Strategi Salah Desa Mengepung Kota 9
Selasa, 3 Nov '09 11:02
Sebuah masalah global yang dihadapi juga oleh negara kita ialah banyaknya jumlah penduduk yg pergi ke kota. Desa-desa yang berada di sekitar kota seolah-olah mengepung kota dengan aliran penduduk yg datang dari berbagai arah. Pemerintah berusaha memecahkan problem itu dengan menambah lapangan pekerjaan di kota tetapi sayangnya melupakan memajukan desa.
Dalam sebuah wawancara dengan editor surat kabar 'Mathrubhumi' Mirza Masrur Ahmad, Ketua Jamaah Muslim Ahmadiyah memaparkan cara-cara untuk mengatasi krisis keuangan global yang melanda akhir-akhir ini. Perkembangan pertanian mempunyai satu peranan penting. Akhir-akhir ini hampir semua pemerintah negara telah lebih mengutamakan pengembangan dan pembangunan kota-kota dan melalaikan kegiatan dan pembangunan di pedesaan. Kecenderungan dan kebijakan mereka ini harus diubah.
"Sekarang ini pemusatan adalah pada kawasan-kawasan perkotaan yang berarti bahwa orang-orang sedang meninggalkan kawasan pedesaan (urbanisasi) dan meningkatnya penduduk di berbagai kota. Hal ini telah berakibat pada jumlah pengangguran yang lebih besar (meningkat) karena jumlah orang melebihi jumlah lapangan kerja. Pemerintah-pemerintah oleh sebab itu harus menyadari bahwa pertanian harus dikembangkan.
Hari ini pengaruh-pengaruh globalisasi adalah sedemikian hingga ketika orang-orang (yang hidup di kawasan-kawasan pedesaan) melihat gambaran-gambaran di televisi mengenai dunia yang telah berkembang, maka naluri mereka mengatakan untuk 'bergerak ke luar' menuju dunia yang lebih luas, bahkan tanpa mengetahui apa yang akan mereka lakukan ketika mereka sampai di sana."
Ketika ditanya bagaimana bisa menitik berat pada pertanian dapat memecahkan krisis keuangan akhir-akhir ini?, beliau menyatakan bahwa secara pasti bidang pertanian merupakan satu masalah yang amat penting dan karenanya pengembangan pertanian dan bentuk-bentuk agrikultural lainnya adalah penting sebagai langkah awal untuk mengakhiri paceklik (kekurangan pangan).
"Prioritas pertama manusia selalunya adalah makanan. Lalu prioritas kedua adalah pakaian untuk dipakai dan yang ketiga adalah rumah sebagai tempat tinggal. Seperti telah saya katakan prioritas pertama adalah makanan dan makanan tidak dapat dihasilkan tanpa pertanian. Kita (di Anak Benua) mempunyai satu iklim yang sedemikian hingga kita dapat menumbuhkan (menanam) segala macam [tanaman] pangan. India sedang melakukan hal ini hingga satu tahap tertentu tapi tidak di Pakistan... Alih-alih memanfaatkan sumber daya kita sendiri, bahkan kita sedang menyia-nyiakannya. Kita punya ahli-ahli dari segala bidang, ahli genetika, pertanian dan lain-lain namun apa yang ada pada kita adalah kurangnya dukungan mendasar kepada pribadi-pribadi petani hingga pada lapisan akar rumput."
Kemudian ia berbicara mengenai terorisme dan penyebabnya.
"Terorisme terjadi ketika seseorang menyadari bahwa orang lain sedang mengambil apa yang merupakan haknya. Ketidakadilan ini mengarah pada satu reaksi. Tetapi orang itu bereaksi tidak dengan bimbingan yang benar dan juga orang-orang demi kepentingan mereka sendiri memanfaatkan reaksi itu untuk maksud-maksud mereka sendiri. Sehubungan dengan agama, Kitab Suci Al-Qur'an mengatakan bahwa tak ada paksaan dalam agama dan ia juga mengatakan bahwa setiap orang bebas untuk memilih keyakinannya dan tidak dapat dipaksa dengan kekerasan."
27 Nopember 2008
disadur dari http://www.alislam.org/press-release/Solutions_to_world_econcomic_problems_india2008.pdf
Tag: urbanisasi, jumlah manusia kota lebih banyak, pembangunan desa
Terkait:
-
L U S I
Jumat, 8 Jan '10 09:45 -
Jangan Ke Jakarta !: Cukupkah ??????
Senin, 28 Sep '09 10:56


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Selama harga beras (harus) murah, ya petani akan selalu miskin, dan lari ke kota.
Apa perlu harga beras dinaikkan, pak?
Tapi kalau petani dicekik dengan harga pupuk, harga bibit, sewa tanah, plus rendahnya harga gabah...
BTW, jawabannya ada di paragraf mana sih bung Dildaar?
Masa kita mengimpor beras dan makanan dasar?
Mirza Masrur Ahmad mengajukan secara global akan pentingnya pertanian. Soal bagaimana pertanian kita maju dan mencukupi kebutuhan pangan nasional serta kesejahteraan para petani jg layak itu tugas pemikir dan pengambil kebijakan.
Kita punya ahli-ahli dari segala bidang, ahli genetika, pertanian dan lain-lain namun apa yang ada pada kita adalah kurangnya dukungan mendasar kepada pribadi-pribadi petani hingga pada lapisan akar rumput."
Silahkan login untuk memberikan pendapat