Keroncong Buaya-nya Sinten Remen 5

Jumat, 6 Nov '09 14:55

Pertarungan Cicak Vs Buaya memang mengundang berbagai reaksi masyarakat. Ada yang turun jalan. Ada yang menulis sesuatu di FB. Ada yang membuat puisi, seperti Alvin Lie. Semua sah-sah saja mengekspresikan reaksinya. Dan kelompok Sinten Remen-pun ambil bagian.

Kelompok musik pimpinan Djaduk Ferianto membawakan orkes 'Keroncong Buaya' di Bentara Budaya, Jakarta. Mereka menggubah berbagai lirik lagu dan menyentil institusi Polri.

Inilah salah satu liriknya : 

"Licik kaya’ kadal, pinter kaya’ kancil/Sok pedulikan moral dan rakyat kecil/Tapi nyatanya harta negara ludes diambil/diambil... diambil..//Maling, dasar maling dasar maling kerjanya nyolong melulu/Rakyat dijadikan korban selalu/Pusing, rakyat hidup pontang-panting/Mereka tak mau tahu/yang penting koruptornya sukses selalu"...

Sedangkan Butet mengapresiasikan seni monolognya, ”Mungkin inilah yang disebut hamenangi zaman buaya... semua aparat berlomba-lomba ngedan jadi buaya... sing ora dadi buaya ora keduman...,” monoloq bertajuk ”Jaka Tingkir Nitis”.

 

 


Tag: buaya, Keronjong

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    ki baraja 0 0
    pertami abdi komintar?
    Pangerandjoko 0 0
    oke, boz, aku berbagi pengalaman yo, di sungai tetangga desa saya, untuk menangkap buaya dengan pasal2 hukum memang susah, baik di cekel, digebuki, dikeroyok rame2...
    Agus PW 0 0
    Pangerandjoko: tapi di daerah saya ada pawang buaya. Sip banget jampi-jampinya..
    Harlan Eryandi 0 0
    Agus PW: koruptor-nya buron susah dilacak, harta negara ludes ntah kemana rimbanya, pejabat terlibat tetap menjabat, rakyat jelata tetap melarat ..... ah sudahlah kebelet boker. : D: D
    Agus PW 0 0
    Harlan Eryandi: eit Anggoro gak susah kok dilacak.. ia mau pulang ke Indonesia asal aman.. Nah yang susah memang menjelaskan Polri bahwa Anggodo benar-benar menyuap..

    Silahkan login untuk memberikan pendapat