Masih Adakah Sisi Positif Teroris Itu? 21
Sabtu, 17 Okt '09 17:39
Seorang sahabat yang kuliah di program pasca mampir di tempat saya, semula dia bermaksud minjem buku tentang teroris, "Ada tugas kuliah", katanya. Jelas saja saya gak punya buku bertemakan teroris. Selain kurang tertarik, saya juga khawatir otak ini bisa terkontaminasi bila saya megantongi buku-buku itu.
Akhirnya dia minta tanggapan saja tentang teroris yang saya pahami. "Teroris itu lawan katanya Sabar", jawab saya sekenanya. "Kok bisa begitu?", tanyanya lagi.
[Untuk mempermudah saya menulis, percakapan dua jam yang lalu dengan sahabat saya itu, saya rangkum saja dalam format muhadatsah, tentunya dengan bahasa tulisan yang sangat berbeda dengan bahasa percakapan sesungguhnya.....]:
saya = Teroris itu adalah orang-orang yang tak punya kesabaran. Mereka pengennya semua serba instant. Tak sabar menunggu kehendak Tuhan. Senangnya maksain kehendak sendiri. Tak sabar dalam segala hal; pengennya cepat-cepat masuk syurga dan ketemu bidadari. Semua terkesan dipaksakan. Kitapun sering menjadi teroris, di saat lampu merah menyala misalnya, tanpa sabar kita mengkleksonin kenceng-kenceng mobil kita, sembari misoh-misoh. Saya pikir inipun bagian dari teroris dalam versi lain....
my sohib = Tapi ente jangan salah... kita perlu juga belajar dari mereka lo...
saya = Apa perlunya? Untuk jadi agen teroris juga?? Semua ketergesa-gesaan bersumber dari syetan. Kalaupun Rasul ada mengecualikan 5 hal [yang bukan dari setan], tapi itu pun tak ada dalam kehendak para teroris itu..
my shohib = Bukan hal itu... maksud saya mencontoh metode sukses mereka dalam mendidik para kader. Coba ente bayangkan, seseorang dengan bangganya siap melakukan aksi bunuh diri demi sebuah 'doktrin'. Bukankah itu hebat?? Mereka betul-betul sukses dalam misi mendidik, menggembleng, dan meyakinkan orang lain....
saya = Kenapa harus mencontoh sukses mereka? Bukankah pakar pendidikan banyak di negeri ini? Lihat aja, kurikulum saban ganti menteri, saban itu pula berganti. Seakan-akan tak afdol bila tak mengotak-atik kurikulum. Belum sukses yang ini, ganti yang itu, belum habis buku ini dipakai, ganti lagi buku itu....
my sohib = Namun para pendidik negeri ini; apakah itu guru atau orangtua saat ini tak pernah sukses tu dalam mendidik. Ketika mereka menginginkan "H", si anak malah lari ke "P" atau ke "Q" atau malah sebagaian masih di "A"....
saya = jadi maunya anda?
my sohib = Kita perlu mengkaji lebih dalam metode pendidikan yang mereka tawarkan. Apa kiat-kiat sukses mereka sehingga berhasil meyakinkan orang. Metode itulah yang nantinya diterapkan kepada anak didik.
saya = ah... jangan banyak menghayal bro, bahkan sebelum anda menilik dan mengkaji lebih dalam lagi tentang mereka, anda udah meledak duluan.....
Sebenarnya pembicaraan kami sudah melenceng kesini-sana, namun yang terpikir untuk saya utarakan dalam forum ini cuman bagian yang gak penting ini saja...
Mungkin Anda punya pendapat lain???
Tag: Teroris, waspada, jangan coba-coba
Terkait:
-
Siapakah teroris sesungguhnya
Kamis, 18 Mar '10 06:30 -
Wahai Presidenku
Rabu, 17 Mar '10 08:08 -
ISLAM MENAKUTKAN
Selasa, 16 Mar '10 08:25
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Esemge: Bagus
-
ndableg: Biasa
-
Huzein: Bagus
-
Sri Kirana: Menarik
-
amanda jhie: Menarik
-
boiga: Bagus
-
Aji Prast: Menarik
-
enjoyaja: Menarik


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
pendidikan yang mengidap ma-salah?
guru teroris : muridku, berjihadlah! bule2 itu kafir..pembawa bencana! hancurkan! menurut ayat A dan ayat B : barangsiapa mati di jalan Tuhan maka Ia akan masuk surga..ces pleng..
murid : lalu kenapa bukan pak guru aja yang ces pleng ngebom terus masuk surga?
guru : Tuhan masih butuh orang seperti saya untuk berjuang nak
murid : lalu menurut pak guru saya tidak lebih penting dari bapak?
guru: ya penting..tapi jatah kamu itu jadi tumbal
** ketularan cibro .. hahaha
***alhamdulillah udah sadar
Saya garis bawahi '' DENGAN SADAR''
ada.
kutipan doa seorang koruptor;
"Tuhan, ampunilah hambamu yang harus mengambil jatah orang lain, toh kalau tidak ku ambilpun, akan ada orang lain. Dan demi keluargaku, aku rela masuk nerakamu..."
= bukan ada saja... bahkan sangat sadar!! Hanya orang2 bermimpilah yang tak sadar apa yang dilakukan..
HTN: [...jadi skr yang harus dilakukan adalah MENJAGA AGAR SEMUA ORANG TETAP SADAR!!]
= Justru menjaga orang sadar lebih berat ketimbang mereka yang tak sadar...
Padahal bagian paling seksi dari seorang manusia adalah pemikirannya...
*sok atuh, quote siapa kah itu?
Ketika anda minum kopi misalnya,apa yg anda rasakan? Sentuhan tangan anda di cangkir kopi? Merasakan panas cangkir,harumnya aroma kopi,atau jangan jangan kita tak dapat merasakan itu semua ,karena pikiran kita berada di tempat lain,atau mata kita menatap layar laptop menulis postingan?
Sadar akan diri ,keadaan diri SAAT INI,itu yg saya maksud.
Ketika orang mengalami kontemplasi ,apakah ada lagi pikiran pikiran jahat akan muncul.Tidak yg ada hanya kekaguman,dan syukur yg dalam ,puji Tuhan,subhanallah..
saya rasa bukan karena iming2 yang fiktiv saja mereka melakukan jihad bunuh diri.masih banyak sebab lain juga.
dalam keadaan ekonomi yang tak menentu seseorang bisa saja cepat tertarik untuk mencepat kematiannya.
jadi ujung ujungnya juga "duit"
Harus diakui mulai dari jaman dulu model2 kaderisasi macam PKI, FPI, PKS, hingga teroris selalu rapi dan bagus, menghasilkan orang2 yang "pintar" apakah kita tidak bisa begitu?
Tujuannya/capaiain mereka juga jelas, bandingkan dengan parpol sekarang?
para pengantin bom itu kan nggak pernah bilang ke pendoktrinnya, "buktikan secara empiris bahwa benar2 ada bidadari yang sedang menunggu kita!"
*ada gunanya kan ?*
Silahkan login untuk memberikan pendapat