide baru harus menghancurkan ide lama, no? : D
    kalangwan 1 suka | 0
    conscientizacao:

    nganu... sepertinya itu logika terbalik (teringat pembuktian terbalik). kalo bukan logika terbalik, ya logika dibolak-balik, atau logika diputer-puter, atau kalo ga ya logika... logika apa ya?

    mari kita bertanya pada ust. irfan awwas

    : D
    hamatamu 0 0
    lha kalau pak Ustad Irfan Awwas belum nonton fillmnya gimana kang kalangwan? kan kudu ndelok pileme sek ; ))
    hamatamu 0 0
    oh ini 'keras' ya bung Tai Chi Master? ; ))
    kalangwan 1 suka | 0
    hamatamu:

    coba tanya langsung pada ust. irfan apa sudah nonton filmnya blm. no hapenya mudah didapat di google kok. kalo blm nanti boleh deh dikirimin

    : D

    Striding Cloud 1 suka | 0
    Yang mengirimkan videonya lexy, ntar malah mereka kira mendukung mereka.

    Mereka rada-rada ndak punya empati, jadi sulit menempatkan diri di sepatu orang lain, jadi kiriman videonya bakalan dianggap sebagai "video kemenangan", sedangkan tindakan yang sama terhadap anggota mereka akan disebut sebagai "kezhaliman".
    kalangwan 1 suka | 0
    Striding Cloud:

    logika yang mereka pakai memang sangat maju sekali ya : D
    Logical Fallacy 1 suka | 0
    kalangwan: Komunis itu bahasa Arabnya apa ya? : D
    kalangwan 3 suka | 0
    Logical Fallacy:

    partai komunis di jazirah arab biasa menggunakan kata "al-Shuyu'i" untuk kata komunis. misalnya partai komunis di arab saudi namanya adalah Hizb al-Shuyu'i fi al-Sa'udiyah.

    : ))


    Knalpot Putih 2 suka | 0
    konco2 nurdin cs anti Amerika. Amerika anti Komunis. Konco2 nurdin cs anti komunis. Tapi tidak bisa dimakamkan di negeri anti komunis. Padahal menolak mayat dimakamkan adalah perilaku komunis... Aku sungguh bingung...
    Aji Prast 2 suka | 0
    Intisari edisi sptember 2009, salah satu artikel menariknya adalah "fakta forensik jenderal korban G30S"
    heran, kok duo FPI-MUI nggak mbakar itu majalah ya?
    kalangwan 1 suka | 0
    Knalpot Putih:

    memang membingungkan, bos. premis mayor dan premis minor tak jelas akan melahirkan simpulan apaan. apa mungkin mereka ga perna diajarkan al-mantiq ya waktu mondok dulu?
    aboeprijadi.s. 1 suka | 0
    Bagus & penting, paling kurang mengajak pembaca waspada thd ranjau ranjau perang dingin yg sudah jadul, dan, lebih penting, mengajak publik menyadari awal dibangunnya mitos mitos oleh mereka yang menang dan mau memonopoli tafsir sejarah,

    trims & tabik
    dhimasln 1 suka | 0
    kok saya malah ga dapet intinya ya?
    menurut saya sie kalo udah gini diserahkan ke pemerintah. kalo kasusnya warga menolak kebijakan pemerintah, ya itu salah warganya dong.
    soal penuduhan komunis mending diselesaikan saja dengan diam, tak perlu diperpanjang lagi
    kalangwan 1 suka | 0
    dhimasln:

    semoga anda konsisten dengan bersikap diam dan tak memperpanjang jika satu waktu dituduh macam-macam, apa pun tuduhannya

    : )
    Gunawan Wibisono 1 suka | 0
    history of the conflict is written by the winner..
    kalangwan 1 suka | 0
    Gunawan Wibisono:

    itu sebabnya ada ikhtiar yang disebut rememoration, bung.
    botaksakti 1 suka | 0
    *Logika apa nek beginu ya?
    -----------------------------
    aku kok ngguyu yo maca iki ????
    kalangwan 1 suka | 0
    botaksakti:

    berarti itu tadi logika srimulat, pakdhe : ))
    botaksakti 2 suka | 0
    kalangwan: ah....butul juga ya....srimulat memang kagak ada matinye....
    amaxis 1 suka | 0
    Tulisan yg baik sekali,,
    Cuma mau nanya sama bung kalangwan, apa ya untuk jadi seorang komunis harus ateis, dan harus anti kapitalis,,bukankah syarat untuk menjadi masyarakat komunis harus melewati masa kapitalis,,.? Maaf kalau pertanyaan ini ngawur.
    Dan di banyak negara latin para pemimpin agama malah sangat mesra dgn gerakan kiri (komunis), di Kuba ketika Castro Sakit lonceng geraja berbunyi dan orang berduyun-duyun ke gerja dan berdoa agar sang pemimpin lekas sembuh,,bahkan mantan uskup ada yg jadi Presiden,,..sekalipun tak dapat restu dari Vatikan,..
    Tapi rakyat tetap memilih dan sang presiden tetap beragama..

    hamatamu 0 0
    sepertinya anda harus mengurai pertanyaan anda dulu bung amaxis. toh kalau anda misalnya melihat negara-negara yang sekarang seperti Korea Utara mereka tetap membiarkan gereja berdiri.

    Republik Kuba menahbiskan dirinya sebagai 'one party socialist republic' di 1 Januari 1959. sedangkan Lugo seorang uskup Paraguay yang kemudian keluar dari jabatannya di gereja Katolik untuk berpolitik dan ikut dalam pemilu 2008 di negara tersebut menjadi presiden di negara yang menahbiskan diri sebagai 'Constitutional presidential republic'. 2 hal yang berbeda bukan? Sedangkan masalah dekatnya rakyat negara-negara Amerika Latin tersebut pada gerakan-gerakan gereja yang menyokong 'teologi pembebasan'--sebuah paham baru tentang peranan gereja dalam lingkungan sosial dan tentu juga karena simpatinya pada Consejo Episcopal Latinoamericano (CELAM)

    lebih lanjut anda bisa membaca Teologia de la Liberacion (1971) oleh Gustavo Gutierrez --seorang pastor dari Peru, yang mengurai tentang tindakan-tindakan dan gagasan-gagasan yang ditempuh para uskup gereja Katolik Amerika Latin dalam merekomendasikan perjuangan kelas dan perubahan struktur.

    sudah bisa anda bayangkan simbiosenya bung amaxis?
    Oydam 0 0
    penolakan dan menerima mayat teroris tidak perlu dikatkan dg komunis....penolakan masyarakat terhdp jazad teroris itu semata-mata bentuk hukuman sosial atau adat, krn masyarakat kurang setuju/menolak dg bentuk perjuangan mereka....contoh kecil di tingkat RT saja kalau ada warganya yg tdk mau dg aturan RT bisa dikucilkan....jadi masalah penolakan ini wajar dan tidak perlu dikaitkan dg paham tertentu......
    akusuka 0 0
    kalangwan: "Umat beragama di Indonesia tidak selayaknya menolak jenazah siapa pun dikebumikan. Adanya oknum yang menolak pemakaman jenazah tertuduh teroris sama dengan perilaku komunis yang tidak beragama," tegas Shabbirin Syakur, juru bicara Majelis Mujahidin (MM) dalam jumpa pers pengurus Majelis Mujahidin se-wilayah Surakarta di Masjid Baitussalam, Solo, Jawa Tengah, (Selasa 29/9/2009).

    ----

    Saya setuju bahwa teroris pun harus dibolehkan dimakamkan, karena orang islam menghormati makhluk hidup ciptaan Tuhan yang sudah mati. hanya masalahnya tidak harus dikubur di kampung halaman, kubur saja di Papua sana.

    Di Israel punya cara "keji" (?) setiap pelaku pengebom bunuh diri akan dibalas dengan menghancurkan rumah keluarga si pelaku. jadi impas begitu pikir israel.

    Setiap ke MALL saya sering deg2an, jangan2 ada yang ngebom. F*ck You Idiot terrorist! Tidak pernah Nabi Muhammad mengijinkan membunuh orang sipil.

    Saya pikir para pengebom bunuh diri di Indonesia dilarang dimakamkan di kampung halaman adalah balasan setimpal.

    Mohon MMI jangan membabi buta kayak orang yang tidak pernah baca hadist Nabi Muhammad mengenai tidak boleh membunuh orang sipil (manula, anak2 dan wanita) yang tidak ikut perang.

    Selain itu jangan malu2 in Umat Islam lah, kalau enggak ngerti apa itu komunis, jangan main pakai istilah tsb ke musuh2/yang tidak sependapat dengan anda.
    anti-fenomena 0 0
    bagi sebagian orang (MMI mungkin) label "komunis" bermakna sangat kotor atau sebentuk makian/ejekan, untuk mengungkapkan kemarahan kekecewaan/kemarahan terhadap oknum yang menolak jenazah. seperti juga makian, "dasar yahudi lu!"
    nasionalisosialis 0 0
    anti fenomena : koq bawa yahudi...ngga level yahudi urusin masalah jenazah teroris....wong kontolmu aja mereka tahu berapa besarnya....
    LCFR 2 suka | 0
    nasionalisosialis: Itu namanya analogi, mas. Bukan ngehina Yahudi. Biasanya kan orang-orang itu kalo ngehina bawa-bawa Komunis atau Yahudi. Bacanya jangan setengah-setengah gitu lah, malu kan kalau ngomel salah sasaran.
    addiehf 0 0
    terlepas dari apa yang pernah orang komunis (PKI, red) lakukan terhadap bangsa ini puluhan tahun lalu, apakah memang pantas untuk sekarang2 ini (dengan contoh2 sikap dan perilaku pada artikel di atas ) kita mengenyampingkan persoalan HAM.

    dan kalo memang pancasila ini masih menjadi asas bagi bangsa ini, lalu apalah artinya/makna dari kalimat ini: "kemanusiaan yang adil dan beradab" dan "keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia"

    sepertinya banyak warga bangsa ini yang hanya menumpang sebuah nama di negeri ini dengan mencantumkan nama mereka di ktp-nya dengan tidak tau mereka terhadap dasar-dasar yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa ini. jadi mau dikemanain tah bangsa ini kedepannya?

    duni kata apa?
    kalangwan 0 0
    nasionalisosialis: upssss, santai aja, bos

    addiehf: pancasilalais jg mungkin cuma ada di KTP. Eh, harusnya ada kolom ideologi ya di KTP

    : ))
    5150 0 0
    kalangwan: gak sekalian hobby, idola dan buku2 yang pernah dibaca : ))
    hamatamu 0 0
    dipadake karo kolom isian 'Sahabat Pena' sisan ktp-nya bung kalangwan & bung 5150 : p: D: ))
    addiehf 0 0
    kalangwan: iya ya seharusnya mungkin ada, barangkali aja ada yang nyantumin seperti ini:

    agama : sinto
    ideologi : komunis

    : D
    kalangwan 0 0
    addiehf:

    gadget: blekberi

    : ))
    Ibnu Muslim 0 0
    kalangwan:
    trus pilih klub kesayangan: a. chelsea b. MU : ))
    5150 0 0
    kalangwan:

    hapal pancasila : ya/tidak
    5150 0 0
    Ibnu Muslim: saya MU pak : p
    cibro 0 0
    Hidup PKS!!

    ; ))
    cibro 0 0
    ...
    PKS yang singkatan sesuai petunjuk mas kalangwan [partai komunis di jazirah arab biasa menggunakan kata "al-Shuyu'i" untuk kata komunis. misalnya partai komunis di arab saudi namanya adalah "Hizb al-Shuyu'i fi al-Sa'udiyah"..
    kalangwan 0 0
    cibro: PKS itu Partai Komunis Sekali?

    *teringat ucapan miko*
    cibro 0 0
    atau biar keliatan arab2nya : -Partai Kami Shuyu'- bisa kah begitu mas kalangwan ?

    atau K=Kiayi?

    ** ; ))
    addiehf 0 0
    kalangwan: cibro: PKS itu Partai Komunis Sekali?

    *hahahahahahahaha*
    akusuka 0 0
    kenafa harus bawa2 PKS ...

    well saya merasa semangat komentarnya menjatuhkan nama PKS Partai Keadilan Sejahtera
    addiehf 0 0
    wah da yang kesinggong tuh kalangwan:

    Silahkan login untuk memberikan pendapat