Bibit dan Chandra Ditahan Polri 61

Kamis, 29 Okt '09 18:08

Akhirnya dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, resmi ditahan pada Kamis (29/10).

Bibit dan Chandra, hari itu memang datang ke Bareskrim sekitar pukul 15.30. Kedatanganya adalah memenuhi kewajiban absen yang  telah ditetapkan Polri.

"Mulai hari ini, kami menggunakan hak kami untuk melakukan penahanan. Persyaratan obyektif dan subyektif telah terpenuhi," kata Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Dikdik Mulyana Arif Mansur, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri.

Alasan penahanan antara lain karena ancaman hukuman atas pelanggaran hukum kedua petinggi KPK nonaktif itu di atas 5 tahun selain itu, ya, klasik. Polri khawatir, Bibit dan Chandra akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi tindak pidana yang sama, sebagaimana tercantum dalam KUHAP.

Tapi yang lebih mengejutkan, adalah alasan lainnya yaitu: Bibit dan Chandra bisa jumpa pers. "Setidak-tidaknya faktanya sekarang kami kesulitan karena sudah dihakimi dengan cerita-cerita dan tuduhan kriminalisasi. Tersangka bisa jumpa pers, itu indikasi dia bisa mempengaruhi opini," ujar Dikdik.

Adakah hubungan penahanan dengan tersebarnya transkripsi percakapan seputar kriminalisasi Bibit dan Chandra? Polri jelas membantah. Tapi bisakah penahanan ini menghentikan arus informasi dan pemberitaan seputar rekayasa kriminalisasi dua petinggi KPK nonaktif itu? Agaknya Polri akan menuai badai yang lebih dahsyat setelah penahan Bibit dan Chandra ini. Kita tunggu saja.

 


Tag: KPK, polri, bibit, chandra, penahanan, jumpa pers

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    ki baraja 1 suka | 0
    gwa bingung gimana ngedorong kasus ini bisa bergulir dan ada di jalur yang benar ya?

    *maksud ne : kalo memang para pejabat KPK dikriminalkan secara sepihak, mereka bisa selamat gitu loh
    Esemge 0 0
    Bakal terjadi kehebohan,kesemenangan sudah tidak bisa ditolelir!
    Esemge 0 0
    Bakal terjadi kehebohan,kesemenangan sudah tidak bisa ditolelir!
    Ibnu Muslim 1 suka | 0
    ternyata ini rupanya langkah kongkrit polisi : (
    MosheDayan 0 0
    Laban.....???
    ki baraja 0 0
    Ibnu Muslim: tabak2 an nya dari tadi baru kejawab bang?
    Esemge 1 suka | 0
    Bakal terjadi kehebohan,kesemenangan sudah tidak bisa ditolelir!
    Ibnu Muslim 0 0
    ki baraja: iya nih : )
    gaplehExtreme 1 suka | 0
    LELUCON TERGELO TAHUN INI!
    indira 1 suka | 0
    Ibnu Muslim, Esemge, ki baraja,kalau saja Polisi Republik Indonesia kemudian berbesar hati dan memperbaiki diri dari korupsi yang ada di dalam badannya. ini beberapa ringkasan dari catatan pinggir GM di Tempo 11 Oktober 2009; kekuasaan -apapun asal-usulnya- tak pernah berada di sebuah ruang politik yang konstan.

    ICAC (serupa tapi tak sama dengan KPK adanya di Hongkong; Independent Commision Against Corruption tapi juga sering diplesetkan I Corrupt All Cops) dan perseteruannya dengan HKPF --kepolisian Hongkong sebelum daerah itu masuk wilayah China juga menyisakan kisah beberapa puluh anggota kepolisian menyerbu markas ICAC di 28 Oktober 1977. yang berakhir dengan kepala pemerintahan Hongkong kala itu memberikan amnesti pada hampir semua anggota polisi yang korup yang kejahatannya dilakukan sebelum tahun 1977. bayangkan mau ditaruh dimana itu wibawa ICAC? bahkan pemerintah juga tidak mendukungnya. tapi katanya sejak saat itu HKPF membuka diri dan memperbaiki diri bahkan katanya membiarkan permebersihan besar-besaran oleh ICAC di tahun 2008

    mungkin kejadian yang terjadi sekarang ini hanya pengulangan 'sejarah perjuangan melawan korupsi'?
    Ibnu Muslim 1 suka | 0
    indira: sepertinya kasusnya sudah bergulir terlalu jauh dan tidak bisa dideponir karena :

    Kalau kasus ini dideponir atau dibatalkan oleh pihak kepolisian berarti polisi akan berhadapan langsung dengan PERPU pengangkatan Tumpak Hatorangan dan 2 lainnya sebagai penjabat KPK.

    Vendetta 1 suka | 0
    Update dari TVone: Eri Riyana hardjapamekas akan datang ke Mabes, dan meminta untuk turut ditahan..

    yang saya tidak habis pikir itu ucapan wakabareskrim soal pengaruh opini publik karena statement press dari Bibit dan Chandra.. publik pun punya filter ko, kenapa takut ya?

    semrawoooot...
    : (
    Syahril 2 suka | 0
    Kasus KPK VS POLRI ini akan jadi real tes pertama untuk Pak SBY...apakah beliau ini BAMBANG atau BIMBANG...

    jangan beralasan "jaga jarak" dengan hukum lah...basi itu, Pak SBY perlu membuktikan janji politiknya waktu kampanye soal pemberantasan korupsi

    Silakan pak...banyak doa...saya berharap bapak mau membela yang benar...
    dewa iblis awan api 0 0
    kalo tetep keukeh...kayanya Polisi lagi gali lobang kubur sendiri nih
    perempuan api 1 suka | 0
    Menggelikan sekaligus menyedihkan
    ndoet 0 0
    Konyol, alasan jumpa pers itu benar2 konyol.
    Alasan tsb menunjukkan kalo polisi tu males & ga bisa menghadapi tantangan & hambatan dlm kerjanya.
    Sekalian aja persnya yg ditahan, pak!
    l. wiji widodo 0 0
    mari tundukkan kepala sejenak...
    untuk negeri ini, yg telah di merdekkan oleh para pahlawan bangsa...
    Kalau mereka mencintai negeri ini semoga tidak menghianati, mencurangi dan mendustai rakyat....

    Berdoa mulai....--------------
    -----------
    ---------- ----
    -------selesai, Amien
    yusro 0 0
    Wah nama-nama yang disebut dalam transkrip pembicaraan telepon, jangan-jangan lagi berpesta merayakan kemenangan......: )
    Samz 0 0
    yusro: mereka selalu berpesta, selalu!!! tak satupun yg mampu mengganggu kemeriahan pesta mereka, dan tak akan pernah terganggu...
    l. wiji widodo 0 0
    yusro: Kunir 7 club...tertutup untuk umum...1001 gajahmada fullbooked...
    krisnov 0 0
    Yusro said, "Agaknya Polri akan menuai badai yang lebih dahsyat setelah penahan Bibit dan Chandra ini. Kita tunggu saja."

    Gak bakalan.....kan pelindungnya SBY.
    5150 0 0
    sepertinya ada usaha merubah skenario.

    plan A gagal gunakan Plan B. Intinya ya melindungi si mastermind
    BD cafe 0 0
    Ternyata hasil survey yg menyatakan bahwa,
    Kepolisian adalah Lembaga Terkorup di Indonesia, beberapa waktu yg lalu, masih tetap up to date, sampai sekarang dan masa depan.
    Masyarakat dan rakyat Indonesia tampaknya sudah mulai memanen badai, sesuai dengan angin yg ditanamnya.
    Diluar akal sehat dan logika berfikir, SBY membantah keterlibatannya, tetapi semakin jelas dan transparan dan terang benderang semuanya.
    Prinsipnya harus diyakini bahwa, Tidak ada kejahatan yg sempurna !!
    yusro 0 0
    Syahril: Samz: l. wiji widodo: Sungguh saya khawatir, langkah Polri ini adalah respon dari pernytaan SBY http://www.republ…p_Itu_Bohong : ))
    l. wiji widodo 0 0
    yusro: wah bisa ini buah dr itu, kl udah toplevel yg tersinggung...berat deh...
    sutardaranya canggih2...nominasi academy award aja kalah..
    Alisyah 0 0
    Jika memang kedudukan setiap warga negara sama dalam hukum, seharusnya Presiden juga bersedia dijadikan 'orang terkait' dalam kasus ini. Mengenai tugas negara, masih ada wakil presiden dan menteri-menterinya.
    Samz 0 0
    yusro: itu namanya Polri sedang "mikul duwur, mendhem jero", menjunjung tinggi martabat pimpinan, mengubur dalam2 kejelekannya.
    Ning 0 0
    5150: [sepertinya ada usaha merubah skenario]
    Kelihatannya seperti itu....
    Selain rekayasa kriminalisasi yang telah terekam tentunya masih banyak yang tidak terekam.
    Bagaimana rekayasa berikutnya agar tidak terganggu dan bisa sempurna? Salah satu caranya jangan biarkan Bibit & Chandra berkicau, tahan mereka...!
    palata 0 0
    tampaknya sby mendukung 100% tindakan polri
    Samz 0 0
    Inilah daftar calon korban kriminalisasi Polri:
    1 Komarudin Hidayat
    2 Azyumardi Azra
    3 Indria Samego
    4 Satya Arinanto
    5 Syamsudin Haris
    6 J Kristiadi
    7 Imam Prasodjo
    8 Syafi'i Anwar
    9 Radhar Panca Dahana
    10 Hikmahanto
    11 Adnan Buyung Nasution
    12 Todung Mulya Lubis
    13 Saldi Isra
    14 Ahmad Sobary
    15 Anies Baswedan
    16 Zainal Arifin Mochtar
    17 Premita Fifi Widhiawati
    18 Taufiq Ismail
    19 Ihsan Ali Fauzi

    Ayoo siapa ikut gabung....
    ki baraja 1 suka | 0
    Sumpah : gwe ngeneees, sedih.... : ((

    tapi, walaupun begitu : gwa masih menjaga dan tetap menyalakan "keyakinan dan harapan" bahwa masih ada peluang dan kesempatan bagi kita untuk berbuat sesuatu, untuk memperbaiki, untuk berkontribusi, walau dengan hal yang paling "gaib" sekalipun : do'a .
    masih gwa jaga harapan ini untuk tetap menyala, semoga pun demikin dengan kalian saudara-saudaraku, tetaplah jaga harapan itu tetap ada......

    gwa gak mau ikut-ikutan dengan mereka yang stress dan merasa "terpinggirkan" kemudian merasa tidak berdaya dan merasa tidak punya pilihan lain untuk membongkar semua tatanan ketatanegaraan bangsa ini, dari mulai dasar negara sampai aturan, undang-undang serta hukum yang berlaku dengan : khilafah
    no, no, no..... tidak untuk khilafah.....

    gwa tahu, dan gwa ngerasain kalo bangsa ini morat marit, walaupun pembangunan pesat di pusat-pusat kota, tapi belum bisa memenuhi rasa keadilan dengan meratanya ke pelosok, gwa tahu kalo hukum di negri ini belum bisa ditegakan dengan ideal, bak menegakan benang basah begitulah kiranya temen2 yang pesimistis menganggap penegakan hukum di negri ini, keadilan menjadi sebuah barang yang amat susah untuk diraih bagi kaum fafa dan "orang bawah" di negri ini. Korupsi menjelma menjadi budaya yang nyata-nyata diakui dan dilakukan "hampir" oleh kebanyakan orang...
    malu berbuat "curang" sudah hilang mungkin dari kamus kepribadian bangsa ini.....
    gwa tahu itu....
    kalian gak usah jelasin !!!
    gwa tahu.....

    gwa tahu bangsa ini SAKIT parah !!!

    tapi gwa tetap menjaga harapan ini untuk tetap menyala, tetap terjaga... bahwa masih banyak dari kita yang peduli....
    masih banyak dari kita yang berharap keadilan dan hukum itu bisa ditegakan tanpa harus melalui akad jual beli....
    masih banyak orang yang tidak mau menikmati uang haram hasil "mengakali" aturan, korupsi.
    masih banyak yang punya rasa malu...
    masih banyak yang peduli....

    gwa masih percaya !!!, gwa masih berharap.
    gak akan gwa matikan harapan ini, gak akan berhenti berharap ....gak !!! gak akan....
    ki baraja 0 0
    Samz: gwa ngikut !!!

    mesti datang ke mana nih?, ada yang ngoordinir gak?

    http://www.detikn…ng?991101605
    yusro 0 0
    Samz: mendhem opo mendem kang? Kayane lagi mendem : )

    ki baraja: saya kira masih banyak yang punya harapan Indonesia akan menjadi lebih baik. Kasus ini adalah akhir dari kejumawaan orang yang menuhankan kekuasaan : ))
    ki baraja 0 0
    yusro: gwa jadi melankolis gini bung...

    *menitikan air mata....
    diiringi alunan dangdut koplo....
    mbeling 0 0
    Samz: siap gerak...

    @pak Densus 88 lapor, ada teroris .... namanya: jaringan koruptor.

    NOS 0 0
    Sedih dan sakit , saya cuma rakyat kecil yang tidak berdaya melawan ketidakadilan dan arogansi kekuasaan seperti ini.
    iwan ardiansyah 0 0
    semoga terungkap kebenarannya.
    lila 0 0
    nelangsa ... , saya sudah pilih Beye.. terus dapet hasil begini...
    iwan ardiansyah 1 suka | 0
    jangan berhenti berharap
    tejo 0 0
    buayanya semakin beringas,,yang di kebon binatang aja kalah..

    apa ga ada dokter hewan di sini ?
    0_o
    yusro 0 0
    Ada ajakan dari beberapa LSM, kenakan pakaian hitam-hitam sebagai tanda duka cita. Berminat ikutan?
    Samz 0 0
    iwan ardiansyah:
    Meskipun harapan itu hanya nyala redup yang sedikit menerangi sudut hati, dengan ijin Tuhan akan tetap saya jaga nyala itu. Amiiin
    Samz 0 0
    yusro: insya Allah saya ikut. Pakaian hitam-hitam sudah saya siapkan dari tadi, besok pagi tinggal pake.
    iwan ardiansyah 0 0
    bisa diinformasikan waktu dan tempatnya bung yusro ?
    Davi 0 0
    lila: kalau, andaikan, apabila ternyata polri sudah berkonsultasi dulu dengan pak beye sebelum nangkep bibit & chandra, lebih nelangsa lagi dong ya? : )
    ki baraja 0 0
    semoga ceritanya pak BeYe pun kaget mendapatkan kejadian menjadi begini...

    yang dilakukan pak BeYe berikutnya :
    1. pak BeYe mencopot kabareskrim
    2. pak BeYe mencopot kapolri
    3. pak BeYe mencopot oknum2 jaksa
    4. pak beYe mengembalikan citra KPK

    dengan begini yakin pamor pak BeYe bisa naik 400%, dan satu lagi isu century bisa saja sedikit luput dari sorotan dan perhatian...
    BRAM'S 0 0
    jangan curiga terhadap polri ,,curigailah siapa yg mengangkat kapolri
    kalo saya presiden,,sudah saya pecat kapolri. mahfud md
    kalo saya presiden,,klo kapolrinya gak begitu,,malah saya pecat. bram's
    yusro 0 0
    Samz: iwan ardiansyah: Belum ada kpastian apakah akan ngumpul di suatu tempat atau tidak.
    conscientizacao 0 0
    yusro:
    Setuju dengan komentar Bang Adnan Buyung, kasus ini harus segera masuk pengadlan, dan disanalah keadilan akan dipertaruhkan. Proses seblemun sidang ini terlalu absurd, dan cenderung malah jadi komoditas media massa saja. Entah kalau memang ada yang mengarahkan ke situ.

    Hitam-hitam selama urusan KPK belum selesai.
    Saya Ikut!!
    botaksakti 0 0
    jadi nggak salah kan..."Selamat Pagi Tiraniiiiii....!!!!"
    Ning 0 0
    Wahai Polisi, manakah yang lebih penting menahan Anggodo atau menahan Bibit & Chandra ????
    ferryf 0 0
    conscientizacao: ah..
    yakin nih pengadilan belom terkooptasi..?
    ngelihat gelagat-nya sih..
    hmm..
    Syahril 0 0
    Benar-Benar Korporatokrasi...
    Lembaga sebesar Polri pun bisa di obok-obok kepentingan korporat.

    Saya kira cuma lembaga Hansip dekat rumah saja yang bisa di obok-obok oleh kepentingan toko Mertua : D
    Ibnu Muslim 0 0
    SBY Tanya Kapolri: Bibit & Chandra Ditahan Bukan Tiba-tiba Kan?

    http://tinyurl.com/ykx7rhs

    Pak SBY belum tahu rupanya ; ))
    Davi 0 0
    conscientizacao: maksudnya, segera dilimpahkan ke pengadilan... negeri JAKARTA SELATAN?

    http://antikorups…iew/14014/6/

    hmm ya.. ya.. di situlah keadilan akan dipertaruhkan : )
    Davi 0 0
    Ibnu Muslim: pertanyaan SBY ke BHD ini kok sepertinya justru menjawab misteri ttg keluarnya perppu penggantian pimpinan KPK yang sangat "responsif" & "antisipatif" itu ya? : )
    Davi 0 0
    conscientizacao: maksudnya, segera dilimpahkan ke pengadilan... negeri JAKARTA SELATAN?

    http://antikorups…view/7439/2/

    hmm ya.. ya.. di situlah keadilan akan dipertaruhkan : )
    conscientizacao 0 0
    ferryf: Davi:
    Itulah bung. Kita tidak punya harapan lagi selain itu, kalau mau ngikuti proses hukum. Daripada berlarut-larut, dan malah membingungkan? Ngerinya bukti-bukti seperti rekaman hasil sadapan itu keburu ngilang... ; ))

    Soal pengadilannya yang ngaco, (mungkin) akan lebih mudah menindaklanjutinya... IMHO. Misalnya, banding, dst.

    Kalau ngaco juga, MAKAR !! : )) *masih ada energi nggak ya buat demo?*
    yusro 0 0
    Ibnu Muslim: Kok kayak main sandiwara aja ya, di depan wartawan. Kemarin Denny Indrayana bilang SBY sudah terima laporan soal penahan Bibit dan Chandra: http://www.detikn…-dan-chandra : )
    Samz 0 0
    Ibnu Muslim:
    [SBY Tanya Kapolri: Bibit & Chandra Ditahan Bukan Tiba-tiba Kan?]

    Jawab: Oh iya Pak. Ini bukan tiba-tiba, ini sudah lama dirancang, sesuai dengan petunjuk....
    Ibnu Muslim 0 0
    yusro, Davi: yang bikin naskah kayaknya kurang sosialisasi ; ))

    Samz: 86 siap dilaksanakan ; ))

    Silahkan login untuk memberikan pendapat