Menertawakan Khilafah 26
Rabu, 28 Okt '09 21:32
Bukan apa-apa, saya tertawa karena mereka begitu lucu dan konyol, khas pelawak dagelan. Hanya saja, dagelan ini dagelan politik. Lucunya hanya dimengerti yang mengerti politik.
Alasan saya tertawa sederhana, kenapa para pembela Khilafah ini begitu berapi-api membela gerakan mereka yang didasari pada "kekhilafan" semata? Dan bukti bahwa mereka membela gerakan khilaf itu bertebaran di seluruh politikana, contohnya di artikel ini. Dan rasanya, masih banyak artikel lain yang juga mengandung kata khilafah ini.
Jadi, mari kita tertawakan dan doakan para orang khilaf ini... ;))
Tag: khilafah, memang khilaf semua
Terkait:
-
Salah Kaprah: Istilah dan Pemerintahan Islam
Minggu, 21 Feb '10 19:22 -
Jika Prof. Hassan Ko Nakata bertanya: Kenapa Indonesia Belum Siap, Apa Jawaban Anda?
Sabtu, 20 Feb '10 22:12 -
Sampaikan pada Prof. Hassan Ko Nakata bahwa Indonesia BELUM SIAP Jadi Tempat Tegaknya Khilafah
Sabtu, 20 Feb '10 21:57
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Afsyah:
-
HTN: Penting
-
Xaliber von Reginhild: Biasa
-
indira: Lucu
-
hamatamu: Biasa
-
boiga: Biasa
-
ndableg: Biasa
-
conscientizacao: Biasa
-
LCFR: Biasa
-
yusro:
-
edka:
-
lila: Lucu
-
Ibnu Muslim: Biasa
-
Alhuda:


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
saya malah jadi bingung harus tertawa ,mengernyitkan dahi, atau malah bersedih..
Baca komentarnya deh
Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat AKU dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, (QS 23:110)
Tertawalah sepuas kalian wahai orang2 kafir,sampai suatu saat kami akan menertawakanmu,tunggu kita akan sama2 menunggu tibanya waktu itu
Gak usah terlalu berlebihanlah... biasa aja
Jangan tertawakan khilafah, tapi tertawakan (sebagian) orang yang mendukungnya seperti di Politikana.com ini.
Ya itu, karena, menurut saya, gamangnya konsep yang dijabarkan. Sebagian cuma bicara soal Muslim dan non-Muslim saja, ragam etnisitas budaya, dan semacamnya; tapi pembagian kekuasaan dan format politisnya masih agak buram. Paling banter Pak Pedy sempat bahas ekonominya sebagian sahaja.
Maka dari itu...
Cuma, kalo ternyata sistem khilafah yang diagungkan sebagian orang ini a la despotik Abbasiyah sih saya kurang setuju.
Tebak-tebakan yuk, http://politikana…kapolri.html
Silahkan login untuk memberikan pendapat