Hati-hati : People Power Mau Diadu Dengan SBY 37

Sabtu, 7 Nov '09 07:42, dibaca 93 kali

Keprihatinan mendalam bangsa ini tentang buruknya penegakan hukum kita adalah wajar dan baik adanya. Ada atau tidak rekaman KPK masyarakat telah merasakan ada yang tidak beres dengan aparat penegak hukum kita.

Kini setelah fakta tentang kebusukan itu mencuat tak terbantahkan, semua berharap ke depan akan ada perbaikan. Mimpi tentang  aparat penegak hukum yang profesional, bersih dan berwibawa adalah harapan seluruh bangsa.

Akankah dapat terwujud dengan segera? Sulit rasanya, apalagi kini ada pihak-pihak yang ingin membelokkan isue ini ke ranah politik. Tidak tanggung-tanggung, isue yang diusung adalah impeachment.

Muncul tuduhan semua ini bukan perkara ingin mewujudkan tegaknya keadilan dan hukum, tapi lebih dari itu adalah ingin menjatuhkan presiden. Tudingan yang amat serius bukan ? Siapa pihak dibelakang tudingan ini, masih belum jelas. Berikut ini kutipan dari tudingan tersebut yang saya kutip dari yahoo.news.

......Seorang pengamat kepolisian melihat adanya indikasi untuk menjatuhkan atau melakukan"impeachment" terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memanfaatkan kasus perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jajaran Polri.

"Muara (akhir, red) dari berbagai kegiatan itu adalah mendiskreditkan atau mendegradasikan Presiden Yudhoyono," kata pengamat masalah kepolisian Dr John Palinggi kepada ANTARA di Jakarta, Jumat ketika dimintai komentarnya tentang kasus antara KPK-Porli terutama Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri serta Bareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji.

"Kalau nanti ternyata SBY masuk ke wilayah hukum dalam kasus antara KPK dengan Polri tersebut, maka tokoh- tokoh tersebut nantinya akan menuduh bahwa SBY telah melakukan intervensi atau "masuk " ke wilayah hukum yang bukan menjadi wewenangnya , sehingga mereka mempunyai alasan untuk melakukan " impeachment" (pemakzulan, red)," katanya.

Pengamat ini mengemukakan bahwa para tokoh tersebut pada umumnya merasa kecewa karena mereka kalah dalam pemiihan anggota DPR, DPD serta DPRD serta dalam pemilihan presiden yang diselenggarakan pada tahun 2009. Yudhoyono telah menang mutlak dalam Pilpres dengan sedikitnya meraih suara 60 persen.

 

*John Pallinggi adalah  Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia(Ardin).

 

Sumber http://id.news.yahoo.com/


Tag: cicak buaya, REKAMAN KPK, impeachment

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Neof Ana 3 suka, 1 tidak suka |
Kalau dibalik, adakah indikasi Presiden sedang memperkuat posisinya dengan melemahkan semua lembaga negara yang berpotensi menyaingi kewenangannya?

Mungkinkah juga?
Delpazir 0 0
Hm... menurut saya, SBY nggak perlu masuk ranah hukum. karena itu bisa diatasi jika SBY mau memeja hijaukan pencatut namanya dalam hal ini tikus anggodo. Dengan demikian si kucing pasti akan buka mulut siapa sebenarnya sutradara drama ini.

Namun....pertanyaanya adalah kenapa SBY tidak memeja hijaukan si tikus bahkan mendukung buaya melepaskan tikus lari dari hukum.
umbaran 0 0
Delpazir: kan tikusnya udah bilang truno 3 sangat komit padanya

lagian kalau tikus dipencet ia bisa cicit cuit-cicit cuit, berisik kan
umbaran 0 0
Neof Ana: jadi maksud ibu doi yang atur semuanya ini

muncul tudingan baru nih
Neof Ana 3 suka | 0
umbaran:
Ya. Teori Konspirasi baru.

Agendanya, Lemahkan KPK, dengan menyisakan Haryono di KPK. POLRI dan KEJAKSAAN jelas sudah ada di bawah kendali Presiden.

DPR sudah jelas bukan halangan. DPR (sudah) Melawan Suara Rakyat. Sulit Diharapkan DPR Jadi Kekuatan Penyeimbang. http://cetak.komp…suara.rakyat

Ketua MPR Taufik Kiemas (PDIP), melemahkan oposisi yang potensinya paling kuat. Meski Mega tidak sepikiran dengan TK. Meski Puan membantahnya. http://www.kompas…iew/21893/2/

Tinggal mengurusi KPK. Logis kan?
umbaran 0 0
Neof Ana: lebih elok rasanya kalau tidak sebatas komen, postingan ya berikut bu, saya tunggu dengan berdebar-debar
Neof Ana 0 0
umbaran:
Saya baca tulisan ini, sudah memberi indikasi yang kuat http://politikana…e-heavy.html

Lalu ini: http://politikana…k-siapa.html

Lalu ini: Eep: Presiden di Belakang Kriminalisasi KPK http://www.kompas…iew/22546/2/

Ah, sudah banyak tulisan bagus di sini...
curiosity 0 0
Neof Ana:
gimana posisinya sehingga kepolisian, KPK, dan Kejaksaan bisa menyaingi wewenang Presiden ?

Semua kan sudah punya wewenang masing2.

Kepolisian, Kpk, dan Kejaksaan nggak bakal bisa menyaingi wewenang yg dimiliki khusus oleh Presiden.

Neof Ana 0 0
gimana posisinya sehingga kepolisian, KPK, dan Kejaksaan bisa menyaingi wewenang Presiden ?

Yang "seharusnya menyaingi" wewenang Presiden cuma DPR, plus MPR dengan wewenang mengubah konstitusi. Tentang posisi DPR dan MPR, lihat komentar di atas.

KPK independent, dan dipandang terlalu superbody, sehingga kongkalingkong yang membawa nama RI-1 bisa berdampak politik, kalau dampak hukum diperkirakan sulit ditempuh.
NOS 0 0
Kalau pegiat HAM dan anti korupsi (sebagian ada di sisi SBY pada pilpres kemarin) agendanya ya cuma penegakan hukum. Tuntutan paling jauh hanya pencopotan Kapolri dan Jagung. Jadi mereka tdk

Boleh jadi ada yg bermain di air keruh sekarang ini, tapi siapa ya? Sebab bukan hal yg mudah membuat kampanye delegitimasi SBY apalagi menjatuhkannya. Keprihatinan SBY pun sejauh ini bukan pada upaya delegitimasi, tapi pada terhambatnya pemulihan ekonomi akibat maraknya demo.

Tapi kalau situasi memanas dan persoalan tdk terselesaikan bahkan melebar, bisa jadi ini jadi bola liar.
Neof Ana 1 suka | 0
Keprihatinan SBY pun sejauh ini bukan pada upaya delegitimasi, tapi pada terhambatnya pemulihan ekonomi akibat maraknya demo.

Ekonomi, adalah senjata membungkam rakyat jelata. Orde Baru juga begitu. Pertumbuhan, swasembada pangan, akhirnya terlena karena semuanya utang.

Kalau rakyat jelata makan kenyang, cukup untuk menghindari people power. Demo besar-besaran 98 bermula juga dari runtuhnya ekonomi.
NOS 0 0
Neof Ana: Kayaknya SBY yakin ia masih memegang simpul2 akar rumput. Simpul2 itu akan tercerai berai kalau situasi semakin memanas. Mantan aktivis yg berpihak ke SBY seperti Andi Arief terlihat mulai bergerak "mengamankan" bosnya. Tapi so far belum ada gerakan massa yg berarti.
Neof Ana 0 0
Tapi so far belum ada gerakan massa yg berarti?

Saya menafsirkan - kutipan artikel ini tentang adanya indikasi pemakzulan SBY- gerakan itu mulai memperlihatkan "artinya".

"Muara (akhir, red) dari berbagai kegiatan itu adalah mendiskreditkan atau mendegradasikan Presiden Yudhoyono," kata pengamat masalah kepolisian Dr John Palinggi.
NOS 0 0
Neof Ana: gerakan pemakzulan yg dilakukan sekelompok orang atau gerakan massa yg menuntut keadilan yg tidak ada sangkut pautnya dengan agenda pemakzulan?
Neof Ana 0 0
Dua-duanya.

"...Seorang pengamat kepolisian melihat ADANYA INDIKASI untuk menjatuhkan atau melakukan "impeachment" terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) DENGAN MEMANFAATKAN kasus perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jajaran Polri."
Bocah nDeso 0 0
Neof Ana:
...adakah indikasi Presiden sedang memperkuat posisinya dengan melemahkan semua lembaga negara yang berpotensi menyaingi kewenangannya ? . Mungkinkah juga ?...

Sebuah praduga yg pantas untuk ditelaah kebenarannya. Tapi apa ya begitu sih ?.

Namun, sigap dan cepat dalam mengganti 3 pimpinan KPK yg diusut Polri. Akan tetapi cermat dan lambat dalam mengganti Kapolri dan Kabareskrim. Itu pertanda apa y a/. Apa inline dengan praduganya Neof Ana ?.

Ttg People Power...
Ah, terlalu mengada-ada, tak ada komponen dan unsur yang mungkin mendukung terjadinya dan terciptanya suasana itu.
1. Pak SBY terlalu kharismatik dan populer di mata mayoritas rakyatnya.
2. Legitimasinya terlalu kuat, menang mutlak dalam satu putaran dalam pilpres yg lalu.
3. Rakyat terlalu apatis untuk dapat digerakkan, skrg ini berbeda dg tahun 98-an yg tlah lalu.
4. Alasan dan kepentingan atas kasus Bibit dan Chandra terlalu remeh bagi rakyat untuk mau bergerak.
5. Apa kepentingan rakyat dalam kasus ini ?. Nyaris tak ada.
6. Kalau pun Bibit Chandra selamat toh tak akan membuat rakyat kenyang.
7. Sudah deh, Bibit Chandra nyerah aja, terlalu banyak pihak yg berkuasa yg pengin mereka berdua masuk bui.

Salam
umbaran 0 0
Bocah nDeso: (Apa kepentingan rakyat dalam kasus ini ?. Nyaris tak ada.)

anda ini naif sekali, kasus ini adalah bukti nyata ttg :

hukum dan keadilan yg carut marut, penegak hukum yg compang camping moralnya, kekuatan anti pemberantasan korupsi yang melakukan serangan balik

anda masih bisa bilang rakyat nggak punya kepentingan dengan kasus ini

siapa sih anda ini? heran saya.
amazon 0 0
Sampai saat ini people power masih bisa dicegah dg jurus tebar pesona
agoos 0 0
wah, bingung....
sutradaranya sebenarnya siapa sih...?
curiosity 2 suka | 0
apa mereka itu isinya malaikat semua ya?

sehingga ketika hukum menyentuhnya maka hukum itulah yang salah
Angko 0 0
secara parsial sepakat dgn Bocah Ndeso dan juga Umbaran soal kepentingan rakyta. rakyta berkepentingan tapi sdh terlalu apati untuk mengurus kepentingan tersebut hingga hrs trn ke lpngan spt thn 98 lalu. ingat dulu Suharto "didukung" lbh dari 90% rakyat dan slrh aparat negara.
spt kata Boncah Ndeso, B.Chandra ssh utk menang krn yg dilwn adl "Neolib" yg mmg terlegitimasi oleh Pemilu yg kisruh kmrn itu.
soal tdhn politisasi kasus ini oleh lwn2 SBY, lha sjk awal SBY yg mempolitisasi smuanya. apa sm skl tdk ada indikasi kl tdhn ini sjln dgn pernyataan politis SBY re kasus JC Mariot kmrn, thus msh satu rangkaian plot dgn ini smua?
di lubuk hati yg terdlm sy hmpr ykn ini smua jokes, tp krn pintarnya yg nge-joke kita bicarakan asap lupa bara dan api. BLBI (soal Budiono, konglomertas yg ke istana, dll) sdh hlg dr ingatan, sbntr lagi Century pun lwt...
Angko 0 0
Angko: maksud sy, awalnya soal Bibit dan Chandra jadi mengatas, lalu soal KPK vs POLRI alias Cicak vs Buaya yg dpt perhatian nmr satu. sebntr lg dgn pernyataan2 spt yg anda lnsir dlm tulisan anda ini Cicak vs Buaya kita no.duakan, dan isu yg plng penting nanti adalah upaya menjathkn RI I. perhtkan sj gmn org indonesia mmg gmpg terbw plot. pada akhirnya mslah Century bkn maslah inti lagi, dan koruptor dkkya ketawa sm kita yg ribut soal Dinosaurus vs Kadal Buntung!
wongawampolitik 0 0
setelah tau siapa tokoh di balik kriminalisasi KPK, emang mau diapain tu tokoh oleh people power?
agung y. achmad 0 0
Analisa yang mengaitkan kasus KPK vs kepolisian (demikian sekadar utk memudahkan analisa) menurut saya terlalu jauh. Paling jauh, budiono yg akan kena melalu century, itu pun blm tentu.

People power? Ga lah. Bukan hanya eskalasinya belum memandingi suasana 98, dimensinya lbh ke persoalan hukum--betatapun kini sudah masuk ke area politik.

Tetapi penguatan partisipasi rakyat dlm soal ini memang hrs dijaga. Saya blm melihat keterlibatan pemegang modal terhadap upaya menciptakan opini publik. Bahkan, mungkin bisa dibilang, mereka terpepet. Karena itu, betapapun (mungkin) beberapa orang KPK ternyata kotor, lembaga pemberantas korupsi itu hrs dibela dari upaya2. Dalam konteks ini, publik yg membela KPK tidak perlu kecewa bila akhirnya beberapa orang KPK terbukti korup.

Terlepas dr mana yg benar, gaya kepemimpinan SBY terbukti lemah. Padahal, inilah momentum yg sangat bagus bagi dia, atas nama bangsa, mengukuhkan perang terhadap korupsi. Menurut saya, angka uang yg tengah dibela mati2an oleh para aktor yg kini tengah bertarung itu bukan belasan M, puluhan, atu ratusan, dan mungkin akan menyentuh lingkaran inti kekuasaan. Jika ini tejadi, saya cabut kalimat pertama di tulisan ini.
Don 0 0
@all :" Hati-hati : People Power Mau Diadu Dengan SBY "

Siapa Yang Mengadu, Ya SBY sendiri, Dia kan Mau Membuktikan Apakah Memang Dia Berkuasa Ato tidak.

Ingat SBY ahli Stretegi Lulusan USA.. Lo soal ini mah... Dia dah Paham... MUlai dari Virus anti virus sampai From Zero To Hero....

: D

LO aq Sih Lebih Sepakat Dengan Revolusi
wongawampolitik 0 0
Don:
stuju don, q mo nya revolusi juga e, ayo people power tunjukkan kedaulatanmu!! : D
legato 0 0
Ga mungkin deh ada people power di Indonesia gara-gara Masaro Gate atau Century Gate... Kecuali karena:
1. BBM naik (ingat kasus 1998) atau ada
2. penembakan terhadap demonstran (ingat kasus 1998) atau ada
3. kup oleh beberapa pihak entah sipil merah/hijau atau kalangan naga merah/naga hijau (ingat kasus 1965/6)
Oleh karena itu pemerintah saat ini menghindari yang namanya:
1. Menaikkan harga BBM walaupun harga minyak dunia sudah menembus $80 atau
2. Menguatnya pihak-pihak diluar pemerintah - entah sipil merah/hijau atau kalangan naga merah/naga hijau - yang bisa memperkeruh suasana

conscientizacao 0 0
Don:
mari bicara revolusi.

Setelah itu, mau kemana?
umbaran 0 0
Don: revolusi bikini maksudnya ? : D
masjoy 0 0
Ada yg sengaja memancing di air keruh. Awalnya adalah salah persepsi trhadap uu kpk antara kpk n polri. Sama polisi diangkat kasusnya(pencekalan joko candra) d smpg kasus lain. Rakyat marah ke polisi. Sekarang yg ada bukan kriminalisasi kpk melainkan politisasi kasus kpk. Siapa provokatornya? ?'.,.'
umbaran 0 0
legato: dan juga yang lain,
people power seperti di filiphine dan thailand hari ini belum mungkin hadir, saya setuju, banyak prakondisi yang dibutuhkan yang hari ini belum kita miliki,
tapi jika sby gagal menggunakan momentum ini untuk sungguh2 memperbaiki aparat penegak hukum kita, ini ibarat menyisakan bom waktu, ingat sejak reformasi hingga hari ini di berbagai tempat massa rakyat berani melawan aparat penegak hukum kita jika mereka merasa diperlakukan tidak adil
jika momentum ini lewat, dan ada pemicu lainnya maka ledakan hebat itu akan terjadi, suka atau tidak suka

dan sebuah ironi akan terjadi, lembaga yang punya tanggung jawab untuk mewujudkan ketertiban justru menjadi pemicu munculnya ketidaktertiban, chaos
masjoy 0 0
Menurut saya bkn sby provokatornya melainkan kekuatan d i luar pemerintahan yg kalah pemilu, parahnya pers tdk proporsional dlm memberitakan, dlm hal ini lbh menyerang polisi. Tambah deh. Ini momentum membakar semangat rakyat, disamping sebab2 yg seperti mas2 udah jelaskan diatas.
umbaran 0 0
masjoy: saya sih lebih suka sby bisa menangkap keprihatinan rakyat ttg aparat penegak hukum kita, tapi kalau dia justru lebih percaya ada isue politik untuk menyerang dirinya, wah gawat kan, sekarang ini yang dibutuhkan semua kekuatan anti korupsi bersatu padu, tapi sebelum korupsi ditumpah habis, kita bersihkan dulu aparat penegak hukum kita
Normanlahyaw 0 0
untung gw dari dulu emang kagak milih sby
lila 0 0
kalau ada people power siapa yang bakalan jadi "kardinal Sin " dan "cory Aquino " ?
Frost 0 0
lila: Dan siapa Marcos nya?
Neof Ana 0 0
Now, M. Yasin is going down. So, Haryono will be the KPK's last man standing.

Welcoming New Order 2.0...

Silahkan login untuk memberikan pendapat