Kabar dari Senayan (dari anggota DPR baru) 23

Senin, 5 Okt '09 17:11

sesuai janji saya waktu itu, ini sang anggota DPR yang saya bilang waktu itu ingin sekedar berbagi cerita. masih yang ringan2 aja kok. mudah2an berguna. saya langsung copas aja disini :D

-------

Suara dari Senayan

(05 Oktober 09) Mengapa Aklamasi Paket Taufik Kiemas Untuk Pimpinan MPR?

Jawaban yang singkat dan tegas: Inilah kehebatan berpolitiknya Presiden SBY.
Dengan cara yg santun dan merangkul semua pihak yang mau “menikmati” kue kekuasaan (ikut dapat bagian dalam pemerintahan), SBY “memberikan” kursi ketua MPR kepada TK. Maka selesailah istilah oposisi dari PDIP? Dan lebih menarik lagi ibu Mega akan menjadi sering ketemu SBY dalam acara kenegaraan. Seperti kita ketahui beliau tidak pernah ketemu SBY sejak tidak menjadi Presiden. (kecuali waktu undian sebelum Pilpres di KPU).
-
Ada pemboikotan dari teman-teman di DPD, karena hanya dikasih 1 tempat saja dalam paket pimpinan MPR, dan kenapa partai partai lain termasuk Golkar menjadi mendukung? ini Masalah pragmatisme politik saja, masalahnya siapa yg mau sendirian jadi oposisi lagi? PDIP udah dirangkul SBY, kalau buat paket sendiri tidak akan pernah menang juga, secara kekuatan suara jauh kalah dari arus utama. Maka pemikirannya adalah lebih baik dapat ‘jatah’ wakil ketua dari pada tidak sama sekali. Lalu PKS yg berharap Nurhidayat Wahid jadi ketua harus tidak dapat apa apa, inilah politik. Istilahnya dari yang sudah hampir selesai membangun istana bisa tiba-tiba kehilangan semuanya karena koalisi (”persekongkolan” karena adanya kepentingan bersama).
-
Bagaimana pendapat saya dalam hal ini?
Saya berpikir saya tidak persoalkan pimpinan MPR siapa, mau TK itu baik secara sopan santun berpolitik bangsa kita agar bu Mega dan SBY sebagai mantan presiden dan presiden seyogyanya bisa saling mendukung dgn berkomunikasi dalam membangun bangsa ini yg selalu menghadapi bencana demi bencana. Dari segi politik, saya kuatir kalau semua sudah mengikuti maunya SBY, untuk apa lagi DPR itu ada menghabiskan uang rakyat begitu banyak, jika mengikuti kemauan yg tidak pernah menyetujui adanya UU pembuktian terbalik harta kekayaan para pejabat dan UU konflik kepentingan untuk pengusaha yang jadi pejabat atau pejabat yang jadi pengusaha?
-
Ada yg bertanya kepada saya , bagaimana pendapat saya terhadap sosok SBY dari segi kepiawaian dan strategi berpolitik dan berkuasa, saya hanya mengatakan SBY sedikit banyak mirip dengan sosok mantan presiden kita dahulu yang jago dalam berpoltik yang terkenal memiliki keahlian strategi menghadapi lawan lawan politiknya, dan berhasil melanggengkan kekuasaannya yang tanpa check and balance dari pihak manapun. Dan SBY adalah kualitas politik seperti mantan Presiden kita tersebut ditambah pendidikan luar negeri yang ia dapatkan serta menyandang gelar Doktor dengan predikat lulusan terbaik.
-
Jadi saudara pembaca bisa interpretasi sendirilah seperti apa hebatnya seorang SBY yg menjadi presiden kita dengan menguasai fraksi fraksi di DPR/MPR sekaligus.
Akankah terulang seperti zamanya Orde Baru dalam sidang sidang di paripurna DPR/MPR rakyat yg miskin dan sengsara hanya mendengar koor : SEEEE TUUUU JUUUUU?

—————————–

(03 Oktober 09) Mengapa Kursi Ruang Sidang DPR Kosong dan Banyak Anggota DPR tertidur ?

Seperti sering kita saksikan di televisi, saat sidang paripurna DPR maupun MPR (DPR & DPD) yang menggunakan ruang Nusantara terlihat kosong. Mengapa begitu? Dulu saat saya hanya bisa melihat dari televisi saya pun sering beranggapan bahwa banyak anggota dewan kita yang mangkir dari tugasnya sehingga banyak kursi yang kosong. Begitu juga saat kita sering melihat banyak anggota dewan yang tertidur saat rapat sebuah pemandangan yang sangat tidak enak untuk dilihat. Namun setelah saya berkesempatan untuk ada disana, saya mendapat sedikit pencerahan tentang yang sebenarnya terjadi. Bukan bermaksud untuk membuat semacam excuse atau pembelaan, namun saya hanya berpendapat publik berhak untuk mengetahui ada apa di balik dapur para wakil rakyat.
-
Kenapa kursi ruang sidang dpr terlihat kosong? Pertama kali saya mengira masih banyak anggota yg belum masuk, mungkin hampir setengahnya, karena ruangan terlihat sangat lengang. Ternyata saya keliru, karena kapasitas kursi di ruang nusantara mencapai 1.000 buah, sehingga jika total anggota DPR-RI yang berjumlah 560 orang hadir pun tetap akan terlihat kosong, apalagi saat itu anggota DPR yg hadir belum capai 500 orang walaupun masih kuorum.
-
Mengapa kita sering melihat ada anggota DPR yang tertidur saat rapat? Dari pengalaman saya mengikuti rapat paripurna pertama di DPR, Jam rapat di dewan ini bisa mulai dari jam 8.30 di internal fraksi lalu diteruskan jam 10 rapat paripurna sampai jam istirahat makan siang dan ibadah shalat (ishoma), lalu diteruskan jam 14 sampai jam 17.30 , lalu jam 19.30 atau jam 21 sampai jam 23, bahkan bisa sampai jam 23.30 seperti hari pertama saat pelantikan. Khusus tgl 1 Oktober, kami sudah di bis jam 6 pagi utk berangkat upacara ke lubang buaya, sampai pelantikan dan paripurna terpilihnya pimpinan dewan, jd pulang ke hotel sudah jam 12 malam, bagi yang tidak biasa dengan serangkaian rapat seperti ini tentu sudah tertidur.
-
Di dewan ada ilmu baru yg harus kita pelajari, yakni ilmu mendengar orang bicara baik/menarik hanya untuk ‘show’ agar terlihat bagus di televisi. Walaupun terkadang tidak pada tempatnya. Seperti acara pelantikan kemarin, untuk apa ada interupsi segala? Tidak pada tempatnya interupsi pada acara pelantikan yang notabene bukan tempat untuk menyetujui/tidak menyetujui sesuatu.
-
Rencana awal saya ingin balik ke kampung di Bangka Belitung Sabtu tanggal 3 Oktober, namun tidak jadi karena ternyata jam 8.30 ada rapat lagi hingga malam. Jadi hingga saat ini saya belum berkesempatan balik kampung ke belitong.

-

Demikian pengalaman hari pertama dan kedua.

----------------------------

ternyata orangnya nggak keberatan identitasnya dibuka. ini web pribadinya:

 http://ahok.org/

 


Tag: DPR, anggota dpr

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    losun 0 0
    Langkah awal yang mulus, ditunggu gebrakannya
    Huzein 0 0
    Semoga tetap lurus, tidak terkontaminasi dan terus hok (ki)
    ErwienSamantha 0 0
    "Bagaimana pendapat saya dalam hal ini?
    Saya berpikir saya tidak persoalkan pimpinan MPR siapa, mau TK itu baik secara sopan santun berpolitik bangsa kita agar bu Mega dan SBY sebagai mantan presiden dan presiden seyogyanya bisa saling mendukung dgn berkomunikasi dalam membangun bangsa ini yg selalu menghadapi bencana demi bencana."

    -----

    Nitip pesan aja agar berhati-hati dengan asalan "Sopan santun berpolitik bangsa kita" nanti bisa keterusan dan gak pada tempatnya.

    Paling tidak untuk memillih suatu pimpinan adalah masalah kemampuan dan kelayakan. (walaupun banyak anggapan posisi Ketua MPR gak penting banget, hanya untuk status kesenioran berpolitik)

    Dan kesan bagi2 "kue" disini angatlah kental banget.

    Diimpikan suatu saat memilih atau memutusan sesuatu di DPR itu atas nama pribadi (sebagai wakil rakyat) bukan atas instruksi PARTAI. !

    kalau gak yah ganti aja namanya dengan DEWAN PERWAKILAN PARTAI .., dan jangan mengatasnamakan RAKYAT !
    umbaran 0 0
    belitong ? laskar pelangi ? Lintang, ya lintang. Salam bung, kita dukung anda jika anda mau berjuang untuk lintang. Masih banyak lintang di luar sana.
    Salam utk negeri laskar pelangi.
    septima 0 0
    umbaran: yup betul! dia emang perwakilan dari Bangka belitung. dia juga mantan bupati di belitung timur, bumi laskar pelangi...
    umbaran 0 0
    septima: ada sesuatu yang biasa di belitong, tapi andrea hirata mampu mengubahnya menjadi kekayaan batin yang luar biasa bagi bangsa ini, semoga kawan kita ini mengikuti jejaknya, saya betul2 berharap begitu
    Manohira 0 0
    umbaran: menurut saya belitung pulau yg luar biasa. Pulau kecil yg menghasilkan manusia2 seperti DN Aidit, Yusril Ihza Mahendra, Basuki TP sampai Andrea Hirata.
    Manohira 0 0
    umbaran: kalau nggak salah YIM, BTP dan AH sama2 dari kecamatan Manggar. DN Aidit dari Pangkalang.
    Hiks, jd kangen bgt ama belitung : ((
    conscientizacao 0 0
    Dengan jadwal sepadat itu, gaji dan tunjangan sebesar itu, ajudan sebanyak itu, tukang pijet selembut itu, saya kira lelah dan mengantuk bukan pembenaran.
    umbaran 0 0
    Manohira: kita support kawan kita untuk sesuatu yang baik, percayalah kita semua punya potensi untuk menjadi orang yang sungguh-sungguh baik

    conscientizacao: bagiku jadwal sepadat itu tidak manusiawi, berapa jam sih otak dan tubuh kita itu bisa kerja secara optimal, orang dewasa kurang lebih 8 jam dengan 2x istirahat pendek, lebih dari itu tak optimal lagi, tak fokus
    hamatamu 0 0
    iya, sebab gaji dan tunjangan kan bisa disisihkan untuk pijat & spa setelah lelah berkegiatan misalnya. ya kan bung conscientizacao? ; ))
    ki baraja 0 0
    ah, bagi-bagi kue nya itu lho !!!
    conscientizacao 0 0
    umbaran: Hehehe... Saya pernah baca sedikit perjalanan karir Britney Spears, penyanyi pop nan seksi itu. Anak muda pekerja keras, yang hanya menyisihkan 4 jam sehari untuk tidur... Tapi itu Britney Spears lho... : D
    Striding Cloud 0 0
    conscientizacao: Pikirkan soal unintended consequences bung.

    Mengharuskan parlemen bekerja disaat ngantuk, walaupun gaji besar, hanya akan menghasilkan undang-undang kualitas ngantuk.
    conscientizacao 0 0
    Striding Cloud: Uhm... Setuju soal kualitas ngantuk itu... Kalau berdasarkan pengalaman, juga berkaitan dengan contoh Britney di atas, sesuatu yang kita kerjakan dengan passion, biasanya memberi energi ekstra. Pertanyaan saya, seberapa passionate-kah anggota dewan kita itu pada pekerjaannya sebagai wakil rakyat? Dengan melihat fakta bahwa banyak kader karbitan?

    Saya yakin teman kita yang menulis disini bukan salah satu di antaranya. : D
    Striding Cloud 0 0
    conscientizacao:

    Disitulah saya melihat solusi "lee hsien loong" menjadi menarik.

    Passion akan dengan amat mudah mati jika tidak ada jaminan masa depan. After all, anggota parlemen adalah manusia yang memiliki keluarga.

    Sebaliknya jika ada yang berargumen bahwa anggota parlemen harus kaya dulu baru menuangkan passion ke dalam politik, hanya akan menghasilkan parlemen yang mewakili orang-orang kaya saja.

    Lee hsien loong menaikkan gaji birokrat menjadi amat sangat tinggi, dengan tujuan menarik para anak muda berkualitas tinggi dan fresh dengan ide2 cemerlang kedalam pemerintahan. Akibatnya pemerintahan mereka menjadi pemerintahan yang agile.

    Sebaliknya di negeri kita, para pengambil keputusan isinya adalah orang-orang tua kelelahan meniti karir puluhan tahun.

    Ironinya menerapkan solusi LHL ke dalam parlemen, justru mungkin akan membuat demokrasi kita menjadi demokrasi hingar-bingar spanduk.

    Seperti biasa, untuk masalah serbasalah nan dilematis seperti ini, saya akan mengucapkan satu kalimat andalan: Ini adalah masalah pelik.
    conscientizacao 0 0
    Striding Cloud: Ya...ya...ya... Idealnya memang passion yang mantab, dengan dukungan jaminan yang adil pula. Kalau kita meminta anggota dewan kita bekerja 24 jam sehari, tentu kita harus rela 'membayari' mereka, dengan asumsi mereka 'bekerja' untuk kita. Dan bisa tidak adil kalau si anggota dewan ini menghabiskan waktu untuk bekerja, sementara keluarga mereka terlantar. Saya lihat ada beberapa pasangan suami-istri yang jadi anggota dewan, anak-anaknya dikemanain ya? : D

    Kalau saya masih penasaran dengan sistem pengkaderan politisi kita. Untuk melahirkan kader partai yang berkualitas, harus melalui mekanisme yang ketat. Ujian menjadi seorang wakil rakyat itu tidak sembarangan, rekam jejaknya harus oke, dan jelas keberpihakannya. Dan dengan mekanisme kita sekarang ini, semuanya ada di tangan partai. Bagaimana mengintervensi cara kerja partai? UU Pemilu?

    Memang masalah yang pelik...
    Striding Cloud 0 0
    conscientizacao: lhooo... kalau harus dengan track record yang oke, orang-orang seperti saya yang hanyalah pemikir penyendiri, tidak akan pernah bisa menuangkan ide-ide dong bung? ; ))
    MFH 0 0
    saya juga mengakui...dari semua politisi yang ada sekarang SBY adalah juwaranya....yang tadi bilang musuh pun bisa dikuasainya...(hebat).

    Tapi orang partai sekarang kayaknya ga bodo2 amat lah...selama niat mereka dasar sesadarnya mereka adalah wakil rakyat maka fungsi kontrol akan berjalan dengan baik.

    sisi positif yang musti kita ambil: Kita punya cita-cita sama dengan kerjasama kuat para pemimpin mudah2an cita-cita itu bisa terwujud dan kita lebih baik pada tahun2 mendatang.

    Kecurigaannya(sisi neatif): yaitu tadi ditakutkan sebagai upaya pelanggengan kekuasaan

    dan mudah-mudahan untuk ini tidak, saya masih yakin walau sang presiden sudah nyaris berada pada PW (Posisi Weanak) saat ini itu adalah upaya agar pemerintahannya lebih efektif dan produktif.
    Apprayo 0 0
    Striding Cloud:
    [Sebaliknya di negeri kita, para pengambil keputusan isinya adalah orang-orang tua kelelahan meniti karir puluhan tahun.

    Ironinya menerapkan solusi LHL ke dalam parlemen, justru mungkin akan membuat demokrasi kita menjadi demokrasi hingar-bingar spanduk.]

    Selain itu, apakah kita sebagai masyarakat percaya pada anak2 muda kita? Iklan rokok aja menyoroti hal ini kok : )
    Atau ini karena kita takut dengan perubahan?
    conscientizacao 0 0
    Striding Cloud: Anda? Huahaha... lha Anda memilih anonim, yang jelas nggak mungkin jadi caleg tho? : p
    Tapi saya yakin Anda bisa jadi staf ahli-nya para angota dewan lho... : D
    septima 0 0
    Manohira: jangan lupakan pula sandra dewi : D
    Striding Cloud 0 0
    conscientizacao: Lhoo... itu khan disini. In real life, saya khan tidak anonim2 amat. Tanpa track record mumpuni, iya, tapi tidak anonim.

    Apprayo:

    [_Selain itu, apakah kita sebagai masyarakat percaya pada anak2 muda kita? Iklan rokok aja menyoroti hal ini kok : )
    Atau ini karena kita takut dengan perubahan? _]

    Bagaimana dengan golongan muda konservatif yang relatif inert terhadap perubahan?

    Silahkan login untuk memberikan pendapat