Ketika Wirausaha Berfikir Karir 1

Selasa, 20 Okt '09 00:57

Seperti biasanya...hari senin adalah saat kita masuk kerja, ngantor, dan bersiap menjalani rutinitas.

Beberapa bulan terakhir, ada satu pemikiran yang membuat saya pikir-pikir dan pikir lagi. Renung-renung dan renung lagi. Lalu memaksa saya mengambil sebuah garis tegas meski imajiner terhadap sebuah keberanian dan kenekatan yang aneh.

Pemikiran itu adalah tentang karir!

Apalagi setelah ada tawaran pekerjaan yang cukup menggiurkan di sebuah stasiun televisi swasta untuk posisi yang lumayan tinggi.

Kenapa tiba2 saya kepikiran ? Setiap orang perlu sesuatu yang dikejar dan dikejar lagi, berupa tangga pencapaian yang membuat seseorang merasa punya semangat dan obsesi untuk mencapai target yang lebih tinggi. Dalam dunia kerja orang dewasa, sesuatu itu disebut karir.

Banyak orang keluar dari pekerjaannya karena alasan karirnya tidak jelas di perusahaan yang lama, lalu mencari karir yang lebih baik di perusahaan yang lain.

Lalu, bagaimana dengan seorang wirausaha/entrepreneur memandang karir?

Untuk yang seusia saya, mungkin iya. Naluri untuk mencapai yang lebih tinggi itu pasti ada, dan memang lebih mudah kalau berada dalam sebuah pekerjaan yang jelas.

Untuk mengganti naluri mengejar karir itu, akhirnya saya punya obatnya. Naluri mengejar karir diganti dengan naluri membesarkan usaha, mencapai target2, melunasi hutang2, dan tentu saja insyaAllah mencapai kesejahteraan juga. Seorang wirausaha adalah para pemimpi yang menggunakan segenap akal dan naluri untuk bermimpi lalu mau bersusah payah mewujudkannya. Mimpi, baginya adalah bahan bakar untuk membakar semangat.

Di sisi lain, bagi seorang wirausaha, karir juga berarti ia menyediakannya untuk karyawan yang bekerja di perusahaannya. Tentu saja, kita ingin punya karyawan yang jg betah bekerja di tempat kita, bukan hanya karena dapat gaji (seberapapun kecil/besarnya), tapi juga punya arahan karir yang jelas (sesederhana apapun). Wirausahawan harus menyediakan tantangan baru setiap hari bagi para karyawannya, arahan2 yang jelas untuk diraih, sekaligus mengkomunikasikan dengan jelas apa yang mereka akan peroleh jika perusahaan dapat meraih tujuan tersebut.

Jadi kini, bagi saya karir memiliki dua sisi mata uang. Satu untuk saya, dan satu yang harus saya sediakan bagi tim di usaha saya.

Aih, kok jadi makin bingung gini ya jadi entrepreneur?
Kalo kata para kami yang sejenis (kaum entrepreneur) memang seperti inilah menjadi entrepreneur, ia tidak hanya memikirkan dirinya, tapi orang2 di sekelilingnya.

**Sudah gitu, masih banyak karyawan yang protes dan berdemo pula, lengkap :) **

 

Mada Azhari

VOTE! Mahadaya.com untuk Kategori BLOG BISNIS ONLINE TERBAIK Pesta Blogger 2009.


Tag: karir, Wirausaha, entrepreneurm dunia kerja

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    mbeling 0 0
    Dalam banyak hal, ada perbedaan mendasar antara wirausaha dan pegawai soal cara berpikir, motivasi usaha/kerja dan kepekaan sosial.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat