Mari Berbuat Sesuatu (Komunitas Peduli Bencana)! 32

Senin, 5 Okt '09 22:41

Pada suatu ketika, beberapa tahun setelah Tsunami di Aceh, saya mulai curiga bahwa ratusan ribu korban itu tidak akan memberi pelajaran berarti buat para penentu kebijakan bangsa ini. Saya khawatir apa yang saya duga itu benar. Lalu terjadi gempa Jogjakarta, dan belakangan adalah gempa di Tasikmalaya dan akhirnya gempa di Padang.

Tak perlu lagi misoh-misoh soal siapa yang salah. Jangan pula terlarut dalam kesedihan berkepanjangan, atau terlalu sibuk mengutak-atik sisi magis di balik jatuhnya korban sedemikian banyaknya. Kebebalan pengurus bangsa ini sudah terlalu banyak memakan tumbal. Dan tidak boleh dibiarkan terus begitu.

Berbuat sesuatu, bukan untuk pamer kehebatan atau sok menjadi pahlawan. Bukan pula menyombongkan atas apa yang dilakukan. Jauh lebih penting adalah konsisten, hingga suatu masa kita akan berhadapan lagi dengan bencana, dan tak perlu lagi ada korban percuma. Sama sekali tak ada korban, mungkin terlalu muluk. Tapi paling tidak, lebih sedikit kuburan yang harus kita buat untuk bencana yang sudah pasti bakal datang, terutama yang tak pernah pakai peringatan.

“...banyak sekali rumah yang hancur, banyak korban yang tertimbun dan gempa ini benar-sangat dashyat, kami hanya bisa melihat dan membantu semampunya namun apalah daya, keterbatasan adalah sesuatu yang sulit untuk dinafikan...”

- relawan yang berada di desa Kecamatan Pariaman Selatan, 1 hari setelah gempa.

Keterbatasan ini tentu bisa kita ringankan. Dan karena alasan inilah pula terbentuk komunitas sederhana yang peduli bencana, yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas lainnya. Sebut saja Komunitas Peduli Bencana, yang isinya adalah:

Ketua : Drs. Afdal Zikri, SH, MH (Komunitas Advokat)

Wakil Ketua : Drs. Indra Yunaidi (Komunitas Politikana)

Sekretaris : M Nuzul Wibawa, SHI, MH (Komunitas Advokat)

Bendahara :  Kamarusdiana, S.Ag, MH

Anggota : Yusro MS (Komunitas Politikana)

               Ade Boy (Komunitas Swasta)

               Yudi Hendra, SH

               Pipih Muhafilah

               Muhammad Taqiyuddin al Qisti

Koordinator Bukit Tinggi : Dr. Ismail Novel, M.Ag (Komunitas Dosen – Ketua STAIN Bukit Tinggi)

Koordinator Padang : Dr. Achyar hanif, M.Ag (Komunitas Dosen – IAIN Padang)

Koordinator Padang Pariaman : M taufik, S.Ag (KMM Jaya)

Afiliasi

  • Komunitas Advokat
  • Komunitas Politikana
  • Komunitas Publikana
  • Komunitas Wiraswastawan
  • KMM Jaya
  • Komunitas Blogger
  • Komunitas Mahasiswa

Posko

  • Jakarta:  Posko Warung Buncit; Jl. Amil Raya 26B, Warung Buncit, Jakarta, telp/fax: 021-7990547
  • Padang Pariaman: Sungai Kasai, Kecamatan Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman

Target & Sasaran Bantuan

  • Kecamatan Pariaman Selatan
  • Kecamatan Pariaman Utara

Rekening Bantuan
Bank Mandiri cabang Warung Buncit,  nomor rekening: 1270005613763 a/n Kamarusdiana (Bendahara Komunitas)

Ada banyak komunitas lain, dan kemana Anda akan membantu adalah pilihan. Ini hanyalah salah satu dari bentuk kepedulian yang ingin dikonkritkan.

*serius banget ya?*


Tag: bencana, gempa, padang

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    hamatamu 0 0
    ah ya, akun twitter untuk mitigasi bencana ini ada di http://twitter.co…igasibencana , dengan hashtag #MBN
    Striding Cloud 1 suka | 0
    Solusinya apa bung? Beli lebih banyak helikopter? Beli kapal induk?
    Subroto 1 suka | 0
    Striding Cloud:
    Aduh.... koq saya setuju sekali!
    ki baraja 1 suka | 0
    gud
    conscientizacao 1 suka | 0
    Ahaha... Daripada bangun jembatan, gitu maksutnya bung Striding Cloud? ; ))

    Saya bukan ahli bencana, jadi tidak kompeten mengusulkan itu. Tapi saya setuju dengan beberapa gagasan, misalnya mulai merancang tata kota dengan bangunan yang 'ramah' bencana. Kasus Aceh, ketika tsunami datang, posisi jalan raya malah 'memberi jalan' bagi air laut untuk mengalir semakin deras ke kota.

    Beberapa gagasan bangunan rumah bencana sudah diusulkan, bahkan sudah pernah diujicoba. ITB pernah mengajukan bangunan dari bambu komposit yang dapat dibangun dengan cepat di saat krisis, lalu dapat dipermanenkan ketika situasi sudah mendukung, tanpa harus mencari lokasi baru lagi. http://bit.ly/gO8fI http://tinyurl.com/ycnbbqs

    Belum lagi persoalan pendidikan untuk mitigasi bencana secara massif. Seharusnya sudah dimulai sejak 3 tahun yang lalu. Nyatanya sampai sekarang masih tersendat di meja diskusi. Padahal gagasan sudah cukup banyak juga. Seperti yang ini http://bit.ly/1cJlHj

    Dan banyak lagi usulan, yang saya kira tinggal diputuskan untuk segera ditindaklanjuti, supaya tidak cuma jadi wacana.
    hamatamu 0 0
    mengangguk-angguk mendengar penjelasan bung conscientizacao : D
    Striding Cloud 1 suka | 0
    conscientizacao:
    Masalahnya adalah, kita tidak dapat menduga bencana apa yang akan datang waktu kapan.

    Kota-kota di Indonesia juga cenderung tumbuh secara organik, sistem zoning(yang sedikit banyak akan membantu dalam kasus bencana) sulit sekali berjalan. Kita itu amat merdeka lhoh bung. : D

    Pada akhirnya akan lucu, jika ada kota yang dirancang untuk menghadapi tsunami, tetapi kenyataannya malah ditimpa hujan meteor.
    Striding Cloud 1 suka | 0
    ...baiklah coret kata "lucu", diganti dengan "amat disayangkan"
    MFH 1 suka | 0
    Saya ko lebih senang komunitasnya yang peduli lingkuangan ya... karena kita selalu jadi korban alam karena kita juga tidak bersahabat dengan alam.

    Gempa walau adalah natural disaster, tapi sebanarnya bisa diprediksi walau ga jelas datangnya apa. Saya pikir rakyak harus dipersiapkan untuk ramah lingkungan seperti itu...bagaimana bagunan yang pantas untuk daerah rawan gempa dll.

    Rumah saya tidak apa-apa bahkan bisa dibilang seperti tidak tersentuh gempadi Padang, bahkan tidak ada barang yang pecah walau tetangga kita kiri kanan rumahnya rusak semua. Artinya kita musti bersahabat dengan alam itu...jangan abaikan alam
    hamatamu 0 0
    btw mbak MFH, situasi Padang & Jambi masih dalam 'tanggap darurat' kan? : )
    botaksakti 1 suka | 0
    tapi bencana bisa juga dianggap sebagai percepatan pembangunan kan ???Andai saja yang kena bencana itu hanya daerah-daerah tertinggal saja maka bisa juga menjadi pemerataan pembangunan.
    kinanthi 1 suka | 0
    Striding Cloud: BMG kan punya peta bencana. Banyak bencana sudah bisa diprediksi, walaupun tidak sampai hitungan tahun.

    Gempa padang sudah diprediksi bertahun-tahun yang lalu, Padang pun sudah menjadi kota percontohan siaga bencana, walaupun pada waktunya ternyata -kelihatannya- tidak siap juga.

    Hali ini kan berarti proses 'menyiapkannya' belum beres.
    Red-White Eagle 1 suka | 0
    botaksakti: At the costs of all those lives? I'd rather be a primitive caveman.
    botaksakti 1 suka | 0
    The Crow: ha..ha....jangan terlalu zeriuz la.....intermezo...
    Harlan Eryandi 1 suka | 0
    conscientizacao: yes komunitas spt ini mang perlu, shg distribusi bantuan lbh cepat nyampe lokasi, tanpa prosedural & birokrasi yg berbelot-belot.
    Laksamana 1 suka | 0
    Gerakan2 seperti ini yang dibutuhkan Indonesia, lebih banyak berbuat daripada menuntut. Kemaren pelajar Aceh membuat gerakan stop jajan sehari. jajan mereka dikumpul untuk disumbangkan ke Padang. Sebagian anggota dewan baru juga sudah terang2an memberikan gaji pertamanya untuk disumbangkan... daerah2 lainpun yang bukan pejabat banyak melakukan hal yang sama, [berbuat sesuatu] meski kecil sekalipun.....
    MFH 1 suka | 0
    hamatamu: sampai sekarang masih...tapi kondisi sudah mulai baik, listrik sudah mulai berfungsi tadi malam, cuman air bersih masih belum...
    Ibnu Muslim 1 suka | 0
    hamatamu: masih neng politikana ? matur nuwun sangit atas bantuannya. Aku nulis ngene http://publikana.…singkat.html dan http://politikana…singkat.html

    anti-fenomena 1 suka | 0
    Laksamana: akan lebih bermanfaat kalo mau "stop jajan setahun"
    Laksamana 1 suka | 0
    anti-fenomena: ; )) untuk pelajar, tak jajan sehari sudah serasa setahun [barangkali].
    hamatamu 1 suka | 0
    sama-sama bang Ibnu Muslim : )
    conscientizacao 0 0
    Striding Cloud: Hehehe... ya tentu harus diidentifikasi lah potensi bencana-nya seperti apa. Coba lihat tuh ibukota, dari dulu permasalahan banjir saja nggak bisa diberesin. Benar-benar "lucu" kalau itu... : D

    Dulu Kompas pernah memuat peta bencana Indonesia, dari sabang sampai merauke, di halaman depan. Kalau nggak salah itu beberapa saat setelah Tsunami. Peta itu sedemikian jelasnya memberi peringatan kepada kita, bahwa kita ini hidup di atas potensi bencana. Mulai tsunami dari laut, hingga letusan gunung berapi.

    "Lucunya", ya itu tadi, gagasan mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan bencana itu prioritasnya masih kalah dengan yang lain. Yah, kita memang sedang tahap berkembang, jadi perlu kesabaran ekstra untuk menyelesaikan masalah ini itu...

    MFH: Betul bu. Hidup berdampingan dengan alam itu jauh lebih penting. Tapi memang kalau kita wacana-kan saat ini, sebenarnya sudah sangat terlambat. Pendidikan lingkungan seharusnya sudah jadi materi wajib, terutama di daerah yang rawan bencana. Kan sistem kurikulum sudah memberi peluang muatan lokal, shingga peluang itu ada.

    *maap, agak telat*
    Striding Cloud 0 0
    conscientizacao: kalau dari pandangan evolusionaris, itulah salah satu sebab mengapa indonesia populasinya banyak.
    Salvatore Guiliano 0 0
    prajnamu: "Pendidikan lingkungan seharusnya sudah jadi materi wajib, terutama di daerah yang rawan bencana."
    Kalau di sini, antisipasi bisa disamakan dengan mengharapkan datangnya bencana, bung..
    conscientizacao 0 0
    Salvatore Guiliano: Aneh ya? *eh* : D
    Huzein 0 0
    Terobosan yg sangat bagus.... tapi utk pergerakan langsung di lapangan apa tidak kurang tenaga..? Tidak sekalian ngajak komunitas cepak berbadan tegap..?
    Silly 0 0
    Lapor pak. Saya sudah ngomporin semua orang untuk donor darah bagi solidaritas korban gempa.

    Laporan selese : D
    conscientizacao 0 0
    Silly: Laporan diterima. Terima kasih banyak atas dukungannya. Hanya Tuhan yang pantas membalas upaya Anda (semua)... : D
    hamatamu 0 0
    conscientizacao: saya menunggu file-file kiriman dan SEMOGA panitia Pesta Blogger 2009 - Penutupan Blog Shop, MENYISAKAN ruang dan waktu untuk memutar rekaman kejadian Gempa Padang dan rekaman lain yang berkaitan (ada bung hendijo juga disana, semoga dia menulis juga tentang situasi terkini), kalau boleh sih muterin kardus di ruangan pesta para blogger itu buat sumbangan! : p; ))
    conscientizacao 0 0
    hamatamu: Saya yakin komunitas blogger juga aktif membantu... Bukannya dedengkot blogger di sana paling tidak suka omong doang khan? ; ))
    LCFR 0 0
    hamatamu: Emangnya nda ada pembahasan di sananya? Kmaren gw manggung di acara kedubes Jepang aja ada break untuk mengheningkan cipta dan muter kotak sumbangan...
    hamatamu 0 0
    wah untuk menjawab itu LCFR, saya harus menunggu jawaban Herman Saksono ; ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat