Menertawakan Khilafah 26

Rabu, 28 Okt '09 21:32

Bukan apa-apa, saya tertawa karena mereka begitu lucu dan konyol, khas pelawak dagelan. Hanya saja, dagelan ini dagelan politik. Lucunya hanya dimengerti yang mengerti politik. 

Alasan saya tertawa sederhana, kenapa para pembela Khilafah ini begitu berapi-api membela gerakan mereka yang didasari pada "kekhilafan" semata? Dan bukti bahwa mereka membela gerakan khilaf itu bertebaran di seluruh politikana, contohnya di artikel ini. Dan rasanya, masih banyak artikel lain yang juga mengandung kata khilafah ini.

Jadi, mari kita tertawakan dan doakan para orang khilaf ini... ;))


Tag: khilafah, memang khilaf semua

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    wawajie 0 0
    pertamax dulu ahh
    wawajie 0 0
    Sri Kirana: linknya g salah ?
    Vendetta 0 0
    sejujurnya...

    saya malah jadi bingung harus tertawa ,mengernyitkan dahi, atau malah bersedih..

    : D: (: ((
    iwan ardiansyah 0 0
    iya link nya salah tuh...
    Sri Kirana 0 0
    wawajie, iwan ardiansyah
    Baca komentarnya deh : )
    wawajie 0 0
    oalah... komennya toh!
    Riyono 0 0
    Oalah, Sri, Sri... : D
    abu ghazi 0 0
    Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? (QS 53:60)

    Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat AKU dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, (QS 23:110)

    Tertawalah sepuas kalian wahai orang2 kafir,sampai suatu saat kami akan menertawakanmu,tunggu kita akan sama2 menunggu tibanya waktu itu

    abu ghazi 0 0
    tertawalah kalaian wahai orang2 yang tidak berakal
    Afsyah 0 0
    Sri Kirana:

    Gak usah terlalu berlebihanlah... biasa aja
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Maaf, saya mesti agak berseberangan pendapat untuk kali ini...

    Jangan tertawakan khilafah, tapi tertawakan (sebagian) orang yang mendukungnya seperti di Politikana.com ini. : ) Karena saya lihat hobi sebagian dari mereka cuma berkoar dengan ayat, tapi tak jelas seperangkat sistem seperti apa yang diusung...
    HTN 0 0
    masih 10 tahun lagi ( katanya ; )) )..bersiap2lah "syahid" membela "kebenaran"...atau pindah ke negeri kafir... (saya juga lagi mikir ini...).
    Xaliber von Reginhild 0 0
    Btw itu bukan berarti saya pendukung khalifah Islamiyah; tapi rasanya setiap pemikiran politik yang ada patut dihargai. : D
    HTN 0 0
    Xaliber von Reginhild: ya saya menghargai.. tapi ketika memaksakan itu terjadi di Indonesia.. ya itu tadi.. opsinya adalah akan banyak pihak2 terpaksa...terusir secara halus ataupun paksa..atau bahkan bersimbah darah di bumi pertiwi... (apakah ini berlebihan?)
    Wonggantenk 0 0
    Pedy kemana yah?
    MFH 0 0
    sutra....lah. biarkan saja setiap mereka memiliki keyakinan dan menyampaikan apa yang diingininya dari pada jadi konflik.
    HTN 0 0
    hmm..sepertinya Politikana perlu bikin jajak pendapat nih...seru juga kayanya : D
    hamatamu 0 0
    memang perbincangan dalam artikel ini kurang lengkap tanpa para syabab HTI seperti Pedy & Good, bung Wonggantenk : )
    Xaliber von Reginhild 0 0
    HTN:
    Ya itu, karena, menurut saya, gamangnya konsep yang dijabarkan. Sebagian cuma bicara soal Muslim dan non-Muslim saja, ragam etnisitas budaya, dan semacamnya; tapi pembagian kekuasaan dan format politisnya masih agak buram. Paling banter Pak Pedy sempat bahas ekonominya sebagian sahaja.

    Maka dari itu...

    Cuma, kalo ternyata sistem khilafah yang diagungkan sebagian orang ini a la despotik Abbasiyah sih saya kurang setuju. : D
    Forlorn Hermit 0 0
    Saya ndak berani tertawa terlalu lebar masalah ini. Karena jumlah pendukungnya semakin banyak dari tahun ketahun. Di Politikana saja yang dosen dan berkeyakinan khilafah ini bakal berdiri paling tidak saya dengar ada dua orang. Belum mahasiswanya. Coba kita liat seberapa banyak pengikutnya setelah sepuluh taun, dan murid-murid para dosen ini sebagian sudah jadi dosen juga.
    hamatamu 0 0
    mahasiswanya contohnya Dhanis ya bung Forlorn Hermit? : D
    Veuillez entrer 0 0
    hmmm..nambah rating koment, kayanya yg rating "penting" kloningannya ... : D ngaburrrrrrrrrr
    lila 0 0
    khilafah = produk malas berpikir : )
    Ibnu Muslim 0 0
    mas yusro ngasih ban hitam ; )) permulaan yang bagus
    5150 0 0
    Ibnu Muslim: wah ban hitam? udah tinggi donk ilmunya : D
    Ibnu Muslim 0 0
    5150: Iya, pertanda kemarahan dari mas yusro ; ))

    Tebak-tebakan yuk, http://politikana…kapolri.html

    Silahkan login untuk memberikan pendapat