Jangan Ragukan Pesan al-Qur'an ttg Berbagai Kejadian Bencana di Tanah Air 87

Rabu, 7 Okt '09 07:21

Sehari setelah kejadian gempa di Sumatra Barat minggu lalu, beredar kabar -di antaranya lewat pesan singkat (SMS) dan situs jejaring sosial facebook- yang mengaitkan waktu terjadinya gempa dengan surat dan ayat yang ada di dalam al-Qur'an.

"KETAHUILAH…. Gempa di Padang terjadi pada pukul 17.16, coba lihat QS. 17.16.. Kemudian gempa susulan terjadi pada pukul 17.38, lihat QS. 17:58.. Gempa di Padang terjadi pada tanggal 30 bulan 9, lihat QS. 30:9.." demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa yang membuka ayat-ayat di atas akan menyadari bahwa musibah itu memang layak menimpa negeri ini.

Kalau dilihat isi ayat-ayat yang dikaitkan dengan peristiwa kejadian itu (bahkan ada pula yang menulis saat kejadian gempa di Tasikmalaya lalu dan gempa susulan di Bengkulu sehari sesudah gempa Padang itu dengan ayat-ayat pula), isi terjemahan ayat-ayat Qur'an itu seakan-akan memberikan penjelasan tentang pertanyaan mengapa peristiwa dahsyat itu bisa terjadi di wilayah itu.

Atas beredarnya pesan itu via SMS dan dunia maya (internet), berbagai tanggapan pro-kontra pun bermunculan. Kalangan akedemisi dan pakar gempa, jelas menolak pandangan itu oleh sebab penjelasan religius tidak bisa mereka terima secara rasional dan empiris. Mereka lebih percaya pada penjelasan yang dikemukakan oleh teori-teori terjadinya gempa, yang banyak di tulis di buku text atau jurnal ilmiah. Alasan mereka ini bisa saja dimaklumi, sebab memang buku text dan jurnal itulah yang menjadi 'kitab suci' dan 'suhuf-suhuf' kaum intelektual itu.

Kaum Spiritualist dan Kebathinan seperti Permadi SH, Ki Joko Bodo, atau Mama Lorenz, juga punya pandangannya sendiri pula tentang teori seputar kejadian berbagai bencana di negeri ini, tentu berdasarkan 'wangsit' yang mereka terima sebelumnya.

Lalu kelompok Religius, para Ulama dan Ustadz, juga mempunyai pandangannya sendiri atas peristiwa bencana gempa bersangkutan di Tanah Air. Misalnya MUI terang-terangan menyatakan hal itu sebagai akibat banyaknya perlakuan maksiat. Termasuk dalam kelompok ini, boleh jadi, mereka yang menyebarkan SMS seputar gempa Sumbar itu yang dikait-kaitkan dengan ayat-ayat dalam al-Qur'an.

Atas simpang siur berbagai pandangan itu, seyogyanya bangsa Indonesia yang merupakan kumpulan populasi muslim terbesar di dunia, negeri yang 85% penduduknya beragama Islam ini, lebih mempercayai keterangan kitab sucinya sendiri (al-Qur'an) di dalam mencari jawaban atas berbagai fenomena alam dan kehidupan dan permasalahan yang sedang menimpanya. Termasuk peristiwa bencana yang tak putus-putusnya di negara kita ini.

Jangan pernah ragukan al-Qur'an yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar kejadian atau peristiwa apa saja yang datang menimpa kita semua. Sebab, al-Qur'an sendiri ada menerangkan bahwa salah satu fungsinya diturunkan ke tengah ummat manusia ialah memberikan penjelasan yang seterang-terangnya tentang kejadian-kejadian atau peristiwa yang sedang dihadapi umat manusia hingga hari kiamat lagi. Silahkan simak QS.16:89 misalnya. Disitu dijelaskan bahwa diturunkannya al-Kitab (al-Qur'an) adalah untuk memberikan penjelasan atas segala sesuatu kejadian di atas Bumi ini.

Lebih lanjut tentang kejadian bencana yang setiap kali bisa menimpa ummat manusia di mana saja, al-Qur'an bertutur bahwa "Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.  Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri".(QS. 57:22-23).

Maka dengan penjelasan ini, sah-sah saja kalau ada pihak dari kalangan muslim yang berupaya mencari jawaban atas berbagai fenomena bencana yang terus berlanjut di negeri ini, dari kitab sucinya sendiri. Kisah gempa Sumbar itu misalnya, yang terjadi 30/9/2009M atau 11/10/1430H pukul 17:16 WIB dan susulannya 17:38 WIB atau 12:16 & 12:38 pm GMT. Kalau disimak ayat 30:9; 20:09; 11:10; 14:30; Serta kisah dibalik peristiwa ayat (simbol) itu pada al-qur'an pula: 16:17; 16:71; 38:17 dan kombinasi angka-angka itu ... maka akan ditemukan terjemahan ayat-ayat al-Qur'an yang secara 'kebetulan' konsisten dengan peristiwa gempa yang terjadi. Konsistennya penjelasan ayat-ayat itu, apa betul itu sebuah' kebetulan' namanya? Wallahu'alam.

Mudah-mudahan bangsa dan rakyat Indonesia yang mengaku bangsa religius itu, tidak serta merta menolak apa saja kalau al-Qur'an dijadikan acuan untuk menjelasakan segala sesuat kejadian di negeri kita ini. Wallahu'alam.


Tag: bencana, gempa, Tektonik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    5150 0 0
    otak atik gathuk
    conscientizacao 0 0
    Anda benar. Peringatan itu sudah nampak jelas, di depan mata. Bahkan sejak dulu, ketika ratusan ribu nyawa melayang di Aceh, tanpa perlu menunggu kombinasi angka-angka itu.

    Apakah yang mengaku religius 'tidak bisa membaca' besarnya angka yang mati itu? Lalu berbuat sesatu untuk mencegahnya? Adakah hasilnya kini? Tidak juga?
    5150 0 0
    conscientizacao: yang heran beginian ini keluarnya setelah kejadian, sebelum kejadian kok gak ada yang beginian ya?
    conscientizacao 0 0
    5150: Ya begitu lah pak. Saya sih bukan tidak percaya, atau menolak. Cuman, kok ya harus pake acara ngerumus segala untuk membaca tanda-tanda yang sudah jelas di depan mata. Kan ada yang tersirat, ada yang tersurat...

    Hati yang peka kan paling tidak sudah bisa menangkap, ada yang tidak beres. Mari kita bereskan... Begitu kan pak?
    Veuillez entrer 0 0
    Nyil,nurut anda gmn neh....dimn2 hdup emg ga boleh berlebihan toh???
    conscientizacao 0 0
    Saya perbaiki dulu komen yang atas:

    "... Lalu berbuat sesatu untuk mencegahnya?..."

    Maksutnya, mencegah jatuhnya banyak korban lagi ketika bencana serupa datang di lain waktu...
    5150 0 0
    Veuillez entrer: semua yang berlebihan emang tidak baik, malah akan menjerumuskan kita. Saya sepakat dengan bung conscientizacao bahwa Kita semua percaya bahwa Tuhan telah menggariskan semua, tapi kita juga harus ingat kita diberi kelebihan yaitu Hati dan Otak untuk berpikir.

    Tuhan juga menciptakan bumi ini dengan lempengan2 dibawahnya, dengan segala kemungkinan bencana yang akan terjadi pasti ada maksudnya. Saya sangat yakin Tuhan bukan "pembunuh" tapi Maha penyayang, dan saya juga juga sangat Yakin Tuhan menginginkan kita berpikir agar kita siap dalam menghadapi kemungkinan2 bencana tersebut.
    Veuillez entrer 0 0
    sy se7 boleh percy Qur an sbagi pdoman agama Islam,tp bnr jg knp ga bs dicegah,krn Tuhan Maha Penyayang,intinya...ini peringatan dr Tuhan, masalah dikaitkan dg ayat2 Qur an,knp muncul n dikaitkan stelah gempa terjadi???
    yg sy ironiskan,bangsa ini tdk pernah belajar dr pengalaman,relawan2 qt hnya bermodal sukarela,nekad,,,,,teman2 bs lihat relawan2 asing yg dilengkapi peralatan canggih???knp bangsa ini tdk mau belajar dr bangsa2 lain??
    pdhl msg2 bidang suda ada menteri2nya...???apa tugas mereka slama ini coba???
    Kucing Neolib 0 0
    Kok jadi film Final Destination ya?
    Kucing Neolib 0 0
    Kucing Neolib: koreksi
    Kok jadi "mirip" final destination y?
    Salvatore Guiliano 0 0
    Mungkin anda benar soal hubungan waktu dan ayat itu (mirip 'knowing' yah..). Tapi kalau itu tidak ditanggapi dengan arif, salah-salah malah akan menjadi fitnah. Seolah mereka yang sedang berduka itu memang layak menerima azab
    Herman Saksono 0 1 tidak suka |
    Rebuttal saya untuk itu ada di sini:

