Fadjroel: Tangkap Ritonga dan Susno 27
Kamis, 5 Nov '09 18:43
JPNN.COM, Kamis, 05 November 2009 , 11:44:00
JAKARTA- Menyusul pengunduran diri dua pejabat tinggi di lembaga hukum, Kabereskrim Komjen Pol Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung, Abdul Hakim Ritonga, kepolisian didesak untuk menangkap kedua orang yang diduga turut merekayasa kriminalisasi pimpinan KPK tersebut.
Desakan ini disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia), Fadjroel Rachman kepada JPNN, di Jakarta, Kamis (5/10.
Menurut Fadjroel, pengunduran diri dua pejabat tinggi penegak hukum tersebut merupakan sekaligus pengakuan bersalah mereka. "Mereka itu sudah tahu. Jadi karena dibukanya rekaman sadapan telepon di sidang MK, mereka semakin didesak masyarakat sehingga mundur. Ini membuktikan mereka bersalah, karena itu keduanya harus ditangkap, tidak hanya Anggodo," kata Fadjroel.
Fadjroel juga menegaskan masalah ini bukan sebagai perseteruan antar lembaga Polri, Kejaksaan dan KPK. Tetapi hanya perbuatan oknum di lembaga tersebut yang berjiwa seperti buaya dengan serakah haus uang dan kekuasaan. "Mereka adalah buaya yang serakah dengan uang dan kekuasaan yang berlindung di balik lembaga kepolisian dan kejaksaan. Jadi sudah semestinya ditangkap," tegas Fadjroel lagi.
Apa alasan penangkapan kedua orang tersebut? Fadjroel Rachman menegaskan bahwa dua pimpinan KPK yang tidak punya bukti bersalah, yaitu Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto ditahan oleh pihak kepolisian. Apalagi, dua pejabat tersebut sudah terbuka lebar dan terang benderang telah merekayasa kriminalisasi KPK dan menyalahgunakan wewenang.
"Jadi logikanya sederhana saja, tangkap dua orang tersebut," pungkasnya. (fuz/JPNN)
Terkait:
-
Mundur Juga Pakai Prosedur Gan!!!
Kamis, 5 Nov '09 12:08 -
P sepi Susno
Minggu, 21 Feb '10 19:12 -
Nelson Mandela’s Captive Audience: The Radio’s Song of Liberation
Selasa, 9 Feb '10 11:48
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
alakazam: Lucu
-
Normanlahyaw: Biasa
-
Wonggantenk: Menarik
-
syafatain: Biasa
-
boiga: Biasa
-
ndableg: Biasa
-
ki baraja:
-
5150:
-
cleoparti:
-
anianjani:
-
muhammad abdullah al amin:
-
immortal combat:
-
iwan ardiansyah:
-
telo al-makjuj:
-
koplak:
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
pokrolbambu: Biasa
-
kutaraja:
-
Lurino:
-
wardi:
-
emha:



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Masalahnya aparat kita tidak mau logika yang sederhana. Semuanya harus rumit, nggak jelas, berubah-ubah
jika memang ada bukti dan memang sudah tepat sesuai perundangan yang berlaku, ya silahkan tangkap, tapi kalau tidak?
tanpa ada bukti dan syarat penangkapan yang lengkap, polisi tak akan berani melakukan penangkapan, karena jika kepolisian memaksakan diri (atau menurut pada paksaan masyarakat) melakukan penangkapan, maka sama saja polisi mengakui bahwa mereka suka melanggar peraturan perundangan dan merekayasa kasus...
(doh, pusing aku, setelah ratusan tahun gak komen di politikana, komen sekali sok serius)
yang udah2 juga dia nggak naggapin, terlihat sekali fadjroel ini gak "memperhatikan"
baru melayani komentar aja kayak gini?
apalagi ngadepin dan ngelola negara ???
*urungkan saja niatmu jadi presiden !!!, gak sensitif loe disini.... cuma lempar tulisan gak pernah langsung naggapin.... nyampah aja loe
*hati2 bung fadjroel, kemarin gwa simpati ma elo, tapi kalo loe gak empati ma gwa....
maka.... gwa akan pindahkan simpati gwa....
kalo loe disini cuma nongkrong nama, mending loe cabut deh account elo !!! males gwa !!!
bung fadjroel juga mungkin sedang melakukan hal yang sama, menebar wahyu !!!
menebar pesona, gak penting banget.
runyem... yang punyanya entah ke mana, entah di mana.... jangan2 kita subyektif, karena melihat yang nulis : calon presiden....
terus apapun yang ditulisnya harus dipamerin...
gwa bukannya gak setuju dengan tulisan turunkan susno dan ritonga...
secara gwa sebel aja, abis nulis dia nya lari entah ke mana...lempar gituuu aja...
persis kayak lempar sampah !!!
kalo yang nulisnya sendiri memperlakukan tulisannya seperti sampah, maka aneh kalo kita yang baca dan nanggapin tidak memberlakukan seperti yang penulis lakukan ?
yang udah2 juga dia nggak naggapin, terlihat sekali fadjroel ini gak "memperhatikan"
Ki... Bang Fadjroel kan sudah pernah menyatakan, sulit berdebat dengan para anonim seperti Anda. Lagipula beliau ini kan tidak senganggur kita-kita ini kan?
kalo emang gak penting, mending kagak usah nongol sekalian... berbuat aja... gak usah bikin opini atau lempar pemikiran....
just do it... lakukan saja perbuatan di alam nyata bung fadjroel... sampeyan gak usah lempar2 pemikiran....
nanti juga kalo tingkah laku dan perbuatan elo menarik simpati dan dianggap bagus oleh masyarakat indonesia pasti akan jadi obrolan, akan jadi bahan berita, bahan diskusi....
jangan lempar2 opini, yang memancing orang untuk berdiskusi, sementara elo sendiri tidak berada di tempat....
masalah anonim, kami memang tidak punya kepentingan. pun seperti anda. jika memang tidak ada kepentingan berniat jadi pejabat publik : gwa gak akan nuntut loe nanggepin diskusi di sini....
seperti penulis yang lain lah : siapa elo?, buat gwa gak jadi soal kalo cuma nulis2 doang gak nanggepin....
kalo elo bung fadjroel, beda.
loe niat jadi presiden kan?
loe udah deklarasiin diri kan ?
loe punya kepentingan, dan loe gak usah mensyaratkan identitas yang anonim....
masih banyak di sini temen2 yang lain yang menggunakan identitas asli...(*cari deh)
kecuali gwa, emang gwa gak bakalan pake identias asli. ini demi keselamatan dari UU ITE.
karena masih perlu banyak orang2 kayak gwa yang "harus ngomong asbun" tanpa takut di bredel dan di tuntut oleh UU ITE.
*mode serius : off*
seperti yg dikatakan bung conscientizacao bahwa pak fadjroel rachman emang benar2 sibuk... ndak sempat diskusi ama warga sini.
Cobalah memakluminya..
tapi lama2 emang betul apa yg lo bilang ki baraja,
seharusnya pak fadjroel rachman harus menyempatkan diri berdiskusi disini, sesibuk apapun itu.
kalau sempat mosting disini, ya sempatin dong barang 2 jam saja untuk diskusi.. atau minimal clingak-clinguk per-5 menit saja dalam beberapa kali saja
lain kali jangan diulangi lagi ya pak fajrul..
*maap bung fadjroel rachman, gwa terpaksa harus mengatakan demikian,
dan undangannya, gwa sebarkan, dan gwa akan hadir di sana, aksi mendukung KPK, mendukung pemberantasan korupsi !!!
gwa sepakat : kalo bibit dan candra emang bersalah, ya diadili lah sesuai dengan prosedur...
kalo susno juga bersalah : ya diadili juga sesuai dengan prosedur hukum...
pun semua orang yang terkait.
PERJUANGAN MELAWAN KORUPSI DAN PERJUANGAN MENEGAKAN HUKUM SERTA KEADILAN YANG MENGUSIK NURANI BANGSA INI DAN MENYATUKAN KEKUATAN UNTUK MEMBUAT AKSI2 "PEOPLE POWER" BELAKANGAN INI.
*bukan pada sosok personal bibit/candra semata.
Jajang: ddd
Silahkan login untuk memberikan pendapat