Sumpah [Aku Bukan] Pemuda itu... 14

Selasa, 27 Okt '09 20:52

Negeri ini katanya sudah rusak berat ya... sebagian lagi bilang sedang sakit parah. Kalau rusak tentu masih bisa diperbaiki kan?, begitu juga jika sakit, tentu lah masih ada harapan sembuh. Kecuali bila negeri ini sudah hancur lebur, pastilah tak ada kata indah yang pantas diucapkan selain "Wassalam".

"mhmmhmm, Aku tahu, aku tahu", gumam negeri-ku, "Aku bisa sembuh bila mendapatkan sentuhan pemuda, ya... Anak Muda! Karena dulu sewaktu lahir, mereka-lah yang membidani-ku". Negeriku melanjutkan harapannya, "Sekarang ini hanya orang-orang tua pikun saja yang menyentuhku... Tangan mereka kasar! Batuk mereka mengganggu... Pikiran mereka kolot.... Ide-ide mereka norak... Aku muak... Bosan... Stress... Aku butuh sentuhan baru... Ya... Para Pemuda itu!!"

"Kau memilih aku wahai negeriku karena kau lihat tubuh kekarku?" tanyaku

"Ya.. benar.. engkau lah itu.. engkau generasi harapan bangsa ini... Sentuhan tanganmu sakti, mampu mengembalikan kejayaan negeri yang sakit ini", semangat negeriku.

AKU?? Sumpah Aku bukan pemuda itu! Aku tak siap untuk memakmurkan-mu. Otakku sudah terkontaminasi dengan pemandangan-pemandangan suram wajah para pendahulu. Aku yakin, diriku hanya mampu mewariskan keterpurukan dan kebobrokan itu.

"Tapi kau belum mencobanya, anakku... kau harus mencoba dulu. Jika generasi tua itu memberikan kesempatan padamu, ku yakin engkau kan sanggup membuat aku bangga", mehek sang negeri.

Duh ilee.... engkau tak usah memujiku sedemikian berlebihnya. Ku takut nantinya hanya membuatmu tambah kecewa. Memang kau lihat luar-ku perkasa, tapi dalamnya tak ada bagus-bagusnya... Aku hanya mampu menipu penampilan ku...

Aku lulus SMA dengan nilai di atas rata-rata, tapi bukan lantaran kepintaranku, Kepala Sekolah lah yang telah menjadi team suksesku.

Aku lulus SPMB di Universitas negeri favorit-mu, tapi juga bukan karena prestasiku, Ayahku lah yang punya pergaulan luas yang mengantarkan ku ke tempat itu.

Aku lulus S-1 dengan nilai cumlaude, tapi juga bukan hasil usahaku, Dosen-dosenku lah yang sok tahu aja memberikan nilai-nilai itu. Bahkan mereka tak tahu, bahwa skripsi akhirku hanyalah hasil copy paste dari skripsi propinsi tetanggaku...

Perlukah ku lanjutkan cerita kebobrokanku? Tentang pergaulan ku?? Tentang caraku mengais rezeki? Atau tentang jalan hidupku?? Ah... Ku rasa tak perlu-lah itu... Cukuplah aku yang menilai diriku bahwa aku bukan pemuda yang kau harapkan itu...

Tapi engkau tak usah bersedih hati, masih banyak kok pemuda-pemuda mu yang tidak bertingkah seperti aku.. Mereka banyak yang berkualitas karena memang berkualitas... Mereka banyak mengukir prestasi karena memang mereka berprestasi... Tapi engkau harus selektif dong memilihnya... Jangan asal tunjuk aja seperti yang kau lakukan pada diriku tadi....

Karena Sumpah, Aku bukan pemuda harapan dirimu......


Tag: gunakan masa mudamu

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    krisnov 0 0
    pertamax dulu ahh.....
    botaksakti 0 0
    jadi inget....tidak semua laki-laki....(cengkok shalawat)
    Esemge 0 0
    Suer itu juga bukan aku,anakku masih butuh kasih sayang ,jadi cibro: aja lah...ndak ada pilihan lain ,. cibro: memang pas!
    denizak 0 0
    apa semangat saja cukup? apa niat baik saja cukup? pemuda sekarang pun banyak "dibina" oleh yang tua. jadi jangan heran kalo kemasannya muda tapi kalo diliat lebih jauh sama aja dengan yang tua. jadi gimana?
    umbaran 0 0
    Alam telah menempatkan manusia Indonesia di bawah pemerintahan dua kekuasaan yang berdaulat : penderitaan dan kesenangan. Hanya ia yang menunjukkan apa yang seharusnya kita inginkan dan menentukan apa yang akan akan kita lakukan.

    *slmt malam, salam*
    umbaran 0 0
    typo -ada dobel akan- sorry
    botaksakti 0 0
    umbaran: ke mana aja baru nongol, kenapa Anda sampai kepada kesimpulan seperti itu ?Lalu di mana kebahagiaan ???
    ki baraja 0 0
    gwa dukung lu bro !!!
    umbaran 0 0
    botaksakti: itu kalimat dapat ngutip di kertas bungkus kacang, trus tak salin saja, aku juga nggak ngerti maksudnya, soalnya kacangnya juga udah habis, kalau nggak bisa diterima nggak papa, nggak mama
    botaksakti 0 0
    umbaran: jiah....makan kacang gak bagi-bagi...
    cibro 0 0
    Esemge: janganlah kau paksakan diriku.. aku da nyerah, mungkin ki baraja masih enerjik tu.. : )

    denizak: untuk Indonesia semangat yang penting.. kualitas belakangan ; )

    botaksakti: penggemar dangdut rupanya ya?

    umbaran: kacangnya abis, masak kulitnya juga?


    Hidup Pemuda Indonesia!!
    denizak 0 0
    cibro: wah kalo gitu bisa mogok tengah jalan donk.
    Normanlahyaw 0 0
    hahahhaha
    Harlan Eryandi 0 0
    bung cibro: sumpah tuan, diriku juga bukan kaum muda itu! Lebih banyak yang berhak menjadi kaum muda di negeri ini, di luar diriku. Mereka tersebar dari Merauke sampai Sabang.

    [ Namun = yang terbayang tentang kaum muda saat ini adalah banyak sekali generasi yang tidak sekolah, tidak punya pekerjaan, atau bahkan yang tidak merasa berhak punya masa depan. : (: (

    Silahkan login untuk memberikan pendapat