Duka Ranah Minang : TV ONE vs METRO TV 11

Jumat, 2 Okt '09 15:48, dibaca 797 kali

Pemberitaan dan pengungkapan informasi seputar peristiwa ‘Perang Global Pemerintah Indonesia terhadap Terorisme’ yang ditayangkan melalui media tivi, bagi sebagian besar pemirsa, tak dapat terhindarkan, harus diakui, TV ONE adalah jawaranya dibandingkan dengan saluran stasiun tivi pesaingnya.

Harus diakui, TV ONE menayangankannya dengan relatif sangat detail, dilengkapi info aktual, diiringi nuansa spirit yang penuh semangat, narasi yang menggugah sekaligus menyentuh, dilengkapi dengan tambahan pernak-pernik kisah-kisah dramatis yang ada dibalik peristiwa kasat matanya.

Paling tidak begitulah yang dirasakan oleh sebagian kalangan. Hasilnya, entah berkorelasi langsung atau tak langsung, turut menggugah kesadarannya mayoritas rakyat Indonesia untuk mewaspadai gerak-geriknya mereka-mereka yang ber-jenggot, ber-celana ngatung, ber-jidat dengan noktah hitam, ber-surban, ber-gamis, serta perempuan-perempuan ber-wajah tertutup cadar.

Di masa depan, entah akan berlangusng sampai berapa puluh tahun ke depan, mereka yang ber-jenggot, ber-celana ngatung, ber-jidat dengan noktah hitam, ber-surban, ber-gamis, serta perempuan-perempuan ber-wajah tertutup cadar, sangat bisa jadi akan termarjinalkan dari pergaulan sosial di masyarakat sekitarnya.

Saat ini, lagi hangat-hangatnya tragedi gempa bumi di Ranah Minang, wilayah Sumatera Barat lalu disusul dengan guncangan serupa di wilayah Jambi.

Tingkat kedahsyatannya daya rusaknya, maupun korban yang terjadi ditanah tempat kelahiran Muhammad Hatta dan Buya Hamka ini memang masih kalah jauh dibandingkan dengan kedahsyatan dan kerusakan akibat bencana yang pada waktu lalu pernah terjadi di Serambi Makkah, Aceh.

Akan tetapi, relatif lebih dahsyat dan lebih massif tingkat kerusakannya jika dibandingkan dengan bencana gempa bumi serupa yang pernah menimpa wilayah tlatah Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat.

Pada waktu bencana Aceh, tak dapat dipungkiri, METRO TV merupakan stasiun tivi yang berada di garda paling depan dalam menayangkan dan menungungkap serta menginformasikan info akual dengan sangat detail, dilengkapi dengan tambahan pernak-pernik kisah-kisah dramatis yang ada dibalik peristiwa bencana itu, diiringi nuansa spirit penuh semangat penggugah empati dan simpati dengan narasi yang menggugah sekaligus menyentuh kalbu sanubarinya pemirsanya.

Hasilnya, banjir simpati dan empati, mungkin selama seabad ke depan, mayoritas rakyat Indonesia bahkan masyarakat dunia masih akan mengalir bagi rakyat Aceh yang lagi dirudung duka.

Di masa depan, entah akan berlangsung sampai berapa abad ke depan, mayoritas masyarakat Indonesia akan terkenang betada ngerinya kedahsyatan bencana tsunami yang pernah terjadi di Serambi Makkah itu.

Memang begitulah peran vital dan kedigdayaan serta kestrategisan dari peran media televisi yang sangat efektif dalam menggugah kesadaran masyarakat, membangkitkan empati dan simpati masyarakat, membentuk opini masyarakat, termasuk menanamkan memori serta mengeset mainstream cara pandang masyarakat.

Kita tunggu saja peran media televisi dalam bencana gempa bumi di Ranah Minang ini. Kita tunggu kiprah TV ONE dan Metro TV, serta stasiun televisi lainnya.

Akankah termarjinalkan seperti pemberitaan peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah dengan sebutan kota seribu pesantren, Tasikmalaya, yang terjadi pada beberapa waktu lalu, yang sekarang mulai terlupakan.

Semoga TV ONE dalam Duka Ranah Minang ini mampu mengulangi kehebatan kiprah dan prestasi serta semangatnya menyamai saat menayangkan peristiwa ‘Perang Global Pemerintah Indonesia terhadap Terorisme Islam’, dan semoga demikian pula dengan METRO TV yang sepak terjangnya akan sehebat kiprahnya sewaktu peristiwa ‘Tsunami Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam’.

Wallahualambishsawab.

 

*

Referensi Artikel Terkait :

  • Anugerah & Bencana adalah Kehendak-Nya’, klik disini atau disini
  • After 2004, Musim Panen Gempa Bumi ?’, klik disini atau disini
  • Provokasi, Apakah Perlu ?’, klik disini atau disini
  • Mengapa TV One Dicekal ?’, klik disini atau disini
  • Mem-PKI-kan Muslimin Berjenggot yg Bergamis dan Bersurban’, klik disini atau disini

*

Artikel ini juga dapat dibaca di Kompasiana dengan mengklik disini

*



Tag: Bencana Alam, TV ONE, Metro TV, gempa tasikmalaya, tsunami aceh, Gempa Nabire, gempa Sumbar, gempa yogya, terorisme islam

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

yusro 0 0
Yang saya gak paham, dalam tayangannya terselip tulisan Ekslusif TV One, begitu juga Meto, Eksklusif METRI TV. Emangnya musibah gempa ini hanya untuk liputan TV One dan Metro saja?
Ibnu Muslim 0 0
yusro: ekslusif buat diulang-ulang : ))
addiehf 0 0
petromax
Harlan Eryandi 0 0
TV One vs Metro TV, bukannya lagi bersaing utk merebut pucuk pimpinan Golkar ??
iloenx 0 0
Sisipan tulisan eksklusif itu berlaku hanya jika:

Memberitakan Ical (Eksklusif TVOne)
Memberitakan Surya Paloh (Eksklusif MetroTV).
BMH 0 0
yusro: Bukan gitu maksudnya, kayak video amatir punya Putri soal tsunami kan dibeli sama Metro TV tuh, jadi hak siarnya cuma Metro TV yg punya. TV yg lain kalau mau juga, ya beli... Jadi yg eksklusif hasil kerjanya. Karena akses bagi media kayak info penggerebekan teroris kan cuma didapat sama Karni Ilyas karena kedekatannya dengan Gories Mere, kan gak semua bisa tuh... Eksklusif deh ; )
Ning 0 0
Kalau rekaman CCTV di JW Mariot belinya ke siapa dan berapa harganya....?
5150 0 0
Ning: belinya ke bagian keamanan Hotel yang bersangkutan : D
Matt Zammy 0 0
menurutku, stasiun-stasiun TV itu makin gak jelas beritannya. karena gak dapat berita bagus, orang yg gak tau apa-apa diwawancara dan jadilah berita..

mereka sepertinya cuma ngejar rating..
dewa iblis awan api 0 0
BMH : Setuju apa kata anda...
Matriphe : menurut anda yg jelas itu bagaimana?coba terangkan..
fello citizen 0 0
saya kemarin baru selesai menulis TVRI jadi agak males ngomentari televisi lagi, tapi terus terang, saya tidak nonton berita sama sekali dalam 48 jam terakhir karena baru tadi sore kembali ke rumah.

Kebetulan sambil istirahat dan makan malam, saya liat liputan gempanya Metro TV yang menurut saya luar biasa bagus hari Sabtu sore ini. Persis sesudah liputan khususnya ada perdebatan Golkar yang menurut saya lebih berbobot dari semua program debat lain yang pernah muncul di tv (kecuali mungkin yang TVRI sebelumnya, tapi itu formatnya lebih mirip panel ketimbang debat).

Kalau saya menangkap rasa kecewa teman2 disini sama pertelevisian Indonesia saya menolak mentah mentah karena menurut saya sekarang televisi Indonesia sudah berbuat lebih banyak dari semua perangkat terpelajar masyarakat bebas lain.

Kenapa dan argumen saya ada di posting yang ini.

http://politikana…i-moral.html

Silahkan login untuk memberikan pendapat