Inna Lillah Wa Inna Ilaihi Raaji'uun... 43
Jumat, 2 Okt '09 05:04
Pas judul di atas selesai ku ketik, adzan subuh berkumandang (untuk DKI dan Sekitarnya).
Tak ada keluargaku yang meninggal subuh ini, tak jua ada satu barangpun dariku yang tergondol maling. Ungkapan itu hanya sebuah bentuk kesedihan yang mendalam atas seorang anak manusia yang berlagak mengaku-ngaku beragama Islam dan memahami seluk beluk agamanya tapi (menurutku) sangat memalukan Islam dan para penganut lainnya. Bahkan (mungkin) lebih memalukan dari mereka yang tak gemar beragama sama sekali!! Aku pun yakin orang semacam ini tak cuman satu. Mereka pasti ada berbilang, yang berlindung dibalik kemuliaan Islam, namun jauh banget dari tempatnya berlindung tadi. Mereka mengaku paham tentang agama tapi seakan buta agama. Mereka yakin sebuah kebenaran hakiki, tapi dibangun di atas ajaran yang kelihatan "kacau" (kalau tak hendak dibilang sesat). Menganggap orang lain kafir, padahal dirinya-lah yang lebih kafir. Mengira orang lain berlaku durjana, padahal justru dia yang malah gemar berpesta pora dari durjana satu ke durjana lainnya dengan membawa atribut pahala dan syurga....
Mereka sebenarnya tak salah. Buku yang mereka bolak balik (kalau emang ada baca buku) pun benar adanya. Kitab Suci yang mereka banggakan juga masih tetap suci. Tapi "sebuah doktrin" yang merubah mereka jadi liar dan buas; melebihi buasnya binatang paling kejam di dunia ini; apapun itu namanya.
Doktrin itu bukan doktrin kebenaran, melainkan doktrin pembenaran. Kalaulah memang 'kebenaran', tentulah orang yang ber-hati dengan mudah mengenalnya, meskipun hati itu kotor sekotor-kotornya, namun tetap saja kebenaraan itu bisa ternampakkan. Tapi jika doktrin 'pembenaran', tentu inilah yang diragukan kemuliaannya. Disangkakan dari Tuhan, ternyata dari setan. Dia kira memegang emas, padahal cuman imitasi saja. Ia ibarat telur busuk, kelihatan dari luar sangat putih bersih, padahal di dalamnya menyimpan bangkai yang luar biasa busuknya.
Orang yang berdiri di atas kebenaran tentu gampang dikenali. Kondisinya yang pinter begitu nyaman diikuti, dan kalaupun ia bodoh, malah enak diajari. Tapi kalau tegak di atas pembenaran? Ini yang susah dimengerti. Ia (kelihatan) pinter.... tapi kok ndak bisa diikuti. Ia (nampaknya) bodoh... tapi kok susah amat diajari dan diajak mengerti!!
"Diamlah!!" Kata Imama Syafi'i mengajari kita jika berhadapan dengan orang semacam ini. "Diam lebih mulia dari dunia dan isinya", katanya lagi pada bait-bait syairnya. "Dan berdebat dengannya adalah laksana berdebat dengan seekor keledai tua."
Jika kita harus berjumpa dengan orang semacam ini; yang (merasa) berlindung dibalik ketiak Tuhan, padahal cuman ada pada ketiak setan; yang mengaku mengantongi pesan-pesan ilahi, padahal hanya pesan singkat iblis laknatullah; maka cukuplah katakan saja satu kalimat indah, "Inna Lillah Wa Inna Ilahi Raaji'uun"... kemudian abaikan saja!!
Tag: apakah islam dibangun atas dasar kekerasan
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Esemge: Keren
-
Striding Cloud: Penting
-
pujangga: Inspiratif
-
LCFR: Keren
-
conscientizacao: Keren
-
botaksakti: Inspiratif
-
hamatamu: Penting
-
ndableg: Keren
-
umbaran: Bagus
-
doeh: Menarik
-
l. wiji widodo: Keren
-
Logical Fallacy: Penting
-
Aba Jelos: Keren
-
teruterubozu: Inspiratif
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
cumipeyang: Keren
-
Forlorn Hermit: Menarik
-
mythcrawl: Keren
-
Subroto: Bagus
-
yusro: Keren
-
Sri Kirana: Bagus
-
Harlan Eryandi: Penting
-
spidolhitam: Bagus
-
ErwienSamantha: Keren
-
dikrezz: Inspiratif
-
cynical:
-
bangcacih: Lucu
-
boiga: Inspiratif
-
fello citizen: Keren


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
sampeyan pantes masuk bursa calon ketua RW politikana, mendampingi om conscientizacao..
Jadi pendapat, pandangan dan penilaian kita tidak akan optimal, karena akan terkontaminasi dengan arus besar design opini yg sudah dilekatkan dan direncanakan.
kl di serial citra fitri spt tokoh ..mischa..
kl di sinetron Inayah spt ummi deasy..
kl di sinetron manohara spt ryan
kl di sinetron Melati Untuk Marvel spt kezia
kl di Sinetron Rafika spt febi..
dan sang habib untuk politikana...
sinetron mania
Thd tokoh2 spt itu, kita ‘pelihara” pasti ada manfaatnya, paling gak jd tahu bahwa title syeh memang pantas disandang oleh penulis postingan ini...
Biasalah kolam cetek
biasanya lsg keliatan
dasarnya.
Salam kenal Mas.
kayaknya lebih pantas KH
Maaf aku bingung....siapa/kelompok mana sih yang dimaksud penulis ??? Serba gak jelas...dan isinya malah sama saja dengan penulis menghakimi orang/kelompok.
lha mas, bu krisnov mungkin ga bisa setiap hari mantengin politikana kayak kita2
-------------
krisnov: Aji Prast: satu jari kedepan, empat jari kebelakang
Mohon diperbanyak maaf bila ada warga P yang kurang nyaman dengan postingan ini...
Al kisah....,-
bermula ikut2an manas2-i dan misoh2 dikomentar pada artikel http://politikana…homosex.html .... walah? kok malah hanyut ngelantur sampe di http://politikana…andakan.html ......
Dan dengan keduanya, muncul-lah artikel http://politikana…urtadin.html
......
Dan akhir semua itu, keluar pula-lah postingan ini ala kadarnya... Emang gak nyambung sih, namanya catatan hati, jadi gak usahlah diambil hati...
**** Maafkan saya kisanak, maafkan-lah...
TAPI sejujurnya, (Insya Allah) bukan mempermalukan orang lain tujuan kami yang terlibat dalam pepesan kosong itu, cuman pencerahan aja, mestipun caranya kurang cerah
sekarang, segeralah pake batik!
lanjutkan kang!!!
Batik Hamba Warna biru, sarung hitam motif batik juga... sungguh gagahnya paras hamba bila dilihat di depan cermin....
****tepatnya hanya kalo dilihat dari kaca spion...
**sembah sujud
Tapi ada baiknya kita sudahi saja... jangan diper-LANJUTKAN lagi.
jd garda d sini....
n kl ga ada yg perlu d lawan, dimasukan lg goloknya..
pantes agak dingin ini suasananya..
artikelnya juga bagus betul sih, tapi aku kayaknya perlu tidur sebentar.
Silahkan login untuk memberikan pendapat