Duo Djoko Dibalik Kasus Cicak-Buaya (?) 15

Kamis, 1 Okt '09 17:55

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan mengapa mereka mencekal dan kemudian mencabut pencekalan Joko Tjandra. Joko Tjandra dicekal karena diduga mengalirkan uang ke Arthalyta Suryani, terpidana penyuap Jaksa Urip Tri Gunawan. Ternyata setelah diselidiki uang itu tidak mengalir ke Artalyta, tetapi ke sebuah yayasan berinisial KS. Itu sebabnya pencekalan itu dicabut. Artinya, Djoko tidak terkait dengan penyuapan Artalyta itu.

"Joker (Joko Tjandra) memberikan uang kepada Dirut PT Mulia Viadi Sutoyo dan Enang (kurir)," jelas salah satu Tim Pembela KPK, Ahmad Rifa'i. Uang senilai US$ 1 juta itu, kata dia kemudian diserahkan lagi ke pihak lain. "Diserahkan ke DS (menyebut nama seorang purnawirawan TNI) dari Yayasan KS," sambung Ahmad yang juga pengacara Chandra dan Bibit itu. Fakta ini, kata Ahmad, tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Artalyta Suryani dan Urip Tri Gunawan. (Vivanews.com)

DS adalah Djoko Suyanto, mantan Panglima TNI dan KS adalah Yayasan Kesetiakawanan Sosial. Bersama sejumlah kawannya Djoko menjadi pembina yayasan itu. Karena DS adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam tim sukses salah satu capres dalam pemilu kemarin, ini membuka 'teori' konspirasi baru.

Uang $1 Juta itu tidak sedikit, dan nama Yayasan KS ini sedikit membingungkan. Di sebuah artikel di Vivanews.com, nama yayasan itu disebut tidak konsisten. Di bagian atas menyebut KS, tapi di bagian bawah menyebut Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, atau YKDK. Tentang YKDK bisa Anda lihat di sini, dan jelas menyebutkan nama Djoko Suyanto. Sementara tentang Yayasan KS, tidak ketemu web nya. Apakah itu dua yayasan berbeda, atau sama?

SUSUNAN PENGURUS YKDK.

DEWAN PEMBINA :
Djoko Suyanto
Purnomo Yusgiantoro 
Sutanto
Muhammad S Hidayat

DEWAN PENGAWAS :
Atmo Sardjono Soebowo Prasetio

DEWAN PENGURUS :
Ketua Umum : Arwin Rasyid
Wakil Ketua Umum : Agustian Partawidjaja
Sekretaris Umum : Nenny Sri Utami
Wakil Sekretaris : Setiawan Ambardy
Bendahara Umum : Dessi Natalegawa
Wakil Bendahara : Dessy Deswita
Kepala Hubungan Antar Lembaga : Regginald E. Kreefft
Kepala Hubungan Masyarakat : Riki Andriko
Kepala Bidang Relawan : Rully Novidi Amrullah

Marsekal (Purnawirawan) Djoko Suyanto sendiri membantah menerima US$ 1 juta dari Joko Soegiarto Tjandra. Sumbangan yang diterima adalah urusan dari Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian. (Vivanews.com). Nah...

Untuk menambah seru imajinasi Anda tentang konspirasi baru yang mungkin ada, berikut ini saya co-pas kan Tim sukses SBY dalam Pilpres kemarin. Ulasan lain mengenai tim sukses SBY, juga ada di web lain, silakan klik link ini.

  1. Tim Echo: Mengadopsi fungsi teritorial di militer untuk mendongkrak suara Partai Demokrat di daerah. Tim ini ramping, hanya satu pemimpin di kabupaten/kota. Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto jadi punggawanya.
  2. Gerakan Pro-SBY: Dideklarasikan Selasa pekan lalu. Ketua Umum GPS Suratto Siswodihardjo. Mantan Kapolri Sutanto, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Menkes Siti Fadilah Supari, Menhut MS Kaban, mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono, dan mantan Kaster TNI Letjen (Purn) Agus Wijoyo jadi penasihat.
  3. Tim Sekoci: Penyokong Partai Demokrat menggapai perolehan suara mencapai 20 persen. Tim ini mendata tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh agama, tokoh perempuan, petani, dan nelayan. Diketuai Komisaris Utama PT Indosat Soeprapto dan Irvan Edison.
  4. Tim Delta: Mengurusi semua perlengkapan kampanye. Dikomandoi mantan Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen (Purn) Abikusno.
  5. Tim Romeo: Menjalin komunikasi dengan rakyat. Segala kebijakan SBY yang dianggap berhasil disosialisasikan kelompok yang dipimpin Mayjen (Purn) Sardan Marbun. Tim juga mengurus PO BOX 9949 dan SMS 9949.
  6. Tim Foxtrot: Konsultan politik Partai Demokrat. Lebih dikenal dengan Bravo Media Center dengan pengasuh utama Choel Mallarangeng yang juga Direktur Utama Fox Indonesia.
  7. Barisan Indonesia: Barindo adalah organisasi masyarakat diprakarsai Letjen TNI M Yasin. Akbar Tandjung ikut sebagai Ketua Dewan Pembina.
  8. Jaringan Nusantara: Dikelola sejumlah aktivis mahasiswa dan mantan aktivis mahasiswa, seperti Andi Arief, Harry Sebayang, dan Aam Sapulete.
  9. Yayasan Dzikir SBY Nurussalam: Dibina mantan Sekretaris Pribadi Presiden Kurdi Mustofa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, juga Habib Abdul Rahman M al-Habsyi.

Selamat berimajinasi! :D


Tag: KPK, polri, Tim sukses SBY, cicak buaya, Djoko Suyanto

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Tai Chi Master 0 0
    Apa sih hubungannya duo Djoko sama gambar udang, menarik nih.. : D
    Ibnu Muslim 0 0
    - Udang yang paling mahal adalah udangya Syamsul Nursaliim.

    itu dulu deh : D
    ErwienSamantha 0 0
    "Ada udang di balik batu"

    atau

    "Ada uang dibalik udang"

    *nyengir*
    Subroto 0 0
    ErwienSamantha: Ada orang berotak udang, eh uang..
    Ibnu Muslim 0 0
    Subroto: mas brot, welkoming : )
    conscientizacao 0 0
    Ibnu Muslim, ErwienSamantha, Subroto:
    Imajinasi yang menarik... : D
    conscientizacao 0 0
    Tai Chi Master: Mari kita sama-sama berimajinasi... Daripada memfitnah, ntar masuk penjara dan masuk neraka lho... : D
    yusro 0 0
    Ini mah ada batu melindungi udang : ))
    gaplehExtreme 0 0
    semoga u(n)dang-u(n)dang TIPIKOR di negeri ini tidak hanya sebatas bualan tukang bikin u(n)dang-u(n)dang belaka.
    umbaran 0 0
    oo cicak dan buaya itu ternyata rebutan udang tho

    KPK=cicak, Polisi=buaya, yang ngeluarin perpu= ? ; ))
    Yuen 0 0
    umbaran: yg ngeluarin perpu = komodo
    umbaran 0 0
    Yuen: republik reptil : D
    conscientizacao 0 0
    umbaran & Yuen: ...atau... otak udang? : D
    Zald 0 0
    akhirnya nyambung juga dengan jawaban 'JANGAN-JANGAN' saya pada artikel tentang Susno Duadji di halaman lain...!!
    conscientizacao 0 0
    ke-empat orang Dewan Pembina Yayasan ini, akhirnya semuanya dipromosikan menjadi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ataupun pejabat setingkat Menteri, yaitu Djoko Suyanto (Menko Polhukam), Purnomo Yusgiantoro (Menhan), Sutanto (Kepala BIN), Muh S Hidayat (Menperind).

    http://politikana…mment-110968

    Silahkan login untuk memberikan pendapat