    http://hermansaks…-padang.html

    Semoga bisa mencerahkan mata hati yang terbutakan.
    Ibnu Muslim 0 0
    ikut nongkrong sambil menunggu evakuasi ke tmpt rapat para kapitalis : D
    akusuka 0 0
    To Untinisa:

    Kalau gempa terjadi jam/pukul 01:01? atau 1 Januari?

    Nanti malah "Alhamdulillahi robbil alamin" donk?

    Masak ada gempa malah "Segala Puji Bagi Tuhan Semesta Alam"

    Atau waktunya gotak gatuk dengan nomor/ayat lain yang berbunyi "itu adalah karunia dari tuhanmu" ... malah enggak nyambung ..
    boiga 3 suka | 0
    saya setuju dengan conscientizacao (kok setuju terus ya? : D ), bukannya tidak setuju pendapat penulis, tapi seandainya penetahuan semacam ini bisa berguna mencegah sebelum terjadi itu akan sangat bermanfaat..

    lagipula, setiap saat kita harus selalu introspeksi diri, setiap waktu selalu ada yang mengingatkan untuk itu, tidaklah perlu menunggu bencana.
    Ning 0 0
    Berarti ayat-ayat Qur'an yang terpakai hanya sampai Surat 23 ayat 60?, yang selebihnya dikemanain?
    boiga 0 0
    Ning: : ))
    Ridwan 1 suka | 0
    yang saya yakini itu Allah tidak mungkin membuat sesuatu itu dengan kebetulan.

    yang lebih keren lagi kalau keempat surat itu digabungin secara berurutan jadi sebuah paragraf yang berkesinambungan

    katanya orang2 sih tanda2 kiamat makin dekat. Tapi setau saya kiamat itu tidak mungkin makin jauh : ))
    cibro 0 0
    Ini artikel menarik... Tapi ragu memilih rating...

    Karna setelah dicerna kok pembahasannya persis amat seperti ahli nujum yang melihat bintang, atau melihat telapak tangan atau nenungin air di mangkok untuk menemukan suatu keberuntungan dan kecelakaan....

    Ada lagi ahli takwil yang melihat nasib melalui hasil mimpi seseorang... Ahli ramal nentuin nasib dan masa depan seseorang dengan mbolak-balik dan muter-muter kartu joker....

    Apa bedanya ama yang ini ya? Ya mungkin bedanya cuman nyocok-nyocokin angka dengan ayat Qur'an... itu saja... Metodenya sama; sama-sama ngeramal!!

    A= Jadi menurut anda ini perbuatan syirik, begitu....?

    B= Saya tidak bilang begitu... Ente bisa simpulkan sendiri kok... wong katanya ente ahli agama kan??
    cibro 0 0
    Ridwan:
    "Yang lebih keren lagi kalau keempat surat itu digabungin secara berurutan jadi sebuah paragraf yang berkesinambungan"

    ---------

    Coba anda gabungkan... saya kok penasaran dimana letak kesinambungannya...

    l. wiji widodo 0 0
    cibro: ***ga rating tp koment/fatwanya lbh panjang dan gamblang...
    arigato..sukron
    l. wiji widodo 0 0
    demiallah ga ada yg meragukan pesan setiap hurufpun dari AlQuran dlm jalani kehidupan ini...
    tentu kurang elok bila mengingat ayat2 didalamnya hanya saat2 duka....
    cari ayat2 jg dung ketika indonesia dilimpahi keberkahan...


    *yg ga percaya pesan dalam AlQuran..CUKARBELENG!!!!!
    anti-fenomena 0 0
    Setau saya Rasulullah SAW, para Sahabat RA, Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in, juga para Ulama besar belum pernah menggunakan metode ini dalam menjelaskan kejadian/peristiwa. CMIIW

    cumipeyang 1 suka | 0
    aduh mau rating wagu ga ada kolomnya
    l. wiji widodo 0 0
    anti-fenomena: betul betul betul..
    boiga 0 0
    l. wiji widodo: cukarbeleng!! ; ))
    Ning 0 0
    cibro: untung sudah tidak ada TOGEL....
    l. wiji widodo 0 0
    boiga: lho kok sy dicukarbelengi? : D
    l. wiji widodo 0 0
    Ning: sstt,,..ada kok mau pasang???
    Ning 0 0
    l. wiji widodo: jadi tanggal 30/09/09 keluar nomor berapa?
    cibro 0 0
    .............
    Mudah-mudahan bangsa dan rakyat Indonesia yang mengaku bangsa religius itu, tidak serta merta menolak apa saja kalau al-Qur'an dijadikan acuan untuk menjelasakan segala sesuat kejadian di negeri kita ini.

    --------

    TIDAK MENOLAK PESAN AL-QUR'AN... Tapi menolak pesan manusia yang keliru menafsirkan ayat-ayat Tuhan tersebut...

    QS.17 adalah Surah Al Israa'... Ayat yg berjumlah 111 seluruhnya diturunkan di Makkah (Makkiyah) sebelum Rasulullah Hijrah...

    Anda (penulis) pasti tahulah ciri-ciri ayat yg turun di Makkah, Asbabun-nuzul ayat tsb?, faktor2 munculnya ayat-ayat yg turun di makkah?, mengapa pesan ayat Makkiyah berbeda dengan pesan ayat Madaniyah?, dlsb.....?

    Lagipun, Kalau anda hanya mengambil beberapa ayat saja (dan lompat-lompat pula) tentu maknanya akan jauh sekali larinya dari makna sebenarnya....

    Bahkan disaat anda memaknai ayat "Ma-ashoba bin musibatin fil ardhi.....dst, juga kurang pada tempatnya .....

    Jadi mari kita memahi berbagai ayat2 Al Qur'an dengan tepat sebelum kita memahamkannya untuk orang lain, agar di lain waktu semuanya menerima pesan Al Qur'an berikut pesan hikmahnya....

    Semoga,.-
    l. wiji widodo 0 0
    Ning: yg versi mana singapur? 0303
    kl versi semarang ga th1
    anda pasang no brpa? dapet? : D

    skrg mau pasang brapa?
    sst...cpt biar sy tulis!
    kinanthi 0 0
    l. wiji widodo: bukannya aseng semarang udah ditangkep?
    l. wiji widodo 0 0
    cibro: eng ing eng....makasih...sangat mencerahkan.....bg yg lupa ciri2 ayat diturunkan di mekah
    sudikah jg dibagi disini?
    l. wiji widodo 0 0
    kinanthi: ha ha ha dr td mati2an nginget namanya..eh ente bantu kasih bocoran...


    *terlempar sejenak ke kota itu...ahh..
    kinanthi 0 0
    l. wiji widodo: huahahaa.... pernah dapet? : D
    pernah di smg juga? jgn2 kita pernah ketemu di suatu warung di tembalang : D

    ayat makiyah lebih ke perkara iman
    ayat madaniyah lebih ke perkara civil society

    kalo ga salah...
    5150 0 0
    cibro: bisa dijelasin pak? agar saya tercerahkan.

    *menunggu penjelasan dari Ketua MUP*
    Ning 0 0
    cibro: bukankah Qur'an itu berlaku untuk sepanjang zaman? Tafsirkan, pahami, laksanakan, tidak perduli diturunkan dimana...
    l. wiji widodo 0 0


    5150: penjelasan dr kinanthi kabid MUP jg lumayan to..
    meski tentu versi gamblangnya kita tunggu..

    kinanthi: langganan sy di angkringan parkiran stasiun poncol : D : ))
    cibro 0 0
    5150 + l. wiji widodo:

    hahahahhahahhah,
    "janganlah suatu kaum memberikan PR kepada kaum yang lain... boleh jadi kaum yang diberi PR itu sedang sibuk atau tak hendak memperpanjang masalah.... " (ini bukan firman atau sabda) ; ))
    cibro 0 0
    Ning:
    (bukankah Qur'an itu berlaku untuk sepanjang zaman? Tafsirkan, pahami, laksanakan, tidak perduli diturunkan dimana)

    -----
    betul... anda betul...

    tapi udah dibaca belon ayat yang disebut penulis..?
    kalau belum coba baca pelan2, pahami maknanya, maksudnya.... Apa sesuai ndak dengan apa yang diharapkan penulis..?

    itu maksud saya...
    5150 0 0
    cibro: hahahahahahahaha

    janganlah kau tolak permintaan kaum mu yang meminta dengan tulus dan jujur, apalagi kaum mu meminta karena memang tidak mengerti

    *ini juga bukan fatwa atau sabda MUP*
    cibro 0 0
    .............
    karna saya hanya memfokuskan pada 4 ayat dan 1 ayat musibah yang ia sebutkan....

    bukan surah-surah lain...
    Salvatore Guiliano 0 0
    jadi muncul pertanyaan, apa sih istimewanya indonesia? kok ayat alquran cocoknya sama musibah di sini aja? banjir, topan, badai, gempa di negara-negara lain adakah kecocokannya dengan ayat?
    l. wiji widodo 0 0
    5150: carilah ilmu walau kaum yang lebih tahu meski kaum tersebut sibuk,sabarlah tunggulah,sesungguhnya menunggu adalh termajuk jg ilmu...
    cibro 0 0
    l. wiji widodo: .......: o ... : ))

    Salvatore Guiliano: KALAU ANDA membaca artikel diatas pertanyaan ini pasti tak muncul, ...; )
    ini saya nukil ulang:
    .......
    bangsa Indonesia yang merupakan kumpulan populasi muslim terbesar di dunia, negeri yang 85% penduduknya beragama Islam ini, lebih mempercayai keterangan kitab sucinya sendiri (al-Qur'an) di dalam mencari jawaban atas berbagai fenomena alam dan kehidupan dan permasalahan yang sedang menimpanya. Termasuk peristiwa bencana yang tak putus-putusnya di negara kita ini.

    -------
    Itu dia jawabannya (versi penulis, bukan versi saya lo,...)
    Ridwan 0 0
    cibro: Dan kami membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya masa yang telah ditetapkan. dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur hancurnya. Tak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan kami membinasakan sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dengan azab yang keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab.(Keadaan mereka) serupa dengan Fir'aun dan pengikut pengikutnya serta orang orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah maha kuat lagi Amat keras siksaannya.

    seperti itu jika digabungkan
    5150 0 0
    Ridwan: kok jadinya malah kesalahan orang kaya trus orang miskin yang kena imbasnya?
    l. wiji widodo 0 0
    ternyata mmg menguncang2kan umat dgn berbagai cara....kmrn ada yg versi hardcore, tp ternyata yg tampaknya baikpun, mampu mengiring kita thd tindakan2 keliru dlm memahami ataupun melaksanakan agama...


    *jd inget cerita konon seorang peneliti antropology berhasil membawa seorang warga pedalaman hutam amazon,

    setelah setahun dididik cr hidup masayarakat modern, seorang wartawan bertanya?

    "bagaimana sekarang perasaan anda, dgn pendidikan dan pengetahuan modern"

    "oo saya bahagia sekali, sekarang saya makan orang pakai sendok dan garpu"
    cibro 0 0
    Ridwan: Bagus sekali susunan makna ayat yang anda gabungkan.... .. Kalau semua kita berkeinginan mencaplok satu demi satu ayat2 Qur'an sesuai keinginan kita, saya yakin umat Islam akan maju????

    Tapi coba tolong anda nukilkan (juga) terjemahan ayat sebelumnya, yaitu QS. Al Israa':15...

    Kemudian pada ayat ke-16 nya anda pahami (secara lughawi) firman Allah:
    "Wa-Idza-Ardhnaa..." yang arti indonesianya ("Dan Jika Kami Hendak...").

    Nanti (Insya Allah) akan kita jumpai titik temu permasalahannya...

    Ridwan 0 0
    cibro: wah, kalo itu sepertinya harus ustad ya mas. saya ndak tau

    l. wiji widodo: Lah, wong Fir'aun diazab rakyatnya kena juga. nonton 10 commendements deh.
    akalu g salah sebelumnya juga Fir'aun rakyatnya di kasih wabah

    *lagi ada kelas nih, ketauan dosen digampar bisa :hammer:
    Nadia Namira 0 0
    apa apa dihubungkan..duh...yang jelas ini bencana..

    turut berduka cita untuk korban gempa SUMBAR
    Logical Fallacy 0 0
    Berdirinya MUI

    tanggal & bulan:
    [26.7] Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?

    tahun:
    [19.75] Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya".

    Artinya?
    l. wiji widodo 0 0
    Logical Fallacy: presisi...akurat...: D
    mhn menyerahkan hak ciptanya untuk MUI
    hamatamu 0 0
    dan 'cukarbeleng!' resmi masuk dalam QOTD : ))
    Ning 0 0
    Logical Fallacy: Jam berapa ketok palunya...?
    Logical Fallacy 0 0
    l. wiji widodo: : )) ; ))
    Logical Fallacy 0 0
    Ning: Wah ndak tau. Tapi mungkin tanggal, bulan, dan jam pernyataan soal gempa Sumbar ada... : D
    Striding Cloud 2 suka | 0
    hamatamu: cukarbeleng apaan ?
    boiga 0 0
    Striding Cloud: coba tanya l. wiji widodo, dia yg pertama nyebut tuh.. ; ))

    *klo gak salah kemaren2 ada artikel yg 'memuat' kata ini.. lupa euy..
    5150 0 0
    Striding Cloud: artinya busyeeeeeeeeettttt
    Striding Cloud 0 0
    boiga: ayolah, sedekahkan pengetahuan Anda kepada saya...
    Striding Cloud 0 0
    5150: oh ok. Thx kk.
    cibro 0 0
    Ayolah... bersedekahlah,... sebelum sedekah itu harom... : ))
    boiga 0 0
    Striding Cloud: lha itu, di atas gw sebut: 'lupa' : D
    cynical 0 0
    utak-atik gaplok
    umbaran 2 suka | 0
    mengambil hikmah boleh, supaya iman bertambah kuat. Tapi itu tdk cukup.
    Penting juga :
    mengajak masyarakat berpikir rasional terhadap bencana !!!
    Peternak Sapi 0 0
    ternyata ilmu otak atik gathuk bukan monopoli masyarakat jawa saja wkwkwkwk

    @ts
    Kalo mau liat model yang beginian, nenek saya yang fasih primbon jawa juga bisa mas/mbak, hampir setiapp kejadian bisa beliah 'maping' kan dengan primbon, mulai dari sepeda ilang, pernikahan kandas sepupu, hanya dengan mencocok-cocokkan tanggal dan pasaran. : )

    btw, ada artikel menarik tuh di sini, http://rovicky.wo…sa-perlukah/
    Subroto 0 0
    Jam, menit, dan detik itu cuma buatan manusia. Waktu, hanyalah perjanjian-perjanjian sederhana antar manusia yang begitu kecil jika dibandingkan dengan alam semesta yang begitu besar dan agung.

    Ketika ciptaan manusia yang serba relatif dibenturkan dengan ayat-ayat Allah yang suci dan absolut, maka jelas tidak akan pernah pas. Yang ada justru merendahkan kitab suci.

    ... dicopas dari blog nya Momon
    http://hermansaks…-padang.html
    Peternak Sapi 0 0
    *beliah maksutnya *beliau, typo : )
    John WM 0 0
    biasa banget, udah jadi kebiasaan kalo terjadi hal2 yg fenomenal trus suka langsung dipas-pasin sama kitab suci....
    Harlan Eryandi 0 0
    eh l. wiji widodo: CUKARBELENG ..... tambahin " Kacung Kampret" ..... mantapz.
    nasionalisosialis 0 1 tidak suka |
    koq Al-quran disamakan dengan Alkitab...salah besar bung...saya belum pernah melihat Al-quran menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar??? bukankah itu menunjukkan kalian tidak punya rasa nasionalisme???hahahaha...kitab sucipun tdk mampu kalian terjemahkan ke bahasa indonesia yg baik dan benar, bagaimana kalian bisa paham dengan baik apa itu agama....jadi jangan pernah samakan Al-quran dengan ALKITAB....bodoh!!!!!!
    syafatain 0 2 tidak suka |
    sok pintar semua.padhl bodoh.
    boiga 0 1 tidak suka |
    nasionalisosialis + syafatain = : )) : ))
    cumipeyang 0 0
    boiga: KUA nya wilayah mana tuh? : ))
    pujangga 0 0
    Ya Allah penguasa tujuh langit dengan apa yang ada dalam lingkupannya dan penguasa bumi beserta seluruh isinya, penguasa syetan dan apa yang mereka sesatkan. Tuhan penguasa segala angin dan segala yang di terbangkannya.

    Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta segala yang ada di dalamnya dan aku mohon perlindungan-Mu dari keburukan negeri ini dan keburukan penduduknya serta segala yang ada di dalamnya.
    Abu Jibriel 1 suka, 1 tidak suka |
    Yg kena musibah: Aceh, Tasikmalaya, Padang, Yogya. Semua daerah Islam, artinya Tuhan menghukum Islam gitu loh..... Dan yg benar adalah agama lain.... Kalau mau pakai logika elu itu
    syafatain 0 0
    kalau kalian yang terkena musibah, apa kalian masih sanggup bilang itu musibah dari Tuhan kalian itu? sekarang masih bisa ngomong macem2 karna bencana itu belum singgah di depan hidung kalian. DASAR MUNAFIK SEMUA!
    Subroto 0 1 tidak suka |
    Abu Jibriel: Nah itu dia yg ane jg bingungkan dari artikel diatas, logikanya akan menjadi seperti yang ente jabarkan itu.

    Untuk tante shitty mieaby, maksudnya komentarnya gmana, tolong diperjelas
    Priatun 0 0
    Subroto: Maksudnya dia lagi PMS ; ))
    dhimasln 0 0
    asal ga "memaksakan" saja.
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Hmm.

    Saya jadi kasihan pada Tuhan yang kalimat-kalimatNya terus dieksploitasi oleh manusia. Bahkan untuk hal seperti ini.
    fortaleza de la soledad 0 0
    Tuhan ngasih bencana itu biar pada pinter... bukan malah percaya klenik
    conscientizacao 2 suka | 0
    Bagaimana kalau mengkaji kisah Nabi Nuh saja. Ketika Nabi Nuh sibuk membuat kapal, yang lain mencemooh. Ketika banjir tiba, matilah mereka yang tidak percaya.

    Analogi itu mau saya gunakan untuk terus mengembangkan cara-cara, pendekatan, dan teknologi untuk hidup ramah dengan bencana. APa yang dilakukan, mungkin akan jadi tertawaan, karena berbuat sesuatu untuk jangka panjang, di Indesonia ini kurang populer.

    Pendidikan mitigasi bencana, bangunan-bangunan tahan gempa, jalur-jalur evakuasi di wilayah rawan bencana, system early warning tsunami...

    Bagi saya semua itu bisa dianalogikan sebagai "Kapal"-nya Nuh. Tanda-tanda akan datangnya bencana itu sudah nampak jelas berdasarkan peta bencana Indesonia. Kalau kita tidak juga tanggap "membangun kapal" itu, maka kita adalah orang-orang yang tidak mampu menangkap tanda-tanda dari Tuhan.

    Gimana tuh? : D
    Xaliber von Reginhild 0 0
    conscientizacao:
    Kalau itu, saya lebih setuju. Dan lebih berguna. Daripada cuma berseru kembali menyembah padaNya tapi tak berbuat apa-apa. Barangkali Tuhan bosan disembah. ; ))
    Smart 0 0
    Halah, itu namanya udah menjurus khufur lho. Ngaco ah

    Silahkan login untuk memberikan pendapat