Kisah Nyata Seorang Njoto 92

Selasa, 6 Okt '09 10:34

Siapa sebenarnya Njoto? Namanya tak seberpengaruh nama Aidit, tak sepopuler Letkol. Untung, juga tak semisterius Sjam Kamaruzaman. Padahal, tak lengkap membicarakan PKI tanpa menyebut namanya. 

Dia dijuluki -- salah satunya -- "The Brother Number Two", yang dengan tepat memperlihatkan posisi Njoto dalam struktur kepengurusan PKI. Njoto memang orang kedua setelah Aidit dalam hierarki di tubuh PKI. Bersama dengan Aidit dan Lukman, dia menjadi aktor penting di balik melesatnya bendera PKI di langit-langit jagat politik Indonesia. Dalam waktu yang relatif singkat, triumvirat yang masih berusia muda kala itu mampu merestorasi kekuatan dan wibawa PKI usai dipermak habis-habisan pasca peristiwa Madiun 1948.

Tapi hubungan antara Njoto dan PKI juga dengan ideologi komunisme, terlebih juga dengan petinggi-petinggi PKI lainnya, jauh lebih kompleks. Pribadi Njoto juga lebih berwarna ketimbang Aidit, misalnya.

Dalam salah satu percakapan singkat dengan Martin Aleida, bekas anggota Lekra, beberapa tahun silam, saya mendapat keterangan menarik. Katanya, "Jika PKI menang, orang macam Pram atau Njoto itu bisa jadi malah akan dihabisi."

Hipotesis itu didukung beberapa kalangan. Ada yang menyebut, Njoto cenderung lebih Soekarnois ketimbang seorang komunis. Itu pula sebabnya sejarawan John Roosa berani menyebut Njoto pelan tapi pasti mulai disisihkan dalam sejumlah rapat-rapat penting para petinggi PKI.

Selain anggapan bahwa ia lebih Soekarnois ketimbang seorang komunis, Njoto juga dianggap terlalu borjuis gaya hidupnya untuk ukuran seorang petinggi PKI. Dia senang pelesir, memainkan alat musik, menyukai musik-musik klasik barat, dan sempat pula menaruh hati pada perempuan lain saat ia sudah beristri; sesuatu yang bisa fatal saat itu, mengingat pelukis Soedjojono pun dikecam keanggotaannya karena berpoligami. Ia bahkan disebut-sebut mencoret film The Old Man On The Sea --yang diadaptasi dari novel Hemingway-- dari daftar film Barat yang harus dilarang peredarannya.

Njoto juga dianggap sebagai sosok paling intelektual di tubuh PKI. Aidit, Lukman, Susidman atau Njono dianggap tak ada apa-apanya dengan kecerdasan Njoto. Ia dikenal serba bisa dan paling banyak tahu, dari soal politik, seni, olahraga sampai perkara kuliner. Goenawan Mohamad, dalam percakapan dengan saya beberapa waktu lalu, mengakui bahwa kadar pengetahuan Njoto saat itu lebih menonjol dibanding koleganya di PKI.

Wawasannya yang luas itu pula yang membuat Iwan Simatupang percaya Njoto lah yang membuat seniman-seniman macam Affandi mau merapat ke Lekra dan PKI. Novelis yang terkenal dengan prosa-prosa yang kuat dengan nafas eksistensialisme itu bahkan menyebut Njoto berbahaya karena keluasan pengetahuannya.

Tapi siapa Njoto yang sebenarnya masih banyak menyimpan misteri. Dia tak jelas di mana kuburannya, kapan kematiannya, dan di mana dieksekusinya. Teman baik saya, sedang menyiapkan biografi khusus tentang Njoto dengan mengandalkan kepustakaan primer, bahan-bahan dari koran sezaman, serta interview dengan puluhan orang yang mengenal Njoto.

Tapi buku itu masih akan sangat lama terbitnya. Sementara, Anda bisa menikmati lebih dulu suguhan laporan khusus majalah Tempo pekan ini tentang pria necis berkacamata kelahiran Jember ini.   

Anda bisa membacanya DI SINI.

Mungkin, dari laporan khusus Tempo itu, Anda bisa sedikit mengenal sosok dan kisah nyata seorang Njoto. Mudah-mudahan saja demikian. 


Tag: PKI, sejarah politik, Njoto

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    l. wiji widodo 1 suka | 0
    waduh maaf salah klik rating
    harusnya menarik maaf..

    mungkin rating ga dipermasalahkan penulisnya...tp kl di rating biasa jelas membohongi ketertarikan sy
    Agus PW 1 suka | 0
    Ada referensi konflik-nya Njoto dengan Aidit gak??
    syafatain 0 0
    I.wiji: >>>kalau yang menulis orang selain ini, apa kamu juga berkomentar sekhawatir ini? atau tertarikna pada PKI?
    sejarah dijadikan tuhan
    boiga 1 suka | 0
    syafatain: sinis selalu dirimu... : )
    syafatain 0 0
    boiga, bukan sinis,menimbang itu pakai hati nurani,jgn pakai otak. coba kamu jelaskan, apa yg membuat tulisan ini menarik?
    LCFR 1 suka | 0
    syafatain: apa kata nuranimu yang bilang tulisan ini nggak penting kalo gitu? : D
    syafatain 0 2 tidak suka |
    lah, pentingnya dulu dimana,utk apa? diangkat2 dipuji2. coba kalau njoto itu bukan PKI, apa kalian setertarik ini?
    boiga 1 suka | 0
    syafatain: lho.. ini sejarah bangsa, ini artikel yang memberi pencerahan tentang akar kebangsaan kita, apapun buruknya yang telah lalu, mereka tetap merupakan bagian dari sejarah peradaban kita.

    pemahaman akan sejarah (baik atau buruk) bisa sangat berharga untuk bekal kita berbuat lebih baik di masa depan.

    artikel ini saya anggap berharga dan saya rating menarik karena faktor di atas.

    gantian, coba anda jelaskan apa yang membuat artikel ini gak penting, atau apa alasan komentar anda di atas: "sejarah dijadikan tuhan" ?
    l. wiji widodo 1 suka | 0
    syafatain: sy pernh bebrp kli melakuakn ralat terbuka atas pilihan rating sy, dan sll yg menjadi penyebabbya koneksi, sy penderita rendah diri stadium empat, org2 diluar sy sll sy anggap hebat,bagus,menarik
    oleh sebab itu sy ga pernah merating dgn warna hitam (kecuali postingan tertentu yg nyampah atau bikin hhhrrr...)

    apa aja yg membuat keindahan bg sy sy tuhankan (sejarah,tehnologi,rawon,pertemana,soto,sate,. .banyak lg) unt saat ini sejarah jad "detasering" keindahan di hati saya

    syafatain 0 0
    sejarah peradaban? masih sanggup ente bilang sejarah peradaban? dimana adabnya? dimana lebih baiknya?
    Knalpot Putih 1 suka | 0
    syafatain anda terasa sekali asbun.
    boiga 2 suka | 0
    syafatain: asal anda tahu, saya nyaris sama sekali tidak peduli sedikitpun pada ajaran komunis. tapi "kebenaran atau kebaikan yang keluar dari mulut seekor anjing tetaplah kebenaran". bila ada manfaat yang dapat mereka berikan, saya ikhlaskan memberikan penghormatan pada mereka.

    anda tanya adabnya? lha kita ini kan hidup di tengah peradaban kan?

    kalo maksud anda adab = mulia; klo maksud anda bagusnya pki dimana, saya jawab; bagusnya pki adalah kekuatan persaudaraan yang mereka miliki, solidaritas sesama, kepedulian pada rakyat kecil, fighting spirit, dan kecerdikan memainkan peluang.

    nilai-nilai di atas adalah nilai2 umum yang saat ini sudah tampak pudar walaupun kekuatan sekarang sudah dipegang oleh pihak yang menyatakan bertolak belakang dengan PKI ini.
    l. wiji widodo 1 suka | 0
    syafatain: mengapa anda suka pasangan anda?
    dimana rupawannya? ah sepertinya biasa2 tp begitu anda cintai bhakn setia hingga berikrar untuk tdk ingkar....mana menariknya?

    *selera
    boiga 1 suka | 0
    Knalpot Putih: oy.. welcome back!
    LCFR 0 0
    *makan kerupuk*
    5150 0 0
    LCFR: ilmu membuat kerupuk itu hasil ciptaan manusia, berarti anda MenTuhankan manusia : ))
    l. wiji widodo 0 0
    5150: ada tho kaum pagan krupuk
    5150 0 0
    l. wiji widodo: sugeng siang pak l. wiji widodo

    saya termasuk kaum pangan krupuk, soalnya kalo gak pake kerupuk gak afdol : D
    Striding Cloud 1 suka | 0
    syafatain:
    [_ lah, pentingnya dulu dimana,utk apa? diangkat2 dipuji2. coba kalau njoto itu bukan PKI, apa kalian setertarik ini? _]

    Saya tertarik, karena tulisan ini menguatkan pandangan saya, bahwa pada organisasi mana pun, masing-masing individu memiliki pandangan sendiri-sendiri dalam memandang dunia. Hence, pelabelan dan generalisasi adalah hal yang bodoh.

    Saya malah tertarik dengan pernyataan Anda, tulisan ini yang memuji2 njoto dimananya?
    conscientizacao 0 0
    boiga: "kebenaran atau kebaikan yang keluar dari mulut seekor anjing tetaplah kebenaran"

    Telor juga keluar dari pantat ayam kok... Nyatanya kita makan juga, ya nggak bung boiga : D
    l. wiji widodo 0 0
    5150: matur nuwun,sugeng siang jg..
    satu partai brarti ..Partai Krupuk Selalu..
    dirumah ga pernah absen,makanya mottonya
    'krupuk, harga mati!"
    Agus PW 0 0
    Striding Cloud: CERDAS!!!!
    boiga 0 0
    conscientizacao: : D
    5150 0 0
    conscientizacao: kopi luwak aja yang bahannya dari maap "telek" luwak harganya juga mahal dan nikmat : D
    boiga 0 0
    Striding Cloud: pertanyaan gw blom dijawab itu, kesian ditambahin lagi.. : D
    syafatain 0 2 tidak suka |
    asal jangan aja alasan menarik itu karna penulisnya.
    kebiasaan org indonesia,klw uda dicap baik buang anginpun masih ditertawakan.tp kalw dicap berseberangan minyak wangi diberi masih menutup hidung
    boiga 1 suka | 0
    syafatain: yasudah, kita2 udah jawab tuh di atas.. coba gantian jawab pertanyaan2 kita.. biar adil gituh.. : )
    yusro 0 0
    Nyoto pancen Roso : )
    conscientizacao 0 0
    syafatain: Jangan khawatir Bu... Isu warga terpuji sudah lewat. Kalau Anda merasa warga memberi rating karena SIAPA yang nulis, ya klarifikasi aja. Tanya saja kepada mereka yang ngasi rating. Benarkah begitu? Bung Striding Cloud sudah menjelaskan alasannya dalam memberi rating tuh...
    conscientizacao 0 0
    syafatain: Anda mau ngasi rating apa saja, buat yang nulis saya kira sih oke-oke saja. Silakan. Bebas. Bas. Gratis ini kok...
    *mumpung demokrasi belum berbayar, coba kalau kayak listrik atau pulsa HP, Anda harus bayar dulu baru bisa ngomong, kan repot...* : D
    syafatain 0 0
    demokrasi setan maksud lo?
    cumipeyang 0 0
    wakakakaka
    ada penggemar Miyabi nyebut-nyebut setan ; ))
    conscientizacao 0 0
    syafatain: :O
    cumipeyang 0 0
    oh dunia-dunia
    mata kanan buka kitab
    mata kiri ngelirik miyabi ; ))
    umbaran 0 0
    conscientizacao: penasaran nih, siapa sebetulnya syafatain: ini, ndableg: semangat sekali nuduh kita berdua, bukan kamu ya, lantas siapa ? warga baru nggak seberani ini kan ?
    conscientizacao 0 0
    umbaran: Halah, baru atau bukan baru itu mitos. kalau berani, ya berani aja... : p Yang jelas, bukan saya. Saya mah takutnya sama setan di film indonesia, terutama yang dibintangi Suzanna... Kalau setan demokrasi itu, nggak takut saya... : D
    umbaran 0 0
    conscientizacao: saya bukan, kamu bukan berarti ndableg:
    boiga 0 0
    conscientizacao & umbaran: yang bertanya gak dijawab, yang berpendapat disinisi.. padahal di profilnya itu dia banyak senyum lho:

    Sity Mieaby
    SMILE... And the world will smile for you.
    A smile is something nice, which doesn't cost a cent.
    A smile is welcome everywhere. It invites friends.
    A smile is good for everyone.
    so...
    Do it while there is a chance!!
    cumipeyang 0 0
    boiga: mungkin sedang belajar senyum kali
    5150 0 0
    boiga: coba ambil semua huruf awalnya SAAAD mungkin maksudnya SAD berati dia sedang sedih atau depresi berat : ))
    ndableg 0 0
    umbaran:

    walah, premis saya selama ini salah. ngapunten buat umbaran dan conscientizacao

    syafatain memang gebleg!
    boiga 0 0
    5150: : ))
    iloenx 0 0
    artikel ini saya kasih rating inspiratif karena sedikitnya dua alasan.
    1. ia bisa menginspirasi siapapun utk bersikap adil terhadap sejarah. adik sejak dalam pikiran. Hidup di zaman orba sdh membuat kita tdk adil terhadap sejarah, dan tulisan-tulisan yangmengungkap sisi-sisi gelap sejarah (atau sejarah yg digelapkan) layak mendapat apresiasi secara proporsional. secara adil.

    2. artikel ini jelas menambah pengetahuan saya tentang sosok njoto dan (sedikit) konstelasi pergaulan dia di jajaran elit PKI, juga elit bangsa, pada masanya. ia juga mmberi saya informasi ttg akan adanya buku biografi njoto untuk mengetahui lebih banyak ttg tokoh ini...

    3. artikel ini, dan laporan TEMPO, dan buku biografi itu, hemat saya lahir dari semangat JASMERAH. Saya bukan pengagum BK, tetapi retorika dia ttg JASMERAH menurut saya susah dibantah. Karena sebagai bangsa, kita tdk tiba-tiba saja ada......

    (maaf tiga alasan ding, dan mungkin masih banyak lagi) : )
    cibro 0 0
    ......
    konon, setiap masa ada toghutnya, dajjalnya, atau apalah namanya..
    e, ternyata di P ini juga berlaku, datang silih berganti.... Pasti lepas ni ada lagi.. : ))


    ***kurang afdhol jika hanya merating tanpa disertakan komentar, walaupun tak penting... ; ))
    akusuka 0 0
    syafatain: kalau anda anti PKI sekalipun (PKI bisa diganti Nasionalis atau NII), anda harus tahu kelebihan (tokoh2) PKI (PKI bisa diganti Nasionalis atau NII), biar tahu mana kelemahannya.

    itulah yang dilakukan A.. (siapa ya si A ini) dalam penyusupan G30S 1965 dan NII 1970-an, shg PKI dan NII dengan mudah dibubarkan.

    Nah data ttg tokoh2 PKI (dan juga seluk beluk opsus untuk basmi PKI) kan terbatas karena media dikuasai Nasionalis.

    Jadi tulisan ttg Nyoto, Nyomai atau Letkol Untung dan Dul Arif luar biasa berharganya.

    * saya tida memihak manapun

    kalangwan 0 0
    Bagi syafatain: pasti lebih penting berita ttg sejarah dalam Injil yang diperagakan oleh model-model bugil di Jerman sono daripada soal [sejarah] bangsanya sendiri. Ya sudah kalau begitu, memang cocok nickname-nya

    ; ))
    kinanthi 0 0
    kalangwan: : ))
    5150 0 0
    kalangwan: ketika ditanya linknya dia kabur, modus yang hampir sama dengan si nabi itu : ))
    ki baraja 0 0
    gw PKI nih heheheh... ada yang mau koment?

    nggak tau yah?, kalo AGAMA juga bisa sangat berbahaya ??? lebih bahaya dari PKI loh....

    lihatlah bagaimana dampak pemahaman AGAMA ISLAM di tangan Noordin M Top dan kawan-kawannya ....duh duh duh ...

    membahayakan sekali juragan-juragan.....

    kalo faham PKI dilarang, mungkin agama yang di peluk Noordin M Top juga mesti dilarang tuh !!!
    bahaya berat ...
    boiga 0 0
    ki baraja: : )) mangga atuh ki..
    kalangwan 0 0
    ki baraja: bikin petisinya, ki : ))
    ki baraja 1 suka | 0
    boiga: iya, suk aheran aje mas boy....

    giliran muslim (pemeluk agama islam) gak bener... bilang "itu sih orang nya aja yang salah" bukan islam nya ....

    tar giliran fahamnya selain islam :
    yang disalahkan semuanya, ya orangnya kena, ya fahamnya juga mesti di babat abiss !!!
    ki baraja 0 0
    lupa icon nya : )) : )) : ))

    *sambil guling-guling di meja
    ki baraja 0 0
    kalangwan: petisi buat apa om? pemeluk agama PKI ? : ))

    hadooh, ada2 aja emang idup nih : )) ; ))
    kalangwan 0 0
    ki baraja:

    [...giliran muslim (pemeluk agama islam) gak bener... bilang "itu sih orang nya aja yang salah" bukan islam nya ....

    tar giliran fahamnya selain islam :
    yang disalahkan semuanya, ya orangnya kena, ya fahamnya juga mesti di babat abiss !!!...]

    nendang abisssss tuh komennya, ki!
    Forlorn Hermit 0 0
    ki baraja: hadooh nya salah nulis tuh harusnya capital. HADOOH!
    ki baraja 0 0
    kalangwan: hahaha, aku pernah nulis (comment) tentang para penyembah agama : ))

    gak tau tuh keselip di lemari P sebelah mana..... : ((
    anti-fenomena 0 0
    mengutip Bung Karno dari link artikel di atas , ”een rimpeltje in de oceaan…,” katanya. Hanya sebuah riak di tengah samudra.
    ki baraja 0 0
    Forlorn Hermit: oh yah? eh, ada kode icon nya gak?
    : )) biar short cut gitu loh... : ))
    boiga 0 0
    ki baraja: http://politikana…omment-94996

    saya nunggu di belakang saja.. : D
    hendijo 0 0
    jenis2 manusia kayak gitulah yang tahun 1965 mudah diprovokasi RPKAD untuk jadi penjagal...
    boiga 0 0
    ki baraja: gak tau tuh keselip di lemari P sebelah mana.....
    --
    http://politikana…omment-84334

    http://politikana…omment-84345
    ki baraja 0 0
    hendijo: jenis yang mana mang hendi ?

    karnipora maksud nyah? (*pemakan daging)

    iyah, pemakan segala manusia mah ... multipora !!
    ampe spora juga diembat : ))

    wah sarap gw nih ; ))
    5150 0 0
    ki baraja: udah diminum obatnya kang? : ))
    ki baraja 0 0
    boiga: mas boy emang keren ; ))

    gak ada icon tepuk tangan euy, plok, plok, plok...

    *yang nemplok padahal tanah basah : ))
    ki baraja 0 0
    5150: iyan neng ....

    nyeli euteung yeuh aki.....
    5150 0 0
    ki baraja: jgn lupa jadwal konseling ya, obatnya juga jgn lupa diminum : ))
    ki baraja 0 0
    back to nyoto.....

    ada rekor baru soto manggala maksar masuk rekor MURI lho.... ini dia beritanya :

    http://matanews.c…rekor-dunia/
    ki baraja 0 0
    5150: iyah buw : (

    padahal paling ngeri urusan konsleting ini : o
    baru-baru jakarta rame kebakaran gara-gara konsleting lho buw... : ((

    jangan2 gw kebakar neh ...
    aboeprijadi.s. 0 0
    Siapa yg menjuluki Nyoto "Brother Number Two"?

    Saya bahkan tidak yakin, pernah ada istilah "Brother Number Two" dalam PKI .. kecuali bila org mengimpor istilah tsb dari Pol Potnya Kamboja, the Khmer Rouge. Jika ini yg terjadi maka ini rada memperkosa sejarah namanya. Sebab di dokumen kalangan PKI mereka saling menyebut dgn istilah "Kawan" yang artinya kamerad, bukan sekadar sahabat, melainkan saudara sepenanggunan dan seperjuangan.

    Apakah isi dan prakteknya betul2 brotherhood, sepersaudaraan, ini tentu cerita lain; di Kamboja saling bunuh, di PKI saling sikut dan singkir. Tapi istilah "Brother Number One, Number Two itu bukan sekadar istilah melainkan konsepsi. PK Kamboja-nya Pol Pot morally sangat dekaden, dan menunjukkan institusi partai tsb sangat elitis, karena gelar brother nya hanya utk kader top pimpinan partai.

    Martin Aleida, bekas anggota Lekra, dikutip sebagai mengatakan beberapa tahun silam: "Jika PKI menang, orang macam Pram atau Njoto itu bisa jadi malah akan dihabisi."

    Soeryono, alias "Bung Soer" almarhum, mantan wartawan Harian Rakyat yg konon dekat dgn Nyoto, pernah menyimpulkan kalau PKI menang ya sama saja dgn Golkar menang. Maksudnya di situ watak kelas neo-priyayi terbawa terus. Bung Soer - mirip Nyoto di partai - juga menjadi kontroversi di kalangan eksil di Amsterdam. Bung Soer resminya wartawan rubrik olah raga di HR semasa HR dipimpin Nyoto; dia mengaku sering menulis untuk Nyoto.

    Akhirnya harus dicatat Bung Soer menjadi (mungkin satu2nya) orang Indonesia, orang PKI, yang pernah dibuang oleh tiga partai komunis terbesar di dunia (PKI, PKC, dan PKUS). Terdampar di sebuah sanatorium atau rumah sakit terpencil di Uni Soviet, lalu thn 90an seorang wartwawan Belanda alm. Willem Oltmans, menolongnya dan membawanya ke Amsterdam dan Bung Soer sepi, terbuang, sengsara dan meninggal di Amsterdam. Kisah Bung Soer mungkin satu aspek tak langsung dari Nyoto, dua tokoh unik PKI.

    Sekian, tabik.
    kalangwan 0 0
    aboeprijadi.s.:

    Saya baca di salah satu memoar yang ditulis Sobron. Itu sebabnya, sebelum istilah The Brotther itu saya sebut, saya meletakkan frase "--salah satunya--". Tentu saja itu istilah informai yang tak ada dalam vocab resmi komunisme atau PKI.

    Saya ndak tahu apa implementasi term "neo-priyayi" dalam pengandaiakan jika PKI menang. Tapi menilik apa yang terjadi pada Trotsky, tentu saja apa yang menimpa Njoto atau Soeryono seperti Anda contohkan, tidaklah terlampau mengejutkan.

    Apakah Stalin telah membikin partai menjadi neo-priyayi? Saya kira kita bisa mencari istilah yang lebih mungkin bisa lebih tepat.

    Ndoro Kakung 0 0
    setelah nyoto, kira-kira siapa lagi yang layak ditulis tempo? atau peristiwa masa lalu apa yang perlu dikupas tempo lagi?
    kalangwan 0 0
    Ndoro Kakung:

    Saya kira Soedirman sangat layak diulas secara khusus, Ndor. Juga Nastution. Tempo belum melirik sama sekali edisi khusus dari kalangan militer. Dan kalau dicari siapa yg bisa diangkat, ya dua orang itu. Kartosoewirjo yo juga pantas untuk diulas.



    hamatamu 0 0
    1965 terus lurus ke belakang sampai 1945, militer Indonesia, om Ndoro Kakung : D
    ki baraja 0 0
    kalangwan: bukan pembaca tempo gw euy : ((

    gak tau, emang sedari dolo tempo dah nolis siapa aja? :d
    kalangwan 0 0
    ki baraja:

    Kalau edisi tokoh, tempo sudah menulis Karno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Natsir, DN Aidit, Sjam, Njoto [plus Untung utk Koran Tempo pada senin lalu].

    Manohira 0 0
    kalangwan: ada copy atau edisi elektroniknya ga mas? aduh saya ketinggalan banyak sekali : (
    kalangwan 0 0
    Manohira:

    coba cek side bar di blog ini:

    http://lenteradia…logspot.com/

    di situ ada tautan beberapa edisi khusus tempo. ada edisi aidit, sjahrir, hatta, natsir, edisi demokrasi liberal dan lain-lain.
    Mas Paman 0 0
    Dulu, tahun 80-an, saya terkesan ketika mendengar kisah tentang "Njoto borjuis" ini : ))
    aramichi 0 0
    Kalangwan & Ndoro : Sultan HB IX saya rasa juga layak, banyak masyarakat tidak tahu tentang beliau karena orangnya memang tidak suka gembar gembor tapi kharisma dan jasanya sangat besar. Tokoh lain mungkin Kahar Muzakar, perjalanan hidupnya juga cukup punya warna atau Sjafruddin Prawiranegara, salah satu tokoh penting dalam eksistensi RI, sarjana hukum yang memimpin BI.

    Mengenai Njoto kalau saya lihat lebih ke sosok pemikir berbeda dengan Aidit yang lebih ke sosok organisatoris, kelas sosial Njoto juga berbeda dengan kebanyakan anggota PKI itu juga yang mungkin menyebabkan dia seperti dikucilkan.
    kalangwan 0 0
    Mas Paman:

    Ah, itu pasti karena sampeyan juga borjuis toh, man paman? Etapi sampeyan borjuis yang mana ini? borjuis yang suka musik klasik? borjuis yang suka tepe2 sampai cewek bule dari rusia? atau yang suka nyecep champagne? : D

    *siap-siap dibandem jenewer*
    Manohira 0 0
    kalangwan: makasih : )
    Subroto 0 0
    syafatain:
    .. asal jangan aja alasan menarik itu karna penulisnya.
    kebiasaan org indonesia,klw uda dicap baik buang anginpun masih ditertawakan.tp kalw dicap berseberangan minyak wangi diberi masih menutup hidung ...

    ----
    Saya setuju dengan tante sity ini, beda halnya jika tulisan ini adalah tulisan dari seorang kyai/syekh

    ..ntah dikira naskah khotbah jumat dong?!?!??...
    cibro 0 0
    syafatain:
    setelah dicermati, justru artikel ini tambah menarik dengan kehadiran anda... : ))



    ***seharusnya mereka berterimakasih padamu ya syafatain...; ))
    ki baraja 0 0
    cibro: kompor buat ngangetin hehehe, palagi mendekati basi... kan biar sehat buat dikonsumsi.. angetin... biar bakterinya pada mampooss...
    cumipeyang 0 0
    kawan kalangwan: that's right brother : berarti Jarwo Kuat komunis juga yeh : ))
    wah jadi inget jaman disuruh-suruh nonton pilem G30S, kawan...
    cibro 0 0
    ki baraja: : ))
    udah malam gini masih aja nyambung ya...

    ***salud deh... ; ))
    ki baraja 0 0
    cibro: besok kemis harus masuk proposal tender : ))
    iloenx 0 0
    kalangwan: mas paman itu kayaknya termasuk tipe borjuis celana pendek...... : )
    iloenx 0 0
    Ndoro Kakung: kalangwan:
    Bagaimana dg Amir Syarifuddin? Juga M Yamin?
    Keduanya memiliki kontroversi sendiri2, saya kira.
    juga dalam skala yg beda, mungkin, otista. Utk tokoh2 militer, yach para jenderal yang menjadi korban g30s itu sendiri. TEMPO, kita percaya, pastilah akan menemukan banyak sisi yg tdk/belum terungkap di buku2 sejarah resmi di sekolah yg begitu garing....
    Leksa 1 suka | 0
    Ndoro Kakung :
    Sepakt ama Zen, Pangsar Sudirman menarik untuk diulas.

    Saya sempat berharap Tempo mengulas Pangsar Sudirman setelah disebut2kan dekatnya beliau dengan Tan Malaka dan juga ide Murba nya. Entah beliau juga seorang Murba atau bukan.

    Dan lagi, Pangsar Sudirman ini misterius bagi saya.

    --
    Ide lain mungkin bisa masuk ke ulasan peristiwa sejarah yg dilakukan oleh Opsus. Saya tidak tahu pasti prosedurnya dan aturan mainnya. Tetapi bukankah ada rahasia negara yang bisa dibuka setelah kurun waktu tertentu?
    Gus Muh 1 suka | 0
    Tambahan dikit, TOP FIVE itu: Aidit, Njoto, Muhammad Hatta (MH) Lukman, Sudisman, dan Sakirman. NJONO nggak. Dia pimpinan organ buruh PKI.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat