"Mengumpat" Abu Ghazi? 34

Senin, 12 Okt '09 07:35

Sepertinya "HTN" memulai tulisan pertamanya dengan mengutip pesan mulia pakdhe ndableg dalam profil HTN sendiri dengan sebuah seruan syarat makna, "Hai... pesan saya; sempatkanlah untuk menulis, walaupun hanya berisi umpatan2 bodoh : D

"Pesan saudara ndableg tersebut membangkitkan keberanian saya untuk menulis umpatan bodoh saya yang pertama. Ya..saya akan mengumpat "Abu Ghazi: Please deh!", begitu kata HTN dalam tulisan perdananya yang berjudul "Mengumpat Abu Ghazi".

Artikel mas HTS tentang kekhawatirannya terhadap tulisan-tulisan Abu Ghazi dalam Politikana.com cukup beralasan. Seakan mewakili warga P dia mencoba berbijak diri untuk mengarahkan pak Abu agar sedikit mengerem artikel2 yang bernuansa agama dengan memojokkan agama (lain). Mungkin saudara HTS khawatir akan terjadi pertikaian, atau perkelahian, atau semacamnya yang menjurus pada SARA dan saling memaki agama.

Tapi mas HTS tak perlu terlalu berlebihan mencemaskannya. Warga P sudah cukup 'dewasa' menyikapi segala sesuatunya. Apalagi terhadap seseorang yang bernama "Abu Ghazi" atau yang semisal dengannya. Jadi tak perlulah buang-buang enerji meng"umpat-puji" beliau.

Kalaupun hingga saat ini beliau aktif menulis di tempat ini, sembari sedikit 'mempromosikan' satu demi satu buku-buku pribadi yang pernah ia terbitkan, relakanlah...Kalaupun harus tak setuju dengan tulisan2 inspiratif itu, maka "melewatkannya" adalah lebih mulia ketimbang menyikapinya dengan berlebihan.

Biarkanlah dia menunjukkan 'taringnya' melalui dunia maya ini. Biarkan pula dia memuliakan agamanya dengan merendahkan agama lain. Mudah-mudahan  tak ada warga sini yang tersinggung. Dan, mudah-mudahan (pula) di syurga kelak kita benar-benar saling-berjumpa (termasuk dengan beliau), hingga dengan begitu kita bisa saling bercengkrama ria di taman-taman syurga sambil berdiskusi tentang nikmatnya bidadari syurga. Tapi... kalaupun kita semua ditakdirkan harus di neraka, kitapun masih tetap bisa tertawa sembari berteriak, "LOH.... Ente kok di Neraka Juga seh.. hahahahahahhahahahahahahahhahahahahahahahahahaaaa!!!!"....


Tag: tak penting banget ya artikel ini

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    HTN 0 0
    hahaha..kok jadi HTS..hubungan tanpa status donk.. itu tidak mengatasnamakan warga Politikana kok.. saya pribadi gerah saja dengan polah tingkah radikal yang berlebihan.. tapi saya akan belajar untuk terbiasa : D
    Agus PW 0 0
    kalau saya kok gini ya, menganggap "itu" tidak ada dengan cara tidak membaca tulisannya, tidak komentar atau apapun...
    HTN 0 0
    Agus PW: ya semoga semua orang yang datang ke politikana akan begitu mas..tapi kalau malah jadi ikut2an gila ya itu yang mengerikan..
    cibro 0 0
    Agus PW: bukan membaca mas, saya pribadi udah malas baca isi artikelnya,.... tapi judulnya yang terbaca terus.... TERBACA karena ada di 'home'nya P ini... Nah, dgn baca judul kita pasti bisa nyimpulin isinya.

    Ada saran biar judulnya gak kebaca juga?? : ))
    umbaran 0 0
    ketemuan di surga atau di neraka sama-sama lucunya,

    *ngebayangin abu ghazi kelak tersipu-sipu*
    cibro 0 0
    umbaran:
    : )) : ((

    *** Asal jangan ngerepotin kita aja mas... ; ))



    =====

    Tapi 2 artikel dengan judul sama, membuat pakdhee ndableg jadi tambah terkenal loh...
    Pesan mulianya jadi 'kutipan' sang penulis, kemana ya beliau... ; ))
    abu ghazi 0 0
    hahahahahahaha,aku sudah berada diantara para bidadari ketika kalian masih dineraka.......hahahaha aku sudah bercengkrama dengan mereka yang menyambut kesyahidanku, sedangakan kalian hahahahahahahahaha mampus dalam kekafiran, hahahahahahaha
    umbaran 0 0
    cibro: kalau di sana si abu ini masih juga ngotot kita harus sepaham dengan dia, itu lebih lucu lagi, super lucu ... : D
    Lemon S. Sile 0 0
    w00t!!
    Endingnya lucu banget ini.
    abu ghazi 0 0
    hahahahaha kalian gak sepaham juga dengan aku juga gak masalah, aku faham banget itu karena kebodohan kalian semua,kebodohan yang bertumpang tindih sampai membuat tubuh kalian bongkok karena kebodohan yang sedang kalian panggul dengan senag hati, ahahahahahahahah amit amit deh hidup didunia dengan sebodoh kalian, hahahahahahahaha jijai tau
    HTN 1 suka | 0
    abu ghazi: orang bijak adalah yang menghargai perbedaan. berbeda bukan berarti bodoh, kita hanya mungkin melihat sisi kebenaran yang berbeda. Dan satu lagi pernyataan Anda dengan mengatakan orang lain "kafir" atau "bodoh" itu justru menunjukkan pada tingkat apa level kerohanian Anda.
    cibro 1 suka | 0
    HTN:
    hahahahhahahahhahahhahah
    kamu bodoh!! mana tau apa2 tentang kerohanian..
    hahahahahhahahha.... kamu gak ilmiah, kafir!! najis... jijai!!

    ------

    ****loh...??? saya kok kerasukan arwah si-Abu ya??
    : )) : (( hahahahahhahahahaha..............
    HTN 1 suka | 0
    cibro: kamu juga ! : p saya juga tadi itu ngetik khilaf : D
    botaksakti 0 0
    Hidup Abu Ghazi.......eh...salah......!!!!!
    Agus PW 1 suka | 0
    "KEPADA SIAPAPUN YANG MEMPERMASALAHKAN IDENYA, SEMAKIN KITA MENGANGGAP "ADA" MAKA KITA SEMAKIN MEMPERKUAT EKSISTENSINYA". Seperti perlawanan Zapatista cukup dengan kata-kata "TIDAK". Maka ia akan tiada...
    akusuka 0 0
    abu ghazi: hahahahahahaha,aku sudah berada diantara para bidadari ketika kalian masih dineraka.......hahahaha aku sudah bercengkrama dengan mereka yang menyambut kesyahidanku, sedangakan kalian hahahahahahahahaha mampus dalam kekafiran, hahahahahahaha

    ---

    Juragan, setahu saya Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan spt yang anda tulis ...

    Anda mungkin puasa jangan komentar dulu deh selama beberapa hari ...

    Herman 0 0
    Meski ada kebebesan yang diberikan moderator terhadap semua penulis di Politikana, namun bukan berarti kita boleh menuliskan apa saja yang sesungguhnya tidak tepat untuk dimuat di sini.

    Saya malah berharap moderator bisa memilah dan memilih artikel mana saja yang layak untuk berada di sini. Saya perhatikan, tidak sedikit artikel yang sudah di luar rel tema besar: bicara soal politik. Memang semua hal bisa berkaitan erat dengan politik. Tapi kalau tidak memiliki batasan-batasan yang jelas, saya sendiri pun mulai berkurang intensitas untuk mampir dan bediskusi.
    Gus Muh 0 0
    HTN: Saya kira, Anda juga mesti konsisten dan tak usah mengumbar kata2 bijak kalau di postingan awal Anda di sebelah sana (http://politikana…ghazi.html), Anda mbubuhi komentar begini: "Warga politikana hanya bisa memberikan rating (-) dan (+). Padahal untuk yang satu ini ingin saya rasanya menekan tombol "Delete Membership". Boleh ya pak Admin?" Ini adalah tindakan fasis di bawah sadar yang dibalut "sopan santun" tai babi. Sori, saya memang sedang nimbrung ngawasin "penjahat berzirah malaikat". Semoga Anda bukan termasuk dari kaum ini.
    Cogito 0 0
    Politikana jadi kurang mutu karena banyak yg genit nulis yg nggak penting kayak gini.
    Aba Jelos 0 0
    ikut hahahahahaha juga deh, habis lucu sie sesama manusia saling klaim dah masuk surga dan atau masuk neraka...
    Tahu apa manusia tentang kepastian masuk surga atau neraka..???
    Mati syahid sekalipun bukan jaminan seseorang akan masuk surga..hi orang2 sombong..jangan suka menganggap diri paling bener dan paling mulia..
    Bener dan Mulia hak prerogatif Tuhan..
    Ning 0 0
    Agus PW: [kalau saya kok gini ya, menganggap "itu" tidak ada dengan cara tidak membaca tulisannya, tidak komentar atau apapun... ]

    Setuju.....
    conscientizacao 0 0
    Lemon S. Sile:
    Karena itu saya me-reting artikel bung cibro ini "lucu"... : D
    hendijo 1 suka | 0
    udahlah...ga ada gunanya...kalian ini hanya membesarkan kudanil di air saja...anggap saja tidak waras dan maklumi setiap omongan ngelanturnya sbg hak orang gila utk berekspresi
    dewa iblis awan api 0 0
    Bro cibro....sepakat!...dan satu lagi....Lucu!
    fortaleza de la soledad 0 0
    endingnya kocak abis...

    tapi lebih kocak lagi baca komentarnya abu ghazi... bener2 gak mutu... wkwkwkwk
    gaplehExtreme 0 0
    abu ghazi akhirnya ikut bermain juga di taman politikana. btw, apa kabarnya itik2 mu sekarang? sudah mulai rajin bertelur kah?
    ~salam..
    abu ghazi 0 0
    hmmm
    ndableg 0 0
    cibro: hadiirr!!!

    *wah, klambi-ku kok tiba2 jadi pada sesek begini..*
    enjoyaja 0 0
    "Hi, hi, hi, hi, . . . . . " Para bidadari ketawa cekikikan, lalu berkata: "Kami gak mau ah dekat2 dg Abu gazi . . . ketawanya saja sudah menakutkan."
    abu ghazi 0 0
    menakutkan tapi romantis gitu looohh
    boiga 0 0
    hahahaaayy.... bisa aja ini di atas sayah...
    Aji Prast 0 0
    bang abu ghazi, diantara semua ungkapan sampean, yang bermutu cuma dua, yaitu saat sampean ngetik, "hahahahaha.." dan "hmm.."
    mythcrawl 0 0
    sepertinya yang bakal mengerubungi abu ghazi di akhirat nanti bukan bidadari deh, melainkan bidadara : ))
    Laksamana 0 0

    Kasihan Abu Ghazi....

    Silahkan login untuk memberikan pendapat