Performa Komisi III DPR RI Terkesan Katrok 0
Jumat, 6 Nov '09 16:03
Langkah cepat yang diambil oleh Komisi III DPR RI untuk meminta klarifikasi dari Polri (cq Kapolri) yang digelar pada 5 Nopember 2009 malam kiranya perlu mendapat apresiasi dari segenap komponen bangsa, mengingat dewan yang sedang berbakti saat ini masih baru.
Namun, walau langkah yang diambil oleh Komisi III DPR RI tersebut adalah langkah yang perlu didukung, kiranya banyak kritik perlu disampaikan pada anggota Komisi III (dan komisi-komisi lainnya juga) yang mempermalukan diri dalam forum yang terhormat tersebut.
Ada beberapa hal yang sangat tampak nyata tidak sedap dipandang mata;
Pimpinan Sidang Ngantuk?
Terlihat sangat ingin agar acara tersebut dapat segera diakhiri, entah karena mengantuk ataukah - seperti bisik-bisik yang ada bahwa - pimpinan sidang sedang sakit.
Celetuk Anggota
Dalam berbagai kesempatan sangat tidak mencerminkan diri mereka itu adalah orang-orang yang intelek. Contohnya ketika pengeras suara tidak berfungsi, muncul celetuk-celetuk tidak penting 'sabotase'. Tidakkah forum tersebut dimaksudkan untuk menjernihkan suasana? Tidakkah celetuk-celetuk iseng seperti itu sangat mungkin memperkeruh suasana? Kemudian ketika pengeras suara kembali mati, celetukan sabotase kembali muncul. Kali ini ada anggota dewan yang ternyata mantan pelawak yang nyeletuk "halo-halonya tolong dibetulkan", dimana "halo-halonya" yang dimaksud adalah pengeras suara. Anggota dewan seperti ini hanya punya satu label: KATROK!
Ceramah Tidak Penting
Entahlah, acara tadi malam itu apakah acara pembekalan, acara ceramah atau apa. Nampaknya anggota sidang sering kali tidak bisa bertahan pada topik. Mereka suka OOT (out of topic). Ada yang ngenlantur ke polantas, ada tanya soal berani tidak berani sumpah (memang uji nyali apa?), bahkan ada yang sudah sampai pada berapa duit yang diperlukan untuk penyelesaian kasus tersebut? memangnya rapat anggaran?
Waktu yang demikian sempit yang seyogyanya digunakan untuk menggali, malah digunakan oleh berbagai fraksi untuk ceramah, kotbah, kuliahi kapolri soal UU, KUHAP, dan lain sebagainya. Seyogyanya fraksi bersikap bijak. Jika tidak ada yang substansial yang benar-benar menyentuk konteks, maka tidak perlu memaksakan untuk menyampaikan sesuatu yang sesungguhnya hanya ingin memamerkan bahwa diri mereka tahu pasal ini itu.
Penggembira
Sangat mungjkin bahwa sebagian anggota dewan yang hadir dalam acara tadi malam tersebut hanyalah penggembira. Mereka hanya ingin tahu apa yang mereka sebut sebagai "dari hati ke hati", yang sesungguhnya adalah penghalusan dari "omong kosong". Bertanya "apa yang dirasakan oleh Kapolri" bukan inti yang harus digali, karena acara tersebut bukan acara arisan ibu-ibu PKK. Mau curhat bukan dalam forum tersebut. Dan semua merasa perlu untuk ikut bicara, menyampaikan pertanyaan, walau pertanyaannya sangat-sangat tidak bermutu. Yang ingin ditanyakan sesungguhnya hanya rasa curious mereka sendiri, bukan pengungkapan dari apa yang sesungguhnya ternjadi.
Secara keseluruhan, acara penting tersebut ternoda oleh anggota dari Komisi III sendiri sehingga sekali lagi, kesan katrok itu begitu kentara!
Tag: DPR, kapolri, komisi III, katrok
Terkait:
-
Masih ada juga yang seperti ini !
Rabu, 18 Nov '09 10:41 -
Ada Ular di DPR !!
Selasa, 17 Nov '09 07:48 -
Kemana Muara dari Kasus Kriminalisasi Pimpinan KPK ?
Selasa, 10 Nov '09 23:35


KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat