MASYARAKAT DEMO DUKUNGAN UNTUK KPK, BEM SELURUH INDONESIA "STUDI PLESIRAN" KE BELANDA. 8

Senin, 2 Nov '09 21:21

 

SUB JUDUL:

Angota DPPRI "Studi Banding" Sekarang Giliran BEM Seluruh Indonesia "Studi Banding";

DIKTI mengeluarkan biaya APBN untuk "Studi Plesiran" BEM Seluruh Indonesia?

 

Belanda 2 November 2009- Disaat elemen mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya sedang aktif melakukan demonstrasi besar-besar terhadap permasalahan kasus kriminalisasi KPK, saat ini justru Para Petinggi BEM Seluruh Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke Belanda dalam rangka “Studi Banding” selama 11 hari. Agenda study banding ini menuai protes keras dari sebagian elemen mahasiswa yang bergabung di PPI Belanda (http://www.antaranews.com/berita/1257084649/mahasiswa-indonesia-di-belanda-tolak-kunjungan-bem)

Sebagaimana yang dilansir Kantor Berita Antara 1 November lalu, beberapa pelajar Indonesia di Belanda menolak secara tegas kedatangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia ke Belanda, dengan alasan studi banding.

Seperti halnya, Yusrizal Abubakar, Mahasiswa Indonesia di Maastricht University, Minggu 1 November, menyatakan bahwa agenda studi banding yang rencananya akan dilakukan BEM se Indonesia ini, merupakan penghamburan pos APBN Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Indonesia. Lebih lanjut, upaya studi banding tersebut, dinilai salah satu bentuk pembungkaman suara mahasiswa Indonesia secara sistematik, dan terselubung dengan dalih untuk memberikan reward (penghargaan).

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Henky Wijaya, 1 Nomember lalu juga menyatakan ketegasannya menolak kunjungan studi banding BEM tersebut. "Pada saat ini, Indonesia masih mengalami kekurangan diberbagai bidang. Dana untuk kunjungan studi banding BEM diperkirakan, mencapai sekitar setengah miliar rupiah untuk membiayai kunjungan 27 mahasiswa ini, dan saya kira dana yang berjumlah sekian itu, memiliki nilai manfaat yang lebih besar, bila digunakan untuk keperluan lain di bidang pendidikan, termasuk pemberian beasiswa untuk siswa tidak mampu," jelasnya. Perihal penggunaan dana tersebut, memerlukan suatu pertanggungjawaban yang jelas, tidak hanya sekedar pertanggungjawaban secara akuntansi (bukti fisik), tetapi juga pertanggungjawaban moral atas kepatutan penggunaannya.

Agenda “Studi Banding” ini menyebabkan “terlupa” dan “tertidurnya” elemen kunci Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia dalam melakukan dukungan perjuangan untuk melanjutkan aksi mahasiswa untuk kasus-kasus  besar yang ada di Indonesia. Hal ini terlihat dalam minggu-mingu terakhir tidak adanya respon BEM Seluruh Indonesia terhadap Kasus Kriminalisasi KPK, Kasus Bank Century, dan Permasalahan Penanganan Paska Gempa di Sumatra Barat. Agenda “Studi Banding” yang 27 BEM Seluruh Indonesia ke Negeri Belanda akan diselanggarakan dari tanggal 9 hingga 20 November 2009. Rencana awalnya “Studi Banding” ini diselenggarakan pada bulan Oktober 2009 lalu, tetapi karena rikuh dan terkait dengan permasalahan bencana di Sumatra Barat, akhirnya DIKTI dan BEM Seluruh Indonesia menundanya dengan alasan “Visa” dan “Gempa Sumatra Barat”

Kegiatan Studi Banding ini seperti layaknya program “Studi Plesiran” anggota DPPRI di tahun-tahun sebelumnya dimana acaranya tidak mempunya isi agenda yang jelas, dan didominasi oleh unsur jalan-jalan, tanpa output dan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Bahkan para Petinggi BEM Seluruh Indonesia ini diberi fasilitas yang cukup mewah untuk ukuran seorang mahasiswa meliputi pembiayaan penuh ke Jakarta dan menginap di Hotel Bintang 5 Twin Plaza, biaya perjalan pesawat terbang dari Soekarno Hatta - Denpasar - Schipol, ditanggung penuh biaya makan, minum dan akomodasi, juga termasuk biaya jalan-jalan dan wisata. Begitupun setelah balik dari Belanda akan ditanggung biaya inap di Hotel Bintang 5 Twin Plaza hingga perjalanan pulang ke daerahnya masing-masing.

Program “Studi Banding” selalu menjadi objek kritik keras BEM seluruh Indonesia terhadap kunjungan DPRRI ke luar negeri, sekarang malah berbalik BEM Seluruh Indonesia melakukan agenda Studi Banding yang pola, isi dan strukturnya sama dengan kebiasaan Studi Banding DPRRI.

 

Belajar dari pengalaman tahun 2008 kunjungan “Study Banding” yang dilakukan oleh Anggota DPPRI ke Belanda juga mengalami penolakan keras dari Elemen Mahasiswa di Belanda yang tergabung dalam wadah organisasi PPI Belanda. Sebagaimana Kasus Kunjungan DPRRI di tahun 2008 lalu, PPI, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda memprotes keras rencana kunjungan anggota DPR ke Eropa dalam rangka studi banding ke Bank Sentral Jerman. Menurut Yohanes Widodo, Sekretaris Jenderal PPI Belanda di Den Haag tahun 2008 lalu, kunjungan ini tidak lebih dari plesiran. Ini juga mencerminkan wakil rakyat yang kehilangan rasa sensitivitasnya, ujarnya kepada Radio local di Belanda, Radio Nederland Wereldomroep. (http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/DPR_plesiran_eropa20081007-redirected).

Juga bisa dilihat hal yang sama pada saat kunjungan “Studi Banding” DPRRI Ke Australia di tahun 2008 lalu juga menuai protes yang sama dari Pelajar Indonesia di Australia. Sebagaimana di tahun 2008 lalu PPI Australia menyatakan studi banding ke negara lain, khususnya Australia, bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan input dalam penyusunan kebijakan atau pun perbaikan sistem kelembagaan DPR-RI, mengingat adanya perbedaan sistem parlementer dan pemerintahan serta karakter lembaga.(http://www.detiknews.com/read/2008/09/16/083345/1006782/10/pelajar-indonesia-australia-sesalkan-studi-banding-dpr-ke-canberra)

Pada Kasus Kunjungan DPRRI Komisi Tinggi ditahun 2005 lalu ke Mesir, juga menuai protes yang cukup keras. Kasus Tahun 2005 itu menyebabkan saling tuding antara pimpinan DPR, Komisi III dan sejumlah partai yang anggotanya turut menikmati perjalanan yang dianggap "tidak pada tempatnya" ini. Sebagaimana pernyataan Awaluddin, wakil direktur Parliament Watch Indonesia bahwa sampai sekarang tidak ada aturan jelas mengenai studi banding atau studi kelayakan DPR dan secara hukum tidak ada konsekwensinya. Apa ini bisa dikategorikan penyelewengan terselubung? (http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/asiapasifik/11279981-redirected). Hingga saat ini kasus ini berulang dan tidak ditemukan jawaban jelasnya dan bahkan menular kepada elemen mahasiswa yang seharusnya kritisa dan bukan malah meniru kebiasa buruk para Pejabat Tinggi Negara Indonesia.

Rombongan yang akan mengikuti studi banding ini, terdiri dari 27 mahasiswa (pimpinan BEM perguruan tinggi), satu orang pendamping dari Pimpinan Perguruan Tinggi bidang kemahasiswaan, dan dua orang dari Direktorat Jenderal Penddikan Tinggi.

Selama di Kunjungan “Studi Banding” di Belanda, mereka akan melakukan kunjungan ke Wageningen University and Research Centre dan Radboud University, Nijmengen, University of Twente, University of Groningen, dan kunjungan wisata di Den Haag sebelum kembali ke tanah air.

 

Sumber Berita:

  1. http://www.antaranews.com/berita/1257084649/mahasiswa-indonesia-di-belanda-tolak-kunjungan-bem
  2. http://id.news.yahoo.com/antr/20091101/tpl-mahasiswa-indonesia-di-belanda-tolak-cc08abe.html
  3. http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/DPR_plesiran_eropa20081007-redirected
  4. http://www.detiknews.com/read/2008/09/16/083345/1006782/10/pelajar-indonesia-australia-sesalkan-studi-banding-dpr-ke-canberra
  5. http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/asiapasifik/11279981-redirected


Tag: KPK, DPR, belanda, BEM, STUDI BANDING

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    yusro 0 0
    Udah ada http://politikana…-mereka.html
    umbaran 0 0
    studi banding di 2 tempat
    jalan2 di 4 tempat
    belanja di 3 tempat
    jangan lupa beli bedak
    dan parfum
    karena telur busuk
    akan menunggumu
    Nahdliyin Kincir Angin 0 0
    @Mas Yusro makasih, kami berdua memang berpartner Mas, Sy perkuat dengan judul berbeda. Silakan ditanggapi bagi komponen masyarakat lainnya.
    pokijan 0 0
    sekedar sharing aja, bulan september lalu jg plesir ke aussie. anehnya, 1) saat itu kebanyakan universitas sedang semester break, alias tidak ada kuliah. lalu studi banding apanya? 2)tujuan yang dikunjungin jg ndak sistematis, malah sydney opera house dapat jatah paling dulu. sy inget krn rombongan batik hahaha.
    tp terlepas itu semua, IMHO yang dipilih untuk jalan jalan itu kayaknya tipe2 'jinak' bukan yang gahar kayak buaya. terlihat jelas dari cara bicaranya saja lain hehehe. mungkin bener emang ini skenario untuk membungkam BEM, sampe ada century pun tetep membisu
    Nahdliyin Kincir Angin 0 0
    pokijan, ya itu Mas yang "Studi Plesiran" kemarin belum ada laporan pertanggungjawaban, output dan outcome yang jelas, eh udah mau jalan lagi di "studi plesiran" yang di Belanda....he he..Makasih MAs Pokijan atas sharingnya...
    Gamal 0 0
    Studi membandingkan antara Mabes (Mangga Besar) dengan Amsterdam red light district.
    Elang Merah 0 0
    Nanti kalau balik ke indo, semuanya dites HIV tuh!
    militrus 0 0
    Ah saya rasa BEM dan PPI Belanda sama aja. Memangnya waktu mahasiswa Indonesia ke Belanda dalam acara hura2 yang diberi nama SI itu pake uang siapa ? Untuk kegiatan itu disupport full kok oleh PPI Belanda.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat