Mendiknas, Kembalilah ke Jalan yang Lurus! 50

Rabu, 30 Sep '09 07:41

Rangkaian iklan pendidikan gratis di televisi, belakangan ini semakin menjadi-jadi. Sudah beberapa kali hal ini dibahas di P, dan ketika tidak sengaja menonton lagi iklan-iklan pendidikan gratis itu, saya semakin yakin, bahwa Mendiknas sedang tersesat. Mungkin juga kebelet ditelepon SBY untuk jadi menteri lagi di "musim" depan.

Sebelum kelewatan, mari kita saling mengingatkan demi kebaikan.

Pak Menteri, layanan publik tidak bisa diselesaikan dengan iklan. Warga, kami, tidak butuh iklan. Yang kami butuhkan adalah akses terhadap standar minimum layanan pendidikan yang berkualitas. Dan membangun kualitas butuh kerja keras, bukan dengan iklan di media massa. Masih banyaknya keluhan di lapangan soal implementasi pendidikan gratis, membuktikan bahwa jajaran Anda belum cukup keras bekerja untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Padahal Anda punya alokasi 20% dana APBN khan?

Lagipula Pak Menteri, jangan lupa bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan warga negara atau citizen lawsuit, yang dilayangkan masyarakat yang dirugikan akibat ujian nasional (UN). Para tergugat, yakni Presiden, Wakil Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, dinyatakan lalai memberikan pemenuhan hak asasi manusia terhadap warga negara yang menjadi korban UN. Dalam putusan itu Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memerintahkan pemerintah agar meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana, serta akses informasi yang lengkap di seluruh daerah Indonesia sebelum melaksanakan UN. Bapak belum lupa kan?

Baiklah. Kalau Bapak sudah lupa, saya akan coba ingatkan. Jangan cari putusannya di web Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, karena di sana hanya ada dua putusan yang bisa kita akses. Tapi, saya kira Anda pasti menerima salinan putusan itu khan? Sekedar mengingatkan, berikut putusan itu yang saya temukan di media massa.

Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta itu bernomor 377/PDT/2007 tertanggal 6 Desember 2007. Jika dalam 15 hari setelah diterbitkan tidak ditanggapi, putusan itu berkekuatan hukum tetap. Pelaksanaan ujian nasional ke depan akan dianggap melawan hukum jika tidak didahului evaluasi kualitas guru, akses informasi dan pemerataan sarana prasarana pendidikan (Kompas 14/04/2008). Kalau Anda menjawab putusan pengadilan itu dengan iklan, apa itu bukan sesat pikir namanya?

Tapi, baiklah. Saya tahu sebentar lagi Anda akan berhenti dari jabatan menteri. Komentar saya ini mungkin tidak terlalu banyak gunanya. Sebelum Anda turun, saya sarankan, kembalilah ke jalan yang lurus. Saya tahu Anda juga sudah mengisyaratkan kenaikan gaji guru bantu minimal 2 juta sejak awal tahun 2009 yang lalu. Tapi saya yakin, itu tidaklah cukup. Sebaiknya, uruslah mekanisme pengelolaan pendidikan negeri ini dengan kewenangan yang Anda punya, daripada membuat iklan yang cuma menguntungkan media massa, dengan materi yang menyesatkan pula.

Di salah satu iklan terakhir, dengan arogan Anda menjewer seorang anak perempuan berseragam SD. Anda melakukannya di depan publik. Anda, seorang Menteri Pendidikan Nasional, yang bergelar Prof. Dr. itu mempraktekkan kekerasan pada anak di depan publik. Menurut Anda itu sesat atau tidak Pak?

Kalau yang Anda maksud adalah menjewer penyelenggara pendidikan yang melanggar aturan pendidikan gratis itu, saran saya ambil tokoh kepala sekolah, lalu jewerlah kupingnya di depan publik. Kalau Anda tidak punya stok talent untuk itu, saya siap membantu mengajukan nama kepala sekolah yang bisa Anda jewer itu Pak. Atau bapak memang beraninya cuma lawan anak kecil?

Banyak kok praktek-praktek sukses di lapangan yang bisa dijadikan sumber belajar. Sebagai menteri dengan gaji sebesar Anda, dan tingkat pendidikan yang Anda miliki, saya kira nyewa internet unlimited, dan browsing di google aja bisa kok nemu praktek-praktek itu. Apalagi Anda punya kementrian dengan barisan aparat yang saya kira bukan sekumpulan orang tolol.

Ah, Pak menteri yang terhormat, saya cuma bisa ngomong doang di sini. Kalau ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Kalau ada kelebihan, mohon dikembalikan...


Tag: iklan, layanan publik, Pendidikan Gratis, mendiknas

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    umbaran 0 0
    prajnamu : (Apalagi Anda punya kementrian dengan barisan aparat yang saya kira bukan sekumpulan orang tolol)
    betul sekali, itulah mengapa pendidikan kita luar biasa hebatnya sekarang ini ; ))
    hamatamu 0 0
    sebarisan aparat itu sibuk apa ya bung umbaran? ; ))
    botaksakti 0 0
    saya sangat bersyukur dengan artikel ini, tapi saya akan lebih bersyukur bila ada yang menulis 2 atau 3 kali lebih keras dari ini. sumpah deh....saya sudah empet....sama.....
    ndableg 0 0
    si syafatain mana yah, tadi sempet ngliat deh.. ; ))

    *clingak-clinguk*
    Leksa 0 0
    kalo ada acara temu dengan mendiknas,..
    biasanya kan ada tuh acara formal anak2 SD yg ngasih persembahan puisi kek, lagu, tari dll..

    saran saya sih,
    coba susupkan org untuk ngeganti naskah persembahan dihadapan mendiknas itu dengan naskah tulisan ini..

    siapa yg tahu jadwal kunjungan mendiknas ke depan?
    Agus PW 0 0
    kalau ada rating penting banget, saya pilih rating itu. sayang yang ada hanya "penting thok...


    Leksa: saya denger2 biasanya 2 minggu sekali pak Prof sering pulang ke Jogja, di Condongcatur. Siapa warga P yang siap nemenin saya. Insyaallah bisa kita atur. Serius. Ini masalah serius...
    Leksa 0 0
    Lha,..
    saya warga concat kang ..

    mosok saya tetangga beliau sampai ndak tahu ? : D
    botaksakti 0 0
    Agus Priyo W: ingin sih nemenin, tapi udah balik ke jakarta. selipin di pintunya saja. doi orang condongcatur to....halah jadi malu saya....kok ya ada orang jogja kayak gitu....malu...malu...malu....(sambil nutupin botak....eh salah..nutupin muka)
    hamatamu 0 0
    ayo bergerak mas Agus PW : )
    Agus PW 0 0
    mbak hamatamu: mau nemenin gak?? biasanya kendaraan lobi saya ya organisasi guru saya.. he.he..ni saya coba kontak dengan org dekatnya..
    Ibnu Muslim 1 suka | 0
    Iklan "Sekolah gratis" versi baru mulai menggeser makna "gratis" sangat berbeda dengan "iklan sekolah gratis" masa kampanye.
    akusuka 0 0
    Ibnu Muslim: asem ternyata bayar juga ya meski sukarela ...
    hamatamu 0 0
    ayo mas Agus PW!
    Agus PW 0 0
    hamatamu: OK ni rencana org dkatnya mau pulang ke jogja ahad besuk. nanti qt atur rencananya..
    yusro 0 0
    @ prajnamu: terimakasih, Anda telah "mendidiK" menteri pendidikan kita untuk bisa melihat, mendengar dan merasakan arti pendidikan yang dibutuhkan masyarakat : )
    hamatamu 0 0
    lanjutkan via email mas Agus PW : )
    Agus PW 0 0
    hamatamu: alamatnya? ke profil q wae mbak..
    Yudiantoro 0 0
    OOT: mendiknasnya frustasi karena sudah 99,99% ngga akan dipertahankan di posisi mendiknas lagi ; ))

    Ibnu Muslim 0 0
    Yudiantoro: bakal cari kerjaan baru nih sang menteri: D
    conscientizacao 0 0
    umbaran & hamatamu: Barisan aparat itu, entah bagaimana mekanismenya, yang tidak tolol justru masuk kotak yang gak strategis... : ((

    Agus PW: Lha itu kata bung Yudiantoro beliau ini peluangnya terpilih lagi cuma 0.01%. Berarti kita jadikan dalam bentuk parcel farewell party aja... : D Coba aja kontak sahabat Anda itu, Pak Iwong kumis, FDGI Bandung... Bapak itu kayaknya malah punya no HP nya Mendiknas... : D

    yusro: Halah pak, "mendidik" gimana tho... ; ))

    Saya menungku komentar Komnas anak soal iklan itu, tapi belum njedul juga... : ( Ada yang dapat gosip?
    Agus PW 0 0
    conscientizacao: OK. ya emang gitu realitanya mas Yudiantoro: . Tapi saya denger2 mendiknas besuk jika diambil dari PAN yang akan dipilih juga anak buahnya Mendiknas itu. Jadi piye?? Bukan pakar pendidikan, tapi pernah berjuang untuk pendidikan terutama guru honorer. Ayo tebak siapa? Mas

    Ibnu Muslim: kayaknya tau..
    yusro 0 0
    Yudiantoro: Bonus 1%. Jadi sadah pasti lewat : ))
    Ibnu Muslim 0 0
    Agus PW: nggak mas, yang saya tahu sekarang adalah kepanasan karena ac gedungnya tidak bisa lebih dingin lagi. Eh maap topiknya bukan disini ya : D
    Agus PW 0 0
    Ibnu Muslim: emmmm ngak salah topik mas kayaknya. Asal bisa njelasin "ac gedungnya tidak bisa dingin lagi".. he.he.he
    Ibnu Muslim 0 0
    yusro: bagi BS punya plat nomor RI didepan selama 5tahun mungkin sudah cukup. Selamat tinggal Camry dan selamat datang E series : ))
    botaksakti 0 0
    Bagaimanapun Beliau adalah Mendiknas terbaik negeri ini....(tapi boong....habis gak ada yang belain....kasian kan ?)
    conscientizacao 0 0
    Ibnu Muslim: Yang lebih pedih, Petramax-nya pak... Bayar ndiri... ; ))
    l. wiji widodo 0 0
    botaksakti: ..dan negara pastinya masih membutuhkan buah pikiran beliau...."


    *gladi resik pidato searh terima jabatan mendiknas..
    cibro 0 0
    LUCU juga kadang liat para pejabat ntu... bukan cuman duit yg mereka cari... muka juga.

    ***terlalu!!
    Ibnu Muslim 0 0
    conscientizacao:
    pertamax tentu tidak masalah kalau sudah punya E Series : ))
    Leksa 0 0
    kalo jadi ngobrol, saya mau ajak salah seraong teman yg konsist di sistem pendidikan ini. Sayang dia di inggris sana.. ntar tak coba buka file2 tulisannya
    Apprayo 0 0
    Makin maraknya sekolah alternatif (sekolah alam, homeschooling, dll) belakangan ini apakah bisa dipandang sebagai tanda ketidakpercayaan sebagian masyarakat pada kualitas sekolah yang selama ini ada?
    cibro 0 0
    teman kita yang satu resleting ntu ya mas Leksa? ; )) kemaren kami mudik bareng lo... satu pesawat lagi. cuman dia pesawat udara, gua pesawat darat. : o


    pujangga 0 0
    Tenang bung...kehadiran miyabi mungkin bisa membuat pendidikan indonesia bisa lebih bening dan mengkilap...
    conscientizacao 0 0
    Leksa: Mbak warnapastel, bung Leksa? ; ))
    addiehf 0 0
    kalo sudah seperti itu, apakah beliau masih pantas untuk jadi mendiknas (tambah pemuda dan OR juga ya sekarang?)


    Apprayo: namanya juga alternatif : D tp bisa juga seeh karena mutu dari pendidikan (yang telah ada) itu sendiri. biasanya kan cuma bisa merubah-rubah kurikulummnya itu dan hasilnya pun (dari perubahan itu) tidaklah terlalu merubah juga citra/mutu pendidikan di negeri ini.
    conscientizacao 0 0
    Apprayo & addiehf:
    Pendidikan alternatif memang diterjemahkan menjadi bermacam-macam. Ada yg bilang, pokoknya bukan sekolah formal, juga bukan sekolah non-formal versi Depdiknas.

    Kalau saya sih, memandang pendidikan alternatif sebagai pendidikan dengan paradigma, kurikulum dan pendekatan yang beda dengan main stream. Dan motivasi saya mendukung pendidikan alternatif, kira-kira seperti yang Anda sebutkan di atas, bung Apprayo.
    Apprayo 0 0
    conscientizacao:
    Lebih menarik lagi saat melihat bahwa Kak Seto juga mengadakan homeschooling bagi anak2nya : )
    Leksa 0 0
    conscientizacao: iya,..
    tapi udah lama belum denger kabar dia. Sejak selesai Ied.

    Veuillez entrer 0 0
    sepertinya mendiknas ngiklanin iklan biar tenar geto, mau2nya cut mini jd icon iklannya..cuihhhh!!
    sepertinya lagi,,,mendiknas ga merasa malu bikin iklan yg tk pntas tayang....malah seneng diketawain masyarakat qt, kira2 apanya ya...ilang yah...hingga g punya malu.....
    PRAJA bravo
    dewa iblis awan api 0 0
    waliatin: lho suka suka cut mini laaah... emang cut mini jg mikirin pendidikan kita gitu? lha wong dia dibayar mahal sama tuh menteri siapa yang ga mau? coba sampeyan dibayar mahal trus meranin iklannya dia pasti mau kan iya toh... iya toh
    addiehf 0 0
    conscientizacao: kalo saja ada dan banyak investor/donatur yang mendukung dengan modalnya untuk pendidikan alternatif di negeri ini khususnya untuk anak-anak yang kurang mampu, mungkin puluhan tahun kedepannya kita bakalan jadi bangsa yang cerdas dan besar yah!!

    'karena yang formal tetap begitu-begitu saja dengan banyaknya aturan-aturan yang membingungkan penyelenggara maupun peserta didiknya''

    Untuk pendidikan alternatif saya juga mempunyai paradigma yang positif (support lah) namun untuk yang itu sebelum masalah acak kadut seperti ini selesai saya kasih 'setengah poisitif lah (tanpa tawar menawar lagi)' : D
    conscientizacao 0 0
    Leksa: Salam ya kalo kontak sama dia... : D

    Veuillez entrer: Ilang apa ya kalu sampe ga punya malu?
    Ke-malu-an...? ; ))
    conscientizacao 0 0
    addiehf: Sepakat, bung! : D
    addiehf 0 0
    conscientizacao: sip (dance)
    agitdd99 0 0
    "Kalau ada kelebihan, mohon dikembalikan.."
    : ))

    "Kalau yang Anda maksud adalah menjewer penyelenggara pendidikan yang melanggar aturan pendidikan gratis itu, saran saya ambil tokoh kepala sekolah, lalu jewerlah kupingnya di depan publik."
    "Apalagi Anda punya kementrian dengan barisan aparat yang saya kira bukan sekumpulan orang tolol."
    **acungin 4 jempol untuk 2 kalimat ini** setuju, bung...
    StandAlone 0 0
    mendiknas sekarang udah tau bakal ga akan kepilih lagi, jadi beliau sedang persiapan naruh bom waktu buat mendiknas selanjutnya. semua tagihan dialamatkan di tahun 2010.
    conscientizacao 0 0
    agitdd99: Terima kasih... terima kasih... *awas jatoh, lha 4 jempolnya diangkat semua...* : D

    StandAlone: ; ))
    kurit 0 0
    Agus PW: pak menteri se-RT ma saya!
    rumahnya di belakang rumah saya. klo pas pulang wuih...mobilnya pake plat RI(padahal bukan pulang ke rumah dinas dan tidak berperan sebagai menteri). coba saja ketemu, yang jaga rumahnya banyak lho...

    : D
    Sri Kirana 0 0
    *nunggu berita* : D
    Dukungan moril saja, nanti kalau sudah ada ceritanya, saya ijin kopi paste buat berita di majalah komunitas Indonesia di mari ya? : D

    Silahkan login untuk memberikan pendapat